Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 18 Insomnia


__ADS_3

Dua hari kemudian di suatu malam di tempat kost.


Luka Tang Su saat ini benar-benar sudah sembuh. Baik luka di lengan kanannya ataupun bekas memar di sekujur tubuhnya, sudah tak berbekas lagi.


“tik... tok...”Suara jam dinding yang berdetak.


Tang Su terus menatap jam dinding yang ada di depannya. Entah kenapa gadis itu saat ini terkena insomnia meski matanya sudah terasa berat namun dia sama sekali tak bisa tidur.


“Apa yang harus ku lakukan agar aku bisa segera tidur ?”batin Tang Su memutar otak mencari sebuah solusi untuk permasalahannya.


“Mungkin segelas susu hangat bisa membuatku tidur.”gumam Tang Su selalu ingat pada artikel yang pernah dibacanya beberapa pekan yang lalu.


Gadis itu kemudian segera berjalan menuju ke kulkas. Dia mengambil susu cair dan memanaskannya di atas kompor.


“klak... !”Tang Su mematikan kompor setelah satu menit memanasi susu dan tak sampai mendidih dia segera mengangkatnya dan menuang ke gelas, tak lupa dia menambahkan gula.


“glek... glek...”Tang Su menghabiskan susu hangat dan sekali teguk.


Gadis itu pun segera melupakan diri di atas tempat tidur sambil menarik selimut menutupi tubuhnya.


Satu jam lalu namun dia masih tetap bisa mendengarkan suara tentang jam meskipun matanya sudah terpejam.


“Kenapa aku masih belum bisa tidur ?”batin Tang Su kemudian membuka mata dan duduk.


“Apa masih kurang susu yang kau minum ?”gumamnya lagi. Ia pun kembali berdiri dan mengambil susu dari kulkas kemudian menghangatkannya.


Tang Su kembali ke tempat tidur setelah menghabiskan segelas susu hangat dan memejamkan matanya kembali.


Tiga puluh menit kemudian dia kembali mendengar bunyi lain.


“nguung...nguung...”suara nyamuk yang berdengung di dekat telinga Tang Su.


“Nyamuk sialan !!”ucap Tang Su kembali duduk dan menepuk nyamuk lain yang hinggap di tangannya.


Gadis itu menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 22.30 malam.

__ADS_1


“Hari semakin malam tapi aku masih tetap belum bisa tidur bagaimana ini ?”ucap Tang Su panik dan kembali memutar otak untuk mencari cara lainnya.


Dia pun teringat jika membaca bisa membuatnya mengantuk.


“Baiklah aku akan membaca beberapa buku mungkin saja aku akan langsung tidur nanti.”batin Tang Su.


Ia pun menuju ke meja belajar dan mengambil beberapa novel dan buku bacaan lainnya ke meja.


Tang Su duduk di depan meja dan mulai mengambil satu novel dan membacanya. Setelah selesai membaca satu novel Tang Su masih tetap belum merasa mengantuk. Ia pun kembali mengambil novel lain dan membacanya.


“Kenapa masih belum mengantuk juga ?”pekik Tang Su yang mulai frustasi karena sudah membaca empat novel dan masih belum ada tanda-tanda dirinya mengantuk.


“Mungkin dua buku lagi aku akan mengantuk.”ucap Tang Su menyemangati dirinya sendiri.


Ia pun kembali memakai kacamata dan mengambil satu novel yang ada di depannya.


Tanpa terasa satu novel yang diambilnya sudah selesai dia baca. Tanpa sadar Tang Su mengambil bacaan lain yang tersisa di meja.


“Buku komik ...”ucapnya terkejut melihat buku yang di pegang nya saat ini bukanlah novel.


Tang Su diam melihatnya dan tak langsung membukanya. Terlihat banyak kebingungan yang tersimpan di raut mukanya.


“Apa benar buku ini hidup dan bisa menyedot ku masuk ?”gumam Tang Su masih memegang buku komik.


Dia benar-benar masih tidak percaya jika sebuah buku bisa menyedot nya masuk.


“Aku hanya ingin membaca kelanjutan ceritanya saja.”ucap Tang Su karena masih penasaran dengan akhir kisahnya dan sebagai pembuktian jika apa yang dipikirkannya tidaklah benar.


Tang Su mulai membuka buku komik yang masih dia pegang dan membacanya. Dia membalik satu persatu halaman.


“Benar kan tak ada apa pun yang terjadi...”ucap Tang Su sambil tersenyum kecil setelah membaca tiga lembar halaman cerita buku komik itu.


Di tengah ia membaca dia teringat kembali jika sebelumnya Putri Wu Shuang jatuh ke sebuah jurang tak berdasar setelah dikejar oleh para pasukan bayangan.


“Apa bagian kisah itu ada di sini ?”gumam Tang Su penasaran lalu membalik sebuah halaman dan menemukan gambar pasukan bayangan yang sedang mengejar Putri Wu Shuang.

__ADS_1


“Kejadian yang ku alami benar-benar ada di kisah ini ?!”pekik Tang Su terkejut.


Hal itu membuatnya semakin penasaran bagaimana kisahnya selanjutnya. Ia pun membuka halaman selanjutnya.


Belum sempat dia membaca kisahnya tiba-tiba Sinar keemasan keluar dari buku komik.


“Sinar ini.... tidak... sebelumnya sinar ini yang membawaku masuk ke dalam buku komik ini.”ucap Tang Su merasa matanya silau dan menutup kembali buku komik yang masih dia pegang karena ia tak ingin hal yang sama seperti sebelumnya terulang kembali.


Ternyata meskipun gadis itu sudah menutup buku komik tadi, sinar kemasan tadi semakin melebar dan semakin terang menyelimuti tubuh Tang Su.


“Aaargh.... !” dalam sekejap Tang Su kembali tersedot masuk ke dalam buku.


“Tidaak... aku tidak mau kembali ke sana !”teriak Tang Su saat separuh tubuhnya sudah masuk ke dalam buku.


Ia pun mengulurkan tangannya dan berpegangan pada meja agar tidak terus tersedot masuk ke dalam buku komik.


“Tolong... !”teriak Tang Su yang tak kuat menahan tubuhnya lagi dan akhirnya dia tersedot masuk ke dalam buku.


Tang Su membuka mata dan melihat ke sekitar. Dia menatap ke atas dan melihat langit biru. Beberapa pohon tertiup angin dan membuatnya jatuh berguguran, beterbangan di udara.


“Sial... aku kembali lagi ke sini.”ucap Tang Su mengumpat kesal saat mengingat terakhir kali dirinya berada di dasar sungai dalam keadaan terluka.


“Tapi sekarang aku di mana ?”ucapnya lagi menoleh ke sekitar dan mendapati dirinya sudah tidak berada di dasar sungai melainkan berada di tepi sungai.


Dia sendiri juga tidak tahu entah kenapa dia bisa berada di tepi sungai sekarang dan siapa yang telah menolongnya Ada apa yang membuatnya terdampar tepi sungai dia juga tidak tahu.


“Setidaknya aku bisa baca cerita kelanjutan nya jika aku harus kembali masuk ke sini, jadi aku paling tidak aku tahu kondisi ku sendiri saat ini.”gumam Tang Su kembali mengumpat kesal.


Dari arah belakangnya air menjadi beriak.


“bleb... blep... blep...”


Tang Su duduk dan menoleh ke arah belakang. Ada sesuatu yang sepertinya bernafas dalam air dan mulai bergerak.


Gadis itu bergidik ngeri saat melihat ada gerakan cepat di air dan sepertinya memiliki duri di sekujur tubuhnya hingga ke bagian ekor.

__ADS_1


“Jangan bilang itu adalah buaya !” pekik Tang Su merinding saat melihat dengan jelas makhluk air bermata kuning sepanjang satu meter lebih mulai bergerak ke arahnya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2