Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 96 Mengikuti Selir Wan Rou


__ADS_3

Dalam keadaan tidur Xiao Jinyu teringat jika dirinya tadi melihat tayangan cinema kolosal. Ia pun membuka matanya karena pengen ketinggalan cerita dan bangun disaat film sudah selesai.


“Bagaimana kelanjutan ceritanya ?”gumamnya sambil mencari remote TV yang ada di dekatnya.


Lelaki itu terkejut sekali mendapati remote tak ada di sampingnya bahkan saat ini dia tidak berada di kamarnya sendiri melainkan berada di tempat lain.


“Ini... ini kan di hutan ?!”pekik Xiao Jinyu melihat ke sekitar dan mendapati banyak pohon lebat di sana.


“A-aku ada dimana...a-apa ini hutan tempat Pangeran mahkota sedang berburu ?”ucapnya sambil menelan ludah tak percaya dengan apa yang dia lihat.


Dia pun menoleh ke arah samping dan mendapati dirinya sedang berada di sebuah goa.


“Jadi aku.... kembali terlempar ke dunia ini ? Tapi kenapa tiba-tiba bisa pindah ke sini, apa sebabnya?”gumam Xiao Jinyu merasa syok terlebih lagi parahnya saat ini dia masih berada di sarang beruang yang membawanya.


“Oh gawat jika aku berada di sarang beruang. Maka aku harus segera pergi dari sini sebelum aku menjadi santapan mereka semua.”batin Xiao Jinyu menoleh ke arah belakang dan hanya terlihat lorong gelap dalam goa.


Lelaki itu kemudian berjalan pelan dan mengendap-endap agar tidak menimbulkan suara berisik yang bisa membangunkan para beruang.


“Untunglah ada beruang yang menyadari keberadaan diriku dan mengejar ku.”gumam Xiao Jinyu saat sudah berada jauh dari goa tadi.


Ia pun terus berjalan dan mencari pengawal yang dia ajak berburu dan pasti mereka saat ini sedang mencari dirinya.


Di lain tempat di istana Wanzhou.


Selir Wan Rou terlihat beberapa kali melakukan kunjungan ke rumah tabib Tang setelah kunjungan pertama menemui putrinya itu.


Suatu pagi Selir Wan Rou terlihat bersiap dengan membawa kue kesukaan Putri Wu Shuang. Dia berjalan tergesa-gesa keluar dari Maison air biru bersama Bai Yu.


“Bai Yu ayo kita segera berangkat sebelum ada yang melihat kita.”ucap Selir Wan Rou di luar maison sambil menatap ke sekitar melihat ada yang mengikuti mereka atau tidak.


“Baik Selir Wan Rou.”balas Bai Yu sambil membawakan sekeranjang kue osmanthus favirit sang putri.


Dua orang itu berjalan tergesa-gesa menuju ke kereta kuda yang menanti mereka di depan maison.


Selir Wan Rou dan Bai Yu segera masuk ke kereta kuda dan duduk dengan tenang.

__ADS_1


“clop... clop... clop...” kereta kuda segera bergerak keluar dari istana menuju ke jalanan raya.


Dari kejauhan terlihat Putri Shen Bailian yang berjalan melewati maison air biru setelah belajar bermain harpa.


“Tadi itu kan Selir Wan Rou, Kenapa dia terlihat aneh dan terburu-buru keluar dari istana, mau ke mana dia sebenarnya ?”gumam sang putri menatap kereta kuda yang membawa sang selir.


“Apa sebaiknya aku memberitahu Ibu saja.”batin Putri Shen Bailian lalu berjalan cepat menuju ke maison bulan sabit.


Di sana dia melihat Ibunya sedang duduk di teras dengan pelayannya, Xubei yang menemukan teh cangkir sang permaisuri.


“Ibu... ada hal penting yang ingin ku beritahukan pada ibu.”ucap sang putri dengan berteriak dari kejauhan.


Permaisuri Shen Shanyu mana menetap ke arah putrinya dan merasa heran padanya, kenapa berteriak seperti itu padahal dia sudah pelajaran tentang tata krama dari gurunya di istana.


“Ada apa sebenarnya putriku ?”ucap sang permaisuri saat baterainya sudah duduk di sampingnya.


“Ibu tadi saat perjalanan menuju ke sini aku melihat Selir Wan Rou keluar menaiki sebuah kereta kuda dengan terburu-buru dan terlihat aneh.”ucap sang Putri menjelaskan pada permaisuri.


“Apa kau bilang ?”balas permaisuri merasa mendapatkan kabar bagus. Dia berharap wanita itu mempunyai skandal di luar sana.


“Xubei... panggilan aku kereta kuda sekarang juga !”ucap Permaisuri Shen memberi perintah.


Pelayan itu segera berdiri lalu berlari mencari kereta kuda yang bisa digunakan saat ini juga.


Tak lama kemudian dia kembali dengan kereta kuda yang sudah menunggu di depan Maison bulan sabit.


“Yang Mulia kata kuda yang ada pesan sudah siap.”ucap Xubei memberitahu sang permaisuri.


Wanita itu kemudian berjalan cepat dan segera duduk di dalam kereta.


“Kusir jalan sekarang ! Dan cari kereta kuda yang membawa Selir Wan Rou lalu ikuti dia.”ucapnya memberi perintah pada sang kusir.


“Baik Permaisuri Shen Xanyu.”balas sang kusir dan dia pun segera memacu kudanya meluncur di jalanan raya dan mencari kereta kuda Selir Wan Rou sesuai dengan perintah sang permaisuri.


Kusir akhirnya menemukan kereta kuda yang membawa Selir Wan Rou. Dia memerankan jalan kereta kuda dan membuat jarak sekitar dua belas meter agar kereta yang dinaiki sang selir tidak mengetahui jika dia sedang diikuti saat ini.

__ADS_1


“Yang Mulia permaisuri kereta kuda yang membawa Selir Wan Rou ada di sana.”ucap sang kusir memberitahukan pada sang permaisuri.


Permaisuri Shen membuka sedikit tirai kereta kuda di bagian depan untuk melihatnya secara langsung.


“Terus ikuti kereta itu.”balas Permaisuri Shen Shanyu kemudian segera menutup diri jendela dan kembali duduk dengan tenang.


Kereta kuda Selir Wan Rou akhirnya berhenti. Dia pun segera turun dari kuda bersama Bai Yu.


“tap... tap... tap...”Selir Wan Rou dan Bai Yu perjalanan masuk menuju ke rumah tabib Tang.


Tak berselang lama, kereta kuda yang membawa Permaisuri Shen Shanyu kembali melaju setelah melihat kereta kuda yang diikutinya berhenti di suatu tempat.


kereta kuda itu berjalan dengan pelan saat melintasi rumah Putri Wu Shuang.


Dari dalam kereta terlihat sang permaisuri kembali melihat ke arah luar dari tirai jendela.


“Kenapa Selir Wan Rou berhenti di sini ? rumah siapa itu ? Dan siapa sebenarnya yang dia temui ?”batin Permaisuri Shen Shanyu melihat sebuah rumah sederhana itu dengan seribu tanya penuh penasaran.


“Kusir ayo kita kembali sekarang juga sebelum ketahuan.”ucap Permaisuri Shen Shanyu kembali memberi perintah.


“clop...clop...clop...”kereta kuda berbalik arah dan bergerak kembali menuju ke istana.


Kusir yang mengendarai kereta kuda Selir Wan Rou turun dari kereta sambil menunggu Selir Wan Rou keluar dari rumah itu.


Dia berbalik dan berjalan menuju ke jalanan.


“Bukankah itu kereta kuda kerajaan ? Dan itu kereta kuda milik Permaisuri Shen Shanyu ?!” pekik sang Kusir tak percaya dengan apa yang dilihatnya namun ia benar-benar hafal kereta kuda milik sang permaisuri.


Kusir tadi berlari ke jalanan untuk memastikan apakah yang terjadi itu benar atau tidak.


“haah.... sayang sekali kereta itu sudah pergi.”gumam sang kusir menatap ke jalanan kemudian kembali masuk ke teras dan menunggu di sana.


“Aku sudah menemukan satu petunjuk maka mudah bagiku mencari informasi tentang kalian.” batin sang permaisuri tersenyum menyeringai dan terlihat menakutkan.


Permaisuri menghafal ciri-ciri rumah tadi dan bermaksud akan menyelidikinya kembali.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2