Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 82 Beradu Pedang


__ADS_3

Pangeran Shen Qiu merasa iba menatap gadis tadi dengan kondisi memar seperti sehabis dipukuli.


“Tenang nona... aku akan menolong mu.”jawabnya singkat.


Ia pun berjalan menghampiri lelaki yang mengejar gadis tadi dan menghadangnya agar tidak mengejar lagi.


“Tuan tolong jangan menindas orang lemah apalagi seorang gadis.”ucap sang pangeran membela Putri Meilin.


pelayan lelaki tadi membicarakannya terlebih dahulu dengan Pangeran mahkota untuk menjelaskan kronologis kejadiannya.


“Tuan anda salah sangka bermaksud menganiaya gadis itu. Aku hanya menjalankan perintah dari bos ku saja.”jawabnya singkat dan dia juga menceritakan jika bosnya sudah membayar gadis itu, namun dia malah melarikan diri dan tak mau bekerja di rumah bordir.


Pangeran Shen Qiu tersenyum kecil. Ia pun mengeluarkan satu keping emas batangan dan menyerahkannya pada lelaki tadi.


“Apakah ini masih kurang ?”tanya Pangeran mahkota lagi.


“Tidak tuan, ini lebih dari cukup.”balas pelayan lelaki itu melihat kepingan emas yang dipegangnya.


“Baik katakan pada tuan mu aku membeli nona ini dan serahkan kepingan emas itu padanya.”ucap Pangeran mahkota mempertegas lagi agar lelaki tadi tidak semena-mena.


“Baik tuan, tuan boleh membawa pergi gadis itu dan aku akan menyampaikannya pada tuanku.”balas pelayan tadi setelah kesepakatan tercapai.


Putri Meilin menghadap lelaki yang menyelamatkan dirinya setelah kepergian pelayan tadi.


“Tuan terima kasih banyak sudah menolongku. jika berkenan aku akan mengganti kepingan emas milik tuan.”ucap sang putri dengan halus dan sopan.


Pangeran mahkota melihat pakaian yang dipakai gadis yang diselamatkannya bukanlah pakaian dari kalangan biasa.


“Maaf Jika boleh tahu nona ini siapa dan dari mana ?”ucap sang pangeran bertanya karena penasaran bagaimana bisa gadis terpandang seperti dirinya sampai dijual ke rumah bordir seperti ini.


“Aku sebenarnya adalah Putri Meilin dari istana Pingxuo.”balasnya singkat.


“Lalu bagaimana putri bisa sampai ke sini ?”tanya pangeran mahkota lagi.


Gadis itu pun menjelaskan jika seorang lelaki yang tak di kenalnya mengaku sebagai ayahnya menyeret dirinya dengan paksa dan membawanya ke tempat ini.


“Bagaimana nona kembali ke istana Pingxuo ?”tanya pangeran Shen Qiu melihat kondisinya yang terluka.


“Aku tidak tahu mungkin aku akan mencari kereta kuda untuk kembali ke sana.”jawab sang putri merasa segan akan meminta tolong lagi padanya.


Pangeran Shen Qiu kemudian memanggil dua pengawalnya. Dia berbicara dengan mereka sebentar.


“Putri Meilin jika tidak keberatan pengawal ku akan mengantarmu kembali ke istana Pingxuo.”

__ADS_1


“Oh... jika tidak merepotkan aku bersedia. Terima kasih banyak, tuan.”balas Putri Meilin sambil membungkuk.


“suiit... !”pangeran mahkota bersiul dan seketika dua pengawal tadi datang menghampirinya.


“Antarkan Putri Meilin ini kembali ke istana Pingxuo sekarang.”ucap Pangeran memberi perintah karena dia tahu jalan menuju ke istana itu.


“Tuan putri... silahkan naik.”ucap seorang pengawal menghampiri sang putri.


Putri Meilin kemudian segera naik ke punggung kuda dan pengawal segera memacu kudanya menuju ke istana Pingxuo.


“Cepatlah kembali aku menunggu kalian di pusat perbelanjaan kota Xinghua !”teriak Pangeran mahkota sebelum kuda pengawalnya meluncur jauh.


Sang pangeran kemudian memacu kudanya kembali menuju ke pusat perbelanjaan Xinghua.


Dua jam setelahnya Pangeran tiba di pusat perbelanjaan Kota Xinghua. Dia Berhenti sejenak di sana menunggu dua pengawalnya kembali sebelum berburu di hutan.


“Tempat ini ramai sekali.”gumamnya saat berada di jalan yang sesak penuh oleh pejalan kaki.


“whoop... !”Dia pun segera melompat turun dari kuda yang dinaikinya lalu ikut berjalan seperti yang lainnya sambil menuntun kudanya.


Pangeran melihat ke sekitar dan mencari tempat untuk mengikat kudanya.


“Chenhu kau tunggu aku sebentar di sini.”ucapnya setelah mengikat kuda miliknya ke sebuah pohon rindang yang ada di sepetak tanah kecil di sebelah toko obat.


“Sambil menunggu mereka berdua kembali tak ada salahnya aku melihat-lihat di sini.”batin pangeran.


Ia pun berjalan santai dan melihat ke ruas jalan sisi kiri dan sisi kanan dimana di sana banyak berbagai toko berjajar.


Tang Su yang masih ada di pusat perbelanjaan Kota Xinghua di tengah jalan berhenti saat melihat suatu ku yang menjual berbagai senjata, termasuk pedang.


Ternyata meskipun dia sudah membeli sebuah pedang namun dia tertarik saat melihat sebuah yang di panjang di toko itu.


Tang Su masuk ke toko dan melihat-lihat senjata yang ada di sana. Dia pun berhenti di depan etalase yang memajang sebuah pedang artistik.


“Tuan aku ingin lihat pedang ini dulu.”ucap Tang Su pada pemilik toko.


Pemilik toko kemudian mengambilkan pedang yang ditunjuk oleh Tang Su.


“Berapa harganya tuan ?”tanya Tang Su sambil menarik sarung pedang.


“Sepuluh keping emas nona.”jawab pemilik toko.


“Tuan aku mau ini, biar ini di sini dulu dan aku akan melihat-lihat lainnya.”jawab Tang Su menyerahkan pedangnya pada pemilik toko lalu masuk ke dalam lagi untuk melihat berbagai jenis senjata lainnya.

__ADS_1


Di luar toko Pangeran mahkota berhenti dan tertarik setelah melihat sebuah pedang yang dipajang di etalase.


“Pedang itu bagus sekali !”gumamnya dari depan toko.


Karena tertarik dia pun masuk ke toko dan segera menuju ke etalase tempat pedang tadi dipasang.


“Tuan berapa harga pedang ini ?”tanya pangeran mahkota.


“Sepuluh keping emas saja tuan.”jawab pemilik toko tadi.


“Baik aku ambil pedang ini.”balasnya sambil mengeluarkan kepingan emas.


“Maaf tuan pedang ini sudah ada yang memesan.”balas pemilik toko menjelaskan.


Pangeran mahkota tidak mempedulikannya dan dia bersikeras ingin membelinya karena dia menyukai motif dan bentuknya setelah tadi memeriksanya.


“Bagaimana jika aku membelinya dengan harga tiga kali lipat ?”ucap Pangeran mahkota menawarkan harga lebih tinggi dari aslinya.


Pemilik toko tadi tergiur mendengar tawaran sang pangeran.


“Baik tuan... silahkan bawa pedangnya.”jawab penjual tadi menyetujui harga yang ditawarkan oleh sang pangeran.


Tepat di saat Pangeran mahkota memegang pedang itu, Tang Su kembali.


“Tuan pedang itu sudah ku pesan jadi tolong letakkan pedangnya kembali.”ucap Tang Su pada seorang lelaki yang terlihat punggungnya.


Pangeran mahkota berbalik dan menatap Tang Su.


“Nona pedang ini adalah milikku karena penjual ini sudah sepakat dengan harga tawarkan padanya menjadi tiga kali lipat dari harga aslinya.”jawab Pangeran mahkota menanggapi ucapan Tang Su.


“Dia... dia Pangeran Shen Qiu yang tempo hari aku tolong ? Kenapa dia ada di sini ?”batin Tang Su setelah melihat wajah sang pangeran mahkota.


Dia pun menarik nafas panjang karena harus berebut pedang dengannya.


“Maaf tuan kesepakatan tuan tidak berlaku karena sebelumnya aku yang sudah memesan duluan.”ucap Tang Su menjelaskan dan bersikeras jika pedang itu miliknya.


Mereka berdoa kemudian berbicara namun sayang tak menemukan kesepakatan dan masing-masing ingin memiliki pedang tersebut.


“Baiklah nona bagaimana jika kita selesaikan permasalahan ini dengan pedang saja?”ucap Pangeran mahkota kehabisan akal untuk bernegosiasi dan dia pun menarik pedangnya.


Tang Su pun ikut menarik pedang saat melihat sang pangeran sudah memegang pedang.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2