
Pangeran Shen Qiu berkuda dengan cepat karena melihat hari sudah gelap dan dia tak ingin kemalaman sampai di istana.
Setelah satu jam berkuda sang pangeran sudah berada jauh dari istana Wanzhou namun juga masih jauh dari istana Changle.
“Kira-kira jika aku meneruskan perjalanan akan sampai tengah malam barulah aku tiba di istana.”gumam sang pangeran.
Sambil berkuda dia pun melihat ke arah sekitar menatap sisi jalan yang ada di samping kanan dan di samping kirinya.
Saat ini Pangeran Shen Qiu berada di kawasan kota Liang dan berada di pusat perbelanjaan kota itu.
Di sepanjang jalan dia melihat ada pertokoan yang ramai, beberapa kedai, dan beberapa penginapan.
“Apa sebaiknya aku bermalam di salah satu penginapan yang ada di sini ? Dan baru besok aku kembali ?”batin sang pangeran tak mau ambil resiko karena kudanya pasti juga lelah menempuh perjalanan jauh dan perlu istirahat, daripada terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Pangeran Shen Qiu kemudian melihat beberapa penginapan. Dari beberapa penginapan yang ada Entah kenapa dia memilih penginapan Yuelai.
“Mungkin di sini ada tempat untukmu menginap juga Chenhu.”ucap sang pangeran pada kudanya.
Dia pun kemudian menuju ke penginapan Yuelai setelah mengikat Chenhu ke sebuah pohon yang ada di depan penginapan.
“Permisi aku mau menyewa sebuah kamar di sini. Tolong tunjukkan kamar yang tersedia di sini.”ucap Pangeran mahkota pada pekerja di penginapan.
“Di sini ada dua kamar tuan, gambar yang ada di lantai satu dan di lantai dua....bla-bla...”jelas bekerja penginapan menjelaskan dan memberitahukan tarif sewanya.
“Baiklah aku ambil satu kamar di lantai dua saja.”jawab Pangeran mahkota.
Pekerja penginapan kemudian memberikan sebuah kunci kamar untuknya.
“Oh ya tuan aku membawa kuda tadi. Apakah di sini ada tempat untuk menitipkan kuda ?”tanya sang pangeran mahkota.
“Ada tuan tapi biaya sewanya sama dengan tarif sewa kamar.”jawab petugas penginapan menjelaskan.
“Ya tak masalah.”jawabnya singkat.
Pangeran Shen Qiu lalu menunjukkan kudanya di luar dan pekerja penginapan lalu membawanya ke kandang kuda.
Pangeran Shen Qiu lalu kembali masuk dan naik ke lantai dua di antar oleh salah satu pekerja yang menunjukkan kamarnya.
__ADS_1
“huft...”Pangeran Shen Qiu duduk sejenak dan menghirup nafas dalam-dalam.
Dia pun mencoba duduk di kasur yang ternyata nyaman dan mencoba merebahkan diri di sana. Selang beberapa menit kemudian dia tertidur.
Di kamar lain di satu penginapan yang sama terlihat Tang Su yang duduk di kursi dengan setumpuk buku yang barusan dibelinya. Dia membaca dan memahami buku tentang obat.
“Oh... jadi secara garis besar seperti ini.”gumam Tang Su menarik kesimpulan setelah membaca beberapa buku.
Gadis itu kemudian teringat kembali pada kakek Jiu. Coba saja dia tidak terburu-buru pergi dari sana, pasti dia masih bisa belajar meracik obat.
“Apa aku harus mencari guru lagi agar aku menguasai ilmu meracik obat ? Tapi siapa dan dimana ?”celetuk Tang Su yang sama sekali tak punya gambaran.
“Mungkin itu lain waktu yang terpenting saat ini adalah aku harus fokus dulu pada tempat praktik ku.”gumamnya lagi.
Gadis itu merasa bosan setelah lama berada di kamar dan membaca banyak buku. Karena ia lihat belum terlalu malam, maka dia keluar dari penginapan dan berjalan-jalan sebentar ke kedai untuk makan malam.
“Di sini saja...”ucap Tang Su masuk ke sebuah gedung yang tak jauh dari penginapan berada.
Dia pun kemudian duduk setelah memesan makanan dan minuman untuknya.
Suasana di luar penginapan Yuelai sangatlah ramai. Meskipun malam hari jalanan utama itu tetaplah ramai dan banyak kesibukan yang di lakukan oleh harga sekitar di malam hari.
Pangeran Shen Qiu tiba-tiba terbangun setelah mendengar suara keramaian dari arah luar penginapan.
Ia membuka sedikit jendela dan menatap ke arah luar.
“Apa di sini daerah pusat kota ? Di sini masih ramai sekali hingga malam sekalipun.”ucapnya menatap aktivitas warga di luar penginapan.
Dia pun tertarik saat melihat seorang anak kecil menerbangkan layangan di jalan.
“tap... tap... tap...”Pangeran Shen Qiu kemudian menuruni tangga dan berjalan keluar penginapan.
Di luar penginapan dia melihat beberapa anak kecil bermain layang-layang dengan riang. Sang pangeran melihat hingga anak kecil itu selesai bermain layang-layang dari tetap berada di luar penginapan.
“Sudah saatnya aku kembali.”gumamnya lalu terbalik dan melewati sebuah tempat praktek pengobatan yang sudah tutup.
“Oh ada tempat praktek pengobatan di sini.”gumamnya berhenti sebentar dan jadi teringat pada gadis yang tadi ditabraknya saat berangkat menuju ke istana Wanzhou.
__ADS_1
“Oh ya bagaimana ya keadaan nona yang tadi ?”batin sang Pangeran tiba-tiba teringat pada Tang Su.
Dia pun lalu meneruskan berjalan masuk ke penginapan.
Tepat di saat sang pangeran menaiki anak tangga,Tang Su keluar dari kedai dan masuk ke penginapan.
Tanpa sengaja Pangeran Shen Qiu menoleh ke arah depan dan melihat sosok Tang Su.
“Itu kan seperti nona tadi...”gumamnya kemudian turun kembali untuk melihat namun di sana tak ada siapapun.
Tang Su masuk ke kamar dan segera merampakan dirinya di tempat tidur karena besok pagi dia harus membuka praktek pengobatan kembali.
Pagi hari Tang Su bangun pagi dan segera bersiap untuk praktek pengobatannya setelah sarapan pagi.
Gadis itu makan dengan cepat lalu menuju ke kamar sebelah dan membuka tempat praktek pengobatan miliknya.
“kraak....”saat dia membuka pintu ruang praktek, di luar ternyata sudah banyak pasien yang datang mengantri.
“Nona Habis sudah lama menunggumu.”ucap Beberapa pasien yang tak sabar menunggu tempat praktek pengobatan itu buka.
“Silahkan masuk tuan dan nyonya.”jawab Tang Su sambil tersenyum lebar dan mempersilahkan mereka semua masuk.
Di lain tempat Pangeran Shen Qiu ingin berjalan-jalan sebentar sebelum dia kembali ke istana beberapa jam lagi.
Lelaki itu keluar dari penginapan dan berjalan melewati tempat yang ramai.
“Bukankankah itu tempat praktek pengobatan yang semalam tutup ?”gumamnya saat melihat banyak orang yang berjubel di sana.
Karena penasaran, dia pun berjalan menuju ke sana untuk melihatnya sendiri.
Pangeran melihat dari kejauhan dan mendapati seorang gadis yang tak asing baginya.
“Bukankah itu nona yang kemarin ? Jadi dia yang membuka praktek di sini ?”gumam sang pangeran terkejut saat melihat Tang Su.
Lelaki itu ingin sekali lagi melihat wajah Tang Su namun sayang sekali wajahnya tertutup oleh cadar sehingga dia tak bisa melihat paras cantik yang sebelumnya dia lihat.
BERSAMBUNG...
__ADS_1