Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 63 Mencari Identitas


__ADS_3

Xiao Jinyu masih diam dan menatap langit tak menghiraukan panggilan dari seorang pelayan yang ada di tepi kolam.



“Pangeran mahkota... cepat anda naik dan keluar dari kolam sebelum kilat menyambar.”ucap seorang pelayan lelaki dengan panik saat kilat menyala dengan terang tepat di atas kepala Xiao Jinyu.


Xiao Jinyu kembali melihat ke atas dan ia pun segera keluar dari dalam kolam.


“Oops... !”ucapnya setelah berada di tepi kolam dalam keadaan tanpa selai benang pun yang melekat di tubuhnya.


Pelayan lelaki segera mengambilkan pakaian kering untuk Xiao Jinyu.


“Yang Mulia pangeran... ini pakaian kering anda.”ucap pelayan lelaki tadi segera memakaikan pakaian yang diambil.


Xiao Jinyu pun segera mengikat sabuk bajunya agar tubuhnya tertutup oleh pakaian.


“Pangeran mahkota ayo cepat masuk ke dalam.”ucap pelayan lelaki lagi menambahkan.


“jeder...jeder...!”kilat kembali menyambar dengan suara yang lebih keras.


Xiao Jinyu menatap pelayan tadi yang berjalan dan dia pun segera mengikuti karena takut akan tersambar petir.


“Kenapa lelaki ini memanggilku Pangeran mahkota ? Siapa sebenarnya sosok ini ?”batin Xiao Jinyu bertanya-tanya karena penasaran.


Ia tidak sama sekali tidak tahu berada di mana saat ini. Siapa dirinya dan tempat apa ini. Karena juga tidak tahu di mana kamarnya, dia pun meminta bantuan pada pelayan tadi.


“Em... pelayan tolong antar aku ke kamar ku. Aku merasa enak badan...uhuk...”ucap Xiao Jinyu seketika beranting jika dirinya sedang tak enak badan dan berjalan semboyan sambil batuk-batuk kecil.


Melihat kondisi sang pangeran yang terlihat tidak sehat, pelayan tadi segera menghampirinya dan membantunya berjalan agar tidak jatuh.


“tap...tap...tap.”dua orang lelaki tadi akhirnya masuk ke istana. Pelayan tadi mengantar Xiao Jinyu hingga masuk ke kamarnya.


“Bagaimana keadaan yang mulia sekarang ?”ucap pelayan tadi bertanya setelah membaringkan tubuh Xiao Jinyu ke tempat tidur.


“Aku baik-baik saja. Mungkin aku hanya butuh istirahat sebentar saja tolong tinggalkan aku sendiri.”jawab Xiao Jinyu menanggapi dengan suara lemah.


“Baik Pangeran Shen Qiu jika membutuhkan sesuatu bisa memanggilku.”ucap pelayan tadi.


Xiao Jinyu mengganggu lalu pelayan tadi segera keluar dan menutup pintunya.

__ADS_1


“Pangeran Shen Qiu ? Jadi itu namanya pemilik tubuh ini ?”gumam Xiao Jinyu segera duduk setelah berada seorang diri di kamar.


Dia duduk termenung dan mencoba mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


“Ya aku ingat sekarang. Aku sedang melihat film dan ketiduran lalu bermimpi. Tapi kenapa bisa tiba-tiba aku berpindah dimensi ke alam mimpi ?!”gumam Xiao Jinyu sambil memegang dagunya.


Ia pun lalu menatap ke ruangan dan segera berdiri menuju ke laci yang ada di sudut ruangan.


“krak...”Xiao Jinyu membuka satu persatu lagi yang ada di sana dan mengeluarkan semua isinya untuk mencari informasi dan identitas dirinya.


Dia menemukan batu giok hijau lalu menaruhnya kembali setelah melihat ada tulisan yang terukir di sana.


“Putra mahkota kaisar Chun Jun.”gumamnya saat membaca tulisan yang terukir di batu giok hijau tadi.


Xiao Jinyu diam dan berpikir apa kaitan dirinya saat ini dengan sang Kaisar ?


Ia pun kembali mencari petunjuk lainnya namun sayang dia tak menemukan petunjuk lagi.


“Huft.... siapa sebenarnya sosok ini dan kenapa aku ke sini ?”gumam Xiao Jinyu berkutat pada pertanyaan itu dan mulai merasa pusing karena tak menemukan jawabannya.


Melihat meja yang berantakan di depan segera merapikan dan mengembalikan semua barang yang telah diambilnya dari laci.


“tap... tap... tap...”terdengar suara langkah kaki menuju ke kamar.


“kriek...”suara pintu terbuka. terlihat sesosok lelaki berusia paruh baya menggunakan pakaian seperti seorang raja.


“Putra ku ku dengar dari pelayan yang biasa melayani mu kau hampir pingsan tadi. Ada apa ?”ucap Kaisar Chun Jun terlihat jelas karena mau khawatirkan dirinya.


Xiao Jinyu terkejut dengan kedatangan lelaki yang mendadak ke kamarnya.


“Dia bilang dia adalah ayah ku. Lalu siapa dia ?”batin Xiao Jinyu gugup karena sama sekali tidak mengenal sosok yang baru dilihatnya.


“Oh... emm... aku baik-baik saja Kaisar Chun Jun.”jawab Xiao Jinyu mencoba memanggilnya dengan nama yang barusan ia temukan di batu giok.


Kaisar Chun Jun masuk lalu duduk di sampingnya.


“Kenapa kau bersikap formal seperti itu dengan ayah mu sendiri ?”balasnya merasa lelah dengan sikap putranya.


Xiao Jinyu pun terlihat gugup dan salah tingkah mengetahui jika lelaki di depannya adalah ayahnya.

__ADS_1


“Jadi dia benar Kaisar Chun Jun ? Untung saja aku tidak salah sebut dalam memanggilnya.”batin Xiao Jinyu merasa sedikit lega meskipun lelaki itu menganggapnya terlalu formal.


“Ah maaf ayah mungkin karena aku sedikit pusing jadi seperti itu.”jawabnya sambil tersenyum kecil menatap Kaisar Chun Jun.


“Bagaimana keadaanmu sekarang, nak ?”tanya Kaisar lagi yang masih khawatir padanya.


“Aku sudah lebih baik dari sebelumnya ayah. Mungkin dengan berbaring akan segera pulih.”jawab Xiao Jinyu.


“Hmmh... ayah tahu. mungkin kau hanya kecapekan setelah menempuh perjalanan panjang berkabung atas meninggalnya Putri Wu Shuang.”jawab Kaisar Chun Jun sambil memegang jenggot panjangnya dan menganggukkan kepala.


Xiao Jinyu hanya diam dan tersenyum kecil saja menanggapi Kaisar Chun Jun.


“Siapa lagi Putri Wu Shuang itu ?”batin Xiao Jinyu kembali bertanya-tanya dan penasaran.


Kaisar Chun Jun melihat wajah sang pangeran pucat. Dan dia pun setelah berdiri dari tempat duduknya.


“Putra ku... jika begitu istirahatlah akan segera pulih. Ayah pergi dulu.”ucap Kaisar Chun Jun perpamitan kemudian keluar dari kamar.


Di luar kamar kaisar merasakan sedikit keanehan pada sikap Pangeran yang tidak seperti biasanya.


“Mungkin hanya perasaanku saja yang terlalu sensitif. Mungkin Shen Qiu hanya kelelahan saja.”gumam kaisar Chun Jun merasa ada perbedaan sikap yang di tunjukkan oleh Pangeran mahkota.


Kembali ke kamar Xiao Jinyu. Lelaki itu saat ini membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


“Mungkin jika aku tidur dan bermimpi aku akan kembali ke tempatku semula.”pikir Xiao Jinyu.


Ia pun mulai memejamkan matanya saat hari mulai terlihat gelap.


“Zzzt....”tak lama kemudian lelaki itu tertidur pulas hingga tidak bangun saat mendengar suara ketukan pintu.


Di luar seorang pelayan beberapa kali mengetuk pintu untuk mengantarkan makan malam. Karena tak ada jawaban Ia pun membuka pintu dan masuk.


“Yang Mulia... ini makan malam untuk anda.”ucap pelayan membawa nampan berisi makanan.


Tak ada jawaban dan pelayan tadi melihat sang pangeran masih tertidur pulas di atas tempat tidur.


“Lebih baik aku taruh di sini saja. Nanti saat Pangeran bangun pasti beliau akan memakannya.”gumam seorang pelayan wanita yang akhirnya keluar kamar dan menutup pintu.


Pagi hari Xiao Jinyu bangun dan membuka mata.

__ADS_1


“Argh.... dimana aku ?!”pekiknya saat melihat ke sekitar dan mendapati dirinya masih berada di ruangan yang sama seperti sehari sebelumnya. Dia pun terlihat frustasi dan kembali merasa pusing.


BERSAMBUNG...


__ADS_2