
Xiao Jinyu terlihat salah tingkah di depan Tang Su karena merasa bersalah. Untuk menutupi rasa bersalahnya dia pun kembali tersenyum.
“Aku mencari Yuxing tapi malah selalu bertemu dia.”batin Tang Su sambil menarik nafas panjang menahan kesal.
“Kau sepertinya tidak suka bertemu denganku... ?”ucap Xiao Jinyu saat melihat ekspresi wajah Tang Su.
“Hmmm....”Tang Su tidak menjawab dan dia pun segera berbalik lalu berjalan meninggalkan Xiao Jinyu.
“Hey tunggu... !”ucap Xiao Jinyu menghentikan Tang Su dengan menarik lengan kanannya lagi.
“Auuwh.... kau ini... sakit tahu !”jawab Tang Su berhenti sambil menyingkirkan tangan lelaki itu lengannya.
“Ooops... maaf aku lupa dan tak sengaja.”balas Xiao Jinyu masih mengangkat tangannya ke atas.
“Kenapa lengan mu?”tanya lelaki itu lagi pada Tang Su.
“Bukan urusan mu.”balas Tang Su kembali berbalik dan berjalan keluar dari lapangan sepak bola.
Xiao Jinyu berjalan mengikuti Tang Su dan mengejarnya.
“Kenapa kau mengikuti ku ? Bukannya kau belum selesai latihan ? Sana kembali latihan.”ucap Tang Su mengusir Xiao Jinyu agar tidak mengikutinya.
“Baiklah aku tidak akan bertanya lagi padamu tentang lengan mu itu. Sebagai permintaan maaf dariku bagaimana jika aku mentraktir mu bakso ?”balas Xiao Jinyu sambil menunjuk ke sebuah rombong bakso ya ada di belakang lapangan sepak bola.
Tang Su memutar badannya dan melihat ke belakang lapangan sepak bola. Dia menatap rombong bakso yang ditunjuk oleh Xiao Jinyu. Hanya melihatnya saja dia seolah mencium aroma lezat bakso.
“Baiklah... dua mangkuk.”jawab Tang Su sambil menunjuk dengan jarinya dan tersenyum lebar. Semua rasa kesalnya pada Xiao Jinyu hilang seketika dengan ajakannya itu.
“Oke... !”jawab Xiao Jinyu singkat. Ia pun segera berbalik dan berjalan menuju ke luar lapangan sepak bola.
Tang Su mengikuti Xiao Jinyu berjalan di belakangnya. Mereka berdua kemudian tiba di depan rombong bakso.
“Pak bakso tiga porsi.”ucap Xiao Jinyu pada penjual bakso.
__ADS_1
“Baik gan...”jawab penjual bakso dan segera membuatkan pesanannya.
Xiao Jinyu dan Tang Su duduk bersebelahan di kursi plastik yang dijajah rapi oleh penjual bakso di samping rombong, menunggu pesanan mereka.
“Ini pesanannya gan...”ucap penjual bakso menyerahkan tiga mangkok pesanan mereka.
Tang Su yang memang merasa lapar segera melahap bakso yang masih panas itu.
“Dasar kau chubby selera makan mu luar biasa, pantas saja.”ucap Xiao Jinyu yang menatap Tang Su makan dengan lahap dan sudah menghabiskan satu porsi bakso lalu mulai makan mangkok kedua, sedangkan dirinya baru makan beberapa suap.
“Chubby... chubby... sudah ku bilang panggil aku Tang Su !”jawabnya karena tak senang mendengar nama panggilan itu.
Beberapa mahasiswa lain yang juga makan di sana ikutan menatap Tang Su makan dan merasa kenyang hanya dengan melihatnya saja.
Beberapa menit kemudian beberapa mahasiswi di sana tiba-tiba menjadi heboh dan ramai sendiri.
“Kenapa para gadis itu sekarang berisik ?”batin Tang Su menoleh ke arah para gadis tadi melihat.
Ternyata ada Yuxing bersama beberapa temannya yang berjalan dari kejauhan. Tang Su pun tanpa sadar ikut menatap Yuxing. Hingga lelaki itu berjalan melewatinya dan membuatnya tak mengalihkan pandangannya.
Yuxing hanya menatap sekilas para gadis yang bersorak-sorai dan memanggilnya dan terus berjalan menuju pintu belakang dalam sepak bola.
Xiao Jinyu merasa tidak senang dengan reaksi para gadis yang terlalu memuja dan mengelu-elukan Yuxing menurutnya biasa saja.
Dia menatap Tang Su yang juga melihat Yuxing dengan tatapan seperti para gadis yang seolah terhipnotis.
“Chubby... hey Chubby !”ucap Xiao Jinyu sambil berdiri di samping Tang Su dan membuka jari tangannya lebar-lebar di depan wajah Tang Su.
“Kenapa sih kau ini... ?”balas Tang Su menampik tangan Xiao Jinyu yang menutupi pandangannya dari Yuxing dengan keras.
Sementara Yuxing sama sekali tak menoleh ke arah Tang Su dan gadis lainnya yang masih melihat dirinya meskipun dia sudah jauh.
“Chubby selera mu ternyata rata-rata, sama seperti selera para gadis itu.”ucap Xiao Jinyu sambil tersenyum dan menoleh ke arah para gadis tadi.
“Ah... bukan urusan mu. Kenapa kau berisik sekali ? Habiskan saja bakso mu.”balas Tang Su kembali merasa kesal karena dia baru mengenal Xiao Jinyu dan lelaki itu sudah bicara macam-macam padanya.
__ADS_1
Xiao Jinyu pun duduk kembali setelah Tang Su kembali memakan bakso, ia pun segera menghabiskan bakso yang masih dipegangnya.
“Aku kenyang...”ucap Tang Su menaruh mangkuk bakso yang sudah kosong ke rombong bakso. Dia pun kembali duduk sejenak menunggu apa yang barusan di makannya turun.
Xiao Jinyu selesai makan dan berdiri mengembalikan mangkok baksonya pada penjual bakso.
“Berapa pak ?”tanya Xiao Jinyu pada penjual bakso.
Penjual bakso menyebutkan sejumlah nominal dan dia segera membayarnya.
Tang Su ikut berdiri saat Xiao Jinyu kembali berjalan menuju ke lapangan sepak bola.
Mereka tiba di lapangan sepak bola. Terlihat Yuxing sedang berada di tengah lapangan dan sedikit berkeringat setelah beberapa menit berlatih bersama yang lainnya yang membuatnya semakin terlihat menawan.
Tang Su berhenti sebentar dan melihat Yuxing dari kejauhan.
“Kapan ya aku bisa bicara dengan lelaki itu ? Tapi sepertinya susah bicara dengannya.”batinnya saat menoleh ke samping dan melihat karyawan para gadis yang kembali bersorak-sorai melihat Yuxing beraksi.
Sementara Xiao Jinyu hanya mendengus kesal saat melihat para gadis yang kembali berisik melihat Yuxing bermain.
“Selera para gadis ini memang rendah. Apa bagusnya Yuxing itu jika dibandingkan diriku masih lebih baik diri ku.”batinnya percaya diri dan merasa lebih menawan, lebih hebat dari Yuxing.
Xiao Jinyu lalu berlari ke tengah lapangan dan bergabung bersama mereka. Lelaki itu langsung berhadapan dengan Yuxing untuk menunjukkan kelebihan dirinya di depan para gadis yang ada di sana.
Tang Su melihat sebentar Xiao Jinyu dan terkekeh melihatnya.
“Kenapa Xiao Jinyu itu terkesan bermain memaksakan diri hari ini ? Apa dia ingin mencari dan mendapatkan perhatian dari para gadis ?”batin Tang Su yang tak bisa menahan tawanya melihat tingkah kekanakan Xiao Jinyu.
Tang Su melirik ke arlojinya dan ternyata jam istirahat sudah habis.
“Celaka jam istirahat sudah habis. Kenapa aku tidak mendengarnya ?”gumam gadis itu segera berjalan pergi dari keramaian.
Sementara Xiao Jinyu beraksi bermain cantik dan berhasil memukau beberapa gadis yang ada di sana.
“Si chubby pasti juga melihat aksi ku yang memukau kali ini.”batin Xiao Jinyu menatap ke tengah keramaian dan mencari sosok Tang Su, namun dia tak menemukan keberadaannya di sana.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....