Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 12 Masuk Ke Buku


__ADS_3

Tang Su tersenyum dalam tidurnya dengan posisi terlentang sambil memeluk gulingnya dengan erat.


Gadis itu masih memimpikan kisah Putri Wu Shuang dari komiknya.


“plop... plop... plop...”suara kereta kuda yang berlari dengan cepat di tengah hutan.


Kereta kuda itu membawa Putri Wu Shuang menembus hutan belantara yang lebat.


“Kenapa kuda ini berlari cepat sekali tidak seperti biasanya ?”gumam sang putri yang duduk di dalam kereta.


Ia pun membuka tirai dan melihat ke arah luar untuk melihat apa yang terjadi. Semuanya terlihat baik-baik saja tak ada yang aneh.


“Kusir... kenapa kuda ini terus berlari dengan cepat ?”ucap Putri. Wu Shuang bertanya pada sang kusir.


Tak ada respon sama sekali dari kusir. Selama ini tak pernah sang kusir itu diam atau pun tidak merespon ucapan nona mudanya.


“Aku merasa ada yang tak beres di sini.”gumam Putri Wu Shuang lagi.


Gadis itu membuka tirai depan untuk melihat sendiri Kusir yang duduk di sana barangkali tertidur.


“Apa.... ?!”pekik sang putri syok melihat kusir itu diam tak bergerak dengan panah tertancap di dada kiri dan darah mengalir dari tubuh sang kusir.


Sang putri akhirnya mengambil alih kendali kereta dan duduk di samping sang kusir.


“hiat... hiat... hiat...”


Putri Wu Shuang memegang tali kendali kuda karena tiga kuda yang menarik kereta berlari semakin liar dan akan masuk ke sebuah jurang.


“hiat... hiat... hiat...”


Putri Wu Shuang semakin keras mengendalikan tiga kuda liar tadi dan mencambuknya semakin keras.


Beberapa saat kemudian tiga kuda tadi berhenti tepat di ujung jurang.


Putri Wu Shuang segera melompat dari kereta sambil menarik tubuh sang kusir.


“buugh... !”sang Putri jatuh berguling di tanah dan menahan tubuhnya agar tidak terseret kereta dan jatuh ke jurang.


“krack.... !”kereta kuda jatuh bersamaan dengan kuda ke jurang.


Putri Wu Shuang duduk sambil menarik nafas dalam-dalam. Dia pun segera menghampiri sang kusir yang tadi terluka.

__ADS_1


Sang putri memeriksa denyut nadi dan nafas sangkut yang masih bisa dirasakan meskipun lemah.


“Sepertinya aku bisa menolong mu !”ucap sang putri. Ia pun menarik panah yang menancap di dadanya dengan cepat.


“Aagh... !”tiba-tiba sang kusir membuka matanya dan merintih kesakitan.


Darah seketika mengucur dari dada sang kusir setelah panah berhasil dicabut.


Melihat hal itu Putri Wu Shuang mengeluarkan jarum emasnya.


“Aku akan menghentikan pendarahan mu dulu.”ucap sang putri kemudian segera menusukkan jarum emas di titik vital jantung sang kusir selama beberapa detik.


Sang putri kemudian mencabut jarum emas dan menancapkan nya ke titik vital lain di sekitar jantung untuk memastikan darahnya benar-benar berhenti.


Setelah cara benar-benar berhenti Putri Wu Shuang mencabut kembali jarum emas. Dia melihat ke sekitar untuk mencari sesuatu yang bisa dipakai untuk menutup luka sang kusir.


“Apa aku harus menggunakan baju ku untuk mengikat lukanya. Tapi...”batin Sang putri memegang ujung roknya dan akan menyobek nya.


Sang kusir yang sudah sadar melihat jika tuan putri akan memotong bajunya, melarangnya melakukan hal itu.


“Putri Wu Shuang... tolong jangan merusak pakaian mu demi aku. Robek saja ujung pakaianku.”ucap sang kusir dengan lemah.


“Apakah sungguh tak apa jika aku sedikit merobek pakaian mu ?”tanya sang putri menurunkan belati yang dia bawa.


Putri Wu Shuang beralih melihat ujung pakaian sang kusir yang tidak terkena noda darah.


“krak... !”Putri Wu Shuang merobek ujung baju sang kusir dengan belatinya.


Setelah itu dia segera mengikatkan kain tadi ke dada sang kusir dengan cepat dan rapi.


Sang putri lalu menyandarkan tubuh sang kusir ke sebuah pohon kemudian ikut duduk di sebelahnya sambil menata nafasnya yang belum teratur.


“Sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa kusir ini mendapatkan serangan ? Lalu siapa yang menyerangnya ? Dan kenapa aku bisa sampai tidak mengetahuinya ?”banyak pertanyaan terlintas di benak sang putri dan membuatnya penasaran.


“Ling Rong bagaimana sebenarnya kau bisa sampai terluka seperti ini ?”tanya Putri Wu Shuang pada sang kusir yang sudah tidak terlihat pucat lagi wajahnya.


“Putri... aku juga tidak tahu siapa yang menyerang tadi. Aku tidak bisa melihat karena gerakannya sangat cepat seperti angin.”balas Ling Rong mengingat lagi kejadian sebelumnya.


Sang Putri diam dan berpikir setelah mendengar jawaban dari sang kusir yang akan mengantarnya kembali ke istana Wanzhou.


Setahunya pasukan yang bisa bergerak secepat angin hanyalah pasukan bayangan. Sebuah pasukan rahasia di bawah komando kaisar Luoying.

__ADS_1


Tapi dia benar-benar tidak tahu apa benar kaisar yang mengirim Luoying untuk mencelakai sang kusir dan mungkin saja akan mencelakai dirinya juga.


“Apa jangan-jangan kaisar melakukan konspirasi tanpa sepengetahuan ku dan ingin menyingkirkan diriku ?”batin Putri Wu Shuang berpikir.


Belum menemukan jawaban atas pertanyaannya tiba-tiba angin bertiup dengan kencang di sekitar nya.


“whoosh..... !”sebuah angin berputar dan berhenti di dekatnya. Setelah angin itu berhenti muncullah sosok seorang lelaki berbaju serba hitam mengenakan cadar dan hanya memperlihatkan mata pada bagian wajahnya membawa sebilah pedang panjang yang berkilat.


“Siapa kau... ?”ucap Putri Wu Shuang langsung berdiri dan memasang kuda-kuda.


Lelaki berbaju serba hitam tadi tidak menjawab pertanyaannya. Malah dia menghunus dan mengayunkan pedang ke arahnya.


Putri Wu Shuang melihat ke belakang lelaki tadi dan muncullah beberapa angin yang berputar seperti tadi yang kemudian berubah wujud menjadi lelaki berbaju serba hitam seperti lelaki tadi. Mereka kemudian maju bersama dan mengepung dirinya.


“Jadi target mereka memanglah aku bukan Ling Rong...”batin Sang putri.


Ia menatap mata para pasukan bayangan yang menatapnya dengan tatapan pergi lah dan seolah memburu dirinya, segera mengeluarkan pedang dari sarungnya.


“Trang.... !”Putri Wu Shuang menebaskan pedangnya dan muncullah angin dari kibasan pedangnya yang membuat para pasukan bayangan itu jatuh ke tanah.


“whoosh...”sang putri kemudian segera berlari dan melompat ke udara dengan cepat meninggalkan para pasukan bayangan tadi.


“Cepat kejar target ! Target tak boleh kabur !”ucap seorang pasukan bayangan segera berdiri di ikuti oleh pasukan bayangan lainnya.


Sepuluh orang pasukan bayangan mengejar Putri Wu Shuang.


“Celaka... mereka masih mengejar ku.”gumam Sang Putri menoleh sebentar ke belakang kemudian mempercepat larinya karena dia takkan mungkin bisa menghadapi sepuluh lawan sekaligus secara bersamaan seorang diri.


“Cepat sekali larinya putri itu !”ucap seorang pasukan bayangan yang tetap mengejar.


“Whoosh.... !”para pasukan bayangan melepaskan busur panah secara persamaan ke arah Putri Wu Shuang.


Tang Su tiba-tiba tersadar dari mimpinya. Namun aneh dia berada di hutan tempat Putri Wu Shuang saat ini dikejar oleh pasukan bayangan.


“Kenapa aku ada di sini... ?”gumam Tang Su melihat ke sekitar dan lebih terkejut lagi saat melihat ke belakang sepuluh pasukan bayangan tadi mengejarnya.


“Apa yang terjadi padaku ?”gumam Tang Su kemudian melihat dirinya mengenakan pakaian yang tadi dipakai oleh sang putri.



Sementara itu puluhan anak panah yang melesat di udara terus mengejarnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


*NB : jangan boom like karya ini setelah selesai membaca ataupun berkomentar.


__ADS_2