Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 122 Wajah Dibalik Cadar


__ADS_3

Tang Su dengan cepat segera mengenakan cadarnya. Bai Yu berjalan menuju ke pintu dan membukanya.


“Oh... salam kaisar Luoying.”ucap Bai Yu terkejut jika yang datang ternyata adalah sang kaisar.


Kaisar masuk ke kamar Selir Wan Rou dan terkejut saat melihat ada orang lain yang masuk di sana.


“Salam yang mulia....”ucap Tang Su segera berdiri dan memberi hormat pada kaisar.


“Tabib Tang... ?”ucap kaisar terkejut melihat kedatangan tabib itu secara mendadak dan udah lama Sebelumnya dia mengutus pengawalnya untuk menemui tabib Tang, namun tak ada di tempat.


“Maaf yang mulia... hamba ke sini untuk mengobati Selir Wan Rou.”ucapnya sebelum kaisar itu bertanya padanya.


“uhuk... uhuk...”suara selir batuk saat siluman dan segera duduk.


“Kaisar Luoying, kenapa anda kemari ?”ucap Selir Wan Rou menatap ke arah kaisar.


“Selir Wan Rou, bagaimana keadaan anda, apa sudah merasa baikan ?”ucap Tang Su menghampiri selir dan memeriksa keadaannya.


Kaisar Luoying duduk di samping Selir Wan Rou.


“Aku kemari untuk mengucapkan salam perpisahan padamu selagi aku masih bisa berpamitan.”ucap Kaisar dengan wajah sedih menatap selir.


“Sungguh pemandangan yang mengharukan dan menyentuh hati.”batin Tang Su melihat kaisar berpamitan sebelum pergi dari dunia ini.


Selir Wan Rou merasakan tubuhnya berangsur-angsur pulih setelah meminum ramuan yang barusan diberikan oleh putrinya.


“Tabib Tang... rasa sakit akibat dari racun naga api sudah tidak ku rasakan lagi.”ucap Selir merasa badannya terasa enteng seperti sebelum sakit.


“Yang mulia sebaiknya anda juga mencoba ramuan dari tabib Tang.”ucap sang selir menyarankan kaisar untuk segera meminum ramuan yang sama dengan nya.


Kaisar Luoying beralih menatap Tang Su.


“Tabib Tang ramuan apa yang kau berikan pada selir ?”ucap kaisar bertanya.


“Aku memberikan herba Sansiviera Lotus pada selir, yang mulia.”jawabnya sambil menunjukkan herba itu pada Kaisar.

__ADS_1


“Herba itu.... hanya ada dalam legenda. Bagaimana bisa kau mendapatkannya ?”jawab Kaisar terkejut dan tak percaya melihat herba itu.


“Tabib Tang tolong segera buatkan ramuan penyembuh untuk yang mulia.”ucap Selir Wan Rou tak sabar dan tak ingin menunda lebih lama lagi karena waktu terus berjalan.


Tang Su dan segera membuatkan ramuan herba Sansiviera Lotus.


“Yang Mulia... silahkan anda minum ramuan ini.”ucap Tang Su menyerahkan ramuan obat yang sudah selesai ia buat pada Kaisar.


Kaisar menerima ramuan obat itu dan segera meminumnya. Seketika ramuan itu segera bekerja. Kaisar mulai merasakan efeknya dan merasakan perutnya seperti diaduk-aduk.


“pfft.... !”setelah beberapa menit kemudian Kaisar memuntahkan darah hitam. Selain itu dia mulai merasakan rasa dingin di tubuhnya kembali menyerang hingga dia tak kuat menahan rasa sakit itu dan membuatnya tak sadarkan diri.


“Yang mulia... ! Kenapa bisa seperti ini ?”pekik selir panik dan segera membaringkan tubuh kaisar di tempat tidurnya.


“Jangan khawatir ibu... ramuan itu sedang bekerja dan mengeluarkan semua racunnya karena sebelumnya aku tidak memberikan obat sama sekali pada kaisar.”jawab Tang Su melihat ibunya yang terlihat panik dan memberinya penjelasan setelah beberapa menit kemudian keadaannya akan pulih.


Selir Wan Rou yang terlihat khawatir kini menjadi tenang setelah mendengar penjelasan darinya.


Tang Su kemudian teringat pada suatu hal. Dia menghampiri Bai Yu yang ada di ruangan itu.


“Putri sebaiknya kita sedikit menjauh dari sini.”balas Bai Yu.


Mereka berdua kemudian menjauh dari selir yang sedang menunggu kaisar, dan menuju ke sudut ruangan.


“Tuan putri...aku sudah mencari informasi. Dari yang ku amati beberapa waktu terakhir ini terlihat permaisuri Shen gerak-geriknya mencurigakan. Aku pernah melihatnya menemui ketua pasukan bayangan di luar istana tanpa sepengetahuan yang mulia.”jawab Bai Yu dengan berbisik lirih agar ada yang mendengarnya selain sang putri.


Tang Su menyimpan informasi itu dan dia menjadi waspada dengan permaisuri.


“Jadi... ada kemungkinan permaisuri yang selama ini berkomplot dengan pasukan bayangan dan berniat mencelakai diri ku ataupun ibu ku ?”batin Tang Su menduga tapi belum berani memastikan karena tak ada bukti.


Terlihat kedua orang itu masih berbicara dan membahas sesuatu hal.


“Haah.... haah...”Kaisar Luoying sadar setelah 30 menit kemudian.


Bai Yu dan Tang Su segera mengakhiri obrolan mereka karena mendengar percakapan yang mulia dengan selir.

__ADS_1


“Yang mulia... anda sudah sadar ? Bagaimana keadaan anda ?”ucap Selir Wan Rou sambil menggenggam tangan Kaisar yang masih berbaring.


Kaisar Luoying kemudian duduk dan merasakan nafasnya yang sudah plong, juga suhu tubuhnya yang kembali normal, juga tidak merasakan panas dan dingin secara bergantian yang benar-benar menyiksa.


“Selir... ini benar-benar ajaib. Aku merasakan tubuhku kembali bugar seperti sebelumnya.”balas Kaisar tersenyum menatap sang selir.


“Tabib Tang terima kasih sudah membantu kami berdua. Lagi-lagi kami berhutang budi padamu.”ucap Kaisar Luoying.


Sesuai dengan apa yang dia ucapkan sebelumnya maka pantang baginya untuk mengingkari janji yang dia buat. Kaisar Luoying.


Kaisar kemudian mengumumkan pada seluruh warga istana dan semuanya jika dia mengangkat tabib Tang sebagai putrinya.


Permaisuri Shen yang ikut menyaksikan hal itu terlihat tidak senang.


“Putri Wu Shuang sudah pergi dari sini sekarang ada lagi putri angkat di istana. Apa dia nanti tidak akan menjadi ancaman bagi Shen Bailian.”batin permaisuri menatap tabib Tang dengan perasaan tidak suka padanya.


“Terima kasih yang mulia sudah mengangkat hamba sebagai putri anda dan itu merupakan suatu kehormatan besar bagiku.”balas Tang Su tak bisa menolak meskipun Sebenarnya dia berat hati menerimanya.


“Selamat untuk tabib Tang menjadi anggota keluarga dari kerajaan. Tapi kami ingin melihat wajah di balik cadar itu.”ucap seseorang yang merupakan suruhan permaisuri.


“Gawaat... kenapa tiba-tiba mereka ingin melihat wajahku. bagaimana ini ?”batin Tang Su terlihat panik.


“Emm... semuanya mengenai hal itu aku akan menunjukkan kepada kalian semua nanti. Saat ini aku sedang berhalangan.”jawab Tang Su menolak membuka cadarnya di depan semua orang.


Permaisuri Shen terlihat kembali memberikan kode pada utusan yang dia suruh tadi untuk kembali beraksi.


“Kenapa tabib Tang tidak berkenan menunjukkan wajah cantik anda pada kami sekarang ?”ucap seseorang yang lain yang berhasil terprovokasi oleh utusan permaisuri.


Tiba-tiba suasana di istana tak terkendali. Utusan permaisuri terus memprovokasi sehingga membuat warga istana saat itu terus mendesak tabib Tang.


Karena tabib Tang tidak mau mendengar permintaan mereka maka beberapa dari mereka maju menghampiri tabib Tang.


“srat.... !”tanpa bisa menghindar, cadar yang menutupi wajah dari situ tersingkap setelah utusan permaisuri dan yang lainnya berasal melepaskan cadar itu dari sana.


“Apa.... ?!”Semua ada di sana terlihat terkejut melihat wajah di balik cadar tadi dan tak percaya pada apa yang mereka lihat.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2