Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 85 Bekas Luka


__ADS_3

Tang Su berdiri dan mengambil air dari kulkas lalu membawanya kembali ke meja.


“Minumlah dulu.”ucapnya sambil menuang ke gelas dan memberikannya pada Siyue dan Xiao Jinyu.


“Apa yang sedang kalian berdua pikirkan ? Kenapa melamun seperti ini ?”ucap Tang Su lagi saat melihat dua temannya masih diam.


Xiao Jinyu masih teringat pada beruang hitam yang membawanya kabur di tengah hutan. Sedangkan Siyue masih teringat pada luka bekas cambukan ayah Chuyao.


“Xiao Jinyu kenapa kau pagi-pagi sekali ke sini ?”tanya Tang Su pada lelaki itu.


Xiao Jinyu seketika sadar dari lamunannya dan beralih menatap Tang Su.


“Haah... aku jenuh di hari libur seperti ini makanya aku ke sini dan ingin mengajakmu melakukan program diet lagi.”balasnya sambil meminum segelas air di depannya.


“Program diet di hari libur ?auwh... sepertinya tidak ! Aku ingin bersantai di hari ini.”balas Tang Su menolak secara tegas karena ia capek setiap hari harus berlari dan lain sebagainya.


“Huuh... ya sudah aku pulang saja kalau begitu.”jawab Xiao Jinyu kecewa dan ingin pergi saja dari sana.


Ia pun segera berdiri dan bermaksud kembali ke tempatnya.


Siyue merasa dia tidak pernah olahraga dan ingin memanfaatkan kesempatan yang bagus ini agar lebih dekat dengan Xiao Jinyu.


“Xiao...Xiao Jinyu bagaimana jika aku saja yang menemanimu jogging saat ini ?”ucap Siyue dengan malu-malu.


Tang Su yang mengetahui jika temannya itu suka pada Xiao Jinyu segera menyala ucapan mereka sebelum lelaki itu menolak.


“Ya begitu saja. Baiklah kalian berdua sudah keluar sekarang.”ucapnya sambil berdiri dan mendorong tubuh Siyue agar lebih dekat dengan Xiao Jinyu.


Xiao Jinyu sebenarnya tidak ingin jogging bersama Siyue namun dia tak enak hati jika menolaknya takut jika Gadis itu tersinggung.


“Ya baiklah kalau begitu ayo kita jogging sekarang.”ucapnya mengajak Siyue segera keluar sambil menatap Tang Su.


Xiao Jinyu berlari kecil bersama Siyue di sekitar jalanan tempat Tang Su. Di tengah jalan dia merasa tangannya perih.


“Apa... kenapa tangan ku bisa terluka seperti ini ?”batinnya saat melihat ada luka di tangannya persis seperti luka yang dia dapat di dunia lain saat berburu.


Siyue melihat luka di tangan Xiao Jinyu dan menunjukkan simpati padanya.

__ADS_1


“Oh astaga... ! Kenapa tanganmu bisa terluka seperti itu ?!”ucapnya terkejut lalu lebih mendekat Xiao Jinyu dan melihat lukanya.


Xiao Jinyu terlihat bingung mau menjawab apa.


“Ooh... tak apa... ini hanya luka biasa saat bermain latihan bola.”balasnya beralasan.


“Tapi sepertinya luka itu dalam. Bagaimana jika aku mengobatinya ?”tanya Siyue yang mengkhawatirkan kondisinya dan menawarkan bantuan.


“Oh terima kasih. Ini luka lama dan hampir sembuh tak perlu khawatir.”jawab Xiao Jinyu menolak tawaran bantuan dari Siyue.


Setelah berlari kecil sampai lima putaran dan sudah cukup berkeringat mereka pun mengakhiri jogging.


Siyue Kembali ke tempat Tang Su sedangkan Xiao Jinyu langsung pulang tanpa berpamitan pada Tang Su lebih dulu.


“Dimana Xiao Jinyu ?”ucap Tang Su saat melihat Siyue kembali sendirian.


“Dia langsung pulang, sepertinya tangannya terluka dan dia ingin mengobatinya.”jawab Siyue menjelaskan.


Tang Su hanya mengangguk namun dalam hati dia memikirkan keadaan Xiao Jinyu.


“Luka apa yang Siyue maksud ? Setahuku kemarin anggota tubuhnya tak ada yang terluka sedikitpun.”batinnya mengingat kembali kondisi Xiao Jinyu sebelumnya.


“Siyue ayo kita sarapan dulu.”ucapnya mengajak temannya itu duduk dan menikmati sarapan bersama.


“Tang Su aku merasa badanku lengket. Bagaimana jika aku mandi lebih dulu baru aku sarapan pagi bersamamu ?”jawab Siyue yang tak terbiasa sarapan pagi Sebelum mandi apalagi dalam kondisi berkeringat dan tubuh kotor seperti saat ini.


“Ya baiklah aku akan menunggumu.”jawab Tang Su sambil mengangguk.


Siyue masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower.


“crash.... crash.... !”air shower membasahi tubuhnya.


“Auwh.... kenapa punggung ku perih sekali ?”batinnya merasa punggungnya seperti terluka.


Siyue melihat punggungnya dan dia terkejut sekali saat mendapati banyak luka goresan di sana.


“Kenapa punggung ku bisa terluka seperti ini ? Tunggu luka ini mirip sekali dengan luka Putri Meilin di dunia lain.”pekik Siyue yang melihat lukanya benar-benar mirip dengan sosoknya di dunia lain.

__ADS_1


Dia pun segera menyudahi mandinya karena merasa seluruh tubuhnya perih terkena air.


“Cepat sekali mandi mu, Siyue ?”ucap Tang Su saat melihat temannya itu keluar dari kamar mandi.


“Aah ya... airnya dingin sekali jadi aku mandi cepat. Terlebih aku sangat lapar sekarang.”jawabnya sambil tersenyum kecil dan menyembunyikan luka di tubuhnya dari Tang Su.


Mereka berdua kemudian segera menyantap sarapan pagi mereka.


Di siang hari Siyue merasa luka di punggungnya semakin perih saja. Dia pun memutuskan untuk mengobatinya di rumah.


“Tang Su aku baru ingat jika aku belum mencuci seragam untuk besok. Aku pulang dulu sekarang.”ucapnya meminta izin.


“Oh sayang sekali... Padahal aku masih ingin menghabiskan waktu bersamamu. Baiklah jika kau memang ada yang harus segera dikerjakan.”balas Tang Su terlihat kecewa karena harus menghabiskan waktu lebarnya seorang diri lagi.


Siyue mengemasi barangnya dan keluar dari tempat Tang Su dengan terburu-buru. Di tengah jalan dia berhenti sebentar di apotek untuk membeli obat luka.


Sesampainya di rumah, Siyue segera mengoleskan obat yang dibeli ke seluruh luka di punggungnya.


“Aargh.... perih sekali.”ucapnya merintih menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Di tempat Xiao Jinyu, terlihat lelaki itu sedang duduk dan mengobati lukanya sendiri. Dia meneteskan alkohol dan obat luka ke bagian tangannya yang terluka. Setelah kering barulah dia membalut lukanya dengan perban agar tidak infeksi.


“Kenapa luka yang kudapat di dunia entah di mana itu berada, aku dapatkan juga di dunia nyata ?”gumamnya merasa aneh dan menurutnya semua kejadian ini sangat tidak masuk akal sekali dan di luar logika.


Malam hari Xiao Jinyu berbaring di atas tempat tidur. Dia berulang kali melihat luka di tangannya dan kembali teringat dengan hidupnya sebagai pangeran mahkota di dunia lain.


Entah kenapa dia tiba-tiba teringat pada sosok tabib Tang yang sudah menyelamatkan dirinya.


“Tabib Tang ternyata berbalas cantik tapi kenapa dia harus menyembunyikan wajahnya ?”gumamnya sambil mengingat wajah cantik.


Pikirannya jauh menerawang ke angkasa dan membayangkan Dunia Lain ada jauh di angkasa.


“Apa mungkin aku masih bisa kembali ke dunia lain ?”gumamnya pelan sambil memejamkan mata.


Sedangkan Siyue semalam tidak bisa tidur karena memikirkan kejadian aneh yang barusan terjadi padanya. Dia tidak berani menceritakan pengalaman anehnya pada siapapun termasuk Tang Su.


Siyue melamun dan tenggelam dalam lamarannya memikirkan segala kemungkinan bagaimana dia bisa terlempar ke dunia lain.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2