Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 11 Seberkas Sinar


__ADS_3

Tang Su duduk kembali di tempat duduknya di dekat Siyue. Dia melihat temannya yang sudah memegang sebuah novel dan larut dalam cerita yang dia baca.


“Siyue... coba kau lihat aku menemukan novel bagus.”ucap Tang Su menunjukkan novel yang barusan dia temukan dari rak buku pada Siyue. Namun sayang sekali temannya itu tak mendengar ucapannya dan masih larut dalam novel petualangan.


Tang Su kemudian ikut membaca novel yang diambilnya karena Siyue juga membaca novel.


“huahm...”Tang Su menguap di tengah-tengah dia membaca novel horor.


Ia pun menutup novel yang dia baca dan menaruhnya ke meja. Karena masih merasa ngantuk dia pun menyangga dagunya dengan kedua tangannya.


Dua puluh menit kemudian Siyue menurunkan novelnya karena mendengar suara dengkur halus di dekat nya.


“Tang Su...”panggil Siyue lirih saat temannya yang tertidur pulas masih mendengkur.


Tang Su tidak merespon dan Siyue pun enggan untuk membangunkan dan mengganggu tidur temannya. Dia hanya tersenyum saja menatap Tang Su.


“Mudah sekali tidurmu... tidak seperti diriku. Mungkin jika aku gampang tidur seperti Tang Su tubuhku tidak kerempeng seperti ini.”gumam Siyue ingin bisa gampang tidur seperti Tang Su di manapun berada.


“teng... teng... teng... !” suara bel berakhirnya jam istirahat yang berbunyi dengan keras.


Tang Su membuka matanya mendengar suara yang memekakkan gendang telinganya.


“Astaga... jam berapa sekarang...” ucap Tang Su kaget dan gugup sambil melihat jam tangannya.


Dia pun merasa lega setelah melihat jam tangannya yang mengira sudah ketinggalan pelajaran.


“Ayo kita kembali ke kelas sekarang.”ajak Tang Su sambil berdiri dari tempat duduknya.


Siyue mengembalikan buku yang dia baca barusan ke tempatnya semula. Sedangkan Tang Su yang belum selesai membaca novel dan sama sekali belum membaca novel kerajaan yang dia ambil tadi tidak mengembalikan ke rak buku.


“Siyue tunggu aku sebentar ya...”ucapnya berjalan cepat sambil membawa dua buku tadi lalu menuju ke pustakawan dan menyerahkan bukunya tadi.


“Silahkan ini bukunya...”ucap pustakawan tadi menyerahkan kembali buku yang di pinjam Tang Su setelah mencatatnya.


Mereka berdua lalu keluar dari perpustakaan dan berpisah di ujung jalan kembali ke kelas masing-masing.

__ADS_1


Sore hari di tempat kost Tang Su. Hari ini adalah hari Sabtu Di mana para muda-mudi keluar memenuhi jalanan dan tempat hiburan lainnya bersama pasangan nya masing-masing.


Tang Su duduk di lantai di depan meja menatap sepiring kue mawar dan bakpau yang ada di meja.


“Seandainya saja aku punya seorang kekasih...”gumamnya sambil membayangkan sosok menawan Yuxing.


Tang Su keluar dari lamunannya yang indah sambil menghela nafas berat.


“Tak apalah aku tak punya kekasih saat ini.”batinnya menyemangati dirinya dan menghibur dirinya sendiri.


Ia pun mengalihkan pikiran nya yang sedih dengan menghabiskan sepiring kue yang ada di meja.


“Oh ya... aku kan tadi meminjam buku dari kampus.”gumamnya teringat saat pikirannya kembali jernih setelah menghabiskan sepiring cemilannya.


Gadis itu berdiri dan mengambil tasnya. Ia keluarkan novel dan komik yang tadi dipinjamnya.


“Oh cemilan ku habis...”ucapnya saat melihat piring di meja kosong.


Gadis itu merasa tak nyaman membaca tanpa camilan. Dia pun mengambil kacang yang dia simpan di laci lalu kembali duduk sambil membaca novel yang tadi baru separuh dibaca.


“Aaah...akhirnya selesai juga...”ucap Tang Su merentangkan dua tangannya ke atas untuk meregangkan ototnya yang kaku setelah menutup novel horor dan menaruhnya ke meja.


Gadis itu melirik novel kerajaan yang ada di samping kirinya sambil memegang tenggorokannya yang terasa kering.


“Aku akan meminum mu setelah ini.”ucap gadis itu pada komiknya.


Dia pun berdiri dan menuju ke meja mengambil es sirup segar yang tadi dibuatnya.


“glek.... glek... glek...”Tang Su menuang air sirup ke gelas besar lalu membawanya kembali ke meja dan segera meneguknya.


“Aaah.... segar sekali....”ucap Tang Su setelah menghabiskan satu gelas besar es sirup.


Dia meletakkan gelas kosong ke meja dan mengambil buku komik yang ada di sana dan mulai membacanya.


Tang Su membalik halaman demi halaman. Penulis novel ini ni bukan seorang Creator biasa dan menggambar para tokohnya dengan cantik dan tampan.

__ADS_1


“Tokoh utama novel ini cantik sekali dan banyak akal...”gumam Tang Su menguji karakter tokoh utama di novel yang sempurna.


“Seandainya saja aku seperti dia...”gumam Tang Su sambil senyum aja dan membayangkan dirinya menjadi tokoh utama dalam kisah di novel yang dia baca.


Selain bagus deskripsi para tokohnya, kisah dalam novelnya nya juga bagus di mana novel itu mengisahkan tentang seorang putri cantik bernama Putri Wu Shuang yang hidup di zaman kerajaan yang punya seribu akal dalam mengatasi masalah dan hambatan yang dihadapi, juga mempunyai kemampuan seni bela diri yang mumpuni.


“Aku tidak pernah menemukan komik ini di manapun sebelumnya.”ucap Tang Su membalik novel yang dipegangnya dan melihat tanggal cetaknya yang di terbitkan sudah lima tahun yang lalu.


“Jadi Ini kisah lama... tapi malah menarik sekali...”gumam Tang Su membalik buku novel yang di pegang nya lalu kembali melanjutkan membaca.


Gadis itu mengganti posisi duduknya. Dia pun mengambil bantal yang ada di dekatnya dan membaca dengan tengkurap karena lelah membaca dengan posisi duduk.


Setelah beberapa menit Gadis itu kembali duduk dan mengambil kue kering yang ada di meja sambil membaca.


Beberapa saat kemudian gadis itu merasakan perutnya penuh dan sesekali menguap.


“hoahm....”Tang Su menutup mulutnya saat menguap.


“Oh... ngantuk sekali sekarang...”gumam Tang Su merasa matanya berat.


Karena dia belum selesai membaca buku novelnya maka dia pun menutup buku novel itu dan menaruhnya sembarangan di lantai.


Tang Su yang sudah tidak kuat menahan rasa kantuknya lagi merebahkan diri di lantai dan mengambil bantal sebagai alas kepalanya.


Dalam hitungan detik gadis itu pun tertidur pulas.


Buku novel yang dibaca oleh Tang Su tiba-tiba bersinar terang.


“sraak....”angin berhembus dari jendela dan membuat buku itu terbuka sendiri di sebuah halaman.


Sinar dari dalam buku terus memancar dan semakin terang memenuhi seisi kamar Tang Su.


“aah...”suara Tang Su mengigau dalam tidurnya dan berganti posisi tidur menjadi miring.


Dalam tidurnya gadis itu seperti melihat kisah dalam novel yang dia baca barusan seperti sebuah film. Dia melihat para tokohnya bicara dengan dialog yang sama dengan dialog pada novel yang di bacanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2