Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 101 Menemukan Pelaku


__ADS_3

Hanya tinggal dua orang pelayan


saja yang ada di aula saat ini. Fang terlihat tenang meskipun dia masih berada di aula.


Sedangkan May terlihat tidak tenang meskipun dia mencoba untuk tenang.


“Baiklah nona Fang. Kami menahan mu di sini karena kami curiga padamu.”ucap salah satu petugas yang menginterogasi pelayan itu.


May diam dan menoleh pada Fang, Tersenyum dalam hati karena tidak dirinya saja yang dicurigai oleh petugas istana.


“Baik tuan, silakan ajukan pertanyaan padaku.”jawab Fang seolah menantang tugas istana.


“Nona Fang, kau menjadi tersangka utama karena saat itu kau yang menyajikan makanan itu jadi kamu punya kesempatan besar untuk menaruh racun atau sejenisnya pada makanan itu.”ucap petugas istana yang duduk di depan pelayan itu menatapnya dengan tajam.


“Tuan... sebelumnya aku sudah bilang padamu jika benar memang aku yang menyajikan makanan itu, tapi nona May yang memberikan makanan itu pada ku.”jawab Fang sambil menoleh ke samping kanan menatap May.


Petugas istana terus memberikan pertanyaan pada Fang, dan pelayan itu terus bisa menjawabnya dengan lancar tanpa ada rasa keraguan dan ketakutan sedikitpun serta membuktikan jika selir lain yang makan masakannya di hari yang sama tidak ada yang keracunan, yang membuat petugas istana tidak mencurigai pelayan itu dengan jawabannya yang masuk akal.


Petugas istana beralih menatap May dan mulai menginterogasinya.


“Nona May, nona Fang bilang kau yang memberikan makanan itu padanya. Kenapa kau memberikan makanan pada nona Fang ?”ucap petugas istana mengulangi pertanyaan yang sudah ia ajukan di hari sebelumnya.


“Tidak... aku tidak memberikannya pada Fang. Dia mengarang cerita.”jawab May.


Petugas istana masih mengingat jawaban pelayan itu sebelumnya dan kali ini jawaban yang ia berikan berbeda.


“Bukankah sebelumnya kau bilang memang dirimu yang memberikan makanan itu pada pelayan Fang ?”ucap petugas istana kembali mengajukan pertanyaan.


“Gawat... bagaimana bisa aku memberikan jawaban yang berbeda. Haah...”batin wanita itu dan sekarang terlihat gugup.


“ta-tapi tuan selir lain yang makan masakan ku di hari itu juga tidak ada yang keracunan.”jawab Fang kembali menyanggah pertanyaan dari petugas istana.


Petugas istana terus mengajukan pertanyaan hingga wanita itu benar-benar tersudut dan terjebak dalam perangkap pertanyaan yang berputar yang membuat dirinya sendiri mengungkap kejadian itu.


“Jadi benar diri mu yang mencampurkan racun pada makanan Selir Wan Rou sehingga membuat sang selir dan Kaisar terkena racun ?”tanya petugas kerajaan setelah tiga jam menanyai pelayan itu.

__ADS_1


“Petugas bawa pelayan ini dan jelaskan ke sel tahanan sekarang juga ! Tanya terus padanya apa motif dia melakukan ini semua !” ucap petugas istana pada petugas lain.


Seorang petugas membawa May keluar dari aula dan menjebloskannya ke sel tahanan.


“Tidak... tolong lepaskan aku ! Aku tidak mau berada dalam penjara dan menerima hukuman lainnya.”teriak May berontak dan berusaha melepaskan diri dari tangan petugas istana.


“Sudah jangan banyak omong ! tempat yang pantas untukmu atas percobaan pembunuhan pada Kaisar adalah di sini !”ucap petugas istana tidak ramah dan mendorong pelayanan tadi masuk ke sel tahanan.


“Tidaak... lepaskan, lepaskan aku dari sini !”teriak Fang dari dalam menata petugas istana yang pergi dari sana sambil memegang jeruji besi.


Segera setelah petugas istana menemukan pelaku yang meracuni Kaisar dan Selir Wan Rou, mereka segera melaporkan hal itu pada Kaisar Luoying.


Di istana beberapa petugas istana menghadap Kaisar.


“Salam yang mulia. Kami sudah menemukan pelaku yang campurkan racun pada makanan yang mulia dan juga Selir Wan Rou.”ucap petugas istana melaporkan dengan memberi hormat.


“Kerja kalian bagus. Katakan padaku siapa pelakunya ?”ucap Kaisar Luoying sambil tersenyum lebar setelah memuji kinerja petugas istana.


Petugas istana memberitahukan jika pelakunya adalah May dan saat ini mereka sudah menjebloskan pelayan itu ke sel tahanan.


“Hukuman apa harus kami jatuhkan pada pelayan itu atas kasus percobaan pembunuhan yang mulia ?”tanya petugas istana.


“Besok aku akan menjatuhkan hukuman padanya untuk saat ini cari siapa yang ada di balik semua ini, apakah ada pihak istana yang ikut campur atau memang dia sendiri ?”ucap Kaisar Luoying kembali memberikan perintah pada petugas istana.


“Baik yang mulia !”jawab petugas istana dengan serempak. Mereka pun segera keluar dari ruangan dan kembali menuju ke sel tahanan untuk melakukan interogasi lanjutan pada May.


Para petugas istana masuk ke istana dan mulai menginterogasi May untuk menanyakan siapa yang menyuruhnya. Namun sayang pelayan itu tetap membuka mulutnya dan tetap memberi keterangan jika melakukan hal itu atas inisiatifnya sendiri dan atas perintah seseorang.


Malam harinya jam 00. 00 di saat semua penghuni istana sedang tertidur pulas Permaisuri Shen Shanyu berjalan seorang diri menuju ke sel tahanan tempat May di tahan.


“Tolong izinkan aku masuk sebentar saja untuk menemui saudaraku.”ucap permaisuri yang menyamarkan dirinya dengan mengenakan kerudung penutup kepala sambil menundukkan kepala.


“Maaf... tidak bisa. Kau pelayan rendah tak bisa masuk tanpa izin dari yang mulia.


“hhh... dasar pengawal bodoh, beraninya dia melarang ku masuk.”umpat sang permaisuri dalam hati.

__ADS_1


Karena tak ada jalan lain lagi untuknya maka dia mengeluarkan sapu tangan yang sudah di olesi ramuan yang mirip dengan bius lalu menutupkannya ke hidung penjaga sel tahanan.


“bruk...”dua penjaga tadi segera ambruk ke tanah setelah mencium aroma obat bius.


Permaisuri Shen segera masuk ke dalam dan berjalan dengan cepat mencari keberadaan May.


Wanita itu berhenti di sebuah sel yang terletak di paling ujung setelah memeriksa beberapa sel lain nya.


“May... May...”panggil sang permaisuri membangunkan seorang pelayan yang tertidur.


May segera bangun dan terkejut melihat ada seseorang yang mencarinya.


“K-kau siapa ?”ucap May melihat dengan takut dan berjalan mundur.


“Ssts.... aku Permaisuri Shen. Pelankan suaramu atau kau akan membangunkan semua yang ada di sini.”ucap sang permaisuri membuka penutup kepalanya kemudian segera memungkinkan setelah pelayanan itu melihatnya.


“Maaf permaisuri aku tidak tahu jika itu adalah anda.”jawab May sambil menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri menatap tahanan sel yang ternyata masih tertidur.


“Bagaimana apa semuanya lancar ?”tanya sang permaisuri sambil mengawasi sekitar, khawatir jika ada yang datang.


“Semuanya seperti yang yang permaisuri minta. Tapi.... aku tidak tahu hukuman apa yang besok akan kujalani.”jawab May terlihat takut dan bercampur rasa lainnya menjadi satu.


“Bagus... kerja bagus. Tidak usah khawatir aku akan menambahkan dua peti perak untuk keluargamu besok.”jawab sang permaisuri menjelaskan agar pelayan itu tenang.


Permaisuri Shen kemudian segera keluar dari sel tahanan sebelum ada seseorang yang melakukannya.


“sraak....”di ujung jalan Permaisuri Shen tak sengaja menjatuhkan sebuah dokumen yang ada di sebuah meja.


“Suara apa itu ?”ucap seorang penjaga selainnya yang berada tak jauh dari tempat sang permaisuri.


“Gawat... para penjaga lainnya pasti akan ke sini.”gumam sang permaisuri. Ia pun jangan cepat yang keluar dari sana.


“Tak ada siapa-siapa di sini.”ucap salah seorang penjaga yang tiba di lokasi tepat di saat permaisuri sudah keluar dari sana.


BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2