Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 23 Belajar Ilmu


__ADS_3

Setelah kepergian Zhang Shiang dan ayahnya yang berobat pada kakek Jiu. Sang kakek kembali masuk ke ruang belakang dan melanjutkan makannya yang tadi sempat berhenti.


Tang Su dan Lin Fan pun mengikuti kakek Jiu ke ruang makan. mereka merdeka melanjutkan makan dan sesekali mereka mengobrol.


“Kakek Jiu... aku benar-benar melihat tangan kakek seperti tangan emas.”ucap Tang Su memuji keterampilan ajaib sang kakek sambil meletakkan sumpit di mangkuk dan mengambil air minum.


Kakek Jiu mengelus jenggot putihnya dan tersenyum kecil menatap Tang Su.


“Apa yang nona maksud ? Aku hanyalah orang biasa yang sering membantu sesama.”balas sang kakek merendah dan tidak menyombongkan kemampuannya.


Kerendahan hati kakek membuat Tang Su semakin mengagumi kemampuannya dalam pengobatan.


“Kakek... di mana kakek belajar ilmu pengobatan yang hebat seperti tadi ?”celetuk Tang Su bertanya.


“Ayah kakek yang dulu mengajari. Beliau merupakan tabib terkenal di zamannya dan menurunkan ilmu pengobatan dari leluhur secara turun temurun.”balas kakek Jiu menjelaskan awal mula dirinya belajar ilmu pengobatan.


Tang Su semakin tertarik mendengar cerita dari sang kakek dan membuatnya semakin penasaran saja.


“Kakek jika boleh aku ingin membantu kakek saat ada orang yang berobat agar aku bisa sedikit belajar ilmu pengobatan.”ucap Tang Su tak bisa mengendalikan lagi keinginannya untuk mempelajari ilmu pengobatan.


“Ya nona boleh saja. Aku senang jika ada yang membantuku.”balas kakek Jiu memberikan izin pada Tang Su.


Selesai makan langsung membersihkan meja dan membawa peralatan makan yang kotor ke dapur dan mencucinya.


Sementara Kakek Jiu dan Lin Fan duduk di luar rumah sekedar untuk menghirup udara segar di sana.


“sraak...”kakek Jiu menatap ke arah timur setelah mendengarkan suara langkah kaki seseorang dari kejauhan.


“Kira-kira siapa yang akan datang kemari ?”batin sang kakek dengan pendengarannya yang tajam.


“Ada apa kakek ?”tanya Lin Fan menatap kakek nya yang seolah menunggu kedatangan seseorang.


“Tidak ada apa-apa nak. sebaiknya kita masuk ke rumah saja.”balas kakek.


Sengaja ia mengajak cucunya segera masuk ke rumah karena takut bertemu atau mengalami kejadian yang tak diinginkannya.


Lin Fan yang tak mengerti menaruh saja apa kata kakek dan mengikutinya berjalan masuk ke rumah.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian ada seseorang yang datang dan mengetuk pintu.


“tok... tok... tok...”


Kakek Jiu sedang berada di belakang rumah. Lelaki itu membersihkan tangannya dan menetralkannya setelah mengobati ayahnya Zhang Shiang tadi.


Karena masih tak ada yang membukakan pintu akhirnya Tang Su yang keluar dan membukakan pintu.


“Kakek Jiu tolong anak kami !”panggil seorang lelaki berusia tiga puluhan tahun sambil menggendong anaknya yang berusia enam tahun, tanpa melihat siapa lawan bicaranya.


Dia pun terkejut saat mendengar Tang Su bicara.


“Baik tuan silakan masuk. Aku akan panggilkan kakek Jiu.”jawab Tang Su mempersilahkan orang tadi masuk dan menunggu kakek.


Tang Su segera bergegas ke belakang untuk mencari sang kakek. Sementara lelaki tadi duduk dan masih terus menatap Tang Su dari belakang karena Sebelumnya dia tak pernah melihat ada seorang gadis yang tinggal bersama kakek Jiu.


“Kakek ada seseorang yang mencari kakek.”ucap Tang Su menghampiri kakek Jiu yang masih merendam tangannya di sebuah kolam.


“Siapa yang mencari ku ?” balas kakek Jiu berbalik dan menarik tangannya dari kolam.


Kakek Jiu segera masuk ke ruangan dan Tang Su berjalan mengikutinya. Sesampainya di depan, kakek Jiu segera memeriksa kondisi anak lelaki tadi setelah mendengar permasalahan yang diciptakan oleh ayah dari sang anak.


“Tolong dudukkan anak ini.”ucap Kakek Jiu pada Tsu Mo, sang ayah pasien.


“Baik kakek Jiu.”jawab Tsu Mo lalu setelah mendudukkan Tsu Chen dan terus memegangi tubuhnya.


Kakek Jiu yang sudah membawa peralatan periksa mulai menancapkan jarum perak yang di bawanya ke titik vital yang ada di sekitar leher.


Sementara Tang Su dan Lin Fan berada di belakang kakek Jiu melihat dan menunggu sang kakek yang barangkali saja membutuhkan bantuan mereka.


“jleb.... !”kakek Jiu mencabut kembali jarum yang menancap dan memindahnya di titik vital syaraf yang ada di bagian bahu.


“uhuk....uhuk ! Lima belas menit kemudian Tsu Mo batuk keras dan tiba-tiba saja memuntahkan bola kelereng dari mulutnya ke lantai.


Kakek Jiu menghampiri anak kecil itu dan memintanya untuk membuka mulutnya.


“Tak ada masalah.”ucap Kakek Jiu setelah memeriksanya.

__ADS_1


Ia pun kemudian memberikan sebuah ramuan dalam guci putih pada Tsu Chen untuk meminumnya secara teratur selama tiga hari ke depan.


“Terima kasih kakek Jiu...”ucap Tsu Mo setelah melihat anaknya yang kini sudah baikan. Selamat Mereka kemudian berpamitan dan terima kasih pada sang kakek setelah menyerahkan beberapa lembar uang pada kakek Jiu.


Dengan melihat kakek Jiu beraksi, sedikit banyak Tang Su menjadi tahu caranya mengobati menggunakan jarum perak.


Dua hari berlalu. setiap hari ada beberapa pasien yang datang ke rumah kakek Jiu untuk mendapatkan pengobatan.


Setiap ada yang berobat Tang Su dan Lin Fan menunggui kakek mengobati pasiennya.


“Lin Fan Tolong ambilkan kaki ramuan obat yang ada di guci hitam.”ucap sang kakek minta tolong pada cucunya.


Lin Fan yang biasa membantu kakek segera berdiri dan berjalan menuju ke dalam untuk mengambilkan apa yang diminta oleh kakek namun Tang Su menarik tangannya.


“Lin Fan biar aku saja yang ambil. kau tunggu kakek saja di dalam.”ucap Tang Su menawarkan diri.


Lin Fan mengangguk dan kembali ke dalam sedangkan Tang Su mengambil guci hitam yang di maksud oleh kakek.


“Banyak sekali ramuan kakek di sini.”gumamnya saat melihat banyak guci berisi ramuan di sebuah almari.


Tang Su Yang penasaran mengambil beberapa botol kunci yang berbeda warna dan menghirupnya.


“Aku penasaran obat ini terbuat dari apa...”ucapnya dan mencium aroma berbagai akar-akaran dan dedaunan yang dia tak bisa menyebutkan yang satu persatu.


Setiap botol mempunyai aroma yang berbeda. Ia pun segera mengambil botol hitam yang dimaksud oleh kakek dan kembali masuk dalam rumah.


“Ini kakek ramuan yang kakek minta.”ucap Tang Su menyerahkan kunci hitam bertuliskan huruf kuno di tengahnya.


Kakek segera menerima ramuan yang diberikan oleh Tang Su dan memberikan pada seorang pasien wanita yang berusia empat puluh tahunan.


Tang Su bisa melihat sendiri keadaan pasien wanita itu yang seketika bisa berbicara setelah meminum ramuan obat ajaib dari Kakek Jiu.


Keesokan harinya Tang Su jadi semakin senang membantu kakek Jiu mengobati pasiennya. Gadis itu menanyakan hal-hal seputar pengobatan pada sang kakek karena dia memang suka pada ilmu pengobatan.


Kakek Jiu pun memberikan ilmunya dan memberitahukan beberapa hal pada Tang Su.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2