
Beberapa orang yang ada di sekitar jembatan dan melihat kejadian itu segera menolong mereka.
“byur... !” beberapa orang melompat ke air untuk menyelamatkan mereka.
“Tolong... !”teriak seorang wanita yang juga tidak bisa berenang meminta tolong.
Seorang lelaki segera membawa tubuh wanita tadi dan membawanya ke daratan.
Wei Zhi berjalan mengitari sungai untuk mencari Putri Meilin namun dia tidak menemukannya.
“Dimana nona ? Putri Meilin... jawab aku jika nona mendengar ku !”ucap Wei Zhi berteriak memanggil sang putri dengan panik.
Siyue dari dalam air masih mendengar suara Wei Zhi yang memanggilnya.
“Wei Zhi aku di sini....”batin Siyue menatap ke atas sambil mengangkat tangan.
Wei Zhi melihat tangan melambai dari dalam air, yang berada jauh di belakang beberapa orang yang sudah diselamatkan.
“Nona... nona apa itu kau ?”ucap Wei Zhi mendekat hingga ke tepi sungai dan membungkukkan badannya bermaksud untuk meraihnya.
Karena dia juga tidak bisa berenang ia pun bingung bagaimana caranya dia menyelamatkan nonanya.
Ia melihat seorang lelaki yang masih ada di air dan berjalan menuju ke arahnya.
“Tuan... tuan di belakang mu ada yang tenggelam !”teriak Wei Zhi meminta pertolongan.
Lelaki tadi kemudian menoleh ke arah belakang nya dan mencarinya.
“Tidak ada orang di sana. Tapi wanita tadi menunjuk ke arah ini. Apa mungkin dia...”gumam lagi tadi mencari. Ia pun kemudian berenang masuk ke air karena mengira gadis itu sudah tenggelam lebih dalam.
“blep... blep...blep...”Siyue semakin jatuh ke dalam dan merasakan dadanya sesak karena tak bisa bernafas lagi. Dia pun memejamkan matanya.
“Apa hidup ku benar-benar akan berakhir di dunia yang aku tidak tahu di mana ini...”batin Siyue merasa sedih dan ingin menangis namun tak bisa.
Lelaki tadi berenang semakin dalam dan mencari seseorang yang tenggelam.
“Itu kan seorang gadis !”pekik lelaki tadi dalam hati saat melihat kain berwarna salem dalam air. Ia pun berenang dengan cepat dan segera membawa tubuh Siyue ke atas.
Wei Zhi melihat malah kita di keluar membawa seseorang gadis yang menegangkan pakaian mirip yang dipakai oleh sang putri segera berlari menuju ke sisi lain sungai.
__ADS_1
“Nona... nona... !!”teriak Wei Zhi histeris saat melihat lelaki tadi memberikan tugas seorang gadis tanah berumput dan ternyata memang Putri Meilin.
Sang Putri terlihat sangat pucat dan tubuhnya dingin. Lelaki tadi segera melakukan gerakan memompa jantung, namun gadis itu tetap tidak sadarkan diri.
“Nona apakah nona ini adalah keluargamu ?”tanya lelaki tadi pada Wei Zhi.
Wei Zhi yang berada di samping Sang Putri mengganggu sambil memegangi tubuh Putri Meilin yang dingin.
“Ya tuan... nona ini adalah majikanku. Tolong selamatkan dia.”balas Wei Zhi sangat berharap pada lelaki tadi.
“Maaf nona aku sudah berusaha berulang kali menyelamatkannya tapi sepertinya ini sudah tak bisa ditolong lagi.”balas lelaki tadi menjelaskan sudah tak ada harapan lagi.
“Tidak mungkin... nona... ini tidak mungkin terjadi ! Nona ku masih hidup. Nona bangunlah kumohon buka matamu.”ucap Wei Zhi tak percaya pada apa yang diucapkan oleh lelaki tadi sambil mengguncang-guncang tubuh sang putri untuk membangunkannya.
Pelayan itu matanya berkaca-kaca dan dia pun tak bisa membendungnya dan akhirnya tangisnya pecah setelah berulang kali membangunkan sang Putri namun tak kunjung bangun juga.
Di lain langsung sudah keluar dari wilayah istana Changle dan saat ini dia memasuki kota Ling.
Tang Su yang merasa bosan duduk di tempat tertutup tanpa bisa melihat apapun. Ia membuka lebar tirai yang menutupi jendela dan melihat ke arah luar.
Dia melihat banyak lampion berwarna-warni di angkasa.
Ia pun membuka tirai kereta bagian depan dan berbicara pada kusir kuda.
“Tuan Kenapa di sini banyak lampion berwarna-warni terbang di langit ? Apa tuan tahu ada acara apa di sini ?”tanya Tang Su.
Kusir kuda menoleh sebentar ke belakang untuk menjawabnya sambil tetap memegang kendali kuda yang menarik kereta.
“Sepertinya ini festival lampion di musim semi nona. Festival ini memang sering diadakan di kota Ling ini.”jawab sang kusir menjelaskan.
Setelah mendengar penjelasan dari sang kusir, gadis itu semakin penasaran saja.
“Tuan apakah kita akan melewatinya ! Jika kita melewatinya maka tolong berhenti sebentar.”ucap Tang Su menambahkan.
“Ya kita memang melewatinya. Jika mana minta berhenti maka kita akan berhenti sebentar di sana nanti.”balas sang kusir.
Tang Su menutup kembali tirai jendela dan duduk dengan tenang sambil bersandar.
“Nona kita sudah sampai.”ucap sang kusir berhenti saat mereka sudah tiba di lokasi tempat berlangsungnya festival lampion berlangsung.
__ADS_1
Tang Su segera turun dari kereta sementara sang kusir tetap berada di kereta dan menunggu barang-barang bawaan Tang Su.
“Jika melihatnya secara langsung seperti ini lampion ini terlihat lebih indah.”ucap Tang Su memandang langit dan terus berjalan menuju ke tengah keramaian.
Dia pun kemudian berhenti di tengah keramaian yang menurutnya aneh. Ia pun segera menuju ke sana. Bukan keramaian yang umumnya terjadi yang dia lihat melainkan tatapan histeris seorang gadis yang menunggu seorang gadis lain.
“Permisi nona ada apa ini, apa yang terjadi pada nona ini ?”tanya Tang Su menyibak keramaian dan menghampiri Wei Zhi.
“Apakah nona bisa menolong majikan ku ? Dia tenggelam ke sungai dan orang-orang yang di sini sudah berusaha untuk menyelamatkannya namun aku tidak percaya jika nona ku sudah tiada.”jawab Wei Zhi berharap gadis itu bisa menolong sang putri.
“Oh jadi begitu rupanya. Biar aku periksa sekarang.”balas Tang Su singkat.
Ia memeriksa denyut nadi sang putri yang sangat lemah sekali. Tang Su mengeluarkan jarum perak yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi.
Tang Su menusukkan beberapa jarum peraknya ke area dada dan mencabutnya setelah tiga menit kemudian.
“hueek...”tiba-tiba sang putri bangun dan memuntahkan semua cairan yang sudah masuk paru-parunya.
“Oh... nona akhirnya nona sadar juga, aku sangat mengkhawatirkan kondisi nona.”ucap Wei Zhi pada Siyue.
“Syukurlah nona sudah sadar.”ucap Tang Su pada sang putri.
“Jadi nona yang menyelamatkan aku ? Terima kasih nona.”jawab Siyue dan wajahnya terlihat sudah tidak pucat lagi.
“Sama-sama nona.”jawab Tang Su kemudian berdiri dan kembali perjalanan untuk melihat festival lampion.
“Tunggu !” teriak Wei Zhi memanggil dan mengejar Tang Su.
“Ya nona ada apa ?”jawab Tang Su berhenti dan berbalik
“Nona tolong ikut dengan kami menuju ke rumah. Nona ku ingin berbicara sebentar saja dengan nona dan menjamu nona sebagai rasa terima kasih karena sudah menolongnya.”ucap Wei Zhi menjelaskan.
“Tolong katakan pada nona mu tak perlu repot-repot seperti itu.”balas Tang Su.
“Tolong nona pergilah bersama kami. Ini perintah dari nona ku.”ucap Wei Zhi terus mendesak Tang Su.
Tang Su pun akhirnya menyetujuinya namun dia hanya ingin singgah sebentar di sana karena perjalanannya menuju ke penginapan masih jauh.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1