Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 76 Rumah Di Xinghua


__ADS_3

Setelah menempuh tiga jam perjalanan kereta kuda Tang Su tiba di penginapan Yuelai. Kereta kuda berhenti sudah lima menit lamanya namun Tang Su tak kunjung turun juga.


“Kenapa nona ini belum turun juga, apa dia ketiduran ?”batin sang kusir menoleh ke arah belakang. Ia pun membuka tirai jendela dan mengintip ke dalam.


“Nona kita sudah sampai.”ucap sang kusir setelah melihat Tang Su benar-benar tidur.


Tang Su mendengar lamat-lamat ada suara memanggilnya dan ia pun membuka matanya.


“Hah... ya tuan ada apa memanggilku ?”ucap Gadis itu setelah bangun dari tidurnya sambil mengusap matanya yang masih berair.


“Nona kita sudah sampai di penginapan Yuelai.”ucap sang kusir mengulangi perkataannya.


Tang Su yang terlihat masih belum genap 100% menoleh ke samping kanan dan ke kiri Ia pun kemudian membuka diri jendela dan melongok keluar untuk melihatnya sendiri


“Cepat sekali sudah sampai dan tak terasa lama seperti saat berangkat.”jawab Tang Su menutup kembali tirai jendela kereta.


Sebelum turun dia melihat banyak sekali barang bawaannya yang ada di dalam kereta dan tidak mungkin dia bisa membawa semuanya seorang diri.


“Tuan maaf sebelumnya apa anda bisa menolongku membawa semua barang ku ke dalam penginapan ?”ucap Tang Su sambil menunjuk semua barang bawaannya yang berupa hadiah dari Kaisar Chun Jun.


Sang kusir Melihat barang bawaan milik Tang Su dan ia pun segera mengeluarkannya dan membawanya menuju ke penginapan Yuelai dan menaruhnya di depan penginapan tempat di depan tempat praktek pengobatan Tang Su.


“Terima kasih tuan sudah membantuku.”ucap Tang Su. Ia pun segera mengeluarkan beberapa koin untuk membayar biaya sewa kereta dan menambahkan tips karena sudah membantu mengangkat barang bawaannya.


“huff....”Tang Su berdiri di dekat tumpukan peti emas. Gadis itu langsung masuk ke dalam dan berada di luar selama beberapa saat untuk menghirup udara segar.


Dari luar beberapa orang yang menginap di penginapan Yuelai keluar masuk dan melihat Tang Su berdiri dengan banyak peti emas di sampingnya, menjadi heboh.


“Lihat bukankah itu tabib Tang ?Lihat dia membawa banyak peti emas, apa dia memenangkan sayembara nya ?”ucap seorang lelaki yang mengetahui jika tabib Tang mengikuti sayembara.

__ADS_1


“Bukannya hadiahnya akan dijadikan menantu oleh sang Kaisar ?”balas seorang lelaki yang masih ingat dengan hadiah yang ditulis dalam poster pengumuman tempo hari.


“Entahlah... bisa jadi itu adalah hadiah tambahan, tapi pastinya tabib Tang memenangkan sayembara itu. Ternyata dia memang hebat.”balas lelaki lain memuji kemampuan Tang Su kemudian berlalu masuk ke penginapan.


Setelah merasa nyawanya genap terkumpul, Tang Su kemudian masuk ke penginapan menuju ke kamarnya dengan membawa beberapa peti emasnya. Gadis itu keluar masuk penginapan dengan membawa peti emasnya sampai tak tersisa lagi di sana.


“Huft... lelah juga rupanya membawa peti-peti emas ini.”gumam Tang Su duduk di kursi sambil melihat tumpukan emas yang ada di sudut ruangan.


Gadis itu diam menatap koin emas miliknya sambil tersenyum karena sama sekali tak menyangka dalam waktu cepat dia mendapatkan banyak koin emas.


“Lalu mau aku apakan koin emas ini ?”ucap Tang Su bingung dengan banyaknya koin emas yang dia peroleh dan masih berpikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya.


Di luar penginapan kabar mengenai keberhasilan tabib Tang tersebar dengan cepat dari mulut ke mulut dan banyak orang mengetahuinya. Tanpa sepengetahuan Tang Su namanya menjadi populer dan tenar di tengah masyarakat dengan keberhasilannya itu.


Beberapa hari berlalu. Suatu pagi Tang Su membuka tempat prakteknya dan terlihat jumlah pasien yang datang hari ini meningkat dua kali lipat dari biasanya.


Di lain tempat di istana Wanzhou. Nampak Selir Wanrou yang terlihat segar sekali dan kondisinya prima setelah terakhir kali mendapatkan pengobatan dari Tang Su.


Sang selir benar-benar sudah sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa.


Suatu pagi Selir Wanrou duduk berdua dengan kaisar Luoying di ruang santai yang ada di maison air biru.


“Yang Mulia silakan diminum tehnya selagi masih hangat.”ucap Selir Wanrou menuang teko berisi teh ke sebuah cangkir lalu memberikannya pada sing kaisar.


“Kau juga minum kalau begitu Selir Wanrou.”jawab sang Kaisar meminta istrinya untuk meminumnya juga.


Kaisar dan Selir Wanrou minum teh bersama dengan terlihat senyuman di wajah mereka.


“Sayang aku senang sekali kau sudah sembuh dari sakit mu. Semoga kau tidak sakit lagi.”ucap Kaisar Luoying menatap sang selir dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


“Ya yang mulia ini semua berkat tabib Tang Yang menyembuhkan ku.”balas sang selir tersenyum lebar membalas tatapan sang kaisar.


Dari luar maison Permaisuri Shen Shanyu lewat dan Berhenti sebentar saat melihat sang kaisar ada di Maison air biru.


“Aku mencari kemana-mana yang mulia ternyata ada di sini dan bermesraan dengan ****** itu.”batin sang permaisuri Merasa tidak senang melihat kemesraan mereka berdua.


“Tabib Tang sialan gara-gara dia wanita ****** itu sembuh padahal dia sudah hampir mati. Tunggu saja Selir Wanrou kau tak akan bisa tersenyum lagi dan Tersenyumlah selagi kau masih bisa.”gumam Permaisuri Shen Shanyu lalu segera pergi dari sana dan masuk ke maison nya sebelum dirinya lebih terbakar lagi oleh api cemburu yang akan menghanguskan dirinya.


“tap... tap... tap...” terdengar suara langkah seseorang dan berhenti di depan Maison air biru.


“Salam yang mulia kaisar, salam Selir Wanrou aku mengganggu waktu anda berdua. Ada informasi yang ingin disampaikan pada Kaisar Luoying.”ucap pengawal kerajaan sambil memberi hormat.


“Ya katakan padaku apa informasi penting yang ingin kau laporkan padaku.”jawab Kaisar Luoying berbalik dan menata pengawalnya yang datang.


“Mohon ampun yang mulia ini mengenai rumah sebagai hadiah untuk tabib Tang, dan rumah itu sudah siap untuk di huni.”ucap pengawal tadi menjelaskan.


“Oh itu... jadi di mana lokasi rumah itu ?”balas Kaisar Luoying balik bertanya.


“Sesuai perintah yang mulia sebelumnya rumah itu berada di kota Xinghua, yang terletak empat kilometer dari istana ini.”jawab pengawal tadi menyampaikan.


Selir Wan Rou terlihat senang sekali mendengar kabar yang barusan di dengarnya itu karena tak lama lagi dia akan bisa bertemu dengan putrinya dan tersenyum dalam hati.


“Jika begitu maka besok kirimkan pengawal untuk menemui tabib Tang dan beritahu dia tentang hadiah sayembara yang di menangkan.”jawab seng Kaisar memberikan perintah.


“Baik yang mulia, besok akan ada pengawal yang akan memberitahu hal itu pada tabib Tang.”jawab pengawal tadi singkat kemudian segumam Selir Wan Rou gera pergi dari sana karena tak ingin mengganggu waktu privasi sang Kaisar dengan selirnya.


sementara di Maison bulan sabit, terlihat Permaisuri Shen Shanyu duduk dan merenung memikirkan sebuah rencana untuk memberi pelajaran Selir Wanrou.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2