Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 53 Membuka Praktik


__ADS_3

Keesokan paginya Tang Su bangun di pagi hari. Ia duduk di kamar penginapan setelah selesai mandi.


“Ya benar aku akan membuka praktek saja di sini. dan itu artinya aku membutuhkan satu kamar lagi untuk tempat praktek.”gumam Tang Su setelah yakin mengambil keputusan.


“tok... tok... tok...” tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.


Tang Su segera berdiri dan membuka pintunya.


Seorang pelayan wanita mengantar sarapan pagi ke kamarnya.


“Silakan nona nikmati menu sarapan pagi dari penginapan kami dan biayanya cukup murah, cukup dengan 1 tael perak.”ucap pelayan itu menara menu sarapan pagi ke meja.


Tang Su sebenarnya tidak memesan menu sarapan pagi, namun perutnya memang sedikit lapar, jadi dia menikmati saja servis itu.


“Terima kasih. Ini silahkan di ambil berikut tipsnya.”jawab Tang Su menyerahkan koin pembayaran.


Pelayan tadi menerimanya dengan senang hati sambil tersenyum lalu segera keluar dari kamar.


“Tunggu ada yang ingin ku tanyakan padamu !”ucap Tang Su memanggil pelayan tadi.


“Ya nona apa ada yang bisa ku bantu ?”jawab perayaan wanita berhenti dan berbalik menghadap Tang Su.


“Sebenarnya aku ingin membuka praktek pengobatan di sini. Apa boleh aku membukanya di tempat ini ? Jika boleh aku ingin menyewa satu kamar lagi di sebelah kamar ini.”ucap Tang Su menyampaikan maksud dan keinginannya.


“Nona untuk hari itu aku tidak bisa memberikan keputusan langsung dan aku akan membantumu. Tolong tunggu sebentar aku akan menyampaikan dan menanyakan pada tuan terlebih dulu.”balas pelayan wanita itu.


“Baik aku tunggu informasi darimu segera.”balas Tang Su tersenyum kecil.


Pelayan tadi segera keluar dari kamar untuk mencari tuannya, sedangkan kembali duduk dan makan makanan yang barusan disajikan di meja.


“Kenapa saat aku berada dalam tubuh Putri Wu Shuang ini aku tak bisa makan sebanyak yang ku mau meski aku masih menginginkannya ?”gumam Tang Su sudah merasa kenyang padahal baru separuh dia makan dan masih sisa banyak.


Tang Su menaruh kembali mangkok ke meja.


“Seandainya saja nafsu makan ku di dunia nyata seperti ini pasti berat badanku akan cepat turun.”batin Tang Su teringat pola makan yang di dunia nyata.

__ADS_1


Selesai makan dia membuka jendela agar angin dari luar masuk ke dalam kamar dan bersirkulasi.


Tang Su Mengambil buku catatan tentang pengobatan dan kembali membukanya. Ia mulai membacanya lagi.


Dua jam kemudian pelayan wanita itu kembali ke kamar Tang Su.


“tok... tok... tok...” terdengar suara ketukan pintu.


Tang Su berdiri dan membukakan pintu. Terlihat pelayan wanita tadi kembali.


“Nona aku sudah memberitahukannya pada tuan. Beliau bila memperbolehkan anda untuk membuka praktek pengobatan di sini dan boleh menyewa satu kamar lagi namun dengan harga yang berbeda.”ucap pelayan wanita tadi menjelaskan apa yang diucapkan oleh majikannya.


Tang Su terkejut dan diam sejenak mendengar penjelasan pelayan tadi.


“Kenapa harganya di buat berbeda padahal kan sama di lantai satu ?”batin Tang Su merasa aneh dan pemilik penginapan ini sengaja mengkomersilkan dan menaikkan tarif sewa.


“Ehem... jika boleh tahu berapa biaya sewanya ?”jawab Tang Su masih berdiri di depan pintu menatap pelayan tadi.


“Tiga puluh tael perak saja, nona.”jawab pelayan wanita.


Tang Su tersentak kaget karena biasanya dinaikkan menjadi tiga kali lipat dari awalnya.


“Itu harga terendah yang ditawarkan oleh tuan kami, nona. Karena biasa wa untuk menginap dan untuk usaha memang berbeda.”jawab pelayan wanita tadi menambahkan.


Tang Su diam sejenak dan berpikir ulang, menimbangnya terlebih dulu sebelum mengambil keputusan.


“Aku tidak tahu bagaimana nanti praktik pengobatan ini ramai atau tidak. Meskipun sedikit yang kudapat itu bisa cukup untuk membayar biaya sewanya.”batin Tang Su.


“Bagaimana nona, apakah anda jadi menyewa satu kamar tambahan lagi ?”tanya pelayan tadi karena Tang Su lama terdiam dan belum meresponnya.


“Oh... ya baiklah aku bersedia membayar dengan tarif segitu dengan syarat tuan dari pemilik penginapan ini bersedia membuatkan papan nama untuk praktik pengobatan untukku.”jawab Tang Su yang tak mau rugi.


“Baik nona sebaiknya Nona ikut denganku dan aku akan mengantar nona bertemu dengan tuan lalu menyampaikannya secara langsung.”ucap pelayan wanita tadi.


Tang Su kemudian keluar dari kamar dan mengikuti pelayan wanita tadi bertemu dengan Tuan pemilik penginapan.

__ADS_1


“Permisi tuan Ong, nona ini jadi menyewa satu kamar extra lagi dan ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada tuan.”ucap pelayan wanita tadi mempertemukan Tang Su dan majikannya.


Tang Su kemudian berbicara dengan tuan Ong. Dia menyampaikan semua keinginannya pada lelaki itu dan tak disangka permintaannya disetujui.


“Ini tuan biaya sewa untuk satu kamar lagi. Tolong segera dipersiapkan.”ucap Tang Su setelah tercapai kesepakatan dan segera membayar tarif sewanya selama untuk satu bulan ke depan.


“Baik nona aku akan segera mempersiapkannya.”jawab tuan Ong menerima pembayaran dari Tang Su.


Lelaki itu kemudian mencari beberapa pekerja lelaki dan memberi mereka tugas untuk membuatkan papan nama.


Siang hari Tuan Ong menemui sendiri Tang Su untuk memberitahukan jika papan yang dia pesan sudah jadi.


Tang Su bersama Tuan Ong ada di kamar sebelah yang dia sewa dan menunjukkan pekerjanya yang baru selesai memasang papan itu.


“Oh... bagus sekali benar-benar sesuai dengan permintaanku. Terima kasih tuan Ong.”jawab Tang Su terlihat puas setelah melihat papan nama yang terpasang di depan kamar yang disewanya.


Tuan Ong jika terlihat senang saat melihat Tang Su puas dengan hasil pekerjaannya.


“Jika ada sesuatu yang nona butuhkan lagi bisa menghubungi aku atau pelayan ku.”ucap tuan Ong yang berdiri di samping Tang Su.


Beberapa saat kemudian setelah tuan Ong pergi dari sana, Tang Su membawa jarum perak ke sana.


“Kursi untuk pengunjung juga sudah disiapkan oleh tuan Ong meskipun aku tidak memintanya. Jadi aku hanya perlu menyiapkan beberapa hal kecil.”gumam Tang Su tersenyum dan merasa tidak sia-sia membayar mahal biaya tarik sewa segitu.


Tiga jam berikutnya Tang Su resmi membuka tempat prakteknya meskipun dia belum cukup mahir seperti kakek Jiu.


Dari luar penginapan terlihat papan nama besar bertuliskan praktik pengobatan Tang Su.


Beberapa orang yang lewat di jalanan tanpa melihat papan besar di penginapan itu.


“Sejak kapan ada praktek pengobatan di sini ?”ucap seorang lelaki pada temannya.


“Iya aku juga baru melihatnya. sepertinya memang baru dan baru dibuka hari ini.”jawab lawan bicaranya.


Beberapa orang yang menginap di penginapan itu juga baru mengetahui jika telah dibuka praktek pengobatan baru di sana.

__ADS_1


Mereka yang berada dekat dari tempat praktek datang untuk melihatnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2