
Berapa hari setelah sayembara berakhir, di istana Wanzhou tampak kaisar duduk dan berpikir mengenai hadiah yang akan diberikan kepada tabib Tang setelah berhasil menyembuhkan Selir Wan Rou.
“Apa yang sedang yang mulia pikirkan ?”tanya Selir Wan Rou pada Kaisar saat melihatnya melamun dalam waktu yang cukup lama.
“Oh sayang...aku hanya terpikirkan hadiah apa yang seharusnya ku berikan untuk tabib Tang ?”balas Kaisar Luoying menatap Selir Wan Rou yang duduk di dekatnya.
Selir Wan Rou diam dan berpikir sejenak mencari ide kira-kira hari apa yang pantas diberikan untuk tabib Tang.
“Yang Mulia bagaimana jika memberikan rumah kecil untuk tabib Tang di daerah dekat istana agar dia bisa membuka praktek pengobatan di sana ?”ucap Selir Wan Rou setelah terlintas beberapa ide.
“Rumah ? Apakah itu tidak terlalu mewah untuk sebuah hadiah ?”balas Kaisar Luoying.
Selir Wan Rou yang ingin bertemu dengan putrinya mencoba membujuk sang kaisar agar menyetujuinya.
“Sayang... sebuah rumah kecil hanya berapa nominalnya jika dibandingkan dengan kesembuhan ku. Dengan rumah yang kau berikan mungkin dia kan bisa membantu banyak orang yang sakit di sekitar istana.”jawab Selir Wan Rou mencoba untuk meyakinkan kembali suaminya.
“hmm...”Kaisar Luoying diam dan berpikir sejenak. Sebenarnya dia ingin memberikan hadiah berupa uang sejumlah beberapa peti yang jika di kurskan senilai dengan rumah kecil yang dimaksud oleh sang selir dan akhirnya ia pun menyetujui usulan dari istrinya.
Kaisar Luoying kemudian memanggil pengawal kepercayaannya.
“Jenderal Xuan carikan sebuah rumah sederhana di area sekitar Istana Wanzhou. Jika sudah siap rumah itu segera kabari aku.”ucap Kaisar Luoying memberi perintah.
“Siap yang mulia.”jawab Jenderal Xuan menerima tugas dan segera menjalankannya.
Di lain tempat di istana Changle Kaisar Chun Jun masih duduk lemas melihat kondisi Pangeran mahkota yang sama sekali belum membaik.
Lelaki itu keluar dari kamar sang pangeran mahkota dan kembali ke ruang utama istana.
“Apa yang harus kulakukan agar Pangeran mahkota bisa segera sadar dari tidur panjangnya ? kenapa dari sekian banyak tapi pengen datang kemari ada satupun yang bisa membangunkannya.”batin Kaisar Chun Jun tampak bersedih setelah beberapa hari mengadakan sayembara dan masih belum membuahkan hasil.
Permaisuri Qingyun yang juga merupakan ibu dari pangeran mahkota duduk di samping kaisar dan menetap sang kaisar yang terlihat memikirkan sesuatu.
“Kaisar Chun Jun apa ada sesuatu yang memberatkan pikiranmu ?”tanya Permaisuri Qingyun.
“Aku masih memikirkan putra kita. Kenapa masih tidak ada tapi yang sanggup membangunkan dirinya ? Sampai kapan dia akan tidur seperti itu ?”balas Kaisar Chun Jun mengungkapkan kegelisahan hatinya.
__ADS_1
Permaisuri jika merasa sedih dengan keadaan putranya saat ini.
“Kaisar bagaimana jika mendatangkan tabib dari luar wilayah istana kerajaan, barangkali saja tabib di luar istana kemampuannya lebih bagus daripada takut di wilayah ini.”balas permaisuri memberi usul.
Kaisar Chun Jun pun menerima usulan itu dan memberikan perintah pada pengawalnya untuk menyebarkan pengumuman ke wilayah lain mengenai sayembara untuk menyembuhkan Pangeran Shen Qiu.
beberapa utusan istana kerajaan pergi ke luar daerah untuk menyebarkan informasi tentang sayembara yang diadakan oleh kaisar Chun Jun.
Beberapa ada yang menyebar informasi di kota Liang hingga ko kota Syam.
“Ada apa pengawal dari istana kerajaan menempel pengumuman di sini ?”ucap seorang pejalan kaki yang melihat pengawas menempel banyak poster pengumuman di sepanjang jalan.
“Ya ada apa ?Ayo kita lihat saja.”balas pejalan kaki lainnya.
Beberapa orang kemudian segera menuju ke tempat poster ditempel setelah pengawal kerajaan pergi dari sana.
“Kaisar Chun Jun dari Istana Changle mengadakan sayembara untuk menyembuhkan Pangeran mahkota ?”gumam seorang pejalan kaki yang selesai membaca pengumuman barusan.
“Lihat ini hadiahnya menarik. Siapa saja yang bisa menyembuhkan Pangeran mahkota Jika dia seorang lelaki maka akan dijadikan saudara angkat, namun Jika dia seorang wanita maka akan dijadikan seorang istri.”ucap seseorang lainnya menanggapi.
Dalam hitungan hari kemarin tersebar ke seluruh penjuru. Suatu pagi Tang Su membuka tempat prakteknya.
Seperti biasa di luar sudah banyak pasien yang menunggu saat dia membuka pintu.
“Pagi tuan dan nyonya sekalian.”ucap Tang Su menyapa semua pengunjung tempat pengobatannya.
“Pagi tabib Tang.”jawab mereka bersamaan kemudian masuk ke dalam tempat pengobatan.
Di dalam Tang Su mulai memeriksa satu per satu pasiennya.
“Kudengar beberapa waktu yang lalu tabib Tang mengikuti sayembara di istana kerajaan Wanzhou dan memenangkan sayembara. Apa itu benar ?”tanya seorang pasien saat Tang Su mengecek denyut nadinya.
“Ya tuan, itu hanya kebetulan saja.”jawab Tang Su merendah sambil tersenyum kecil.
“Nona ada sayembara lagi yang diadakan di istana Changle untuk menyembuhkan pangeran mahkota. Tabib Tang tidak ikut sayembara itu ?”balas Pasien tadi memberikan informasi.
__ADS_1
“Ahh... terima kasih atas infonya tuan nanti aku akan membaca pengumumannya.”balas Tang Su singkat dan melanjutkan pengobatannya karena di luar masih banyak pasien yang antri.
Sore hari Tang Su menutup tempat pengobatannya. Ia masuk ke kamar sebentar untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak.
Ia pun teringat pada informasi yang diberikan salah satu pasien padanya tadi pagi.
“Aku penasaran dengan informasi sayembara di istana Changle. sebaiknya aku memeriksanya sekarang.”gumamnya lalu berjalan keluar dari penginapan menuju ke jalanan. Di sepanjang jalan dia melihat banyak poster pengumuman dan segera membacanya.
“Sakit apa sebenarnya pangeran mahkota ?”batin Tang Su hingga sang Kaisar mengadakan sayembara seperti ini.
Dia pun kembali ke kamar dan beristirahat sejenak.
“Apa sebaiknya aku mengikuti sayembara itu ? Tapi Aku tidak ingin mendapatkan hadiahnya.”gumam Tang Su teringat pada hadiah yang dijanjikan oleh sang Kaisar sedangkan dirinya sama sekali belum ingin menikah ataupun menjalin hubungan dengan lelaki manapun.
Tang Su kembali berpikir ulang dan akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti sayembara itu dengan mengesampingkan hadiahnya.
Karena sudah malam dia pun segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan memejamkan matanya.
Di dunia nyata di pagi hari di tempat Xiao Jinyu. Lelaki itu terbiasa bangun pagi meskipun hari libur. Karena tak ada kesibukan yang bisa ia kerjakan di akhir pekan, ia pun memutuskan untuk pergi ke tempat Tang Su.
“Mungkin saja Chubby mau tetap menjalankan program dietnya meski di hari libur.”gumamnya.
Xiao Jinyu kemudian berjalan menuju ke tempat Tang Su.
“tok... tok...”
“Kebiasaan gadis itu selalu bangun kesiangan di pagi hari apalagi ini hari merah.”celetuk nya merasa kesal saat ada respon.
Ia pun membuka pintu dan masuk ke kamar Tang Su. Di dalam dia mendapati Tang Su dan Siyue tertidur di atas meja.
“Apa yang mereka lakukan ?”Xiao Jinyu menghampiri dua gadis yang sedang tertidur dan membangunkannya namun mereka tidak bangun juga. Ia kemudian melihat buku novel terbuka di meja.
“Buku apa ini ?”Xiao Jinyu mengambilnya dan membaca satu lembar buku novel itu.
Tiba-tiba muncul seberkas sinar terang yang menyilaukan mata. Xiao Jinyu memejamkan matanya saat sinar itu menghisapnya masuk ke dalam buku.
__ADS_1
BERSAMBUNG...