
Acara sidang di hall kuil berakhir tiga jam kemudian. Para Perdana Menteri dan pejabat lainnya keluar dari hall kuil tempat sidang dilaksanakan.
Kaisar Luoying berjalan masuk menuju ke istana. Ia pun teringat pada ucapannya tadi pagi pada selir Wan Rou.
“Xuan kemari sebentar !”panggil kaisar pada pengawal kepercayaannya yang kebetulan masih ada di dalam istana.
“Baik yang mulia.”jawab pengawal itu mendekat pada yang mulia.
“Salam yang mulia apa ada perintah untuk ku ?”jawab Xuan sambil memberi hormat pada Kaisar.
“Aku punya perintah untukmu. Kau Cari Putri Wu Shuang ada di mana sekarang dan minta dia segera pulang.”ucap Kaisar Luoying memberi perintah.
“Baik yang mulia.”jawab Xuan sambil memberi hormat.
Pengawal itu pun minta izin untuk keluar dari istana dan segera melakukan pencarian.
Xuan keluar dari istana dengan membawa lima orang anak buahnya untuk pembantunya mencari keberadaan sang putri.
Rombongan Xuan menunggang kuda dan menuju ke kota Lanxia untuk mencari keberadaan Putri Wu Shuang dimana dia ditugaskan ke kota itu oleh kaisar.
Setelah tiga jam perjalanan rombongan Xuan akhirnya tiba di kota Lanxia. Mereka memasuki pintu gerbang kota Lanxia.
“Kalian menyebar ke segala penjuru yang ada di kota ini dan cari putri Wu Shuang !”ucap Xuan pada anak buahnya.
“Baik jenderal Xuan !”jawab kelima utusan jenderal kepercayaan Kaisar.
Kelima utusan Xuan Kemudian menyebar di seluruh kota Lanxia. beberapa menyebar ke tempat-tempat umum yang ada di sana.
Seorang utusan mencari di pusat perbelanjaan. Seorang lagi mencari di beberapa penginapan. Seorang lainnya mencari di beberapa rumah makan dan sisanya menyebar ke beberapa rumah warga.
Seorang utusan yang berada di salah satu rumah makan besar di kota Lanxia membawa lukisan putri Wu Shuang untuk mempermudah mencarinya.
Utusan itu melihat beberapa warga yang duduk di depan meja hanya tapi dengan mereka. Ia pun duduk di salah satu kursi kosong.
“Permisi tuan apa anda pernah melihat orang dalam lukisan ini ?” tanya utusan itu sambil menunjukkan lukisan foto Putri Wu Shuang.
Lelaki berusia 40 tahunan itu Melihat lukisan yang ditunjukkan oleh utusan tadi kemudian mengembalikannya lagi.
“Maaf aku tidak pernah melihat gadis dalam lukisan itu.”jawab lelaki tadi.
__ADS_1
Utusan tadi berterima kasih kemudian bertanya pada pengunjung rumah makan lainnya yang ada di sana.
“Maaf tuan aku tidak pernah bertemu gadis dalam lukisan itu.”jawab seorang lelaki.
Utusan itu kemudian menanyakan pada pengunjung lainnya yang ada di rumah makan namun dia kembali mendapatkan jawaban yang sama dengan sebelumnya.
Utusan tadi keluar dari rumah makan dan menuju ke rumah makan lainnya yang ada di kota Lanxia.
Yifeng bertanya pada semua pengunjung rumah makan dengan menunjukkan lukisan Putri Wu Shuang pada mereka, namun para pengunjung di sana mengaku tak pernah melihatnya.
Ia menuju ke dua rumah makan lainnya dan melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan sebelumnya.
“Kenapa tak ada yang pernah melihat keberadaan sang putri di sini ?”gumam Yifeng keluar dari sebuah rumah makan dengan tangan kosong.
Utusan lain yang berada di pusat perbelanjaan di kota Lanxia menanyakan keberadaan sang putri pada beberapa penjual yang ada di sepanjang jalan.
“Permisi tuan apa anda pernah melihat gadis ini ?”tanya Suzaku pada pedagang perhiasan.
Pedagang itu melihat lukisan yang ditunjukkan oleh utusan tadi padanya.
“Wajah di lukisan ini sepertinya aku pernah melihatnya tapi aku tidak yakin mereka adalah orang yang sama.”batin penjual yang beberapa waktu yang lalu menerima perhiasan Tang Su karena berbeda nama.
Suzaku kemudian bertanya pada penjual lainnya yang ada di sana.
“Permisi tuan... apa anda pernah melihat gadis ini ?”tanya Suzaku pada pedagang manisan dengan menunjukkan lukisan yang dia bawa.
Pedagang itu menghilangkan kepala sambil menyerahkan kembali lukisan pada Suzaku.
Suzaku kemudian menanyakan lagi pada semua pedagang yang ada di sana.
“Semua pedagang yang ada di sini mengatakan jika mereka tidak pernah melihat sosok sang putri. Lalu di mana lagi aku akan mencari ?”gumam Suzaku keluar dari pusat perbelanjaan sambil membawa lukisan Putri Wu Shuang.
Utusan lain yang berada di tempat umum melakukan hal yang sama. Satu utusan berada di depan kuil Langit Wuji.
Utusan itu menemui biksu yang ada di sana dan menunjukan lukisan sang putri.
“Maaf guru... apa anda pernah melihat atau bertemu dengan gadis ini ?”ucap Baozi bertanya.
Biksu itu melihat lukisan lalu mengembalikannya dengan menggeleng.
__ADS_1
“Maaf aku tidak pernah bertemu dengan sosok gadis cantik dalam lukisan ini.”jawab biksu lalu pergi meninggalkannya.
Baozi lalu menuju ke beberapa tempat umum lainnya yang ada di sana, namun dia tidak mendapatkan kabar apapun tentang keberadaan sang putri.
Dua utusan lainnya, Shuo Tang dan Haoyan yang menyebar di beberapa rumah warga menanyakan keberadaan Sang Putri.
“Nyonya... maaf apakah anda pernah melihat sosok gadis ini ?”tanya Shuo Tang pada seorang ibu yang menggendong sekarang anak kecil.
“Maaf tuan aku tidak pernah bertemu atau melihat gadis itu.”jawab wanita tadi.
“Permisi tuan apa anda pernah melihat sosok gadis ini ?”tanya Haoyan pada seorang lelaki yang sedang berada di luar rumah dan memotong bambu.
“Maaf Aku tidak pernah melihatnya tuan.”jawab lelaki tadi setelah nelihat lukisan sang putri yang ditunjukkan padanya.
Hao Yan dan Shuo Tang kemudian bertanya lagi pada setiap warga yang mereka temui. Setelah dua jam melakukan pencarian mereka kembali dengan tangan hampa.
Kelima orang itu kemudian kembali ke pintu gerbang menemui Jenderal Xuan.
“Bagaimana apa kalian membawa kabar bagus untukku?”tanya Jenderal Xuan pada lima utusannya.
Kelima kasim kepercayaan nya itu saling pandang kemudian menata pimpinan mereka.
“Maaf Jenderal Xuan... kami sudah berusaha keras dan mencarinya di segala penjuru namun kami masih belum juga menemukan keberadaan Putri Wu Shuang.”jawab kasim Shuo Tang mewakili yang lainnya.
“Apa Bagaimana mungkin tak ada seorangpun yang tahu keberadaan Sang Putri di sini ?”jawab Jenderal itu merasa ada yang aneh.
Setelah beristirahat sejenak kemudian mereka memutuskan untuk kembali ke istana. Mereka melewati jalur lain agar lebih cepat sampai ke tempat tujuan mereka dengan melewati sebuah hutan.
Di tengah hutan mereka melihat sebuah kereta rusak dengan banyak panah yang menancap di sana.
“Kenapa kereta itu terlihat familiar sekali ?”ucap Jenderal Xuan.
Dia pun turun dari kudanya dan memeriksa kereta kuda bekas diserang oleh seseorang.
“Kereta ini adalah kereta yang membawa Putri Wu Shuang dalam menjalankan misinya di kota ini.”gumam Jenderal Xuan.
Untuk meyakinkan keraguannya dia pun masuk ke dalam kereta dan melihat barang yang ada di sana lalu memeriksanya. Betapa terkejutnya dia saat mengetahui barang-barang yang ada di sana benar barang milik sang putri.
Dia pun semakin terkejut saat beberapa kasim menemukan jejak darah di kereta kuda itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....