
Tang Su tidak tahu sudah berapa lama dirinya berada di lapangan sepak bola. Hari semakin siang dan panas mulai naik.
“Semakin panas rasanya di sini. Kira-kira aku tidak mencari vitamin D di sini tapi membakar kulit.”gumam Tang Su mengeluh.
Ia yang saat ini ada di tengah lapangan dan rebahan di sana pun berdiri dan berpindah duduk di sebuah bangku yang ada di sepanjang lapangan.
“fyuh....disini sedikit teduh...”ucapnya sambil Mengapa seringnya jamur yang mengucur di keningnya.
Sementara itu di kelas Tang Su, pelajaran fisika berlangsung seperti biasa. Di tengah pelajaran setelah memberikan beberapa tugas, dosen keluar kelas untuk memeriksa Tang Su.
“Dimana dia... ?”gumam dosen fisika saat melihat di luar kelas kosong tak ada siapapun di sana.
“Mungkin mahasiswi tadi pergi ke tempat di mana banyak terdapat curah cahaya matahari yang melimpah.”batin sang dosen sambil tertawa kecil membayangkan Tang Su yang berjemur di bawah terik matahari.
Pak Chong Li segera masuk ke kelas dan kembali melanjutkan mata kuliah Fisika karena dia yakin Tang Su tak akan berani lari dari hukuman yang diberikan.
Di lain tempat Xiao Jinyu yang merasa bosan dengan pelajaran di kelas saat ini meminta izin pada dosen untuk meninggalkan kelas.
“Permisi pak... aku mau ke toilet sebentar.”ucap Xiao Jinyu Berjalan ke depan kelas dan menghampiri dosennya meminta izin.
Dosen mengangguk dan lelaki itu segera keluar dari kelas. Setelah agak jauh dari gelas dia melewati toilet namun dia tidak masuk ke sana dan terus berjalan.
“Bosan dan ngantuk sekali di kelas. Mungkin jika dua puluh menit saja pemain bola rasa bosanku akan hilang dan aku akan kembali lagi ke kelas.”gerutu selamat Xiao Jinyu yang berjalan menuju ke lapangan sepak bola.
“Sip... sepi sekali di sana.”ucap Xiao Jinyu melihat ke arah lapangan bola dari kejauhan yang tampak sepi tak ada siapapun di sana.
Xiao Jinyu masuk ke lapangan sepak bola dan berjalan menatap lurus ke depan.
“Astaga apa ini ?”pekik Xiao Jinyu saat berjalan dan merasa menginjak sesuatu yang empuk.
“Aaargh.... !!”Tang Su berteriak kencang saat ada kaki yang menginjak kakinya.
Seketia Xiao Jinyu mengangkat kakinya dan mundur. Dia terkejut sekali saat melihat Tang Su berbaring di sana.
Tang Su segera duduk lalu berdiri dan menatap Xiao Jinyu dengan kesal.
__ADS_1
“Kenapa kau lagi... ? Ada di mana matamu ? Kenapa kau menginjak ku ? Apa kau sengaja Ingin membuatku menderita ?”ucap Tang Su terus bicara tanpa henti dalam keadaan emosi.
Xiao Jinyu malah tertawa terpingkal-pingkal melihat Tang Su yang marah padanya.
“Bukan aku yang salah tapi kenapa kau berbaring di lapangan seperti di tempat tidur saja ?!”balas Xiao Jinyu masih tertawa karena tak bisa menahannya.
“Dasar kau ini tidak tahu apa ada orang sedang di hukum di sini dan menahan terik matahari ?!”balas Tang Su masih dengan kesal. Karena tak mau Xiao Jinyu kembali mengerjainya atau mengganggunya dia pun duduk di bangku yang jauh dari Xiao Jinyu berada.
Xiao Jinyu kembali tertawa setelah mencerna apa yang diucapkan oleh Tang Su barusan. Lelaki itu justru berjalan mendekat dan duduk di samping Tang Su.
“Jadi kenapa kau sampai dihukum untuk berjemur seperti tadi ?”ucap Xiao Jinyu penasaran.
Tang Su menatap orang yang duduk di sampingnya dengan kesal karena ia mengira Xiao Jinyu pasti bermaksud menertawakan dirinya atau mengatai dirinya seperti yang lainnya.
“Hmmh... bukan urusanmu !”balas Tang Su sewot dan melempar pandangan ke arah lain.
Melihat Tang Su yang benar-benar marah padanya Xiao Jinyu kembali tersenyum kecil lalu berdiri dan berlari ke tengah lapangan.
Di tengah lapangan Xiao Jinyu langsung beraksi dan mengerahkan seluruh atau tubuhnya yang terasa kaku. Dia mengambil bola dan bermain tunggal menggiring bola seorang diri menuju ke gawang.
Tang Su sesekali melihat ke arah lapangan saat Xiao Jinyu tidak menatapnya dan kembali mengalihkan pandangan saat lelaki itu menatapnya.
Tang Su menunggu sepuluh menit lagi dan akan kembali ke kelas, namun tiba-tiba Dia merasakan tengkuk lehernya kembali nyeri.
Makin lama rasa nyeri itu semakin parah hingga Mama dirinya kembali merasakan pusing yang hebat seperti sebelum keluar dari buku.
“Kenapa seperti ini lagi ?”batin Tang Su sambil memegang kepalanya yang terasa berat.
Pandangan Tang Su menjadi kabur dan dia pun ambruk di bangku yang dia duduki.
“bam... !”
Xiao Jinyu menoleh ke arah sumber suara yang jatuh dan dia terkejut sekali saat melihat Tang Su yang tergeletak di bangku.
“tap... tap... tap...”Xiao Jinyu segera melempar bola yang dia pegang dan berlari menuju ke tempat duduk Tang Su berada.
__ADS_1
“Hey chubby bangun... jangan tidur di sini !”ucap Xiao Jinyu yang menghilangkan di situ mengantuk dan tertidur di bangku.
Dia memanggil berulang kali namun Tang Su tidak meresponnya sama sekali. Ia pun mulai menepuk dan sesekali mencubit pipi Tang Su yang berisi, namun Gadis itu tak kunjung bangun juga.
“Chubby jangan bercanda dengan ku ! Kau tidak bangun juga apa kau benar-benar pingsan ?”ucap Xiao Jinyu masih mencubit pipi Tang Su hingga berwarna merah.
Xiao Jinyu diem sebentar dan berpikir bagaimana cara menyadarkan gadis itu dengan cepat.
Xiao Jinyu memencet hidung Tang Su namun gadis itu tetap tidak bangun juga.
“Bagaimana dengan ini ?”
Xiao Jinyu yang sedang berkeringat membuka lebar tangannya lalu membungkuk dan mengarahkan ketiaknya tepat di atas hidung Tang Su, namun gadis itu sama sekali tak bereaksi.
Xiao Jinyu kehabisan akal kali ini dia melepas sepatunya dan melepas kaos kakinya yang sudah lima hari ia pakai dan belum ganti. Ia pun menaruh kaos kaki itu di atas hidung Tang Su.
Dua menit kemudian Tang Su seketika bersin saat mencium bau apek. Ia pun melemparnya saat mengetahui kaos kaki kotor itu.
“huuek... huuekk...”Tang Su seketika merasa mual hebat setelah mencium bau kaos kaki Xiao Jinyu dan muntah di tempat.
Xiao Jinyu pun kembali tertawa lebar setelah melihat Tang Su sadar.
“Terima kasih sudah membantuku muntah !”balas Tang Su kesal.
Ia pun segera berdiri dan pergi dari lapangan sepak bola berjalan menuju ke kelas. Sementara Xiao Jinyu mencoba mengambil kaos kaki miliknya dan menciumnya.
“Euwh... bau sekali... !”ucapnya lalu segera menutupi dunia dan memakai kaos kakinya kembali.
Tang Su sampai di depan kelas dan dia masuk menghampiri dosennya.
“Ya kau boleh kembali duduk.”ucap dosen setelah melihat. Tang Su yang keringatan dan kulitnya sedikit terbakar.
“Hahaha.... dia seperti kepiting rebus.”ucap salah satu mahasiswa dan tertawa yang membuat seisi kelas ikut tertawa dan kelas kembali menjadi ramai.
__ADS_1
Tang Su merindukan kepalanya dan berjalan menuju ke tempat duduknya.
BERSAMBUNG....