Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 20 Misi Selesai


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Lin Fan kembali dengan membawa ramuan obat dalam sebuah guci putih kecil.


“Ini kakek ramuan yang kakek pesan.”ucap Lin Fan menyerahkan guci putih kecil bertuliskan huruf emas di tengahnya pada sang kakek.


Kakek Lin Jiu mengambil sebuah wadah lalu menuang isi ramuan dari guci botol putih yang di berikan Lin Fan padanya dan mencampurnya dengan sedikit air serta menambahkan beberapa jenis ramuan ke dalamnya.


“Coba buka lengan nona ini.”ucap Kakek Jiu sambil mengaduk ramuan yang dibuatnya.


“Baik kakek...”jawab Lin Fan segera menggulung lengan kanan baju Tang Su hingga lukanya terlihat.


Kakek Jiu segera mengambil ramuan obat yang sudah jadi dan segera mengoleskan pada luka di lengan Tang Su.


“Bawa kembali bejana ini.”ucap kakek Jiu menyerahkan bejana berwarna merah bata pada Lin Fan setelah selesai mengobati Tang Su.


Lin Fan membawa kembali bejana yang kosong itu ke belakang.


Anak kecil itu kemudian duduk di samping kakeknya yang masih berdiri di depan Tang Su.


“Kakek menurut kakek siapa nona yang kita selamatkan ini ?”tanya Lin Fan dengan polos menatap sosok gadis cantik dan rupawan di depannya yang seperti seorang dewi.


“Kakek juga tidak tahu siapa nona ini. Di lihat dari pakaian yang dia kenakan saat ini sepertinya dia berasal dari keluarga terpandang di kota. Nanti setelah nona ini sadar kita bisa bertanya padanya.”balas kakek menjelaskan pada cucunya.


Lin Fan hanya mengangguk saja mendengar jawaban kakeknya.


“Lin Fan sebaiknya kita pergi saja dan biarkan nona ini beristirahat. Lukanya tidak serius dan mungkin dia akan segera sadar.”ucap Kakek Jiu mengajak cucunya meninggalkan Tang Su.


Mereka berdua pun berjalan ke belakang rumah menuju ke istal. Lin Fan mengambil beberapa rumput segar yang tadi mereka cari dan menyusul kakek Jiu yang sudah menyiapkan air minum untuk kuda mereka.


“Ming... ayo makan lah rumput segar ini.”ucap Lin Fan pada kuda hitam kesayangannya sambil meletakkan rumput di wadah yang terbuat dari bambu.


Sementara kakek Jiu tampak duduk di samping seekor kuda dan mengajaknya bicara sambil menyikat bulunya dengan sikat basah.


Di lain tempat jauh di pusat kota. Terlihat pasukan bayangan yang tadinya menyerang Tang Su kembali ke istana Wanzhou di kota Liang.


Mereka menyusup di antara para warga dan merubah penampilan mereka menjadi seperti rakyat kelas biasa.


Para pasukan bayangan akhirnya tiba di depan istana Wanzhou. Mereka berhenti di depan pintu gerbang istana.


__ADS_1


Seperti biasa para pengawal penjaga istana memeriksa siapa saja yang akan masuk ke istana.


“Berhenti... !”ucap salah seorang pengawal saat para pasukan bayangan berusaha menerobos masuk.


Salah satu pasukan bayangan berhenti dan mengeluarkan token yang merupakan identitasnya dan menunjukkannya pada pengawal tadi.



Pengawal mengembalikan token pasukan bayangan setelah melihatnya.


“Silahkan masuk.”ucap pengawal memberi izin mereka masuk lalu membukakan jalan untuk mereka.


Kesepuluh pasukan bayangan kemudian masuk ke istana.


Di dalam istana mereka ternyata tidak menemui Kaisar Luoying, namun mereka menghadap Permaisuri Shen Shanyu.


“Salam permaisuri Shen Shanyu.”ucap para pasukan bayangan sambil membungkuk memberi hormat pada permaisuri mereka.


“berdirilah.”jawab sang permaisuri sambil mengayunkan tangannya naik ke atas.


Para pasukan bayangan berdiri dan menatap permaisuri mereka dengan hormat.


“Ada kabar apa ? Aku berharap mendengar kabar bagus setelah kalian kembali dari tugas kalian.”ucap permaisuri Shen Shanyu sambil membuka kipas yang dipegangnya.


Seketika raut muka Permaisuri Shen Shanyu terlihat lebih bersinar lagi dari sebelumnya.


“Apa itu artinya tugas yang kuberikan pada kalian berhasil ?”tanya permaisuri itu lagi untuk meyakinkan dirinya sendiri.


“Benar permaisuri. Kami sudah berhasil melenyapkan Putri Wu Shuang seperti perintah anda.”jawab pasukan bayangan masih dengan menunjukkan sikap hormat pada sang permaisuri.


“Baiklah kalau begitu tugas kalian selesai. Ambil upeti kalian pada perdana menteri Choi Min seperti yang telah ku janjikan sebelumnya.”balas Permaisuri Shen Shanyu tersenyum lebar karena merasa puas dengan kinerja para pasukan bayangan yang merupakan pasukan khusus yang hanya bergerak atas perintah Kaisar Luoying.


“Terima kasih Permaisuri Shen Shanyu. Semoga yang mulia selalu panjang umur.”balas para pasukan bayangan serempak.


Mereka pun kemudian meminta izin untuk meninggalkan istana.


“Tunggu... jangan sampai ada yang tahu jika aku yang mengutus kalian.”ucap Permaisuri Shen Shanyu kembali mengingatkan agar informasi tugas itu tidak bocor kemanapun.


“Baik permaisuri kami bisa menjaminnya.”jawab para pasukan bayangan serempak.

__ADS_1


Mereka kembali berjalan keluar istana setelah berhenti sebentar lalu menghilang di tengah keramaian.


Setelah para pasukan bayangan keluar dari istana, Permaisuri Shen Shanyu kembali duduk ke kursi singgasana dan tersenyum lebar.


Wanita itu duduk bersandar di kursi dan menaruh tangannya di bantalan kursi menatap ke dinding sisi kanan di mana di sana ada lukisan putrinya, Putri Shen Bailian.


“Shen Bailian ibu sudah menyingkirkan satu pesaing mu. Kau pasti akan berterima kasih padaku. Dan kau akan menjadi kandidat putri mahkota terkuat mendampingi pangeran mahkota.”gumam Permaisuri Shen Shanyu kembali tersenyum dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya yang tersusun rapi dan beraturan.


Permaisuri Shen Shanyu kemudian keluar dari istana dan kembali masuk ke ruangannya.


Di luar kamar sang permaisuri, ada putrinya yang sedang berdiri di depan kolam lottus bersama anak lelaki kecil sedang memberi makan ikan koi.


“Salam Permaisuri...”ucap anak lelaki tadi menyapa sang permaisuri saat mengetahui wanita itu melintasi dirinya.


“Ya pangeran Moko.”jawab sang permaisuri kemudian berhenti sejenak dan menyapanya.


“Bagaimana kabar selir Nuan ?”tanya yang permaisuri menanyakan kondisi kesehatan selir kedua yang beberapa hari ini dikabarkan sakit.


“Ibu sudah sehat permaisuri dan sudah bisa berjalan kembali sekarang setelah luka di kakinya sembuh.”jawab Pangeran Moko menjelaskan.


“Syukurlah jika permaisuri Nuan sudah sehat. Padahal aku mau ke sana untuk melihatnya.”balas permaisuri Shen Shanyu sambil tersenyum kecil.


“Terima kasih atas perhatian anda pada ibuku permaisuri Shen Shanyu.”balas Pangeran kecil berusia tujuh tahun itu dengan sopan.


Permaisuri Shen kemudian kembali berjalan dan masuk ke kamarnya.


Shen Bailian yang melihat ibunya masuk ke kamar menatap ke arah pangeran Moko.


“Pangeran maaf aku tinggal sebentar. Pangeran tunggu di sini dulu dan aku akan segera kembali.”ucap gadis itu meminta izin.


Segera Putri Shen Bailian masuk ke kamar ibunya.


“Ibu... beberapa hari ini aku tidak melihat Putri Wu Shuang...”ucap sang putri tiba-tiba bertanya pada ibunya karena beberapa hari ini dia tidak melihatnya berada di istana.


Permaisuri yang berdiri kemudian duduk di kursi dan tersenyum kecil menatap putrinya.


“Apa kau tidak tahu yang mulia memberinya tugas untuk mencari seribu bibit osmanthus ?”jawab sang permaisuri.


Putri Shen Bailian hanya mengangguk dan tidak bertanya lagi pada ibunya dan merasa senang karena tidak bertemu dengan Putri Wu Shuang yang selalu saja menyita perhatian dari sang kaisar untuknya.

__ADS_1


Sang putri kembali ke kolam lotus dan menemani Pangeran Moko memberi makan koi.


BERSAMBUNG....


__ADS_2