Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 115 Bertemu Dewi Suzaku


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Tang Su merasakan tubuhnya kembali dingin. Pusaran angin tadi berhenti dan pelan-pelan menjadi padat dan semakin dingin.


“Aku tidak bisa bergerak lagi dan rasanya terkena hipotermia.”batin Tang Su melihat dirinya saat ini berada di tengah bongkahan es batu.


“Aku sudah hampir mendapatkannya aku tidak boleh gagal di sini.”batinnya tak ingin semua perjuangannya sia-sia begitu saja dan dia tetap menggerakkan tangan dan tubuhnya berusaha untuk keluar dari bongkahan es batu yang akan membekukan dirinya.


“krak.... !”Dengan usaha keras dari situ menggerakkan tubuhnya yang setengah membeku dan sampai hingga di permukaan. Namun sayang di saat dia sudah ada di permukaan dia menjadi tak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian muncullah sinar yang begitu terang dan panas di sekitar tubuh Tang Su.


“blast !”dalam sekejap sinar tadi melelehkan semua es yang ada di sana dan membuat air danau kembali menjadi air jernih seperti sedia kala, namun meskipun begitu Tang Su masih belum sadar juga.


Setelah air danau kembali dan sinar tadi menghilang sekarang muncul lagi sebuah sinar yang menyerupai dewi melayang di dekat tubuh Tang Su.


“Gadis kecil....tak ku sangka kau lulus di ujian awal ini. Tapi masih ada tiga ujian lagi yang harus kau lewati.”ucap roh jelmaan dewi pemilik herba Sansiviera Lotus sambil tersenyum kecil menatap Tang Su.


“Sekarang kau harus melewati ujian kedua.”ucap roh dewi tadi masih menatap Tang Su.


“puff.... !”roh jelmaan dewi tadi membuka telapak tangan kanannya dan menjentikkan jarinya yang mengeluarkan angin dari sana menuju ke tubuh Tang Su. Setelah itu roh jelmaan sang dewi semakin lama semakin pudar dan menghilang dari sana.


Seketika Tang Su membuka matanya dan kembali bernafas.


“Haah.... aku selamat.”ucap Tang Su merasakan seluruh tubuhnya kembali normal dan kembali menggerakkan tubuhnya berenang menuju ke patung dewi di sisi timur danau.


“Di saat tidak sadarkan diri tadi aku seperti melihat sosok dewi yang melayang di atas ku. Tapi mungkin itu hanya halusinasi ku saja.”batin Tang Su menatap ke sekitar mencari sosok yang dia temui sebelumnya namun tidak menemukannya.


Tang Su penyebab fokus dan mengalihkan pikirannya dari halusinasi yang dilihatnya. Ia pun Akhirnya sampai di tepi patung sang dewi.


“puk...”Tang Su berhenti tepat di depan batu itu berdiri dan dia memegang tangannya.


Tang Su melihat sebuah bunga lotus yang berkilauan seperti emas saat terkena pantulan sinar dan dia coba menyentuhnya.

__ADS_1


“Slaap... !”tiba-tiba bunga tadi seketika menghilang dari tempatnya dan setelah itu patung dewi di depannya berguncang seperti terjadi gempa.


Entah halusinasi atau bukan, Tang Su melihat tangan yang memegang herba Sansiviera Lotus tadi tiba-tiba bergerak dan memegang tubuhnya.


“Tidak... ini pasti halusinasi ku saja setelah terkena halusinogen di luar tadi.”gumam Tang Su mencoba untuk tenang dan pasrah saja. Namun ternyata dia merasakan sakit saat tangan itu menggenggam lebih erat dan Dia merasakan sekujur tulang di tubuhnya seperti remuk.


Dalam sekejap tiba-tiba dia seperti berpindah dimensi dan terlempar ke dunia baru yang sama sekali dia tidak ketahui.


“bugh.... !”Tang Su jatuh di sebuah gurun yang panas luar biasa.


Baru saja dia bisa duduk setelah mencoba menggerakkan semua tubuhnya yang terasa sakit, keringat mulai bercucuran keluar dan membasahi bajunya.


“Apa lagi yang kutemui kali ini apakah ini juga halusinasi seperti tadi ?”gumam Tang Su berdiri dengan susah payah.


Ia berjalan dengan tertatih melewati gurun yang tandus dan panas. Di tengah jalan dia melihat suara berisik dari tanah yang dipijaknya.


“Kurasa ada sesuatu di bawah sini.”pekik Tang Su segera mundur dari tanah yang dipijaknya yang saat ini mulai retak pelan-pelan.


“Whaa... !”ular itu membuka mulutnya lebar-lebar tepat di depan Tang Su memperlihatkan empat gigi taringnya yang tajam dengan mata berwarna perak yang siap untuk menerkamnya.


“Tidak... kenapa di saat aku lemah seperti ini muncul lagi sesuatu yang membutuhkan tenaga ekstra untuk mengatasinya.”ucap Tang Su mengeluh dengan kondisi tubuhnya yang belum pulih saat ini dan membutuhkan beberapa waktu untuk kembali seperti sedia kala.


Tang Su mundur saat ular itu bergerak maju mendekatinya. Namun sayang seribu sayang, dengan kondisinya yang lemah saat ini tidak bisa menghindari kejaran sang ular dan membuatnya tertangkap oleh ular berukuran dengan panjang lima belas meter.


“Argh.... !”Tang Su berteriak saat ular itu berhasil membelit tubuhnya.


Ular itu mempererat kunciannya dan membuat gadis itu kesulitan bernafas.


“Haah...”suara nafas Tang Su yang tersendat. Dia mencoba mengeluarkan pedangnya dengan susah payah kemudian menancapkan pedang itu ke tubuh sang ular.


“tac.... !”suara pedang milik Tang Su yang patah.

__ADS_1


“Sekeras apa kulit binatang ini ?”ucap Tang Su gagal melukai ular yang membelit tubuhnya.


Tiba-tiba ular itu berhenti bergerak dan menatapnya lekat-lekat.


“Apa yang dipikirkan ular ini kenapa tiba-tiba dia menatap seperti ini ?”batin Tang Su menatap binatang itu dengan aneh dan mengira binatang itu akan melepaskannya.


Namun ternyata dugaannya salah, bukan nya melepaskan tubuhnya, ular tadi membuka mulutnya lebar dan menancapkan gigi taringnya yang tajam ke kepala nya.


“Tidak... !”Tang Su mencoba mengelak dan menghindar namun tetap saja naas, tetap saja tarik itu menembus bahunya.


Setelah menarik taringnya, ular tadi mendekatkan hidungnya ke tubuh tangsu dan menarik nafas dalam seolah menghisap sesuatu dari Tang Su.


“bugh... !”ular tadi kemudian melepaskan Tang Su dan pergi meninggalkannya begitu saja.


Tang Su seketika merasa tubuhnya panas. Dia merasakan ular tadi memasukkan racun ke seluruh tubuhnya dan saat ini racun mulai bergerak masuk ke pembuluh darahnya dan beredar ke seluruh organ-organ yang ada di tubuhnya.


“Hiss....aku harus melakukan sesuatu sebelum racun itu sampai di jantungku.”gumam Tang Su mencoba berpikir cepat dalam kondisi terdesak seperti ini.


Gadis itu kemudian mengambil jarum perak yang dia bawa dan menancapkannya di beberapa organ penting, di jantung, paru-paru dan hati untuk mencegah racun tadi menyebar ke sana.


Lima menit kemudian tubuhnya sama aja lemas dan terlihat pucat membiru. Matanya terbuka dunia sama sekali tak bisa bergerak.


di tengah kesadarannya dia melihat sesosok Sinar cahaya terang nggak merasa muncul di depannya. Sosok itu menyerupai Dewi yang mirip dengan patung yang ada di danau Maoshan.


“Hanya itu sajakah kemampuan mu ? Sepertinya aku terlalu berharap lebih padamu.”ucap sosok Dewi tadi melayang di atas tubuh Tang Su dan menatapnya.


“Siapa dia yang bicara padaku ?”batin Tang Su yang hanya bisa mengedipkan mata selama beberapa detik saja.


“Gadis muda... jangan kecewakan Dewi Suzaku ini. Ayo kau pasti bisa mengatasi ini.”ucap sosok dewi tadi masih menatap Tang Su.


Tang Su mengingat nama yang disebutkan sosok Dewi tadi dan kemudian berhenti bernafas.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2