Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 113 Menembus Kabut Sijia


__ADS_3

Pangeran mahkota entah kenapa tak bisa bergerak setelah seekor lipan yang membawa tubuhnya menggigit jari tangannya. Dia merasa sekujur tubuhnya dingin dan kaku seketika seperti balok es batu.


Para lipan itu membawanya ke sarang mereka di balik tumpukan jerami yang ada di suatu tempat.


Di lain tempat terlihat Putri Wu Shuang yang seharian penuh mencari letak danau Maoshan dan belum menemukannya hingga saat ini.


“Kemana lagi aku harus mencarinya ?”gumam gadis itu lirih merasa lelah.


Dia pun memilih untuk beristirahat sejenak di sebuah batu besar yang terdapat tak jauh dari tempat yang berada sekarang. Sudah satu jam lamanya gadis itu duduk di sana untuk mengatur nafasnya yang saat ini sudah kembali teratur.


“Sebaiknya aku kembali melakukan pencarian sekarang. Meskipun sampai malam sekalipun aku akan tetap mencarinya.”gumam Putri Wu Shuang kembali berdiri dan berjalan melanjutkan pencariannya.


Setelah satu kilo meter berjalan hari menjadi gelap dan suasana sekitar ikut menjadi gelap.


“Aku butuh penerangan.”batin sang putri. Ia pun mencari kayu dan dua batu. Setelah mendapatkan percikan api dari dua buah batu yang digosokkan, ia pun segera memantik kan api tadi ke kayu yang di dapatkannya.


Setelah dia membawa obor yang menyala dan bisa menerangi jalannya dia pun kembali melangkahkan kakinya.


Baru beberapa langkah tiba-tiba di depannya muncul sebuah kabut tebal yang mengeluarkan uap panas.


“Apa ini... ?”gumam Putri Wu Shuang berhenti tepat di depan kabut tebal itu. Dia melihat struktur kabut itu yang tersusun dari sulfur, hallucinogen dan berapa set lainnya segera mundur dan menutup hidungnya dengan salah satu tangannya.


Dia pun berpikir sejenak dan mengingat jika pada buku yang dia baca sebelumnya menerangkan ada kabut Sijia yang merupakan pintu masuk menuju ke danau Maoshan.


“Jadi... apakah ini kabut Sijia ?” batinnya setelah yakin capek yang dilihatnya itu merupakan pintu masuknya.


Putri Wu Shuang tak langsung masuk menembus kabut tebal di depannya. Dia mencoba menyentuhkan ujung jarinya ke kabut itu.


“Argh.... !”pekiknya segera menarik jari telunjuknya dengan cepat karena merasakan sensasi panas membakar di ujung jarinya.


“Aku memerlukan sesuatu untuk bisa menembus rambut ini dalam keadaan baik-baik saja.”ucap Putri Wu Shuang lirih sambil berpikir mencari cara untuk masuk ke sana.


Hanya jarum perak saja yang menemani dirinya kemanapun dia pergi.

__ADS_1


“Tunggu... bukankah sebaiknya aku menekan semua energi chi dalam tubuh dan membuatnya panas seperti api. Jadi tubuhku tak akan terluka terkena panas dari kabut ini.”gumam Putri Wu Shuang setelah berpikir dan akhirnya menemukan sebuah ide.


Langsung saja dia mengeluarkan jarum peraknya dan masuknya di beberapa titik vital tubuh. Tiga menit Kemudian dari situ merasakan tumbuhnya terasa ringan seperti udara dan dia masuk ke kabut Sijia.


“Aku tak percaya ini ternyata aku bisa menemukan pintu masuk ke danau Maoshan dan menembus kabut ini.”gumam sang putri tersenyum kecil.


Sebelum mengembalikan energi chi di tubuhnya, dia pun kembali berjalan dan memeriksa tempat itu.


“Disini sepi dan tak ada apapun di sini. Lalu dimana letak danaunya ?”batin Putri Wu Shuang yang menatap ke sekitar sambil terus berjalan.


Dia kembali mencium sulfur dan hallucinogen di sana dan menghirupnya sedikit.


“Jika aku mengembalikan energi chi ku maka aku akan mencium aroma hallucinogen ini dan aku tak tahu apa nanti akan terjadi padaku.”batin gadis itu waspada dan hati-hati dalam mengambil keputusan sebelum bertindak.


Putri Wu Shuang mencoba berjalan cepat karena meskipun dia tak mengembalikan energi chi yang dia tekan, dalam waktu paling lama maksimal sepuluh menit energi chi akan kembali menjadi normal.


Sepanjang kakinya melangkah dia hanya menemukan bebatuan dan rerumputan saja. Beberapa menit kemudian energi yang ditahan yang kembali lepas dan membuatnya menghirup gas hallucinogen yang ada di sana.


Beberapa saat kemudian gadis itu terbangun. Dia berada di sebuah tempat yang tak asing baginya.


Terlihat suara yang gaduh tak jauh dari tempatnya berada saat ini.


“Ada apa itu ?”gumam Tang Su berjalan menuju ke tempat keramaian karena penasaran.


Dia berhenti di sebuah lapangan di mana Di sana ada pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung.


“Xiao Jinyu ayo terobos pertahanan lawan !”teriak seorang lelaki yang merupakan suporter dari tim sepak bola Xiao Jinyu.


“Xiao Jinyu... ?”gumam Tang Su menyebut namanya. Dia pun kemudian masuk ke tengah kerumunan dan menyelesaikan pertandingan bola itu.


Dia merasa ada yang aneh dengan semuanya tapi dia tak bisa mengungkap atau menemukannya, seperti ada yang menghalanginya.


Dari arah lain terlihat tim sepak bola dari tim universitas lain membalas serangan Xiao Jinyu.

__ADS_1


“Ini tidak benar... entah kenapa aku merasa ada yang salah.”batin Tang Su dan ia pun memilih untuk keluar dari tengah lapangan.


Di tengah jalan menuju ke kelas, dia berpapasan dengan Yuxing. Lelaki itu kemudian berhenti saat melihatnya.


“Hai Tang Su... kau dari mana saja aku sudah mencari mu ke mana-mana ?”ucap Yuxing menghampiri dan menepuk bahunya.


Tang Su diam dan terkejut Kenapa lelaki itu tiba-tiba ingat namanya dan mengenali dirinya.


“Kenapa kau bengong menatapku apa aku seperti hantu ?”balas Yuxing sambil tersenyum kecut melihat tatapan gadis di depannya yang terkejut.


“Ayolah jangan terus berdiri disini. Kau bisa kepanasan dan kulitmu akan terbakar. Ayo ikut aku masuk ke kelas.”ucap Yuxing berjalan sambil menarik tangan Tang Su supaya mengikutinya.


“Sayang... ada yang aneh dengan dirimu hari ini. Kenapa kau menatapku seolah tak pernah melihatku dan tak percaya denganku ?”ucap Yuxing lagi.


Mereka berdua tiba di kelas dan duduk berhadapan di sebuah kursi.


“Sayang... ada apa dengan mu ?”ucap Yuxing kembali bertanya sambil mengurai rambut Tang Su dan mencium tangannya.


“Sejak kapan aku menjadi kekasih dari Yuxing ?”batin Tang Su merasa aneh karena seingatnya bahkan Yuxing saja tak pernah mengenal dirinya, mengingatnya, apalagi jadian dengan dirinya.


Tang Su mencoba memejamkan mata dan berpikir dengan tenang.


“Bukankah aku sebelumnya ada di kabut Sijia mencari Sansiviera Lotus ? Kenapa aku tiba-tiba berpindah tempat ke sini ? Sungguh ini benar mimpi yang manis sekali.”batin Tang Su membuka mata setelah mengingat di mana dirinya berada sebelumnya.


Tiba-tiba sosok Yuxing di depannya menjadi pudar dan semakin samar hingga menghilang dalam hitungan detik.


“plash... !”Tang Su kemudian tersadar dan membuka matanya. Dia bangun dan melihat ke sekitar yang gelap gulita.


“Dimana aku sekarang ?”gumamnya bingung dan tak tahu di mana dia berada.


Dia mencoba mencari obor yang tadi dipegangnya, namun tak ada obor di sana. Tiba-tiba gadis itu merasakan angin yang berhembus kencang menerpa tubuhnya dan menghempaskan tubuhnya ke udara.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2