
Jenderal Xuan turun dari kereta. Dia melihat bekas darah yang sudah mengering yang di tunjukkan oleh kasimnya.
“Siapa yang menyerang Putri Wu Shuang ? Lalu bagaimana kondisi sang putri saat ini ?”ucap jenderal itu melihat anak panah yang ada di kereta.
Melihat kondisi kereta yang sudah rusak parah Jenderal Xuan bisa menyimpulkan kondisi Sang putri saat ini pasti sudah tidak baik-baik saja.
“Semuanya cari putri berada. Aku yakin pasti tak jauh dari sini.”ucap Jenderal Xuan memberi perintah pada para kasimnya.
“Baik Jenderal Xuan.”balas kelima kasim tadi serempak.
Kelima kasim tadi langsung bergerak dengan cepat dan menyisir area lokasi. Para kasim itu berlari dan beberapa lainnya melompat ke udara.
Dalam hitungan menit mereka bisa menyisir seluruh area hutan.
“Ada bekas darah di sini juga.”ucap seorang Kasim yang menemukan jejak darah lainnya di pohon dan beberapa anak panah yang berserakan di tanah.
Kasim itu kemudian memeriksa bekas darah yang mengering itu.
“Ada yang terluka saat itu dan berada di sini. Tapi entah bagaimana sekarang ?”gumam sang kasim berharap orang yang terluka itu bukanlah putri Wu Shuang dan semoga dia selamat.
Kasim Yifeng berjalan dan menemukan sebuah jejak bekas tapak kaki beberapa orang di depan.
“Kenapa jejak di sini banyak sekali ? Apa mungkin sang Putri mendapatkan serangan dari beberapa orang ?”gumam kasim Yifeng tak hanya melihat satu jejak kaki namun ada sebelas sejak kaki di sana.
Kasim Yifeng terus berjalan hingga ke ujung dan berhenti di tepi jurang. Dia melihat ke sekitar dan menemukan sebuah pedang di sana.
“Ini kan pedang nya Putri Wu Shuang ?”pekik kasim Yifeng terkejut dan mengambil pedang tadi.
Kasim itu lalu melihat ke arah jurang dan mendapati jurang itu sangatlah dalam dan tak berdasar. Dia mencari jejak sang putri namun sejak itu menghilang di jurang.
“Mungkinkah sang putri jatuh ke jurang ?”pekik sang kasim. Dia pun mencari ulang untuk menemukan keberadaan Sang Putri namun sia-sia.
Kasim Yifeng kemudian segera kembali ke tempat jenderal Xuan berada.
“Jenderal aku menemukan pedang milik Putri Wu Shuang, tapi aku kehilangan jejaknya di tepi jurang.”ucap kasim Yifeng menunjukkan pedang yang ditemukannya pada jenderal Xuan.
__ADS_1
Jenderal Xuan menerima bedah itu dan melihatnya.
“Tunjukkan pada ku di mana kau temukan pedang sang putri ?”ucap Jenderal Xuan minta Kasim itu menunjukkan tempat di temukannya pedang tadi padanya.
“Baik Jenderal Xuan.”jawab kasim Yifeng. Dia pun kembali masuk ke tempat tadi menemukan pedang Putri Wu Shuang bersama ke empat kasim lainnya.
Jenderal Xuan dan kasim lainnya tiba di tepi jurang dan melihat jurang tak berdasar itu.
“Jika jatuh ke jurang tak berdasar ini kecil sekali kemungkinannya untuk hidup. Hanya keajaiban saja yang bisa menyelamatkan nya.”ucap jenderal Xuan setelah yakin jika sang putri benar-benar jatuh ke sana.
“Aku tidak tahu bagaimana harus menyampaikan berita ini pada yang mulia.”ucap Jenderal Xuan merasa bersedih dan iba pada nasib Putri Wu Shuang.
Setelah beberapa saat kemudian jenderal Xuan memutuskan untuk segera keluar dari area hutan dan kembali ke istana untuk menyampaikan kabar yang barusan mereka dapat.
“Ayo sebaiknya kita cepat kembali sebelum hari gelap.”ucap sang jenderal memberikan perintah.
Kelima kasim itu pun Kembali ke tempat mereka meninggalkan kuda milik mereka.
“clop... clop... clop...”keenam orang itu menunggang kuda mereka dan memacu kuda berlari dengan cepat keluar dari hutan.
“Salam yang mulia hamba sudah kembali.”ucap Jenderal Xuan menghadap dan memberi salam pada Kaisar Luoying.
“Jenderal Xuan katakan pada ku kabar apa yang kau bawa untukku ?”balas kaisar Luoying langsung menanyakan kabar yang akan disampaikan oleh Jenderal kepercayaannya.
Jenderal Xuan mengeluarkan sebilah pedang yang dia bawa dan menunjukkannya pada kaisar.
“Yang Mulia, aku menemukan pedang Putri Wu Shuang di tepi jurang. Namun jejak sang putri menghilang di sana.”ucap Jenderal Xuan menjelaskan.
“Jadi maksud mu Putri Wu Shuang jatuh ke jurang ? Tapi Bagaimana bisa itu terjadi padanya ? Dia menguasai ilmu bela diri dan juga ilmu pedang.”jawab kaisar Luoying seolah tak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh jenderal Xuan padanya.
“Yang mulia sepertinya ada beberapa orang yang mengejar Putri Wu Shuang dan mencelakai nya.”jelas jenderal Xuan yang membuat Kaisar merasa murka.
“Siapa yang berani mencelakai putriku ? Selidiki dan cari tahu siapa yang menyerang dan membuat Putri Wu Shuang menderita!”ucap kaisar Luoying dengan sorot mata tajam.
“Baik yang mulia.”jawab Jenderal Xuan menerima tugas dan meminta izin untuk undur diri dari sana.
__ADS_1
Di lain tempat Selir Wan Rou mendapatkan kabar dari pelayannya yang memberitahukan padanya Jika dia barusan melihat jenderal Xuan kembali dan sedang menghadap Kaisar.
“Benarkah itu yang kau katakan itu Bai Yu ?”jawab Selir Wan Rou tersenyum mendengar kabar tersebut.
“Benar selir Wan Rou.”jawab Bai Yu.
“Baiklah aku akan menghadap yang mulia sekarang dan menanyakannya langsung pada beliau.”jawab Selir Wan Rou.
Selir Wan Rou segera merapikan rambutnya dan menatanya dengan rapi. Ia kemudian keluar dari kamar dan menuju ke istana untuk menghadap yang mulia.
“Yang Mulia... bagaimana apakah sudah ada kabar tentang Putri Wu Shuang ?”tanya selir Wan Rou pada sang kaisar.
Kaisar Luoying terlihat bingung Bagaimana caranya menyampaikan kabar duka itu pada istrinya.
“Sayang duduklah sebentar di sini.”ucap kaisar Luoying mengajak selir Wan Rou untuk duduk di sampingnya.
Selir Wan Rou pun segera duduk di samping kaisar meskipun dia merasa Kaisar terkesan mengulur menyamakan informasi yang didapatnya padanya.
“Yang Mulia dimana Putri Wu Shuang sekarang ? Kenapa aku tidak melihatnya ada di sini ?”ucap Selir Wan Rou lagi bertanya karena tak sabar menunggu.
Kaisar Luoying diam sebentar dan mencoba merangkai kata untuk menjelaskan kondisi putrinya pada selir.
Selir Wan Rou secara tak sengaja melihat pedang yang ada di meja di samping Kaisar duduk.
“Yang mulia bukankah ini pedang milik Putri Wu Shuang ?”ucap selir Wan Rou mengambil pedang itu dan menunjukkannya pada kaisar.
Setelah satu menit kemudian akhirnya Kaisar Luoying angkat bicara.
“Sayang kuatkan hatimu. Putri Wu Shuang jatuh ke jurang tak berdasar. Dan hanya pedang itu yang berhasil ditemukan oleh jenderal Xuan.”ucap kaisar menjelaskan.
“clang...”suara pedang terjatuh ke lantai.
“Yang mulia tolong katakan Putri Wu Shuang masih hidup kan ?”ucap selir Wan Rou tak percaya dan syok mendengar kabar yang diceritakan oleh kaisar padanya.
“Putriku Wu Shuang... kenapa kau pergi meninggalkan ibu ?”ucap selir Wan Rou histeris dan tak bisa menerima kenyataan. Ia pun merasa sangat syok dan jatuh pingsan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....