
Tang Su berhenti sejenak sebelum mencium lelaki itu untuk mempersiapkan dirinya.
“Ini bukanlah ciuman, aku hanya melakukan pengobatan yang seharusnya aku lakukan saja.”gumam Tang Su memberi informasi pada dirinya sendiri karena dia ingin mengurungkan niatnya saja saat sudah berada dekat dengan bibir pangeran mahkota.
Tang Su akhirnya mencium bibir sang pangeran mahkota dan langsung mendorong herba ada di mulutnya ke mulut sang pangeran.
“Bibirnya lembut namun terasa dingin sekali seperti mencium es batu.”batin Tang Su.
Ia pun menarik bibirnya dan mengunyah sansiviera lotus lagi, lalu kembali mengulangi mencium bibir sang pangeran mahkota, dan membuat pipinya berwarna merah saat menarik bibirnya.
“Kenapa masih belum sadarkan diri juga ?”ucap Tang Su sambil memegang bibirnya yang menjadi sedingin es setelah mencium sang pangeran mahkota.
“Ini yang terakhir kalinya. Semoga kau segera sadar setelah memakannya.”ucap Tang Su kembali mengunyah kelopak sansiviera lotus. Dia menyisakan tiga kelopak dan menggenggam nya.
Tang Su menyentuh pipi Pangeran mahkota dan kembali mencium bibir lelaki itu sambil mendorong herbal di bibirnya ke bibir lelaki itu.
“Hangat sekali dan lembut... siapa yang menyentuh bibir ku. Rasanya ada energi yang mengalir dari sana dan memberi kekuatan.”batin Pangeran mahkota dalam keadaan setengah sadar.
Tang Su merasakan bibir pangeran mengecap bibirnya dan dia segera menarik bibirnya.
“Sepertinya dia hampir sadar.”gumam Tang Su sambil menyentuh kembali bibirnya yang masih bergetar.
Tak lama kemudian Pangeran mahkota terlihat menggerakkan ujung jari tangannya. Selain itu wajahnya yang tadi pucat berangsur-angsur kembali normal. Tubuhnya yang sebagian panas api, dan sebagian lagi sedingin es kini kembali normal.
“Ooh... dimana aku... ?”ucap Pangeran mahkota saat dia membuka mata dan kesadarannya sudah pulih kembali.
“Syukurlah kau sudah sadar Pangeran mahkota.”ucap Tang Su menatap lelaki yang kini duduk dengan mata nanar teringat pada nyawa kedua orang tuanya yang berada di ujung tanduk.
“Jadi... kau yang menyelamatkan diriku ? Terima kasih tabib Tang. Tapi kenapa kau bersedih melihatku ?”balas lelaki itu saat melihat Tang Su menatapnya sampai menitikkan air mata, mengira gadis itu bersedih melihat kondisinya.
“Ah... ti-tidak.... aku hanya teringat pada kedua orang tuaku saja. Herba sansiviera lotus yang seharusnya aku berikan untuk mereka sudah kuberikan untukmu.”jawab Tang Su membuka telapak tangannya dan melihat tiga kelopak lotus emas yang ia sisakan.
Pangeran mahkota seketika terlihat bingung dan tak tahu apa yang harus diucapkannya setelah mendengar cerita dari gadis itu.
__ADS_1
“Aku tidak tahu ternyata obat yang kau berikan padaku sangat berharga sekali bagimu. Maafkan aku, nanti aku akan membantumu mencarinya lagi.”jawab lelaki itu merasa bersalah dan tak enak hati.
Tang Su menggeleng dan semakin deras air matanya keluar mendengar perkataan sang pangeran mahkota.
“Tidak mudah mencari herba ajaib langka ini dan aku hanya mendapatkan satu saja dari sang dewi. Ayah... ibu... aku akan mencari cara lain untuk menyembuhkan kalian berdua.”gumam Tang Su sedih menatap kelopak lotus emas di tangannya.
“tik... tik.... tik....”butiran air mata Tang Su jatuh membasahi kelopak lotus sansiviera.
Seketika kelopak lotus yang tersisa tadi terlihat berkilauan seperti emas dan secara ajaib tiga kelopak lotus tadi menjadi tiga sansiviera lotus dalam wujud penuh menjadi tiga buah.
“Ini.... terima kasih Dewi Suzaku atas kemurahan hati anda.” ucap Tang Su tersenyum lebar melihat tiga buah herba sansiviera lotus di tangannya sambil berlutut.
Pangeran mahkota ikut takjub melihat keajaiban yang terjadi secara langsung di depan matanya.
Setelah beberapa saat kemudian mereka ber dua berjalan menuju ke pintu keluar. Di tengah jalan mereka berdua mengobrol.
“Tabib Tang... tadi saat aku tak sadarkan diri aku merasa ada sentuhan lembut di bibir ku. Apa kau tahu itu apa ?”ucapnya bertanya karena gadis itu yang tadi merawatnya.
Seketika muka Tang Su memerah mendengar ucapannya.
“Hiss.... kenapa gadis itu tiba-tiba bertingkah aneh seperti itu ? Aku hanya bertanya saja tapi kenapa dia mengira aku berpikiran jorok.”gumam Pangeran Shen Qiu sambil menggelengkan kepalanya.
Sesaat kemudian mereka tiba di depan ruangan tempat Tang Su pertama kali masuk tadi. Tiba-tiba muncul badai salju di sekitar mereka tanpa sebab. Dan dari balik badai salju terlihat sosok hitam besar dengan mata merah menatap mereka.
“Apa itu... ?”ucap Tang Su terkejut.
“Mundur tabib Tang !” teriak Pangeran mahkota maju di depan gadis itu untuk melindunginya.
Seekor singa besar muncul di hadapan mereka.
“Roar... !”singa itu meraung dan membuka lebar mulutnya memperlihatkan deretan giginya yang tajam.
“Aku sudah menunggu binatang buruan, akhirnya aku bertemu juga.”batin pangeran mahkota sambil tersenyum dan bersemangat untuk menaklukkannya.
__ADS_1
“Apa kau bisa mengatasinya sendiri ?”tanya tabib Tang menghampiri pangeran mahkota.
“Yakinlah aku bisa mengatasinya sendiri.”jawab sang pangeran.
Tang Su mundur dan melihat pangeran mahkota beraksi saja.
Terlihat sang pangeran tak sabar menghajar lawannya. Dia berlari maju.
“dash... !”pangeran memukul Singa itu dengan tangan kosong.
Namun binatang itu tidak tumbang sedikitpun dengan pukulan diberikan oleh sang pangeran.
“Kuat juga kau rupanya, ternyata aku sudah meremehkan mu.”ucap Pangeran mahkota bersemangat dan memasang kuda-kuda kembali menantang binatang buruan itu.
Tang Su masih diam berdiri melihatnya saja. Dari yang dia lihat pangeran mahkota dan binatang itu imbang kekuatannya.
“Mungkin bisa saja dia menang tapi di butuhkan tenaga besar. dengan kondisinya yang baru pulih seperti itu maka di pastikan tenaganya hanya 60-70% saja.”batin Tang Su mengamati dari kejauhan.
“huft...binatang ini ternyata kuat sekali Bahkan dia sama sekali tidak terluka setelah beberapa kali terkena serangan yang kuberikan padanya.”batin Pangeran mahkota Berhenti sejenak dan mencari taktik lain dengan nafas yang terengah-engah.
“Jika terus seperti ini... maka bisa-bisa aku yang menjadi buruan nya.”batin Pangeran mahkota membaca situasi saat ini.
“Roar.... !”singa itu kemudian berlari cepat dan menyerang pangeran mahkota. Untungnya dia bisa menghindar meskipun terkena kuku tajam binatang itu.
Dalam kondisi masih terjatuh di tanah, pangeran yang berusaha bangkit kembali mendapatkan serangan dari binatang suci itu.
“Awas.... !”teriak Tang Su dari kejauhan. Dia pun segera berlari maju menghampiri Singa itu sebelum binatang itu melukai pangeran mahkota.
“Jleb... !”Tang Su mengambil jarum peraknya dan melemparnya ke arah binatang suci tadi.
“bruuk.... !”seketika singa tadi ambruk dan tak bisa bergerak.
“Cepat lumpuhkan dia sebelum dia kembali bergerak !”ucap Tang Su berdiri di samping sang pangeran mahkota.
__ADS_1
Pangeran mahkota menoleh ke samping menatap tabib Tang yang datang tepat waktu di saat dia sangat membutuhkan bantuan.
BERSAMBUNG...