Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 87 Ditolak


__ADS_3

Hari berlalu di dunia nyata. Suatu ketika di kampus ada turnamen sepak bola antara kampus. Tentu saja suasana kampus terlihat ramai.


Selama tiga hari jam pelajaran sengaja dikosongkan selama turnamen sepak bola berlangsung, namun semua mahasiswa tetap masuk dan menyaksikan turnamen.


Lapangan sepak bola terlihat ramai dan padat penonton. terdengar sorak sorai yang terdengar jauh sampai keluar dari lapangan.


“Ayo giring terus bolanya hingga ke gawang !”teriak salah satu mahasiswa mendukung pemain favoritnya.


“Tang Su ayo kita lihat lebih ke depan lagi.”ucap Siyue mengajak Tang Su saat memasuki lapangan tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola.


Tang Su merasa pusing melihat banyaknya jumlah penonton yang terjebak di lapangan.


“Siyue aku lihat dari sini saja daripada berdesakan di sana.”jawabnya menolak dan memilih berada di tempat yang tidak terlalu padat penonton meskipun tidak bisa melihat pertandingan dengan jelas.


Siyue terlihat kecewa karena saat ini adalah pertandingan Xiao Jinyu melawan kampus Junan.


“Oh ya benar saat ini kan pertandingan Xiao Jinyu. Siyue pasti ingin menyaksikannya.”batinnya Tang Su melihat raut muka Siyue yang kecewa namun tak berani mengungkapkan hal itu padanya.


“Siyue....jika ingin melihatnya dengan lebih jelas, maka sebaiknya melihatnya dari tempat yang tinggi.”ucap Tang Su memberi saran sambil menunjuk ke arah sebuah pohon.


“Maksud mu kita harus naik ke pohon untuk melihatnya ?”balas Siyue menangkap maksud temannya itu.


Tang Su mengangguk dan tersenyum tipis. Sebenarnya dia tak melihat pertandingan pun tak apa, karena yang dia cari adalah Yuxing.


“Baiklah ayo kita ke sana.”jawab Siyue setuju meskipun Sebenarnya dia tidak suka naik pohon tapi karena demi Xiao Jinyu, ia pun mau menuruti Ide konyol Tang Su.


Siyue dan Tang Su memanjat pohon dan mereka berdua duduk di dahan yang berbeda menatap lapangan.


“Ooh... Xiao Jinyu tendangan mu sangat memukau.”ucap Siyue tersenyum kecil dan terus memperhatikan setiap pergerakan lelaki itu.


Dari tengah lapangan Xiao Jinyu tak sengaja melihat ke arah sebuah pohon dan di sana dia melihat Tang Su bersama Siyue yang sedang menyaksikan pertandingannya.


“ck... ck... ck... si Chubby sampai mengajak Siyue naik ke pohon untuk melihat pertandingan ini.”batinnya melihat tingkah konyol mereka berdua.


Sementara Tang Su dia melihat ke tengah lapangan dan mencari sosok Yuxing.


“Kemana sebenarnya dia, kenapa aku tak melihatnya di manapun ?” batin Tang Su masih mencari sosok lelaki pujaannya.

__ADS_1


“Tang Su pasti memikirkan Yuxing.”batin Siyue menoleh ke samping dan melihat temannya itu sedang melamun, lalu kembali menatap Xiao Jinyu yang sedang bermain.


“Aku ingin tahu bagaimana perasaan Yuxing pada ku. Apakah salah jika aku mengungkapkannya lebih dulu ?”batin Tang Su mulai berpikir ke mana-mana.


Gadis itu merasa sudah tak kuat lagi menyimpan rasa suka di hatinya dan ingin segera mengungkapkan rasa itu.


“Tapi apa dia akan menerima ku ?”batin Tang Su mulai ragu.


Setelah mempertimbangkan matang-matang dia pun memutuskan untuk menyampaikan rasa yang di pendam nya pada Yuxing jika ada kesempatan. Selain itu dadanya sudah terasa sesak di penuhi oleh sosoknya.


“Itu kan Yuxing... !”pekik Tang Su saat melihat lelaki itu keluar dari ruang ganti dengan keringat bercucuran.


Dia pun pengen menyia-nyiakan kesempatan yang ada. apapun hasilnya buruk atau baik dia tetap ingin mencobanya.


“Siyue kau di sini dulu. Aku mau ke belakang sebentar.”ucap Tang Su beralasan agar bisa menemui Yuxing.


“Ya baiklah, cepat kembali.”balas Siyue singkat yang sama sekali tidak mengetahui rencana temannya.


“bugh...”Tang Su turun dari pohon. Ia pun berjalan mengikuti Yuxing dari kejauhan.


“Kemana sebenarnya dia pergi ?”batin Tang Su masih tetap mengikuti Yuxing berjalan menjauh dari keramaian.


Di depan pintu kelas Yuxing, Tang Su melihat ke sekitar yang nampak sepi.


“Kebetulan sekali di dalam kelas Yuxing juga tak ada orang. Sepertinya dewi fortuna sedang menghampiriku saat ini.”batin Tang Su sambil tersenyum kecil.


Ia pun sayang masuk ke kelas dan memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya.


“ehm... Yuxing ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu.”ucap Tang Su berdiri di depan Yuxing yang duduk.


Lelaki itu menaruh sebotol air mineral yang dia minum ke meja dan beralih menatap Tang Su. Ia tidak mengenal dan tidak ingat pada sosok yang berdiri di depannya itu.


“Apa lagi akan diungkapkan gadis ini ?”batin Yuxing terlihat malas. Dan dia ini diam untuk mendengarkannya.


Jantung Tang Su berdebar hebat dan serasa mau meledak. Dia mencoba menenangkan dirinya.


“Yuxing... selama ini aku mengagumi permainan sepak bola mu. Tak hanya itu saja aku juga terpesona pada dirimu. Aku menyukai mu.”ucap Tang Su malu-malu dengan pipi yang merah dan jantung yang meledak.

__ADS_1


Gadis itu merasa lidahnya kelu sudah tak bisa berkata lagi, menunggu jawaban dari pangeran impian.


Yuxing berdiri dan mengambil tas punggungnya.


“Sudah selesai bicaramu ? Huft... satu aku tidak mengenal mu. Dua aku sama sekali tidak menyukai gadis gendut sepertimu.”jawab Yuxing Jangan santai dan berlalu meninggalkan Tang Su begitu saja.


Tang Su merasa syok berat dengan jawaban yang dia dengar. Hatinya hancur berkeping-keping dengan penolakan Yuxing.


Sementara di tengah lapangan, Xiao Jinyu melihat ke arah pohon dan hanya ada Siyue di sana. Kebetulan sekali dia masuk ke ruang ganti dan break sebentar.


Entah kenapa lelaki itu keluar dari area keramaian dan menuju jalanan ke kelas.


Di tengah jalan dia tak sengaja bertemu dengan Tang Su yang berurai air mata karena hatinya hancur dengan penolakan kasar Yuxing.


“Tang Su... ? Kau kenapa menangis ? Siapa yang melukai mu ? Apa Mingyue lagi ?”ucapnya mengangkat wajah Tang Su yang tertunduk.


Tang Su pun segera memeluk Xiao Jinyu dan menumpahkan semua tangisnya di sana.


“Xiao Jinyu semuanya sia-sia saja. Semua usahaku selama ini sia-sia belaka.”ucap Tang Su sambil mengusap air matanya yang tak bisa ia bendung.


“Tang Su... aku tidak tahu apa maksudmu. Ceritakan semuanya padaku dengan jelas. Ayo kita duduk di sana.”balas lelaki itu sambil menunjuk sebuah kursi kosong di depan kelas.


Tang Su menurut saja dan mengikuti Yuxing duduk di kursi.


“Kenapa kau menangis ?”tanya Xiao Jinyu saat Gadis itu sudah tenang dan memberikan sapu tangan padanya.


Tang Su kembali memegang bahu Xiao Jinyu dan menyadarkan bahunya di sana.


“Yuxing....Yuxing...”ucap Tang Su terbata-bata dan membuat Yuxing semakin penasaran.


“Yuxing kenapa ?”balasnya Tak sabar ingin segera mendengar cerita lengkap dari bibir Tang Su.


“Yuxing menolak pengakuan cinta ku dengan kasar.”balas Tang Su menjelaskan inti permasalahannya.


Seketika Xiao Jinyu karena Ternyata gadis itu menyukai Yuxing dan berani mengungkapkan perasaannya dan dadanya merasa sesak saat mendengar ceritanya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


:


__ADS_2