
Tang Su berjalan menghampiri lelaki tadi dan menatap punggungnya dari kejauhan.
“Maaf tuan pedang itu adalah milikku karena aku sudah memesannya lebih dulu sebelum tuan.”ucap Tang Su tak ingin pedangnya berpindah tangan ke orang lain.
Pangeran mahkota berbalik dan seorang gadis yang menghampirinya.
“Ternyata dia adalah Pangeran mahkota ? Kenapa dia ada di sini ?”batin Tang Su terkejut setelah mendapati lelaki yang ingin memiliki pedangnya ternyata adalah Pangeran mahkota yang dia selamatkan beberapa waktu yang lalu.
“Nona bagaimana jika aku menawarkan harga yang menarik untukmu ?”ucap Pangeran Shen Qiu.
“Maksud tuan ?”balas Tang Su singkat.
“Bagaimana jika aku mengganti pedang tadi dengan harga tiga kali lipat dari awalnya ?”jawab sang pangeran menawarkan harga yang pantas.
“Hmm... kenapa Pangeran mahkota ingin memiliki pedang yang akan ku beli ? Kenapa dia tidak mengalah saja pada seorang wanita ?”batin Tang Su menatap Pangeran dan Tentu saja dia tidak mau menyerahkan pedangnya begitu saja pada sang pangeran.
“Maaf tuan... aku tetap menginginkan pedang itu.”balas Tang Su singkat.
Pangeran mahkota tak menyerah begitu saja dan dia menawarkan harga lain yang lebih menarik.
“Nona Bagaimana jika harganya aku naikkan menjadi tujuh kali lipat ?”ucap sang pangeran kembali bernegosiasi dan berharap kali ini dia berhasil.
“Tuan Sudah kubilang Aku ingin tetap memiliki pedang itu berapapun harga yang tuan ajukan aku tetap tidak akan menerimanya.”balas Tang Su menolak secara tegas.
Pangeran mahkota diam berpikir kembali bagaimana cara mendapatkan pedang itu.
“Tuan kenapa tuan tidak mengalah saja pada seorang wanita lemah seperti ku ?”ucap Tang Su mencoba mengetuk hatinya.
“Maaf nona aku juga menginginkan pedang tersebut.”balas sang pangeran singkat dan tak mau mengalah.
Mereka berdua pun kembali mengobrol dan mencoba menyelesaikan hal itu dengan bernegosiasi kembali namun ternyata sia-sia saja dan mereka berdua tetap menginginkan pedang itu menjadi milik mereka.
“Baiklah nona karena tidak mencapai kata sepakat Bagaimana jika kita menyelesaikan masalah ini dengan pedang saja ?”ucap sang pangeran sambil menarik pedang dari sarung pedang.
“Maksud tuan ?”balas Tang Su tidak mengerti pada apa yang dimaksud olehnya.
“Begini saja jika aku menang melawan mu maka pedang tadi akan menjadi milikku.”jawab Pangeran mahkota menjelaskan maksudnya sambil memegang pedang.
“Ternyata lelaki ini tak mau mengalah pada ku.”batin Tang Su merasa kesal. Dia pun menarik pedangnya dari sarungnya mengikuti Pangeran mahkota.
“Tuan aku tidak yakin akan hal itu. Coba saja jika bisa.”balas Tang Su merasa percaya diri dan yakin bisa mengalahkan sang pangeran mahkota.
__ADS_1
“Gadis ini sepertinya dia meremehkan diriku. Baiklah akan ku tunjukkan padanya kemampuanku !” batin Pangeran mahkota merasa diremehkan.
“Ayo kita mulai sekarang juga.”balas Pangeran mahkota sambil tersenyum kecil menatap Tang Su.
Ia pun mulai mengayunkan pedangnya tanpa memperdulikan gender lawannya.
“Klang... trang... !”pedang mereka berdua Beradu dan sama imbang.
Pangeran mahkota mencoba memberikan serangan tajam pada Tang Su namun gadis itu berhasil menahan serangannya.
Tang Su tak mau kalah dan dia pun mencoba memberikan serangan balasan untuk menyudutkan sang pangeran namun serangannya berhasil ditangkis dengan mudah olehnya.
“Boleh juga kemampuan berpedang Pangeran mahkota.”batin Tang Su memuji dalam hati.
Pangeran mahkota kembali melakukan serangan yang menyudutkan Tang Su.
“Hap... hap... !”gadis itu masih bisa berkelit dan melompat untuk menghindari serangan sang pangeran.
Pemilik toko yang melihat pertarungan di tokonya menjadi panik dan khawatir.
“Nona... tuan... tolong jangan bertarung di sini atau mungkin saja toko ku akan rata nanti.”ucapnya menengahi pertarungan mereka.
Pemilik toko pun hanya bisa menarik nafas panjang melihat pertarungan mereka dan berharap tokonya benar-benar tidak rata.
“Tuan... aku akan memberikan kompensasi padamu nanti jika toko ini rusak akibat pertarungan kami.”ucap Pangeran mahkota menatap sang pemilik toko yang terlihat cemas sekali.
Ia kemudian kembali melanjutkan pertarungan dengan Tang Su.
Pangeran kembali melakukan serangan tusukan untuk menyurutkan Tang Su.
Tang Su berhasil menghindarinya Namun sayang pedang itu menggores cadarnya dan membaca terlepas.
“Trang...”Pangeran mahkota kembali mengayunkan pedangnya dan hanya menebas sebagian kecil ikat pinggang Tang Su.
“Klang... !” sebuah token jatuh dari kantong yang ada di pinggang Tang Su.
Pangeran mahkota melihat benda yang jatuh itu adalah token milik kerajaan Changle.
“Kenapa dari sini bisa memiliki token kerajaan ?”batin Pangeran mahkota mengambil token tadi untuk mematikannya, karena menurutnya ayahnya tak pernah memberikan Token itu pada siapapun kecuali seorang tabib.
“Apa mungkin nona ini adalah tabib Tang yang menyelamatkan diriku ?”batin sang pangeran terkejut.
__ADS_1
Tang Su baru menyadari jika cadarnya terlepas dan dia pun mencarinya. Setelah menemukannya dia langsung mengenakannya kembali.
melihat pangeran yang diam selama beberapa detik dia pun memanfaatkan kesempatan yang ada dan menyerangnya.
“Klang... !”Tang Su berhasil menjatuhkan badan sang pangeran dan menodongkan pedangnya ke leher pangeran.
“Baik nona kau menang kali ini.”ucap Pangeran mahkota dan Tang Su segera menyarungkan pedangnya kembali.
Lelaki itu sempat menatap wajah gadis tadi dan terpesona padanya.
“Nona apakah anda tabib Tang ?”ucap Pangeran mahkota menyerahkan token pada Tang Su, dan gadis itu menggangguk.
“Maaf nona tabib. Aku tidak mengetahui jika itu adalah dirimu. karena kau telah menyelamatkan hidupku maka pedang itu menjadi milikmu.”ucap Pangeran mahkota sambil memberi hormat.
“Terima kasih Pangeran mahkota. Tapi dari hasil memang pertarungan aku yang memenangkannya.”balas Tang Su.
Untuk menebus rasa bersalahnya Pangeran mahkota kemudian membayar pedang yang dibeli oleh Tang Su.
Di luar dua pengawal yang tadi diutus oleh pangeran mahkota saat kembali setelah menunaikan misi mengantar Putri Meilin ke tempatnya. Mereka berada di jalanan Pusat perbelanjaan kota Xinghua.
“clop... clop...”
Pangeran Mahkota mendengar derap langkah suara kuda dari luar toko dan segera berlari menuju keluar.
Benar saja saat dia keluar dua pengawalnya tadi terlihat bingung mencarinya.
“Qi Yu... Huizi... aku di sini !” terlihat Pangeran mahkota memanggil dua pengawalnya.
Seketika mereka berdua berhenti dan menghampiri sang pangeran.
“Kuda ku ada di sana ayo ikuti aku.”ucap Pangeran mahkota pada dua pengawalnya lalu berjalan menuju ke tempat dia mengikat Chenhu.
Sesampainya di sana Pangeran Shen Qiu melepas ikatan Chenhu dan langsung melompat ke atasnya.
“Chenhu ayo kita jalan.”ucapnya sambil membelai kepala kuda kesayangannya itu.
Mereka pun segera bergerak menuju ke hutan yang ada di perbatasan kota Xinghua.
Sementara itu Tang Su termasuk berterima kasih pada Pangeran mahkota karena telah membayar pedangnya. Dia keluar toko dan mencarinya namun tak menemukan sosoknya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1