Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 89 Tubuh Ideal


__ADS_3

Beberapa hari setelah penolakan Yuxing, Tang Su bertekad keras untuk membuat berat badannya menjadi ideal.


Gadis itu setiap pagi melakukan jogging sendiri dengan semangat meskipun tanpa adanya Xioa Jinyu yang menemani dan memandu nya.


“Xiao Jinyu tidak pernah menemui ku sejak kejadian itu. Aku tidak tahu kenapa dia marah padaku.”gumam Tang Su teringat Xiao Jinyu saat berlari kecil dan membasuh keringatnya yang mulai menetes.


Di depan kamar Tang Su nampak Xiao Jinyu berada di depan pintu.


“Toc.... toc... toc...”Xiao Jinyu mengetuk pintu kamar Tang Su karena dia ingin menemaninya melakukan program diet yang masih belum selesai.


“Chubby... Chubby....!”ucap lelaki itu memanggil namun tak ada jawaban.


“Apa mungkin dia masih marah padaku karena perkataan ku beberapa waktu yang lalu ?”gumamnya merasa kecewa gadis itu tak mau menemui dirinya.


Dia pun lalu berbalik dan pergi dari sana kembali ke tempatnya.


Lima menit setelah kepergian Xiao Jinyu, Tang Su kembali setelah menyelesaikan jogging lima belas kali putaran.


“Oh... haus sekali rasanya.”ucapnya duduk di depan di dekat pintu sambil meluruskan kakinya serta mengatur nafasnya.


Tang Su yang sering bertemu dengan Xiao Jinyu mencium aroma tipis parfum lelaki itu.


“hmm... aku merasa Xiao Jinyu seperti ada di sini.”gumamnya sambil menolak ke samping kanan dan ke samping kiri mencari sosok lelaki itu, dan dia tidak menemukannya.


“Mungkin hanya bau parfum seseorang yang mirip dengannya saja.”gumam Tang Su.


Gadis itu kemudian masuk ke rumah setelah sepuluh menit kemudian.


“gleg... gleg... gleg...”Tang Su mengambil segelas air mineral dan menghabiskannya.


Setelah itu dia merebahkan tubuhnya di lantai dan melakukan sit up.


“Lima puluh... Lima puluh satu... aku pasti bisa sampai ke hitungan seratus.”ucap Tang Su berhenti pada perhitungan ke lima puluh lalu kembali melanjutkan sit up dengan semangat meski perutnya sudah terasa kaku.


Gadis itu setiap hari melakukan program diet ketat secara rutin dan bersemangat seorang diri.


Satu bulan kemudian di pagi hari saat bangun tidur. Hal pertama yang diingatnya adalah alat menimbang berat badan.


“Sudah lama aku tidak menimbang berat badanku. Semoga saja alat ini bekerja dengan baik.”batinnya saat naik ke alat penimbang berat badan dan memejamkan mata.


Satu menit kemudian dia membuka mata dan melihat angka timbangan.


“45... apa ini benar ?”ucapnya tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia pun turun dari timbangan kemudian naik lagi untuk memastikan kebenarannya.

__ADS_1


“Aku tidak percaya ini.”ucap Tang Su lirih turun dari timbangan. Ia pun berlari ke depan cermin untuk melihat dirinya yang sekarang.


Di cermin terlihat seorang gadis dengan pipi yang tidak lagi tembem dan bertubuh ramping.



“Astaga gadis cantik ini benar adalah aku ?”ucap Tang Su masih tak percaya dan heran melihat wajahnya setelah tubuhnya menjadi kurus.


Ia mencoba mengambil kacamata yang diharapkan di meja dan mengenakannya.


“Oouf... kacamata ini tidak pantas untuk aku kenakan lagi.”


Tang Su melepas kacamatanya dan menaruhnya kembali ke meja.


“Tapi aku tidak bisa melihat yang jelas tanpa kacamata. Jadi sebagai gantinya apa aku harus memakai kontak lens saja ?”gumamnya setelah berpikir mencari alternatif lain.


Tang Su menuju ke laci tempat dia menaruh kontak lens yang jarang sekali dia pakai. Ia memakainya dan kembali ke depan cermin.


“Ouwh... sempurna sekali !”ucapnya tersenyum lebar dan tak henti-hentinya menatap penampilannya yang baru.


Setelah puas memandangi penampilannya yang baru seolah dia merasa bereinkarnasi, dia pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dua puluh menit kemudian gadis itu selesai bersiap dan berangkat ke kampus dengan berjalan kaki.


Di sana ada banyak pasang mata yang menatapnya dengan heran dan terbengong-bengong.


Seorang mahasiswa yang melewatinya berhenti dan menyapanya.


“Hai cantik... boleh kenalan siapa namamu ?”ucap seorang lelaki yang tidak mengenal sosoknya yang baru.


Tang Su hanya tersenyum saja dan berlalu melewati mahasiswa tadi.


Seorang mahasiswi dari arah depan menatapnya dengan tajam dan mengobrol dengan temannya.


“Kau pernah melihat gadis itu tidak ? Apa dia mahasiswi baru di sini ?”ucap seorang gadis bertanya pada temannya dengan berbisik.


“Hmmh... aku juga tidak mengenalnya, aku sendiri juga baru melihatnya. Siapa dia ?”balas temannya berbisik setelah menutup wajah Tang Su.


“Hai...”ucap Tang Su menyapa dan tersenyum kecil pada dua gadis yang sedari tadi terus menatapnya dan tanpa henti.


Dari kejauhan Tang Su melihat sosok Xiao Jinyu dari kejauhan. Dia hafal dengan postur lelaki itu meskipun melihatnya dari belakang.


“Xiao Jinyu... tunggu !”teriaknya memanggil.

__ADS_1


“Seperti suara si Chubby ?”batin Xiao Jinyu kemudian berhenti menoleh ke belakang.


Lelaki itu menoleh ke belakang namun dia tak melihat sosok Tang Su dan melihat sosok gadis cantik yang tidak dikenalnya.


“Siapa gadis ini ? Ku kira Chubby, ternyata bukan.”batinnya tak tergoda ataupun terpesona oleh gadis cantik yang ada di depannya.


“Maaf aku hampir terlambat.”balasnya lalu berbalik dan berlari menuju ke kelasnya.


“Yah... kenapa dia masih tidak mau bicara denganku ? Dasar reaper !”umpat Tang Su kesal.


Dia pun kemudian kembali berjalan menuju ke kelasnya.


Di dalam kelas seluruh isi kelas menatapnya saat dia masuk.


“Lihat siapa dia ? Apa dia murid baru di kelas ini ?”tanya seorang lelaki menatap gadis cantik yang barusan masuk.


“Aku juga tidak tahu siapa dia.”balas temannya juga ikut menatap Tang Su.


Para gadis di kelas itu juga menatap ke arah Tang Su dan penasaran siapa dia sebenarnya.


Semuanya terkejut saat melihat gadis itu duduk di kursi Tang Su.


“Kenapa dia duduk di kursi si gendut ?”tanya seorang mahasiswa.


“Mungkinkah dia si gendut Tang Su ?”ucap seorang mahasiswa lain yang sangat terkejut.


Tang Su duduk dan menaruh tasnya. Seorang lelaki yang duduk di depannya menoleh ke belakang.


“Hai... apa kau Tang Su ?”tanya lelaki itu.


Tang Su mengangguk sembari tersenyum kecil membalasnya yang membuat lelaki itu untuk terkejut setengah mati.


Siang hari saat jam istirahat Xiao Jinyu berjalan menuju ke kelas Tang Su. Ia masuk dan menuju ke bangku gadis itu.


“Tang Su...”ucapnya terkejut saat mendapati gadis yang tadi memanggilnya duduk di bangku Tang Su.


Gadis itu berdiri dan menatap Xiao Jinyu.


“Ya Kenapa tadi kau berlari saat aku memanggil mu ?”balasnya lalu menjitak kepala Xiao Jinyu.


“Jadi... jadi gadis tadi adalah kau ? Kenapa kau berubah seperti ini ? Sejak kapan kau menjadi cantik begini ?”balas Xiao Jinyu masih tak percaya pada apa yang dia lihat.


“Jadi maksudmu selama ini aku jelek ? Dasar... awas kau !”balas Tang Su kesal lalu kembali menjitak kepala Xiao Jinyu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2