Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 75 Token Persahabatan


__ADS_3

Putri Meilin berjalan bersama Wei Zhi menghampiri Tang Su yang akan masuk ke kereta kuda.


“Nona tunggu sebentar !”ucap Putri Meilin memanggil Tang Su.


Tang Su akhirnya berbalik dan berhenti sekedar untuk menghargai gadis yang ditolongnya.


“Nona keretaku di sana, ikutlah dengan kami.”ucap Putri Meilin sambil menunjuk kereta kudanya.


“Maaf nona aku juga membawa kereta tadi.”jawab Tang Su menolak.


“Baiklah jika begitu nona bisa mengikuti kereta kami dari belakang.”ucap Putri Meilin.


“Baiklah nona.”balas Tang Su sambil tersenyum kecil. Ia pun segera berjalan menuju ke kereta kudanya setelah sang putri juga berjalan menuju ke keretanya.


Di dalam kereta kuda, Tang Su menjelaskan pada kusir kudanya untuk mengikuti kereta kuda yang dia tunjuk.


“Kereta yang itu ya nona ?”ucap sang kusir menunjuk kereta yang dia lihat untuk memastikan lagi.


Kereta kuda Tang Su berjalan dan berhenti tepat di samping kereta kuda Putri Meilin dan Tang Su membuka tirai jendela.


“Tuan tolong ikuti kereta kami.”ucap sang putri pada kusir kuda Tang Su.


Kereta kuda milik sang putri berjalan mendahului kereta kuda Tang Su meninggalkan lokasi tempat berlangsungnya festival lampion dan menuju ke rumahnya.


“clop... clop... clop...” setelah tiga puluh menit berjalan mereka berhenti di depan semua istana.


Tang Su membuka tirai jendela Sebelum turun dari kereta kuda.


“Kenapa kereta ini berhenti di depan istana ?”batin Tang Su melihat sebuah istana di depannya.


Putri Meilin turun dari kereta kuda lalu berjalan menghampiri Tang Su yang masih ada dalam kereta.


“Nona ayo ikut kami masuk.”ucap Putri Meilin berdiri di depan kereta kuda Tang Su.


Tang Su kemudian turun dari kereta dan berjalan mengikuti sang putri menuju ke istana.


“Maaf nona Ini baru pertama kalinya aku ke daerah ini dan tempat ini seperti sebuah istana ?”ucap Tang Su memberanikan diri untuk bertanya.


Siyue yang berjalan di sampingnya menoleh ke arah Tang Su dan tersenyum menatapnya.


“Benar nona ini adalah istana Pigxuo.”jawab Putri Meilin menjelaskan.

__ADS_1


“Oh... jadi nona adalah seorang putri ?”balas Tang Su terkejut kenapa dia tidak menyadari hal itu dari tadi.


“Perkenalkan... aku adalah Putri Meilin, nona.”jawab sang putri memperkenalkan dirinya tanpa bermaksud menyombongkan dirinya ataupun pamer.


“Salam Putri Meilin.”jawab Tang Su sambil memberi hormat.


“Maaf boleh aku tahu nama nona ?”tanya Sang Putri karena merasa tak enak memanggil nona sedari tadi tanpa menyebut namanya.


Tang Su sedikit ragu apakah dia harus memberitahukan jati dirinya yang asli atau tidak.


“Perkenalkan aku Tang Su, putri bisa memanggilku tabib Tang.”jawab Tang Su menjelaskan.


Sang Puteri sangat terkejut mendengar nama yang diucapkan oleh gadis yang menyelamatkannya mirip dengan nama sahabatnya di dunia nyata.


“Kenapa putri ?”tanya Tang Su melihat raut wajah sang putri nampak tercengang.


“Oh... tidak tabib Tang, nama tabib mengingatkanku pada seseorang.”jawab sang putri.


Sang putri kemudian mengajaknya masuk ke istana dan tidak membahas hal itu lagi.


“Tabib Tang tolong di sini sebentar.”ucap Putri Meilin mengantar tabib Tang ke sebuah ruangan. Ia kemudian pergi meninggalkannya tabib itu duduk.


Sang putri kemudian masuk ke kamarnya. Di sana ia mengganti pakaiannya yang masih basah dengan pakaian kering.


“Weizhi menurutmu apa yang sebaiknya ku berikan pada nona tadi karena telah menyelamatkan nyawa ku ?”ucap Saputri meminta pertimbangan dan saran dari pelayan nya karena dia tidak tahu peradatan dan kebiasaan di dunia ini.


Sang pelayan diam dan berpikir sejenak.


“Nona bisa memberikan tabib tadi koin emas ataupun benda berharga lainnya.”balas Wei Zhi menanggapi sang putri.


“Weizhi aku ingin memberikan barang berharga tapi tadi. Menurut mu barang berharga apa yang pantas kuberikan untuknya ?” ucapnya kembali bertanya karena tidak tahu barang berharga apa yang dia punyai.


Weizhi kembali diam dan berpikir.


“Tuan putri... kenapa tuan putri tidak memberikan tabib tadi token persahabatan saja ?”jawab Weizhi setelah terlintas sebuah ide.


“Oh jadi ada barang seperti itu di sini. Lalu seperti apa bentuk atau rupanya ?”batin sang putri yang sama sekali tidak mengetahui token itu.


Putri Meilin berpura-pura sibuk dengan menata rambutnya sambil menatap pelayannya.


“Weizhi apa kau bisa membantuku mengambilkan token itu ?”ucapnya sambil memasang aksesoris di rambutnya.

__ADS_1


Pelayan tadi merasa sedikit aneh dengan sikap sang putri yang tidak seperti biasanya. Entah kenapa dia berpikir jika putri lupa tempat menaruhnya karena sang putri menyuruhnya saat dia lupa menaruh sesuatu.


“Ah... mungkin hanya perasaanku saja tidak mungkin putri lupa. Mungkin nona hanya sedang sibuk saja.”batin Weizhi menuju ke sekolah laci dan mengambil token persahabatan kemudian memberikan padanya.


“Terima kasih Weizhi.”jawabnya menerima token tadi sambil mengingat tempat barang itu di taruh.


Putri Meilin kemudian kembali ke ruangan tempat tabib Tang berada.


“Tabib Tang aku sangat berterima kasih kepadamu karena sudah menyelamatkan diriku. Aku tidak tahu apa yang bisa aku berikan padamu sebagai gantinya.” ucap sang putri sambil duduk di depan tabib Tang.


“Tuan putri tak perlu repot-repot seperti itu memang sudah kewajiban ku menyelamatkan nona.”balas tabib Tang sambil tersenyum kecil.


Putri Meilin kemudian mengeluarkan token persahabatan dan menyerahkan nya pada Tabib Tang.


“Terimalah ini nona tabib, sebuah token persahabatan dari ku. Kelak apa pun kesulitan ada hambatan yang kau temui saat berada di negeri ini dengan menggunakan token ini maka akan ada yang membantumu.”jelas sang putri panjang lebar.


Tang Su menerima hadiah yang menurutnya sangat berharga itu dan menyimpannya.


“Terima kasih Putri Meilin.”jawabnya singkat.


Setelah beberapa saat Tang Su meminta izin untuk segera pulang dengan alasan jarak yang ditempuhnya masih jauh.


“Tabib Tang tunggu sebentar ! Ada satu hal lagi yang ingin ku ketahui darimu.”ucapnya menghentikan langkah tabib Tang.


“Ya tuan putri ?”Tang Su berhenti sebentar dan menatap sang putri.


“Maaf...bukan maksudku dan berlaku kurang ajar padamu. Aku hanya ingin melihat wajahmu saja, apa itu boleh ?”tanya sang putri dengan menunjukkan rasa hormatnya.


Tang Su berpikir dengan cepat kenapa dia ingin melihat wajahnya. Selain itu apa perlu dia memperlihatkan wajahnya pada gadis itu.


Setelah berbagai pertimbangan dia akhirnya mau menunjukkan wajahnya pada sang putri karena menurutnya gadis itu tak akan mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya.


“Ya tuan putri.”Tang Su membuka cadar yang menutupi wajahnya sebentar. Putri Meilin melihat paras cantik tabib Tang dan mengingatnya.


Tang Su segera menutup jalannya kembali sebelum ada orang lain yang melihatnya. Ia pun kembali berjalan menuju ke kereta kudanya yang masih menunggu di luar istana.


“clop... Clop...” kereta kuda meluncur dari istana Pingxuo kembali menuju ke penginapan Yuelai.


Dalam kereta Tang Su melihat hadiah yang ia bahwa memenuhi kereta kuda. Ia melihat lagi token persahabatan yang di diberikan oleh sang putri lalu menyimpannya kembali.


Karena merasa kelelahan dia pun tertidur dalam kereta kuda.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2