
Seorang pelayan lelaki yang melihat Pangeran mahkota terletak di lantai segera masuk ke dojo dan memeriksa kondisinya.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada Pangeran Shen Qiu ?”gumamnya terlihat panik dan cemas.
Karena tidak tahu apa yang harus dia perbuat untuk menyadarkan sang pangeran mahkota, pelayan tadi segera membawa tubuh Sang Pangeran menuju ke kamar sang pangeran.
Beberapa pelayan lain masuk ke kamar Pangeran Shen Qiu untuk melihat keadaannya secara langsung.
“Bagaimana kondisi pangeran ?”tanya seorang pelayan pada temannya.
“Tolong segera panggilkan tabib istana untuk memeriksa kondisi yang mulia.”balasnya meminta tolong.
“Ya aku akan panggilkan tabib istana.”balas pelayan tadi. Ia pun keluar kamar dan mencari tapi istana.
Beberapa saat kemudian tabib istana datang.
“Tabib kang tolong periksa keadaan pangeran mahkota.”ucap seorang pelayan yang dari tadi menunggu pangeran saat melihat tabib istana itu masuk ke ruangan.
“Aku akan memeriksa pangeran tolong minggir dulu.”jawab tabib Kang.
Beberapa pelayan yang ada di dekat Pangeran mahkota menepi dan tabib Kang mendekat. Ia pun memeriksa denyut nadi pangeran.
“Denyut nadinya normal, suhu tubuhnya normal. Tak ada masalah yang perlu dikhawatirkan.”jawab tabib Kang setelah memeriksa keadaan sang pangeran.
“Tabib Kang... jika kondisi Pangeran mahkota baik-baik saja tapi kenapa beliau belum sadar juga ?”balas seorang pelayan yang ada di sana.
Tabib Kang duduk dan berbalik. Ia mengambil secara kertas dan menuliskan resep untuk sang pangeran.
“Sepertinya pangeran mahkota hanya kelelahan saja. Minum kan obat sesuai resep yang ku tulis ini agar pangeran segera sadar.”jawab tabib Kang menyerahkan secara kertas berisi resep ramuan obat pada pelayan yang ada di sana.
Setelah kepergian tabib Kang, lain tadi segera mencari ramuan sesuai dengan yang diresepkan oleh sang tabib.
“Ini tolong berikan pada pangeran.”ucap seorang pelayan setelah menyerahkan ramuan sesuai yang diresepkan oleh tabib Kang.
Pelayan lain menerima obat tadi dan meminumkan pada Pangeran Shen Qiu.
__ADS_1
Tiga jam setelah meminum ramuan yang diresepkan oleh tabib Kang, ternyata sang pangeran mahkota masih belum sadarkan diri juga.
“Kenapa Pangeran Shen Qiu masih belum membuka mata ?”tanya seorang pelayan yang menunggu di kamar sang pangeran.
Sementara lawan bicaranya hanya menggeleng saja karena tidak tahu apa yang harus diucapkan.
Kaisar Chun Jun merasa khawatir setelah mendapatkan kabar tentang kondisi putranya. Ia pun mendatangi kamarnya untuk melihatnya secara langsung.
“Putra ku kenapa kau sebenarnya ? Kau sakit apa ?”ucap Kaisar Chun Jun sambil memegang tangan putranya dan menatapnya dengan sedih.
Kaisar Chun Jun yang masih mengkhawatirkan kondisi pangeran mahkota meminta pelayanan yang ada di sana untuk memanggil kembali tabib Kang.
“Ampun yang mulia Kaisar. Dari kondisi pangeran sepertinya pangeran mengalami mati suri.”balas Tabib Kang menjelaskan keadaan sang pangeran yang masih tak sadarkan diri setelah meminum ramuan obatnya yang biasanya manjur.
Kaisar Chun Jun semakin merasa sedih mendengar penuturan dari tabib istana dan hanya menunggu keajaiban saja karena tak bisa melakukan apapun untuk menyadarkan putranya kembali.
Selama berhari-hari pangeran mahkota masih belum membuka matanya dan tetap terbujur ke aku di atas tempat tidurnya.
Kembali ke dunia nyata. Di malam hari setelah sore hari Xiao Jinyu menemani Tang Su menjalankan program dietnya, dia duduk di tempat tidur sambil menyalakan tv.
Lelaki itu duduk dengan tenang dan melihat filmnya. Di saat iklan dia tidak mengganti tayangan dan memilih untuk menunggunya. Selama menunggu Ia pun jadi teringat kembali dengan kejadian sebelumnya.
“Lalu bagaimana keadaan Pangeran Shen Qiu di sana saat ini ?”gumam Xiao Jinyu tiba-tiba teringat pada sosok dirinya sebagai seorang pangeran di dunia lain.
Lelaki itu masih diam dan berpikir bagaimana dia bisa masuk ke dunia itu sebelumnya.
“Aku akan mencoba memejamkan mata lagi agar bisa berpindah ke dunia itu.”celetuknya dan langsung merebahkan diri di atas tempat tidur sambil memejamkan mata.
Sepuluh menit kemudian dia membuka mata dan melihat ke sekitar.
“Kenapa aku masih ada di sini dan belum pindah ke dunia lain ?”gumam Xiao Jinyu saat melihat masih tetap berada di kamarnya. Dia pun mencoba memejamkan matanya beberapa kali dan saat membuka mata ternyata dia tetap berada di kamarnya dan tak berpindah ke dunia lain.
Beberapa hari berlalu. Sudah satu minggu lamanya sejak kejadian itu dan Xiao Jinyu masih belum menemukan sesuatu yang biasa menghubungkan dirinya menuju ke dunia lain.
Di kampus Xiao Jinyu berada di lapangan sepak bola dan bermain dengan anggota kelompoknya di sana.
__ADS_1
Di lain tempat terlihat Tang Su bersama Siyue berada di ruang kesehatan. Siyue menunggu Tang Su yang sedang menimbang berat badannya.
Tang Su menapakkan kakinya di atas timbangan dengan sedikit gugup.
“Argh... aku tak percaya ini. Berat badanku turun enam kilo dalam satu minggu. Yeay... !!”ucap Tang Su tersenyum lebar saat melihat jarum angka timbangan yang menunjukkan berat badannya sudah turun.
Tang Su turun dari timbangan badan dan duduk di samping Siyue.
“Aku ikut senang berat badanmu sudah turun.”jawab Siyue sambil tersenyum dan menatap sahabatnya itu.
Tang Su yang tak bisa melukiskan kebahagiaannya, mengeluarkan cermin kecil dari dalam tasnya untuk melihat penampilannya saat ini.
“Ah Siyue... aku benar-benar tak percaya ini ! Pipiku sedikit tirus !”ucapnya sambil mencubit pipinya dan tersenyum lebar.
“Sepertinya program diet mu memang berhasil. Dan sedikit lagi mungkin berat badanmu akan ideal.”balas Siyue tersenyum kecil melihat tingkah Tang Su yang sangat antusias.
Mereka berdua kemudian keluar dari ruang kesehatan dan berjalan menuju ke kantin.
“Tang Su malam ini kau ada acara ke mana ?”tanya Siyue di tengah jalan.
“Aku di rumah saja. Kau kemana, apa di akhir pekan ini kau akan pulang ke rumah ibu mu ?”tanya Tang Su pada Siyue.
Gadis itu menggeleng karena sebenarnya dia ingin pulang dan bertemu dengan keluarganya, namun ia harus mengirit uang sampai akhir bulan.
“Bagaimana jika nanti malam kau menginap di tempatku saja ?”celetuk Tang Su tiba-tiba setelah terlintas sebuah ide.
“Ya Tang Su aku mau menginap di tempatmu. Selama ini aku belum pernah tidur di tempatmu.”balas Siyue sambil tersenyum lebar menanggapi usulan dari temannya itu.
Mereka berdua tiba di kantin dan duduk bersama di dekat pintu.
“Tang Su kau pesan dua porsi mi ayam ?”tanya Siyue bermaksud akan memesankan menu dan hafal pada makanan favorit temannya itu.
“Tidak... tolong pesankan aku salad sayur saja.”jawab Tang Su sambil menarik tangan Siyue.
Siyue mengangguk dan tersenyum kecil. Ia pun akhirnya memesankan apa yang diminta oleh Tang Su.
__ADS_1
BERSAMBUNG....