
Setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan danau Maoshan dari beberapa orang yang ditemuinya, Tang Su berniat untuk berangkat ke sana mencari Iotus sansiviera.
Suatu hari dia berangkat ke kota Ming sesuai dengan informasi yang diberikan padanya.
“Dimana letak danau Maoshan ? Kenapa sudah berkilo-kilo meter berjalan yang kulihat hanya hamparan padang rumput dan ilalang saja ?”gumam Tang Su berhenti di tengah pada dan melihat ke sekitarnya.
Satu jam kemudian dia keluar dari area itu Dan Kembali menuju ke rumahnya.
“Ternyata tak mudah menemukan tempat itu, benar apa yang dikatakan oleh seorang pasien sebelumnya padaku.”gumam Tang Su Setelah tiba di rumah dan duduk sejenak untuk mengistirahatkan kakinya yang terasa pegal setelah berjalan berkilo-kilo meter jauhnya.
Keesokan harinya gadis itu pergi ke pertokoan yang ada di pusat kota dan memasuki semua toko buku yang ada di sana.
“Tuan Tolong berikan buku tentang danau Maoshan pada ku.”ucap Tang Su pada pemilik toko buku.
Pemilik toko mencarikan beberapa referensi dan menyerahkannya pada Tang Su.
“Terima kasih, tuan.”ucap gadis itu menerima buku yang dicarinya dan segera membayarnya.
Dia Membaca sepintas saat berada di jalan dan merasa kurang puas maka dia pun memasuki semua toko buku yang ada di sana dan membeli buku tentang keberadaan danau Maoshan.
“Baiklah kurasa sudah cukup dan ini toko buku terakhir yang kunjungi.”
Tang Su keluar dari toko buku dengan membawa setumpuk buku berjalan Kembali menuju ke rumahnya.
Di rumah gadis itu duduk di sebuah kursi dengan setumpuk buku di meja. Dia mengambilnya satu persatu dan membacanya hingga larut malam.
“Tak... tak... tak...”gadis itu menuliskan setiap informasi yang mulutnya penting di sebuah catatan setiap selesai membaca satu buku.
“Masih kurang tiga buku lagi.”ucapnya sambil menguap dan mengambil satu buku dari meja.
Satu jam kemudian dia selesai membaca semua buku lalu mengambil catatan yang ia tulis.
“Dari apa yang tercantum di semua buku letak danau Maoshan tersembunyi di balik kabut Sijia.”ucapnya lirih membaca salah satu catatan yang ditulis.
“bruk....”tak lama setelahnya gadis itu tertidur di meja setelah berpikir dan menentukan tempat pastinya danau Maoshan.
__ADS_1
Dua hari kemudian gadis itu melakukan perjalanan menuju ke kota Ming. Dia Kembali ke tempat yang pernah didatangi sebelumnya.
“Pasti kabut Sijia ada di tengah padang rumput ini entah di mana.”gumam Tang Su berhenti di tengah padang rumput dan menatap gas sekitar mencari keberadaan kabut Sijia, yang merupakan kabut sulfur yang terbentuk dari uap panas mata air geothermal.
Di istana Wanzhou, batas waktu untuk merawat luka kaisar dan Selir Wan Rou tinggal satu minggu lagi.
“kriek...”Suara seseorang membuka pintu kamar di maison air biru.
“Kaisar Luoying ?”ucap Selir Wan Rou yang duduk menatap ke arah pintu.
Kaisar Luoying lalu duduk di samping sang selir.
“Selir Wan Rou, bagaimana keadaan mu ?”tanya Kaisar Luoying sambil batuk-batuk kecil.
“Seperti yang kaisar lihat, aku tidak apa-apa. Setidaknya sakit yang ku derita sudah banyak berkurang.”jawab Selir Wan Rou.
“Yang mulia, kenapa anda terlihat pucat sekali ? Apa ramuan yang diberikan oleh tabib tidak diminum ?”ucap Selir Wan Rou merasa khawatir melihat kondisi sang kaisar yang buruk sekali.
“Kau tahu sayang... bagiku minum ramuan dan tidak minum ramuan hasilnya sama saja tetap seperti ini. Ku rasa tinggal menghitung waktu saja.”balas sang kaisar terlihat lemah dan pesimis sekali dirinya bisa sembuh.
Di lain tempat di istana Pingxuo.
Setelah insiden salah tangkap beberapa waktu yang lalu, kini pengawalan di sekitar istana di perketat. Juga ada banyak pengawal yang mengawal sang putri jika Putri Meilin keluar dari istana.
Gadis itu duduk di balkon dan tiba-tiba dia teringat jika dia sebelumnya berjanji akan mengganti sejumlah uang pada lelaki yang membantunya tempo hari.
“Ayah... beberapa waktu yang lalu seorang lelaki telah menyelamatkan diriku dari tangan mucikari yang akan menjual ku ke rumah bordil. Aku berhutang sejumlah uang padanya dan aku ingin mengembalikan uang itu padanya.”ucap Putri Meilin menghampiri ayahnya yang sedang tidak sibuk di ruang utama.
“Putri ku... apa kau tahu namanya dan dari mana dia berasal ?”balas Kaisar Feng Lin.
“Aku tidak tahu namanya dan tidak tahu dari mana dia berasal. Aku hanya mengingat wajahnya saja.”jawab sang putri.
“Jika begitu ceritakan bagaimana ciri-cirinya secara detail dan biarkan bagian grafis melukisnya untukmu.”jawab Kaisar Feng Lin.
Kaisar Feng Lin kemudian memanggil petugas istana bagian grafis dan memintanya untuk melukis wajah lelaki sesuai yang dideskripsikan oleh putrinya.
__ADS_1
“Ini putri... apakah lelaki itu seperti ini ?”ucap petugas bagian grafis menunjukkan hasil lukisannya pada sang putri.
“Ya benar.... ini mirip sekali dengan lelaki yang aku temui waktu itu.”jawab Putri Meilin tersenyum lebar memegang lukisan itu.
Sang Putri kemudian menyerahkan lukisan itu pada Kaisar Feng Lin.
Setelah melihat lukisan di tangannya Kaisar pun memberikan perintah pada beberapa awalnya untuk mencari lelaki yang berada di lukisan itu ke seluruh pelosok penjuru.
Para pengawal menyebar lukisan pangeran Shen Qiu untuk mencari keberadaannya. Beberapa pengawal sudah sampai di kota Xizuang dan memasang foto yang dicari oleh Putri Meilin di sepanjang jalan.
Beberapa warga istana di sana yang berjalan dan melewati foto-foto yang tidak asing bagi mereka berhenti sejenak.
“Bukankah ini foto Pangeran mahkota kenapa terpampang di sepanjang jalan ?” ucap seorang lelaki menatap foto yang benar-benar mirip dengan pangeran mahkota mereka.
“Aku jika tidak tahu mungkin saja ada seseorang yang mencarinya tapi kenapa ?”jawab seorang lelaki lain menanggapi.
Beberapa utusan dari istana Pingxuo masih berada di sana mendengar percakapan dua orang tadi dan menghampirinya.
“Maaf apa kalian mengenal sosok yang ada dalam lukisan ini ?”ucap pengawal bertanya pada orang tadi.
“Ya tentu saja... beliau adalah Pangeran mahkota dari istana Changle.” jawab salah satu lelaki menjelaskan.
“Jadi begitu rupanya.”batin pengawal tadi setelah mendapatkan informasi yang akurat.
“Lalu apakah Pangeran mahkota ada di tempat saat ini ?” tanya pengawal itu.
“Untuk saat ini kami tidak tahu di mana keberadaan pangeran. Beliau suka berburu dan berkeliling ke tempat baru.”jawab lelaki tadi.
Semua pengawal yang ada di sana kemudian berbalik arah dan kembali ke tempat mereka dan salah satu dari mereka melaporkan pada Kaisar Feng Lin.
“Baiklah.... sekarang aku berikan perintah baru untuk mu. Aku minta pada kalian untuk kembali ke istana Changle dan mengirimkan undangan untuk pangeran mahkota.”ucap Kaisar Feng Lin memberikan gulungan pada pengawalnya.
“Baik yang mulia.” jawab pengawalnya singkat menerima sebuah gulungan undangan dan segera bergegas kembali ke istana Changle.
BERSAMBUNG....
__ADS_1