
Selir Wan Rou dan Bai Yu keluar dari rumah tabib Tang setelah beberapa saat mereka berada di sana.
“klop... klop...klop...”Kereta kuda yang membawa souvenir terlihat melaju dan meninggalkan rumah Putri Wu Shuang.
Di tengah jalan kusir kuda tadi memberitahukan pada Selir Wan Rou jika Jadinya tadi melihat kereta kuda milik Permaisuri Shen melintas di sana.
“Benarkah yang kau katakan itu ? Apa kau yakin tadi itu kereta kuda milik Permaisuri Shen Shanyu ?”ucap Selir Wan Rou setelah mendengar penjelasan dari sang kusir.
“Maaf Selir Wan Rou, tadi Aku berlari ke jalanan untuk melihatnya namun kereta kuda itu sudah menghilang dari sana.”jawab sang kusir menjelaskan.
Selir Wan Rou kembali duduk dengan tenang di dalam kereta. Wanita itu tampak diam dan berpikir.
“Jika benar yang dikatakan oleh kusir ini maka aku perlu waspada dan berhati-hati lagi saat berkunjung ke rumah putri ku. Tapi semoga saja yang dikatakan oleh kusir ini salah.”batinnya tidak tenang dan khawatir karena selama ini Permaisuri Shen selalu mencari sesuatu yang bisa di jadikan masalah dengannya.
Keesokan harinya Tang Su yang sudah menyiapkan beberapa keperluan untuk membuka tempat pengobatan, terlihat sibuk menata dan mendekorasi tempat pengobatan barunya.
“Hingga siang hari barulah dia selesai menata tempat pengobatannya seorang diri tanpa bantuan siapapun.
“Huuft....”Tang Su merasa lelah dan duduk bersandar di kursi sambil menghirup nafas dalam-dalam.
Di jalanan di luar tempat pengobatannya terlihat banyak orang yang melewati jalanan di sekitar tempatnya ke arah tempat pengobatannya.
“Tempat pengobatan tabib Tang.”ucap seorang pejalan kaki membaca plang nama yang dipasang oleh Tang Su di depan.
“Tempat pengobatan itu sepertinya baru buka.”balas bangun yang lainnya juga melihat ke sana.
“Tunggu tabib Tang... apa dia adalah tabib yang pernah mengikuti sayembara berada di istana Wanzhou ?”ucap pejalan kaki yang lain yang teringat pada sosok tabib bertangan emas yang bisa menyembuhkan Selir Wan Rou.
Tanpa Tang Su ketahui, namanya go public di antara para warga setelah memenangkan sayembara yang diadakan oleh Kaisar Luoying.
“Jika itu benar dengan tabib Tang, maka aku ingin mencobanya.”ucap pejalan kaki lainnya.
Beberapa orang tadi masuk ke tempat pengobatan Tang Su. Dan seperti sebelumnya, tempat taktik pengobatan Tang Su yang baru terlihat ramai dengan banyak yang pengunjung yang berjubel di hari pertama grand opening.
__ADS_1
Di istana Wanzhou tepatnya di Maison bulan sabit terlihat Permaisuri Shen Shanyu tolong di depan halaman dan menunggu kereta kuda datang menjemputnya.
“clop... clop...” salam beberapa menit kemudian sepakat kuda masuk ke maison itu dan berhenti menunggu.
“Kereta ku sudah datang.”gumam Permaisuri Shen Shanyu.
Wanita itu segera berjalan menuju ke kereta bersama pelayannya.
Dari kamar lain terlihat Putri Shen Bailian keluar dari kamar dan berjalan ke kebun untuk melihat bunga-bunga yang bermekaran.
Dia menatap ke arah luar sambil membawa setangkai mawar merah yang barusan dia potong.
“Bukankah itu kereta kuda ibu ? Ke mana Ibu pergi ? Kenapa terlihat terburu-buru sekali ?”gumam sang putri melihat kereta kuda yang biasa mengantar ibunya kemanapun dia pergi bergerak meninggalkan istana.
Putri Shen Bailian lalu berlari ke depan untuk mengejar kereta tadi dengan maksud ia bisa ikut bersama ibunya.
“Hyah... cepat sekali jalannya.”ucapnya saat melihat kereta kuda sudah jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
“Padahal aku mau ikut... ya sudahlah.”gumam sang putri kecewa dan dia pun jalan masuk menuju ke kebun.
“Berhenti disini.”ucap sang Permaisuri pada kusir.
Kusir pun berhenti di seberang rumah Tang Su. Segera Permaisuri Shen Shanyu mengawasi tempat itu dari kejauhan dan mengintip dari dalam kereta kuda.
Dia melihat ada plang besar di depan rumah itu dan membacanya.
“Tunggu... tabib Tang ? Apa Mungkin dia adalah tabib yang beberapa waktu yang lalu datang ke Istana dan menyelamatkan Selir Wan Rou ?” batin Permaisuri Shen.
Wanita itu masih mengawasi dari dalam kereta dan terlihat berpikir.
“Kenapa Selir Wan Rou sering berkunjung ke tempat ini ? Apa yang dia lakukan di sini ? Apa hubungan Selir dengan tabib itu ?”batin permaisuri kembali penasaran dan penuh dengan seribu tanya dalam benaknya.
Permaisuri Shen Shanyu segera meminta usir kuda untuk kembali ke istana karena apa yang ingin dia ketahui sudah ia dapatkan.
__ADS_1
“Jalankan kembali ke kereta kuda sekarang.”ucap sang permaisuri memberi perintah.
“Baik yang mulia.”jawab sang kusir singkat. Tanpa bertanya dia segera memutar balik kereta kuda.
“clop... clop... clop...”kereta kuda permaisuri kembali ke istana.
“Permaisuri Shen Kenapa permaisuri tidak berhenti dan memeriksa sendiri tabib Tang ?” ucap Xubei bertanya.
“Tidak perlu terburu-buru seperti itu. Untuk saat ini mengetahui informasi ini sudah cukup bagiku.”balas permaisuri itu sembari tersenyum lebar.
Di tengah jalan kereta kuda melewati pusat perbelanjaan kota Xinghua. Di sana berbagai macam obat dijual.
Permaisuri Shen Shanyu mendengar suara keramaian dari luar dan dia penasaran lalu mengintip dari balik tirai jendela kereta.
“Pusat kita belanjaan di sini rupanya.”gumam sang permaisuri menatap keluar jendela. Dia melihat ada beberapa toko obat dan seketika terlintas ide dalam pikirannya.
“Kusir berhenti sebentar di toko obat di depan sana.”ucap Permaisuri Shen Shanyu sambil membuka tirai jendela bagian depan.
“Baik yang mulia.”jawab singkat sang kusir kuda dan dia pun beberapa saat kemudian berhenti di depan sebuah toko obat.
Permaisuri Shen tidak turun sendiri ke sana dan dia berbicara dengan Xubei.
“Xubei kau dan masuk ke toko obat itu lalu belilah obat bla... bla... bla...”ucap sang permaisuri berbisik lirih di telinga pelayannya
“Baik yang mulia. Tapi untuk apa ?”jawab pelayan itu bertanya sebelum turun dari kuda.
“Jangan banyak tanya ikuti saja perintahku.”jawab sayang permaisuri tidak suka pada pelayan yang terlalu banyak bertanya padanya.
Xubei terlihat takut dan ia pun segera turun dari kereta kuda. Pelayan itu kemudian berjalan cepat masuk ke sebuah toko obat dan segera memesan apa yang diminta oleh sang permaisuri tadi.
“Ini Permaisuri pesanan anda.”ucap Xubei setelah masuk ke kereta dan menyerahkan obat yang barusan dibelinya.
Kereta kembali berjalan menuju ke istana Wanzhou. Kereta tiba di istana tiga puluh menit setelah kereta kuda Selir Wan Rou tiba di sana.
__ADS_1
Permaisuri Shen perjalanan menuju ke maison bulan sabit. Di dapur ia menemui salah satu juru masaknya. Ia kemudian memberikan obat barusan dibelinya pada juru masak itu untuk mencampurkan obat tadi ke makanan atau minuman yang akan dikonsumsi oleh Selir Wan Rou.
BERSAMBUNG....