Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 52 Mencari Penginapan


__ADS_3

Tang Su menikmati teh oolong pesanannya. Dia meminumnya bahan-bahan sambil mencari informasi lagi.


Gadis itu kembali memasang telinga dan mendengarkan percakapan para pengunjung kedai.


“Teh oolong di zaman ini benar-benar segar sekali dan terasa berbeda dengan teh oloong di zamanku.”gumam Tang Su menatap cangkir bermotif burung yang dia pegang.


Beberapa pengunjung yang duduk di belakangnya kembali berbicara.


“Saat acara peringatan kematian Putri Wu Shuang terlihat selir Wan Rou sangat terpukul dan sedih sekali.”ucap seorang lelaki.


“Ya pasti ibunya sangat terpukul sekali dengan kematian putrinya di usia yang masih sangat muda.” jawab lelaki yang merupakan lawan bicaranya.


Tang Su bisa mendengar hal itu dengan jelas.


“Apa yang mereka bilang ? Jadi ibu dari pemilik tubuh ini sangat bersedih ?”batin Tang Su merasa senang mendapatkan informasi lagi.


Mendengar hal itu ingin sekali gadis itu pergi ke istana secepatnya untuk menemui dan menghibur ibunya, namun dia sama sekali belum ada persiapan untuk masuk ke istana di tengah duka seperti ini.


Pengunjung kedai lainnya ikut bicara.


“Tapi ada desas-desus yang beredar jika Selir Wan Rou kadang bertindak seperti kehilangan akal jika teringat sang putri.”ucap pengunjung ganda yang duduk di meja lain di depan Tang Su.


“Mungkin hal itu terjadi karena selir Wan Rou belum bisa menerima kepergian putrinya.”balas lawan bicara lelaki tadi.


Tang Su kembali mendengar apa yang mereka obrolkan, masih seputar istana kerajaan.


“Ibu ku bukannya tidak waras tapi kaulah yang kehilangan akal mu bisa bicara begitu karena belum pernah mengalaminya.”batin Tang Su mengumpat dalam hati dan memandangi Orang yang membicarakan Selir Wan Rou barusan.


Dia pun kembali berpikir bagaimana caranya agar bisa kembali masuk ke istana untuk tinggal kembali bersama ibunya.


“Apa sebaiknya aku menunggu beberapa waktu sampai aku pantas kembali ke sana.”gumam Tang Su lagi.


cara menghabiskan secangkir teh nya dan tenggorokannya sudah tak merasa kering lagi, Tang Su keluar dari kedai dan kembali berjalan.


“Jadi aku harus mencari penginapan sementara yang bisa ku tinggal sebelum aku kembali ke istana.”batin Tang Su di tengah jalan.


Ia kemudian melihat ke sekitar menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri untuk mencari penginapan.

__ADS_1


“Aku hanya melihat pertokoan di sini.”gumam Tang Su yang tidak menemukan penginapan.


Ia terus berjalan hingga di ujung barulah dia menemukan sebuah penginapan.


“Penginapan Raksha...”ucap Tang Su membaca nama yang terpasang di depan penginapan yang dia lewati.


Ia berhenti kemudian masuk ke penginapan itu. Di dalam penginapan dia segera menghampiri penginapan.


“Tuan apakah masih ada kamar kosong di sini yang disewakan ?”tanya Tang Su bertanya pada seorang lelaki yang merupakan pemilik dari penginapan itu kita lihat mengenakan pakaian bagus daripada yang lainnya.


“Ya nona masih ada beberapa kamar yang kosong di sini. Kamar seperti apa yang nona cari ?”jawab lelaki tadi dengan cepat sambil tersenyum menatap Tang Su.


Lelaki itu kemudian menjelaskan beberapa kamar yang ada di lantai satu dan di lantai dua.


“Berapa harga sewa kamarnya ?” tanya Tang Su lagi pada pemilik penginapan.


“Sepuluh tael perak per hari untuk kamar di lantai satu dan dua puluh tael perak per hari untuk kamar di lantai dua.


Tang Su berpikir sejenak setelah mendengar penjelasan dari pemilik penginapan.


Tang Su menimbang-nimbang dan berpikir dengan cermat menyesuaikan dengan kantongnya saat ini.


“Uang yang aku punya saat ini hanya tinggal sekian dan aku harus bisa menggunakannya sebaik mungkin.”batin Tang Su mengingat kembali sisa uang yang dimilikinya.


“Baiklah tuan aku pesan satu kamar di lantai bawah saja.”balas Tang Su akhirnya memutuskan.


“Pelayan cepat ke sini !”panggil pemilik penginapan pada pelayanan yang ada di sana dengan bertepuk tangan.


“prok... prok...”seorang pelayan wanita segera datang setelah mendengar temukan dari tuannya.


“Ya tuan apa ada yang bisa aku kerjakan sekarang ?”ucap lain itu setelah tiba di depan tuannya.


“Tolong antar nona ini ke kamar kosong yang ada di lantai satu.”ucap lelaki pemilik penginapan memberikan tugas.


“Baik tuan !”jawab pelayan lalu segera menghampiri Tang Su.


“Silahkan nona ikuti aku. Aku akan mengantar ke kamarmu.”ucap pelayan wanita tadi berjalan dan menunjukkan kamar kosong pada Tang Su.

__ADS_1


Tang Su melihat ada tiga kamar kosong di lantai bawah. Ia kemudian memilih satu kamar yang terletak di paling akhir dari kamar lainnya di sisi timur.


“Aku mau kamar ini saja.”ucap Tang Su berhenti dan menunjuk sebuah kamar setelah melihat semua kamar.


“Baik nona.”jawab pelayan tadi. Ia kemudian mengambil kunci kamar yang ditunjuk oleh Tang Su dan memberikan padanya.


“Silahkan nona kunci kamarnya.”


“Terima kasih.”balas Tang Su singkat saat menerima kunci kamar.


“Jika nona butuh sesuatu atau lainnya bisa mencariku atau mencari pelayan lainnya ada untuk membantu nona.”ucap pelayan wanita menambahkan sebelum dia pergi meninggalkan dirinya.


Tang Su kemudian segera masuk ke kamar. Di dalam kamar dia duduk di tempat tidur dan menata isi kamar itu.


“Kamar ini cukup luas untuk aku tempati seorang diri.”ucap Tang Su tersenyum puas telah membandingkan dengan kamar di tempat kostnya di dunia nyata.


Tang Su kemudian berjalan menuju ke jendela. Di jendela yang tertutupi oleh tirai bambu dia membuka sedikit tidaknya dan melihat ke arah luar jendela.


“Pas sekali. Dari sini aku bisa melihat pengunjung lain masuk ke sini. Selain itu aku juga bisa melihat jalanan serta toko di sepanjang jalan dari sini.”gumam Tang Su yang berpikir kamarnya berada di lokasi yang strategis.


Ia menutup kembali tirai dari bambu jendela dan kembali duduk di atas tempat tidur.


Tang Su membuka kembali barang yang dia bawa dan segera menatanya.


“Nah sudah selesai.”ucap Tang Su sudah selesai menata semua barangnya.


Ia lalu duduk dan membuka kembali buku catatan yang dibuatnya saat masih di rumah kakek Jiu.


“Ilmu jika tidak dipraktekkan akan sia-sia saja. Jika hanya dihafal saja makalah makanan akan terkikis dan hilang dengan sendirinya.”batin Tang Su setelah membaca beberapa halaman.


Ia pun tiba-tiba terlintas sebuah ide gila dalam benaknya saat menaruh buku catatan yang dipegangnya ke meja.


“Apa sebaiknya aku mempraktikkan ilmu yang ku pelajari dari kakek Jiu untuk lebih memperdalamnya ?”celetuk gadis itu tiba-tiba sambil mengangguk.


Tang Su kemudian berpikir ulang memikirkan rencananya itu matang-matang.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2