
Beberapa hari berlalu setelah pertandingan sepak bola antara Yu Xing dan Xiao Jinyu, membuat Xiao Jinyu menjadi banyak dikenal oleh para mahasiswa dan menjadi populer.
Namun hal itu tidak merubah karakter maupun sifat asli Xiao Jinyu atau pun menjadikannya sombong. Dia tetaplah dirinya yang low profile.
Suatu ketika Xiao Jinyu berada di lapangan seorang diri. Dia berlatih menendang dan menggiring bola ke gawang seorang diri.
Di saat bersamaan Tang Su keluar dari kelas menuju ke lapangan sekedar untuk melihat Yu Xing bermain sepak bola.
Tang Su tiba di lapangan namun di sana sepi tidak ramai seperti biasanya.
“Oh... hari ini Yu Xing tidak bermain sepak bola di sini.”gumam Tang Su yang hanya melihat sosok Xiao Jinyu yang ada di sana.
Meskipun tak melihat sosok Yuxing di sana, gadis itu tak beranjak dari lapangan malahan dia duduk di kursi panjang yang ada di tepi lapangan.
“Tak apalah... aku akan menunggunya di sini barangkali saja sebentar lagi dia akan muncul.”gumam Tang Su sambil menatap ke sekitar dan masih sepi.
Ia mengeluarkan satu botol air mineral dan meminumnya karena merasa haus setelah berkeringat menunggu di cuaca yang panas.
“tap... tap... tap...” tak lama berselang Kemudian beberapa gadis datang ke lapangan dan duduk di samping Tang Su.
Semakin lama jumlah yang datang semakin bertambah hingga kursi yang ada di sana penuh.
Seorang gadis datang ke lapangan untuk melihat Yu Xing bermain sepak bola di sana, namun dia tak mendapat tempat duduk. Dia pun mengedarkan pandangannya.
“Seandainya saja si tambun ini pergi dari sini aku pasti akan mendapat tempat duduk.”batinnya setelah melihat Tang Su yang menghabiskan tempat dengan ukuran tubuhnya yang memakan tempat.
“Hey gendut kau cari tempat duduk lain, aku ingin duduk !”ucap seorang gadis yang juga merupakan teman sekelas Tang Su.
Tang Su menatap Lin Yao yang bicara padanya dan hanya diam tak menanggapinya.
“Kau tuli atau pura-pura tidak dengar ?!”ucap Lin Yao menjadi emosi karena tak ada respon dari lawan bicaranya.
Ia pun mendekati Tang Su dan menariknya dengan paksa berdiri dari bangku tempatnya duduk.
“Lin Yao... apa maksudmu menarik ku ?”tanya Tang Su masih sabar menghadapi teman sekelasnya itu.
__ADS_1
“Apa kau benar-benar tuli hingga aku harus mengulanginya dua kali... ? Pergi dari sini dan biarkan aku duduk !”jawab gadis itu dengan nada tinggi.
“Aku sudah duduk di sini duluan dari pada kamu. Kenapa kau minta kau pergi ?”balas Tang Su tak terima dan tak mau pergi dari tempat duduknya, dan malahan kembali duduk.
Lin Yao yang semakin kesal kembali menarik gadis itu dan membuatnya berdiri dari bangku panjang.
“Keras kepala kau rupanya... jika kau tetap tidak mau pergi maka kau akan merasakan akibatnya.”ucap Lin Yao dengan tatapan mata yang tajam.
Tang Su yang merasa itu adalah tempat duduknya kembali duduk. Tak di sangka hal itu semakin menyulut emosi Lin Yao. Gadis itu tak segan menarik kerah baju Tang Su.
“Apa masalahmu... lepaskan !”ucap Tang Su yang menjadi kesal di diperlakukan seperti itu.
Lin Yao mengayunkan tangannya dan akan menampar pipi Tang Su, namun gadis itu berhasil menahan tamparan Lin Yao.
“Oke... kau menantang ku rupanya. Maka kau akan merasakan sendiri akibatnya.”ucap Lin Yao lalu melepaskan tangannya dari Tang Su.
Lin Yao menatap teman sekelas nya yang duduk di depannya lalu menggerakkan tangannya dan memberikan kode pada mereka semua.
Beberapa gadis yang menangkap kode dari Lin Yao mengangguk. Dan tak beberapa lama kemudian lima orang gadis berdiri dan menghampiri Tang Su.
Ke lima gadis tadi menatap kemudian mengangguk.
“Argh.... !”teriak Tang Su saat beberapa gadis menarik rambut panjangnya.
“Lepaskan... !”ucap Tang Su sambil memegang tangan para gadis tadi.
“Melepas mu... jika kau mau berlutut pada kami berenam...”balas salah satu gadis sambil tersenyum lebar.
Dari kejauhan Xiao Jinyu yang sedang Berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya yang terengah-engah menatap ke sisi barat.
“Ada apa di sana ramai sekali... ?” gumamnya saat melihat banyak gadis berkerumun. Karena penasaran ia pun maju beberapa langkah agar bisa melihatnya dengan jelas.
“Tunggu... para gadis itu apa yang mereka lakukan... ?”gumam Xiao Jinyu saat melihat seorang gadis di bully oleh enam orang gadis dan tak bisa berkutik ataupun membalasnya.
Xiao Jinyu yang merasa iba dan kasihan melihat Tang Su segera berlari dan menghampirinya.
__ADS_1
“Hey... kalian gadis gila apa yang kalian lakukan ?”ucap Xiao Jinyu menghampiri enam gadis tadi dan menarik mereka satu persatu agar menjauh dari Tang Su yang duduk di lantai sambil mengangkat tangan untuk menutupi kepalanya, karena beberapa temannya memukuli dirinya.
“Hey kau... kau tidak usah ikut campur urusanku. Pergi sana jangan ganggu kami !”ucap Lin Yao merasa tak senang dengan kehadiran tamu tak diundang.
Di saat dua gadis lainnya bermaksud akan memukul Tang Su, Xiao Jinyu menahan pukulannya.
“Jika kalian semua nekat dan terus memaksa maka aku tak akan suka bertindak kasar pada kalian !”gertak Xiao Jinyu memberi peringatan dan mengeratkan tangannya.
“Aauw... baiklah lepaskan aku... maka kami tak akan mengganggu gadis ini lagi.”jawab Lin Yao merasakan kesakitan.
Lin Yao memberikan kode pada kelima temannya dan seketika mereka semua pergi menjauh dari Tang Su.
Xiao Jinyu menghampiri Tang Su dan membantunya berdiri.
“Kau tidak apa ?”tanya Xiao Jinyu menatap pipi Tang Su yang merah bekas ditampar.
“Ya tak apa... aku baik-baik saja terima kasih sudah menolong ku.”balas Tang Su berdiri dan menatap lelaki di depannya.
Sekilas gadis itu menatap mata Xiao Jinyu yang benar-benar mengkhawatirkan dirinya lalu segera menundukkan kepala.
“Lain kali jika para gadis nakal itu mengganggumu sebaiknya kau membalasnya.”ucap Xiao Jinyu memberikan saran agar gadis itu tidak di bully lagi ke depannya.
Tang Su kembali mengangguk dan menatap sosok lelaki manis di depannya.
“Ya sudah jika kamu baik-baik saja. Aku pergi dulu.”ucap Xiao Jinyu.
Tang Su kembali mengangguk dan mengucapkan terima kasih padanya. Setelah Xiao Jinyu kembali ke tengah lapangan, gadis itu berjalan pelan keluar dari lapangan.
“Kepalaku terasa pusing akibat rambut ku ditarik dengan keras tadi...”gumamnya sambil memegang kepalanya.
“Untung saja lelaki tadi menolong ku.”ucap Tang Su merasa lega dan tersenyum kecil menatap kembali ke arah lapangan, menatap Xiao Jinyu sebelum dia kembali ke kelas.
“Kasihan sekali gadis tadi... mendapat perlakuan seperti itu.”gumam Xiao Jinyu menatap ke arah bangku mencari keberadaan Tang Su yang ternyata sudah tak ada di sana.
__ADS_1
BERSAMBUNG....