
Jenderal Hei Ho yang merupakan perwakilan sekaligus pemimpin pengawal istana Pingxuo memasuki istana Wanzhou untuk menemui Kaisar Luoying.
Lelaki itu mencari keberadaan sang kaisar di istana namun dia tak menemukan kaisar Luoying.
“Kenapa Kaisar di istana ini tak ada di tempat ?”gumam Jenderal Hei Ho menatap ke sekitar dan mendapati kursi singgasana yang kosong dan hanya ada seorang lelaki yang berada di istana itu sedang duduk di kursi lain.
“Maaf tuan dari mana dan apa tujuan anda kemari ?”ucap Jenderal Xuan bertanya pada tamu yang masuk ke istana tanpa ada janji sebelumnya.
“Aku Jenderal Hei Ho dari istana Pingxuo dan ingin menemui Kaisar.”balas Jenderal Hei Ho.
“Istana Pingxuo ?”pekik Jenderal Xuan terkejut dan menarik benang merah apa mungkin ada hubungannya dengan tawanan yang ditangkap.
“Dimana Kaisar ? Aku ingin bicara dengannya.”ucap Jenderal Hei Ho bersi keras Ingin bertemu dengannya.
“Maaf anda tak bisa menemui Kaisar saat ini karena beliau masih ada urusan di luar kota.”balas Jenderal Xuan menjelaskan.
“Apa... ? Kaisar di negeri ini tak ada di tempat ? Lalu bagaimana aku ingin menyampaikan dan menyelesaikan masalahku ?”balas Jenderal Hei Ho mulai terlihat raut wajahnya tidak menyenangkan.
“Katakan saja padaku apa keluhan dan masalah dari tuan ? Kaisar sebelumnya berpesan padaku untuk mengambil alih sementara kekuasaan beberapa urusan selama beliau ada di tempat.”jawab Jenderal Xuan.
Jenderal Hei Ho Kemudian menceritakan semua permasalahannya pada jenderal kepercayaan Kaisar Luoying.
“Apa yang dia maksud tawanan yang pengawal tangkap adalah seorang putri ? Celaka...!”batin Jenderal Xuan dan berharap tak terjadi apapun.
“Jenderal bebaskan dan kembalikan putri kami sekarang juga.”ucap Jenderal Hei Ho tanpa basa-basi lagi.
Jenderal Xuan terlihat sedikit gugup dan mencoba menenangkannya terlebih dulu. Dia pun segera meminta utusannya untuk masuk ke sel membebaskan dan membawa tawanan yang ada di sel khusus.
“tap... tap... tap...” beberapa saat kemudian utusan dari datang dengan membawa Putri Meilin ke hadapan sang jenderal.
“Jenderal Hei Ho... !”teriak Putri Meilin dengan tangan terikat rantai saat melihat jenderal dari istana Pingxuo.
“Putri Meilin... salam hormat.. tuan putri...”ucap Jenderal Hei Ho memberikan salam penghormatan pada sang putri.
__ADS_1
Jenderal itu merasa marah melihat kondisi sang putri yang terikat seperti tawanan.
“Putri anda tak apa ?”ucap Sang Jenderal lagi menghampiri Putri Meilin.
“Seperti yang kau lihat, Jenderal. Tolong bebaskan aku dan bawa pulang.”jawab sang putri merasa beruntung jenderal dari istananya datang.
“Jadi tawanan ini benar putri dari kerajaan Pingxuo ?”ucap Jenderal Xuan terlihat pucat seketika. Lelaki itu harus memikirkan apa yang harus ia ucapkan dan menanggung konsekuensi atas insiden salah tangkap ini.
“Tentu saja benar. Kalian benar-benar menghina kerajaan kami.”jawab Jenderal Hei Ho masih mencoba menahan amarahnya.
“Pengawal lepaskan Putri Meilin.”ucap Jenderal Xuan.
Utusan dari sang jenderal pun segera membuka ikatan rantai di tangan sang putri dan melepaskannya.
“Maaf... tuan... atas kesalahan yang kami lakukan. Tolong sampaikan maaf kami pada Kaisar Feng Lin.”ucap Jenderal Xuan meminta maaf dengan tulus atas kesalahan para utusannya.
Jenderal Hei Ho memeriksa kondisi sang putri dan melihat beberapa luka lecet di tangannya dan menjadi murka kembali.
“Jenderal Hei Ho kami minta maaf sekali lagi atas kesalahpahaman ini dan kami mohon jangan sampai ada pertikaian diantara kita.”balas Jenderal Xuan sekali lagi meminta maaf agar tak terjadi pertikaian.
Namun Jenderal Hei Ho tak menjawab permintaan maaf itu dan segera keluar dari istana Wanzhou bersama Putri Meilin.
Jenderal Xuan hanya diam terpaku menatap kepergian Putri Meilin dan Jenderal Hei Ho.
Di luar istana Jenderal Hei Ho segera mengantarkan Putri Meilin masuk ke kereta kuda yang sudah disiapkannya.
“Pengawal bawa tuan putri sekarang kembali ke istana secepat mungkin !”ucapnya memberi perintah.
“Baik Jenderal Hei Ho.”balas pengawal tadi kemudian segera meminta kusir menjalankan kereta kuda.
“clop... clop... clop...”kereta kuda meluncur kembali pulang. sementara Putri Meilin melihat sebentar ke arah luar jendela dan mendapati banyak pasukan dari istananya masih berjajar di luar istana Wanzhou.
Beberapa saat kemudian setelah kereta itu menghilang dari pandangan sang jenderal, lelaki itu merapat ke pasukan yang masih menunggu perintah dari.
__ADS_1
“Pasukan ku sekarang bergerak ! Aku perintahkan pada kalian semua untuk menyerang istana ini !”ucap Jenderal Hei Ho memberi perintah dengan tegas.
“Siap jenderal, laksanakan !”jawab semua pasukan serempak dengan mengangkat dan memukulkan senjata yang mereka bawa ke tanah sebagai tanda kesiapan mereka.
Pengawal istana Wanzhou yang berada di luar istana melihat dan mendengar apa yang diucapkan oleh Jenderal Hei Ho segera berlari masuk kembali ke istana dan menyampaikan berita itu pada jenderal mereka.
“Apa... ? Bukankah sebelumnya aku sudah meminta maaf kepada mereka ? tapi kenapa mereka malah menyerang kita duluan ?”ucap Jenderal Xuan benar-benar terkejut dengan serangan mendadak itu.
“Kami menunggu perintah selanjutnya dari jenderal.”jawab pengawal itu menanti keputusan.
Jenderal Xuan berpikir cepat menanggapi laporan dari pengawalnya. Dia ingin menyampaikan hal itu pada yang mulia, namun beliau sedang tidak sehat dan takut akan membuatnya berpikir dan memperburuk kondisi kesehatannya.
“Baiklah segera persiapkan 300 pasukan saja untuk bertahan.”jawab Jenderal Xuan memberi perintah.
Dengan cepat pengawal tadi segera keluar dari istana dan memberitahu pasukan perang untuk segera siaga dalam kurun waktu lima menit dan berkumpul di depan istana.
Jenderal Xuan pun segera bersiap dan menuju ke depan istana dengan cepat.
Di luar istana, Jenderal Xuan terlihat terkejut dengan pasukan perang yang dipersiapkan oleh Jenderal Ho.
“Maju.... serang sekarang !”teriak Jenderal Hei Ho memberi perintah sekaligus membakar semangat pasukan perangnya.
Pasukan dari istana Pingxuo mulai bergerak dan melakukan serangan pada pasukan istana Wanzhou yang baru keluar dan belum ada persiapan.
“Trang... trang...trang...”pasukan perang dari istana Pingxuo segera Mengayunkan pedangnya menebas dan menyerang para pasukan istana Wanzhou.
“Tetap tenang dan yakin kalian semua akan bisa menyerang dan mengalahkan mereka !”teriak Jenderal Xuan menyemangati dan membakar semangat pasukan perangnya.
Perang pun pecah dan mulai terjadi baku hantam di antara keduanya. Sementara di dalam istana, para penghuni istana lainnya terlihat tegang dengan adanya pertempuran yang mendadak.
BERSAMBUNG....
Jangan lupa tinggalkan jejak, komen, vote sebagai dukungan pada penulis.
__ADS_1