Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 70 Sembuh


__ADS_3

Tang Su membalas pelukan ibunya dan kembali bercakap-cakap dengannya.


“Kau ke mana saja selama ini ? Kau tahu semua orang sudah menganggap mu mati, bahkan pacar kematian mu sudah digelar beberapa pekan yang lalu.”ucap Selir Wan Rou kemudian melepas pelukan dan menghapus air matanya.


“Ibu... ceritanya panjang aku tak bisa menceritakan semuanya. Aku akan memberitahu intinya saja. Di saat aku menjalankan misi ada sekelompok pasukan bayangan yang mencoba untuk melukai dan membunuhku. Ada seseorang yang menyelamatkan diriku. Dan aku tidak ingin kembali ke istana dulu sampai semuanya jelas.”jawab Tang Su panjang lebar menceritakan kejadian itu sambil memegang tangan ibunya.


“Pasukan bayangan... ? Tidak mungkin kaisar memberi perintah pasukan bayangan untuk membunuh mu.”balas Selir Wan Rou tak percaya mendengarkan apa yang barusan di ceritakan oleh putrinya karena selama ini Kaisar sangat menyayangi Putri Wu Shuang.


“Maka dari itu ibu, aku ingin menyelidikinya siapa sebenarnya dalam dibalik semua ini.”balas Tang Su menjelaskan kembali jika dia tidak mencurigai kaisar.


“Ibu terlihat pucat kenapa bisa sampai seperti ini ?”ucap Tang Su melihat kondisi Selir Wan Rou yang memprihatinkan.


Wanita itu hanya diam saja dan tak menjawabnya.


“Ibu sekarang berbaringlah dan aku akan memeriksa ibu.”ucap Tang Su yang teringat pada tujuan awalnya datang ke sana dan melihat waktu yang terus berjalan.


Selir Wan Rou mengikuti perintah Tang Su dan segera berbaring kembali di tempat tidur.


Tang Su memeriksa denyut nadi ibunya dan ternyata sedikit lemah. Ia pun segera mengeluarkan jarum peraknya dan menusuk di beberapa bagian tubuh sang selir yang terlihat sakit.


“clep...!” setelah tiga menit Tang Su mencabut semua jarum perak dari tubuh Selir Wan Rou.


“Ibu apa yang ibu rasakan sekarang ?”tanya Tang Su duduk di samping sang selir.


“Ohh... ibu merasa lebih baikan dari sebelumnya. Dan yang lebih terpenting lagi ibu senang melihatmu masih hidup. Ibu tidak sakit, mungkin hanya dengan melihatmu perlahan-lahan sakit ini akan sembuh dengan sendirinya.”jawab Selir Wan Rou duduk sambil memandangi Tang Su.


Tang Su memberikan dan pil yang dia bawa dan meminumkan pada ibunya. Setelah itu dia menulis sebuah resep obat.


“Ibu ini resep untuk ibu. Minum obat yang rutin dan jangan terlalu banyak pikiran. Semoga ibu cepat sembuh.”ucap Tang Su menyerahkan rasa ramuan yang dia tulis.


Dari luar ruangan, Kaisar merasa tabib Tang sudah lama berada di kamar Selir Wan Rou. Ia khawatir jika terjadi sesuatu pada istrinya.

__ADS_1


“Tap... tap... tap...”Tang Su menoleh ke arah pintu saat mendengar dalam langkah kaki dari luar kamar.


Ia pun segera mengenakan cadarnya kembali sebelum ada orang lain yang melihatnya.


“Maaf ibu aku tak bisa berlama-lama di sini. Aku mohon Ibu tidak menceritakan pertemuan kita.”ucap Tang Su pada ibunya sambil berdiri.


“Tapi putriku kapan kau akan kembali ke sini ?”balas Selir Wan Rou sambil duduk.


“Nanti di saat waktunya tempat aku akan kembali.”balas Tang Su singkat sambil menatap ke arah pintu karena cuma ada yang masuk.


“kriek...” pintu terbuka dan Kaisar masuk.


“Selir Wan Rou apa kau baik-baik saja ?”tanya Kaisar Luoying dengan cemas menghampiri sang selir.


Selir Wan Rou berdiri dan menarik lengan Kaisar Luoying sambil tersenyum kecil.


“Kaisar aku merasa baikan setelah diperiksa oleh tabib Tang ini.”ucap Selir Wan Rou menjelaskan pada suaminya.


Kaisar Luoying menatap paras istrinya yang terlihat sudah tidak pucat lagi dan terlihat segera berseri-seri seperti sebelumnya.


“Yang Mulia... anda harus memberikan hadiah sesuai yang mulia sebutkan pada tabib Tang ini.”ucap Selir Wan Rou tersenyum menatap Tang Su lalu beralih menatap Kaisar kembali.


“Ya sayang... sepertinya tabib Tang memang berhasil menyembuhkan mu”jawab Kaisar Luoying tersenyum lebar menatap istrinya yang memang terlihat membaik kondisinya.


“Tabib Tang sesuai dengan janjiku maka kau pantas mendapatkan hadiah dari ku.”ucap Kaisar Luoying berjalan mendekat pada Tang Su.


“Terima kasih banyak yang mulia. Tapi aku sekali tidak mengharapkan imbalan ataupun hadiah apapun dari yang mulia.”balas Tang Su menolak secara halus hadiah yang akan diberikan oleh kaisar padanya.


“Tidak tabib Tang, aku sudah berjanji dan itu adalah hak mu.”ucap kaisar Luoying lagi yang tak ingin menarik ucapannya dan Tang Su pun tak bisa menolak lagi dan hanya mengangguk menerimanya.


Tang Su segera keluar dari kamar Selir Wan Rou di ikuti oleh kaisar yang menyusulnya keluar.

__ADS_1


Di sana Kaisar menjelaskan pada para peserta sayembara jika pemenangnya sudah ditentukan dan mengakhiri sayembara kali ini.


“Sayang sekali Padahal aku belum mencoba kemampuanku untuk mengobati Selir Wan Rou namun saya marah Ini sudah berakhir saja.”gumam salah satu tabib peserta sayembara yang tampak kecewa namun tak bisa berbuat apa-apa.


“tap... tap...”Tang Su keluar dari istana Wanzhou setelah berpamitan pada Kaisar Luoying. Ia kembali ke penginapan Yuelai.


“Sepertinya aku aku harus membeli kuda jika bepergian jauh agar tidak capek seperti ini.”gumam Tang Su di tengah jalan saat merasakan kakinya pegal namun dia belum sampai ke tempat tujuan.


Di lain tempat tepatnya di istana Changle ternyata saat ini di sana juga sedang diadakan sayembara dengan para peserta tabib untuk menyadarkan kembali sang pangeran mahkota.


Dari pagi hari banyak tabib yang datang ke istana itu untuk mengikuti sayembara yang diadakan oleh kaisar Chun Jun.


Istana itu tampak ramai dengan peserta ratusan tabib yang duduk hingga ke altar istana dan menunggu giliran mereka.


“Tabib Chong silakan maju.”ucap salah seorang petugas yang mengurusi saya barang kali ini.


Tabib Chong segera maju ke depan dan dia pun masuk ke kamar Pangeran mahkota setelah mendapatkan izin dari Kaisar Chun Jun.


Di dalam kamar tabib itu segera memeriksa kondisi pangeran.


“Aneh sekali semuanya baik-baik saja bahkan suhu tubuhnya pun normal tapi kenapa Pangeran mahkota masih tak sadarkan diri juga ?”gumam tabib Chong setelah memeriksa kondisi Pangeran mahkota.


Dia pun melakukan berbagai cara namun tetap gagal menyadarkan sang pangeran.


“Tabib Yong silakan maju dan masuk ke kamar Pangeran Shen Qiu.


Seorang lelaki segera berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti seorang pelayan yang menunjukkan kamar pangeran mahkota.


“huft...”tabib Yong angkat tangan setelah beberapa kali mencoba untuk menyembuhkan Pangeran mahkota. Ia pun keluar dari kamar dengan langkah kaki yang gontai.


Kaisar Chun Jun terlihat kecewa saat melihat tapi yang barusan masuk keluar dengan cepat dan dia pun bisa mendapat jika tapi itu gagal.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2