Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 91 Tidak Memenuhi Syarat


__ADS_3

Tang Su berjalan ke rumah sambil membawa brosur tentang kontes kecantikan. Gadis itu membaca lagi brosur yang dia pegang.


“Aku tidak punya skill yang bisa ku banggakan.”gumam Tang Su berpikir kemampuan apa yang ada pada dirinya yang bisa dijadikan nilai tambah dalam kontes kecantikan.


“Aku tak punya kemampuan apapun bagaimana ini ?”batin Tang Su merasa kurang percaya diri meskipun dia sangat ingin sekali mengikuti kontes kecantikan itu.


Tang Su tiba di depan rumah. Ia masuk dan kembali bercermin setelah menaruh brosur yang dia bawa ke meja.


“Hair stylist tadi menurut ku punya tangan ajaib.”ucapnya kembali tersenyum menatap dirinya yang terlihat lebih manis dari sebelumnya.


Tang Su kemudian duduk sambil meminum jus apel yang ya ambil dari dalam kulkas. Sambil meminum dia pun kembali membaca brosur kontes kecantikan tadi.


“Aku ingin mencobanya ! Hadiahnya lima juta yen !”ucap gadis itu dengan semangat dan mata yang berkilat-kilat karena uang sebanyak itu bisa ia gunakan untuk membayar biaya semester perkuliahan untuk sedikit meringankan beban orang tuanya atau bisa ia gunakan untuk keperluan lainnya.


“Lalu sebaiknya apa yang harus ku pelajari untuk persiapan ikut ajang kecantikan ini ?”gumamnya berpikir sambil menyangga dagunya.


Tang Su tidak menemukan ide apa yang harus dia pelajari. Dia melihat lagi brosurnya dan mendapati tanggal pendaftaran yang akan ditutup dua hari lagi.


“Oh gawat... aku harus daftar sekarang jika begitu.”gumamnya lagi sambil menaruh brosur ke meja.


Tang Su mengambil ponsel dari dalam tasnya.


“kring...kring...kring...”


Di lain tempat ponsel Siyue berdering. Gadis itu sedang tidur siang.


“Ooh... siapa yang menelepon ?”gumam Gadis itu membuka mata dan meraih ponsel yang ada di dekat tubuhnya.


“Oh Tang Su ?”pekiknya setelah mengetahui jika temannya yang menelepon dirinya.


“klik.... ya Tang Su... ada apa ?”ucap Siyue sambil duduk dan bersandar ke dinding sambil menguap karena masih merasa ngantuk.


“Siyue....kau repot tidak sekarang ? Jika tidak repot aku ingin mengajakmu keluar sebentar untuk menemaniku.”balas Tang Su ditelepon.


Siyue menatap jam dinding yang masih menunjukkan pukul 01.00 dan dia merasa lapar saat ini.


“Tang Su aku mau menemanimu keluar tapi aku bersiap dulu ya mungkin satu jam dari sekarang aku baru akan ke tempatmu.”jawab Siyue menjelaskan agar temannya tidak menunggunya lama.

__ADS_1


“Oh... ya baik... sampai ketemu satu jam ke depan.”ucap Tang Su kemudian mengakhiri panggilan.


Tang Su menelepon sel ke dalam tas kembali. Ia pun kemudian segera bersiap dan berganti baju terbaik yang dia punya untuk mendaftar nanti.


Sementara Siyue makan dulu. selesai makan ya segera berganti baju dan berangkat ke tempat Tang Su.


“Kemana sebenarnya Tang Su mengajak ku pergi di siang hari ? seperti ini ?”batin Siyue penasaran ke mana sahabatnya itu mengajaknya pergi di siang bolong.


Tak berapa lama kemudian dia tiba di tempat Tang Su.


“tok... tok... tok...”Siyue mengetuk pintu.


“kriek...”Tang Su segera membuka pintu karena yakin itu adalah Siyue.


“Tang Su... rambut mu baru ?”ucap gadis itu melihat gaya rambut Tang Su yang baru.


“Ah iya.... bagaimana menurutmu apa ini pantas dengan ku ?”balas Tang Su sambil tersenyum kecil.


“Kau semakin cantik saja dengan model baru rambut mu ini. Dimana kau potong ?”balasnya penasaran dan suatu saat ingin mencobanya juga.


“Ini di salon Xingshing. Lain kali aku akan mengantarmu ke sana jika mau.” balas Tang Su.


“Siyue ayo kita berangkat sekarang.”ucap Tang Su segera mengajak temannya itu untuk pergi.


“Tang Su sebenarnya kau mengajak kau pergi ke mana ?”tanya Siyue di tengah jalan.


“Kita akan ke suatu tempat. Aku akan mendaftar kontes.”jawab Tang Su lalu berhenti di tepi jalan raya dan menunggu taksi lewat.


“Kontes ? Kontes apa ?”balas Siyue yang tidak mengerti ucapan temannya itu.


“Ini...”Tang Su mengeluarkan brosur dari dalam tas kemudian menyerahkannya pada Siyue.


Siyue menerima dan membaca brosur itu dan dia pun setelah selesai membacanya.


“Kontes kecantikan ? Jadi kau daftar kontes kecantikan ?”balas Siyue terkejut kenapa tiba-tiba saja temannya itu tertarik padahal seperti itu.


“Apa kau mau ikut juga ? Nanti sekalian saja daftar bersamaku.”ucap Tang Su mengangguk sambil tersenyum kecil berharap temannya itu mau ikut daftar dan menemani dirinya.

__ADS_1


“Ah... tidak... tidak... aku tidak akan mendaftar kontes kecantikan itu. Aku akan mendukungmu saja.”balas Siyue menolak dengan tegas karena dia merasa dirinya tidak secantik itu untuk bisa ikut kontes kecantikan.


Sebuah taksi melintas di depan mereka, dan dua gadis tadi berteriak memanggilnya.


Siyue dan Tang Su segera duduk di dalam taksi setelah mobil itu berhenti.


“Pak tolong antarkan kami ke alamat ini.”ucap Tang Su menyerahkan alamat yang dia tuju pada sang supir.


Tak berapa lama kemudian taksi berhenti di depan alamat yang di tuju. Mereka berdua segera turun dan perjalanan masuk ke sebuah gedung.


Sesampainya di dalam Tang Su segera menuju ke meja resepsionis untuk mendaftarkan diri.


“Permisi nona aku Ingin mendaftar sebagai peserta kontes kecantikan.”ucap Tang Su setelah duduk sambil menunjukkan brosur yang dia bawa.


“Baik nona... apa persyaratannya di bawa ?”tanya petugas resepsionis dengan ramah.


“Ini nona.”balas Tang Su menyerahkan berkas persyaratan yang dia bawa.


Petugas resepsionis menerima dan segera memeriksa kelengkapan berkas Tang Su.


“Nona maaf.... kontes ini sebenarnya ditujukan untuk peserta yang sebelumnya pernah mengikuti kontes seperti ini sebelumnya atau mengikuti kelas model. Dari CV yang nona Tunjukkan sama sekali tak ada pengalaman seperti yang aku sebutkan.”ucap petugas resepsionis menutup berkas Tang Su dan menaruhnya ke meja.


Tang Su terlihat kecewa karena di brosur jelas-jelas tidak disebutkan seperti apa yang barusan disebutkan oleh petugas resepsionis tadi.


“Jadi maksud nona... aku tidak memenuhi kualifikasi dan tidak bisa mendaftar kontes kecantikan ini ?”ucap Tang Su dengan lemas karena merasa semua usahanya sia-sia.


“Maaf nona.”balas petugas resepsionis tadi.


Tang Su mengerti dan dia pun segera keluar dari kantor itu. Berkas pendaftaran Tang Su masih ada di tangan petugas resepsionis tadi meskipun dia gagal mendaftar, dan hanya di simpan sebagai file.


Tang Su berjalan dengan lemas sambil menunggu taksi datang.


“Tang Su sudahlah tak usah dipikirkan. Mungkin lain waktu akan ada kontes kecantikan seperti itu lagi.”ucap Siyue mencoba menghibur sahabatnya itu.


“Ya Siyue, aku tidak apa-apa, tenang saja.”jawab Tang Su senyum lebar untuk menyembunyikan rasa kecewanya.


Mereka berdua pun kemudian naik ke taksi yang berhenti di depan mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2