Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 62 Sambaran Kilat


__ADS_3

Malam hari Tang Su duduk di lantai di atas karpet tebal. Gadis itu terlihat serius mengerjakan tugas dari kampus.


“Tugas untuk besok sudah selesai.”ucap Tang Su menutup sebuah buku dan menaruhnya ke meja di sebelah kiri.


Ia pun mengambil satu buku lainnya dan membukanya. Sambil menggoreskan pensil mengerjakan tugas rumah lainnya, ia sejenak meminum soft drink di depannya.


Satu jam kemudian gadis itu sudah selesai mengerjakan semua tugasnya.


“Buk... !”Setelah menumpuk buku tugas rumahnya di meja sisi kiri, Tang Su menyadarkan kepalanya ke meja dengan tangan sebagai alasnya.


“Tugas untuk besok dan lusa sudah selesai. Namun masih ada tugas untuk hari selanjutnya.”gumam Tang Su melirik beberapa buku tugas rumah di sisi kanan.


Ia hanya melirik saja dan menghela nafas panjang, serta mencoba mengabaikannya.


“Oh ya saat ini aku pasti masih tidur di dunia buku novel.”gumam Tang Su tiba-tiba teringat pada dirinya dalam dunia buku.


Ia pun kemudian berdiri dan mengambil buku novel yang disimpan dalam laci lalu membawanya duduk kembali.


“Kemarin sampai halaman ini.”ucap Tang Su membuka halaman yang sudah ia baca sebelumnya.


“Di malam yang dingin Putri Wu Shuang tertidur di kamar setelah kelelahan melayani pasien selama sehari. Wanita itu tidur dengan bermimpi indah... bla bla bla... ”ucap Tang Su membaca dengan suara pelan.


Tiba-tiba sinar terang keluar dari dalam buku. Makin lama sinar itu semakin terang dan dalam hitungan detik sinar itu menghisap Tang Su dan membawanya masuk dalam buku.


“Zuuut....”Tang Su kembali ke dunia buku.


Ia membuka mata dan melihat ke sekitar.


“Oh... aku sudah kembali.”gumamnya saat mendapati dia kembali berada di penginapan Yuelai.


Tang Su berjalan menuju ke arah jendela dan menyingkap sedikit tirai nya.


“Oh... di luar hampir pagi rupanya.”gumamnya lagi saat melihat di luar bulan hampir tenggelam.


Dia pun kembali duduk sebentar di kursi karena merasa masih mengantuk sedangkan waktu berlalu begitu cepat.


Dua jam kemudian Tang Su bangun saat mendengar suara kicau burung di luar penginapan yang terdengar bersahut-sahutan dengan merdu.


“Sudah pagi rupanya.”


Tang Su berdiri dari tempat duduknya lalu masuk ke kamar mandi, setelah itu ia bersiap untuk sarapan pagi.


Di lain tempat di dunia nyata yang masih malam hari terlihat Xiao Jinyu sedang makan malam dan duduk di tempat tidur sambil melihat tayangan TV.


“Nyam...”Xiao Jinyu menggigit beberapa tusuk sate dan terlihat menikmati film kolosal.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian dia selesai makan. Lelaki itu berjalan menuju ke arah wastafel dan mencuci piring bekasnya makan.


Selesai mencuci piring dia pun kembali duduk di tempat tidur menatap kembali tayangan film favoritnya.


“Hyah... sudah selesai ceritanya. Bagaimana ending nya tadi ?”ucap Xiao Jinyu merasa kecewa berat karena film yang ia tonton sudah tamat dan sudah berganti film lainnya.


“ck... tahu gitu tadi aku tidak mencuci piringku terlebih dulu.”gumam Xiao Jinyu masih merasa menyesal.


Dia pun mengganti remote TV dan mencari saluran sinema lainnya.


“klik...”Xiao Jinyu menyesal tayangan action dan melihatnya sebentar.


“klik...”Karena merasa bukan film yang dicarinya dia pun kembali mengganti saluran.


“Klik...”sudah sepuluh kali dia mengganti saluran televisi dan akhirnya menemukan sebuah film yang ia suka.


Lelaki itu melihat tayangan sebuah film yang mengisahkan tentang kehidupan kerajaan di zaman dinasti Zhou.


“Lumayan seru ceritanya.”ucap Xiao Jinyu setelah tiga puluh menit menonton.


Karena merasa filmnya menarik dia pun meneruskan menontonnya bahkan sampai berganti posisi dari duduk dan sekarang rebahan di tempat tidur dengan tiga bantal sebagai alas kepalanya.


Beberapa saat kemudian tayangan berganti iklan.


Dia pun mencoba memejamkan matanya sejenak untuk menunggu tayangan iklan itu berakhir namun ternyata setelah tayangan iklan itu berakhir lelaki itu tertidur.


Dua puluh menit setelah tertidur Xiao Jinyu bermimpi.


Dia melihat seorang pangeran tampan di sebuah istana sedang berada di kamar.


“Yang Mulia... bak mandinya sudah siap.”ucap seorang pelayan lelaki memberitahukan pada sang pangeran.


“Baik terima kasih aku akan segera ke sana sekarang.”jawab sang pangeran menatap pelayannya.


Beberapa saat kemudian sang pangeran keluar dari kamar dan menuju ke sebuah kolam yang merupakan tempat pemandian khusus untuk dirinya.


Seorang pelayanan lagi datang saat sang pangeran tiba di kolam pemandian.


“Tidak usah biar aku lakukan sendiri.”ucap sang pangeran menolak saat pelayan lelaki berusaha melayaninya dengan membantunya melepas pakaiannya.


Lelaki itu kemudian melepas sendiri pakaiannya dan masuk ke kolam pemandian.


“Segar sekali rasanya...”ucap sang pangeran berendam dalam sebuah air yang sudah dicampur dengan ramuan obat untuk mengatasi rasa pegal di tubuhnya.


Kolam pemandian itu tertutup dan banyak pohon osmanthus di tepi kolam yang membuat kolam menjadi teduh meski di tengah teriknya cuaca.

__ADS_1


“pluk... pluk...” beberapa helai bunga osmanthus jatuh ke kolam pemandian dan membuat air yang ada di sana seketika berbau harum.


Air di kolam terasa merasuk ke kulit dan membuat aliran darah disuruh tubuh menjadi lancar.


Tiba-tiba angin berhembus kencang dan langit berubah menjadi gelap.


“jeder... jeder... !” bunyi kilat menyambar di langit.


“zrash... !”Seketika hujan turun dengan tiba-tiba.


Xiao Jinyu bangun dari tidurnya setelah teringat dia sedang melihat sebuah film.


“Ah aku ketiduran.”gumamnya membuka mata.


Lelaki itu seketika terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.


“Aku ada di mana ?”gumam Xiao Jinyu saat melihat dirinya tidak berada di kamarnya namun berada di tempat lain.


Ia melihat ke sekitar dan mendapati dirinya berada di sebuah kolam.


“Kolam... ? Kolam ini seperti yang aku lihat dalam mimpi barusan.”pekik Xiao Jinyu terkejut saat melihat kolam tempatnya berada saat ini persis sekali dengan kolam yang dia mimpikan sebelumnya.


“Apa aku masih bermimpi ?”batinnya lagi. Ia pun mencoba menepuk pipinya.


“plak !”Xiao Jinyu merasakan pipinya sakit dan tangannya terasa panas setelah memukul pipinya.


“Ini nyata dan bukan mimpi ?!”gumamnya syok.


Merasa tidak yakin dan apa yang dilihatnya saat ini, ia pun mencoba melihat dirinya di air.


“Hah... wajah siapa ini ? Ini bukan diri ku ?!”teriak Xiao Jinyu merasa merinding saat melihat pantulan wajah di air kolam bukanlah wajahnya melainkan wajah lelaki lain.


Dia pun kembali melihat pantulan wajahnya di air dan akhirnya menyadari jika wajahnya saat ini berubah menjadi wajah pangeran yang barusan dimimpikannya.


“Astaga... apa yang terjadi padaku ?”batin Xiao Jinyu masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi padanya.


“Jeder...” kilat terus menyambar dan bahkan lebih intens daripada sebelumnya.


“Yang Mulia tolong segera keluar dari kolam sebelum kilat menyambar tubuh anda.”ucap seorang pelayan lelaki menghampirinya di tepi kolam.


Xiao Jinyu pun tak bisa berpikir jernih saat melihat sebuah kilat kembali menyambar di langit.


BERSAMBUNG...


.

__ADS_1


__ADS_2