Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 77 Pindah Rumah


__ADS_3

Satu hari kemudian seorang pengawal istana keluar dari wilayah istana Wanzhou dengan menunggang sebuah kuda menuju ke tempat Tang Su berada.


Beberapa saat kemudian pengawal itu tiba di penginapan Yuelai.


Pengawal itu masuk ke penginapan di saat tempat praktek Tang Su sedang buka dan ramai pasiennya.


“tap... tap... tap...” pengawal tadi berjalan menerobos keramaian dan masuk ke tempat praktik Tang Su


“Kenapa ada pengawal istana datang kemari ?”ucap seorang pasien saat melihat pengawal melewati mereka.


“Aku juga tidak tahu. Sebentar lagi kita akan tahu.”celetuk pasien lain menanggapi.


Beberapa pasien lain juga ikut penasaran saat pengawal istana masuk ke sana dan ingin tahu apa yang ingin disampaikan oleh pengawal tadi.


“Maaf apa ada yang bisa aku bantu tuan ?”ucap Tang Su menghampiri pengawal yang masuk ke tempat pengobatannya.


“Ya... anda tabib Tang Su bukan ?”ucap pengawal tadi menatap Tang Su.


Tang Su mengangguk dan berpikir ada apa sebenarnya pengamat istana kerajaan sampai mencari dirinya.


“Nona ada informasi dari Kaisar Luoying untuk anda. Beliau berniat memberikan hadiah berupa rumah di kota Xinghua sebagai hadiah pemenang sayembara tempo hari.”ucap sang pengawal menyampaikan titah Kaisar Luoying.


“Rumah ?”ucap Tang Su terkejut karena dia sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan sebuah rumah dari kaisar.


Para pasien yang ada di sana juga mendengar apa yang diucapkan oleh pengawal tadi.


“Tabib Tang memenangkan sayembara dan mendapatkan rumah ?”ucap seorang pasien yang terkejut mendengar kabar barusan.


“Tabib Tang benar-benar hebat.”celetuk pasien lainnya memuji dan mengakui kemampuan Tang Su sebagai tabib muda yang berbakat.


Suasana tempat praktek menjadi ramai, pasien yang lain juga ikut membicarakan kabar baik itu.


“Nona tolong terima kunci rumah ini.”ucap pengawal tadi menyerahkan kunci rumah pada Tang Su.


Tang Su menerima kunci rumah tadi sambil tersenyum lebar meskipun dia sendiri masih bingung dengan pemberian hadiah yang mendadak.


Sebelum pergi pengawal tadi menjelaskan di mana titik lokasi rumah itu berada tepatnya.

__ADS_1


“Terima kasih tuan, tolong sampaikan terima kasih ku kepada Kaisar Luoying dan juga Selir Wanrou sambil memberi hormat.


Setelah kepergian pengawal tadi Tang Su kembali melanjutkan mengobati para pasiennya yang masih menunggunya.


“fyuuh... lelah sekali hari ini.”ucap Tang Su sambil menarik nafas dalam-dalam sambil menutup tempat praktek pengobatannya di sore hari.


Ia pun kemudian masuk ke kamar dan duduk bersandar di sebuah kursi.


“Aku tak menyangka mendapatkan keberuntungan secara beruntun seperti ini.”gumamnya menatap sebuah kunci di tangannya, beberapa tumpukan peti emas dan token persahabatan dari Putri Meilin.


Tang Su tersenyum lebar melihat hasil yang dia peroleh dari prestasi yang ia torehkan.


“Apa aku harus pindah ke rumah baru yang diberikan oleh kaisar ? Tapi itu artinya aku berada dekat dengan istana Wanzhou dan tentunya aku tidak bisa bebas di sana seperti di sini.”gumam Tang Su menjadi ragu untuk pindah karena khawatir identitasnya akan terbongkar di sana sedangkan dia masih mempunyai misi untuk mencari siapa yang ingin mencelakai dirinya.


Satu minggu berlalu dan sampai detik ini rumah hadiah yang diberikan oleh Kaisar Luoying masih kosong.


Kaisar memanggil kembali pengawal yang sebelumnya ia utus untuk mengurusi hal itu.


“Kau jemput saja Tabib Tang agar dia segera menempati rumah baru yang kau berikan padanya.”ucap Kaisar Luoying memberikan perintah.


“Baik yang mulia hari ini juga aku akan menjemput tabib Tang.” jawab pengawal tadi sambil memberi hormat.


Tempat praktik pengobatan Tang Su kembali heboh saat melihat kedatangan pengawal istana kembali ke tempat itu.


“Tap... tap... tap...” pengawal tadi segera masuk ke tempat praktek pengobatan dan segera menemui setelah mengikat kudanya.


Tang Su terkejut melihat kedatangan pengawal di tempat prakteknya.


“Nona ini perintah dari yang mulia. beliau meminta untuk menjemput Nona sekarang juga dan menempati rumah baru.”ucap pengawal tadi menjelaskan perintah sang kaisar.


Tang Su merasa hal ini terlalu cepat dan dia sama sekali tidak ada persiapan.


“Maaf tuan mungkin aku butuh waktu untuk mengemasi semua barang ku sebelumnya berangkat bersama tuan.”jawab Tang Su jujur dan menyampaikan situasi saat ini.


“Tenang tabib Tang tak perlu memikirkan hal itu. Kaisar juga mengirim beberapa orang kemarin bersamaku untuk membawa semua barang mu.”jawab sang pengawal tadi menjelaskan.


“plok... plok... plok...” Mama tadi bertepuk tangan dan seketika beberapa orang berjalan menyibak keramaian dan berhenti di belakangnya.

__ADS_1


“Uh... ternyata persiapan kaisar benar-benar matang.”batin Tang Su menatap berapa orang yang datang balasan.


Tang Su sebenarnya enggan pergi ke rumah baru itu namun tak mungkin baginya menolak perintah sang Kaisar.


“Tuan dan hanya sekalian maaf hari ini pengobatan tutup di jam ini.”ucap Tang Su memberikan penjelasan pada semua pasien yang ada di sana.


“Jika tabib Tang pindah ke kota lain lalu bagaimana dengan nasib kami jika tempat praktek ini tutup ?”ucap seorang pasien sekolah tak terima jika Tang Su pindah ke kota lain.


Tang Su mencoba menenangkan para pasien itu dan menyampaikan pada mereka jika mereka bisa pergi ke kota baru tempat rumahnya berada atau beberapa waktu dia akan kembali ke kota ini dan tetap membuka prakteknya.


Setelah para pasien keluar dari tempat prakteknya dan menerima penjelasannya dia pun segera menutup tempat praktek pengobatannya.


“Silahkan lewat sini.”ucap Tang Su pada pengawal kerajaan dan beberapa orang yang diajaknya, menunjukkan jalan menuju ke kamarnya.


Di dalam kamar Tang Su para pengawal dan orang yang dibawanya segera mengemasi semua barang Tang Su dan membawanya keluar.


Tang Su menemui pemilik penginapan dan berpamitan padanya. Setelah itu dia keluar dari penginapan.


“Silahkan ikuti kami tabib Tang.”ucap pengawal itu.


Tang Su mengikuti pengawal tadi berjalan menuju ke sebuah kereta kuda yang sudah mereka siapkan sebelumnya bersama beberapa orang lain yang membawa semua barangnya dan memindahkannya ke kereta kuda.


“Nona kita akan berangkat sekarang.”ucap pengawal tadi memberitahu setelah gadis itu duduk dalam kereta.


“clop... clop...” kereta kuda meluncur keluar dari kota Liang menuju ke kota Xinghua.


Setelah perjalanan panjang selama berjam-jam kereta kuda akhirnya berhenti di depan sebuah rumah.


“Nona kita sudah sampai.”ucap sang kusir memberitahukan.


Tang Su segera turun dari kereta kuda. Ia berhenti di depan rumah itu dan memperhatikannya.


“Kaisar bilang rumah ini rumah sederhana ?”batin Tang Su menatap sebuah rumah yang menurutnya tergolong mewah.


Sementara beberapa orang lelaki tadi segera menurunkan barang bawaan Tang Su dan membawanya masuk ke rumah baru.


Di lain tempat, di istana Pingxuo terlihat Putri Meilin yang beradaptasi dan menghafal semua tempat yang ada di istana yang dia tempati.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2