
Beberapa saat kemudian kakek Jiu tiba di rumah. Ia melewati Tang Su dan Lin Fan lalu berhenti sebentar dan memperhatikan Tang Su.
“Benar wajah nona Tang Su sangatlah mirip dengan Putri Wu Shuang.”gumam kakek Jiu menatap Tang Su.
“Kakek ada apa ?”tanya Tang Su merasa di perhatikan dengan cara yang berbeda.
“Nanti saja aku bicarakan hal itu dengan nona Tang Su.”batin kakek Jiu saat melihat Lin Fan masih ada di sana.
“Tidak ada. Kakek masuk dulu.”jawabnya singkat lalu segera masuk ke rumah dengan membawa bahan obat yang sudah dibelinya.
Di dalam rumah, kakek Jiu segera menata beberapa obat dan menaruhnya pada cawan kecil lalu menyusunnya di meja.
Tak lama kemudian Tang Su masuk seorang diri, sementara Lin Fan masih mengambil dan mengumpulkan akar yang sudah kering.
Tang Su menghampiri kakek Jiu yang sedang mengelompokkan obat.
“Kakek ini obat untuk apa ?”ucap Tang Su bertanya dan penasaran dengan berbagai obat yang ada meja.
“Oh ini...”Kakek Jiu lalu menjelaskan berbagai obat dasar tadi pada Tang Su.
Gadis itu memperhatikan dengan sesama dan merekamnya dalam ingatan.
Di tengah pembicaraan mereka, kakek Jiu lalu menanyakan apa yang ada dalam ganjalan hatinya.
“Nona Tang Su apa kau mengenal Putri Wu Shuang ?”tanya kakek Jiu tiba-tiba.
Tang Su terkejut mendengar pertanyaan singkat dari sang kakek.
“Kenapa kakek Jiu menanyakan hal itu padaku ? Apa dia mengetahui sesuatu tentang Putri Wu Shuang ?”batin Tang Su masih terdiam dan bingung mau menjawab apa.
“Kakek Jiu aku...”ucap Tang Su ragu untuk melanjutkannya dengan banyak pertimbangan yang rumit.
__ADS_1
“Nona maaf sebelumnya. Aku melihat lukisan Putri Wu Shuang yang di pasang di suatu tempat dan aku lihat kalian berdua mirip sekali.”ucap Kakek Jiu langsung ke inti permasalahan.
Tang Su semakin terkejut dan tak bisa berkata apa-apa kenapa Kakek Jiu bisa mengetahui identitasnya.
“Nona Tang Su apa benar kau adalah Putri Wu Shuang yang menghilang ?” ucapkan kagak bertanya lagi karena Tang Su masih diam.
Tang Su mengumpulkan keberanian dan mempertimbangkannya matang-matang apakah dia sebaiknya menceritakan identitasnya atau tidak.
“Ya kakek aku adalah Putri Wu Shuang. Aku sedang menjalankan misi dari kerajaan. Namun di tengah jalan aku... bla... bla...”balas Tang Su menceritakan apa yang terjadi pada dirinya.
“Tolong kakek rahasiakan identitas ku ini dari Lin Fan dan yang lainnya.”ucap Tang Su di ujung ceritanya karena dia tak ingin ada siapapun yang mengetahui identitasnya dengan banyak pertimbangan mengingat dirinya sebelumnya di kejar oleh pasukan bayangan.
“Kenapa nona tidak kembali saja ke istana ? mungkin keluarga saat ini sedang cemas dan mencari nona.”ucap Kakek Jiu.
Tang Su diam, dia berpikir jika sang kakek bermaksud mengusirnya karena selama ini sudah merepotkan dirinya.
“Emm... mengenai itu aku masih ingin tinggal di sini beberapa waktu lagi jika kakek mengizinkan.”balas Tang Su enggan kembali ke istana karena dia sama sekali tidak mengetahui dan mengenal semua penghuni istana kerajaan di tambah saat ini dia dikejar oleh pasukan bayangan yang merupakan pasukan khusus kerajaan.
Setelah selesai membantu kakek Jiu memasukkan ramuan obat ke guci, Tang Su masuk ke kamar. Di dalam kamar dia duduk di sebuah meja dan menatap kosong ke luar jendela.
“Benar juga yang dikatakan oleh kakek Jiu. Tak mungkin selamanya aku ada di sini dan suatu saat aku harus kembali ke istana menjalani kehidupanku sebagai Putri Wu Shuang.”batin Tang Su mengingat dan menelaah lagi apa yang diucapkan oleh kakek Jiu padanya.
“Selain itu aku harus mencari tahu apa motif sebenarnya pasukan bayangan mencelakai diri ku dan siapa yang ada di balik semua ini ?”batin Tang Su kembali berpikir.
Ia pun membayangkan bagaimana kehidupannya nanti setelah kembali ke istana kerajaan. Bisa di pastikan suasana di sana pasti tidak nyaman serta banyak persaingan dan intrik.
Satu hari berlalu dan semua berjalan seperti biasanya. Kakek Jiu dan Lin Fan meracik obat. Tang Su berada di luar rumah menjemur beberapa daun obat. Ia bisa melihat dari luar jika kakek tetap seperti biasanya masih bercanda mengetahui identitasnya.
“Apa aku benar-benar merepotkan tinggal di sini ?”gumamnya mengingat kembali dirinya yang selalu menyusahkan kakek Jiu dan Lin Fan.
“Apa yang harus ku lakukan ? Aku bahkan tidak tahu di mana dan seperti apa istana Wanzhou. Seandainya saja aku bisa membaca kisahnya sampai akhir, aku pasti tahu semua plot dan alurnya jadi aku bisa bertindak.”gumam Tang Su membayangkan dirinya kembali tinggal di istana kerjaan.
Dua hari berlalu dan semuanya masih tetap seperti biasanya. Tang Su mulai merasa tak enak dan merasa dirinya merepotkan karena sudah beberapa waktu dia tinggal di sana.
__ADS_1
Hari itu dia mempelajari dan memperdalam ilmu akupunktur dan pengobatan nya pada kakek Jiu.
“Kakek Jiu lalu bagaimana cara meracik obat yang benar ?”tanya Tang Su yang serius belajar.
Kakek Jiu menjelaskan semuanya pada Tang Su. Bahkan ia membaca catatan panjang agat dia bisa membacanya ulang dan memahaminya.
Malam hari di kamar gadis itu menatap langit-langit kamar dan merenung.
“Mau sampai kapan aku bersembunyi di sini dan lari dari kenyataan jika aku adalah Putri Wu Shuang ?”gumamnya berpikir.
Setelah satu jam merenung, Tang Su yang sudah mengantuk sendiri tadi akhirnya tertidur pulas.
Pagi hari dia bangun lebih awal dari hari biasanya. Ia menyelesaikan semua tugasnya yang seharusnya ia kerjakan bersama Lin Fan.
“Hanya ini yang bisa kuberikan pada keluarga kakek Jiu sebagai balas budi ku kepadanya.”gumam Tang Su memotong semua kayu bakar yang ada di sana lalu mengikatnya.
Beberapa jam setelahnya tampak Kakek Jiu berada di dapur dan menyiapkan sarapan pagi. Mereka bertiga ada di meja.
“Ayo kita segera makan mumpung masih hangat.”ucap Kakek Jiu mengajak mereka berdua untuk segera makan.
Tang Su dan Lin Fan kemudian segera makan.
Di tengah makan Tang Su menaruh sumpitnya ke mangkok.
“Kakek terima kasih banyak sudah merawatku dan mengizinkan aku tinggal di sini. Bagi ku kakek Jiu dan Lin Fan sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri.
“Kakek nanti siang aku akan pergi dari sini dan pulang ke rumah.”ucap Tang Su berpamitan.
“Nona kenapa terburu-buru begitu ? Bukankah sebelumnya Nona bilang ingin tinggal di sini selama beberapa pekan ?”balas kakek Jiu.
Tang Su tersenyum kecil dan tak akan menarik ucapannya kembali.
BERSAMBUNG...
__ADS_1