
Tang Su seketika mundur dan memasang kembali cadarnya yang terlepas.
“Celaka... mereka pasti sudah melihat wajahku. Apa yang harus kulakukan sekarang ?”batin Tang Su panik.
“Pu-putri ku Wu Shuang... apa itu benar dirimu ?”ucap Kaisar terkejut sekali melihat rupa sang tabib yang mirip sekali dengan putrinya yang sudah tiada.
“Putri Wu Shuang ? Apa dia hantu ?”ucap beberapa orang lain yang terlihat takut setelah melihat wajah di balik cadar tadi.
“Apa kau bener Putri Wu Shuang ? Atau hanya seseorang yang menyamar sebagai dirinya ? Atau kebetulan mirip dengannya ?”ucap permaisuri berjalan maju dan menghampiri Tang Su.
“Tidak... bukan...”jawab Tang Su dengan gugup.
Permaisuri Shen tiba-tiba teringat jika Putri Wu Shuang mempunyai tanda lahir saat dia lahir. Tanpa banyak bicara permaisuri menarik lengan baju Tang Su sebelah kiri.
“kraak.... !” permaisuri menarik dengan kencang sehingga membuatnya robek. Terlihat bahu Tang Su yang terbuka sedikit dan di sana ada tanda lahir berbentuk daun yang berwarna merah.
“Tanda lahir ini asli Yang Mulia !”ucap permaisuri dengan lantang dengan terkejut dan semua yang hadir di sana mendengarnya dengan jelas.
Tang Su yang baru tahu jika ada tanda lahir di lengan kirinya segera menutup lengannya dengan tangan kanannya.
“Jadi kau masih hidup ? Selama ini kau berpura-pura meninggal ? Lalu kamu merubah statusmu menjadi seorang tabib dan masuk kembali ke istana ini ? Apa tujuan mu ?Katakan !”ucap permaisuri memojokkan Tang Su.
“Tidak... aku tidak melakukannya. Ada yang berusaha membunuh ku.”jawab Tang Su.
Permaisuri memanfaatkan kesempatan yang ada dan membalik keadaan.
“Omong kosong macam apa itu ! Pasti kau mengarang cerita dan sengaja melakukan itu dengan tujuan untuk melakukan sesuatu yang buruk atau sejenisnya pada kerajaan ini !”ucap Permaisuri kembali menyurutkan Tang Su.
Beberapa orang yang hadir di sana menjadi terprovokasi oleh perkataan permaisuri.
“Penyusup.... kenapa putri harus menyusup di rumahnya sendiri ? Hal itu mustahil dilakukan jika tak ada tujuan lain.”ucap seseorang menimpali.
__ADS_1
“Benar... Putri Wu Shuang seorang penghianat ? Apa dia mata-mata ?”jawab seseorang menimpali dan membahas suasana semakin panas.
“Tangkap penghianat dan mata-mata itu. Dia pasti ingin menghancurkan negeri ini !”ucap seseorang yang lain menimpali.
Beberapa orang terlihat terbakar emosinya dan bergerak maju ke depan menghampiri Putri Wu Shuang.
“Tidak... aku tidak boleh tertangkap di sini.”batin Tang Su.
Kaisar Luoying yang sedari tadi diam akhirnya buka suara, tepat di saat Tang Su kabur dari istana.
“Kejar dia !”ucap seseorang yang melihat sang putri kabur dari sana.
“Gawat mereka mengejarku.”batin Tang Su berlari menuju keluar istana dan menoleh ke belakang melihat banyak orang yang mengikutinya.
Kaisar Luoying berdiri dari Singgasana dan terlihat murka melihat kericuhan yang terjadi di sana.
“Kalian semua berhenti mengejar dan kembali ke tempat kalian semua !”ucap kaisar dengan berteriak lantang yang menggema ke seisi ruangan.
“Selamat.... Kaisar menghentikan mereka semua.”gumam Tang Su lirik dan tak menoleh ke belakang namun terus berlari dan semakin mempercepat larinya.
Di luar istana Tang Su bingung karena tidak mempunyai kuda, sedangkan pangeran mahkota sudah pergi meninggalkannya.
Di saat kondisi genting tiba-tiba datang sebuah kereta kuda yang berhenti tepat di depannya.
“Putri Wu Shuang cepat naik !”ucap seorang wanita dari balik kereta sambil membuka tirai jendelanya.
“Bai Yu... ?”ucap Tang Su terkejut saat melihat sosok pelayan itu dalam kereta yang datang di saat yang tepat, di saat dia membutuhkan bantuan.
Tang Su kemudian segera melompat dan masuk ke dalam kereta sebelum ada yang mengejarnya.
“Terima kasih Bai Yu, seandainya kau tidak datang maka aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku.”ucap Tang Su menarik nafas dalam-dalam dan merasa lega.
__ADS_1
“clop... clop...”kereta kuda terus melaju mengantarkan Tang Su menuju ke rumahnya.
Tak beberapa lama kemudian kereta berhenti di depan rumah Tang Su dan dia segera turun dari kereta.
“Bai Yu... terima kasih. Hati-hati di jalan.”ucap Tang Su sambil melambaikan tangan pada pelayan ibunya itu.
“Putri aku akan mengirim kabar pada mu di istana nanti.”balas Bai Yu sambil menutup tirai jendela kereta kuda yang mulai meluncur meninggalkan rumah Tang Su.
Beberapa hari berlalu. Gerakan massa dari warga yang akan menangkap Putri Wu Shuang berhasil digagalkan dan dihentikan oleh kaisar. Tapi siapa yang bisa mengira keadaannya akan tetap aman ?
Di sebuah maison terlihat Permaisuri dan putri Shen sedang duduk memeriksa pekerjaan pelayan mereka.
“Ibu... bukankah ibu bilang Putri Wu Shuang sudah meninggal tapi kenapa dia masih hidup sampai sekarang ?”ucap Putri Shen keluar dari sebuah ruangan.
“Ha-ha... aku juga sama sekali tak menyangka gadis itu bisa selamat. Iya dia beruntung kali ini namun lain kali aku pastikan dia tak akan seberuntung ini. Tunggu saja aku pasti akan membuatnya menyesal berani masuk ke sini.”balas permaisuri Shen sambil tertawa lebar membahana.
Diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun, permaisuri Shen menemui seorang pembunuh bayaran yang terkenal dan memintanya untuk segera menghabisi nyawa Putri Wu Shuang.
“Baik permaisuri. Permaisuri tunggu kabar baik dari ku saja.”ucap seorang lelaki mengenakan pakaian ninja. Dia memberi hormat kemudian dengan cepat melompat ke atas pohon dan menghilang di sana.
Semetara itu di lain tempat di kerajaan Pingxuo. Kaisar Feng Lin setiap hari melihat Putri Meilin yang sedikit terganggu kesehatan mentalnya setelah dia bebas dari sel tahanan kerajaan Wanzhou.
Di sebuah taman tampak Putri Meilin sedang duduk di tengahnya seorang diri.
“Aku tidak ingin berada di sini selamanya. Aku ingin kembali ke tempat asal ku. Aku tidak ingin kembali ke tahanan ataupun ke rumah bordir ! Keluarkan aku dari sini !”teriak putri Meilin menatap awan seolah marah dan protes pada nasib sial yang terus dialaminya sejak masuk ke dunia ini.
“Putri ku... kau kasihan sekali. Ini pasti karena kau menjadi korban salah tangkap sebelumnya oleh pihak istana Wanzhao sampai kau setiap hari seperti itu. Aku tak terima. Tunggu saja, aku akan segera membalasnya untuk mu.”ucap Kaisar Feng Lin melihat dari kejauhan kemudian berbalik dan masuk ke istana.
Dalam istana, dia pun memanggil semua para jenderal dan para pejabat serta petinggi kerajaan untuk melakukan sebuah diskusi tentang penyerangan istana Wanzhou.
Terlihat mereka menentukan waktu tepatnya kapan mereka akan menyerang dan Berapa banyak pasukan yang mereka bawa.
__ADS_1
BERSAMBUNG....