
Tang Su merasa senang akhirnya mendapatkan teman baru. Di dalam perpustakaan mereka yang duduk berhadapan setelah mengambil beberapa buku.
“Jadi bolehkah aku memanggilku Siyue saja ?”ucap Tang Su mau minta izin memanggilnya dengan nama kecilnya supaya lebih akrab.
“Tentu saja...”balas Lian Siyue mengangguk sambil tersenyum kecil.
Gadis itu juga merasa senang mempunyai seorang teman karena selama ini dia juga dikucilkan.
“Tang Su kau dari jurusan mana aku baru pertama kali melihatmu...”ucap Siyue yang ingin tahu dari jurusan mana temannya itu.
“Aku jurusan Farmasi... bagaimana dengan mu ?” tanya Tang Su tak kalah penasaran.
“Aku dari jurusan Biologi...”balas Siyue sambil tersenyum sambil memegang buku yang diambilnya dari rak buku barusan.
Tang Su melihat beberapa buku yang ada di sebelah kanan tangan Siyue. Ada novel, komik dan beberapa buku fiksi yang lainnya.
“Siyue... buku yang kau baca itu...” ucap Tang Su sambil menunjuk komik yang ada di meja.
Siyue mana oleh lalu mengambil komik yang ada di sampingnya.
“Ini... aku memang suka membaca komik, novel dan sejenisnya di waktu luang ku.”ucap Siyue menunjukkan komik yang dipegangnya kemudian menaruhnya kembali ke meja.
Tang Su benar-benar tidak menyangka ternyata dia menemukan teman yang sehobi dengan dirinya. Gadis itu juga suka membaca komik di waktu luangnya.
“Oh... jenis komik apa yang suka kau baca ?”tanyanya penasaran.
“Aku suka cerita action. Jadi kau juga suka membaca komik ?”balas Siyue merasa senang menemukan teman yang juga suka membaca bacaan seperti dirinya.
Tang Su mengangguk dan tersenyum lebar menatap Siyue.
“Aku suka komik jenis romance apa lagi jika itu tentang harem dan sejenisnya.”balas Tang Su tak kalah menggebu-gebu dari Siyue.
Dua gadis itu kemudian tidak membaca dan asyik mengobrol membahas tentang buku dan lain sebagainya karena ternyata mereka klop satu sama lain.
“kring... kring... kring...”suara bel berbunyi yang menandakan istirahat sudah berakhir.
Tak terasa satu jam sudah mereka berdua mengobrol hingga jam istirahat selesai.
“Tang Su... aku harus kembali ke kelas. Besok kita bertemu lagi ya.”ucap Siyue merapikan buku yang dibacanya dan segera mengembalikan ke rak buku.
__ADS_1
Tang Su juga ikut berdiri dan merapikan buku yang dia baca lalu mengembalikan ke rak buku.
“Tang Su Boleh aku minta nomormu ?”ucap Siyue setelah selesai merapikan buku.
“Tentu saja...”balas Tang Su kemudian memberikan nomor ponselnya dan mereka berdua kemudian bertukar nomor telepon.
Tang Su dan Siyue kemudian keluar dari perpustakaan dan berjalan bersama. Di tengah jalan mereka berdua berpisah karena kelas mereka berbeda.
“Sampai jumpa lagi Siyue...”ucap Tang Su di ujung jalan sebelum mereka berpisah.
Mereka berdua kembali ke kelas masing-masing dan mengikuti mata kuliah selanjutnya.
Malam hari di tempat kost.
Tang Su menaruh ponselnya di meja dan dia sedang mengerjakan tugas kuliah.
Terlihat banyak buku tersebar dan memenuhi meja. Sementara gadis itu tampak mengikat dahinya dengan kain putih karena merasa pusing.
“Aduh... tugas algoritma ini benar-benar membuatku berpikir keras...”gumam Tang Su merasa kepalanya semakin berat melihat deretan angka pada lembar tugasnya. Pandangannya menjadi kabur dan dia menyangga kepalanya yang terasa berat dengan pen.
“duk...” ternyata pen sebesar jari itu tak kuat menyangga kepalanya yang akhirnya berada di atas meja.
“Apa ada yang bisa membantuku mengerjakan tugas ini...”gumamnya lagi seolah menyerah menghitung bilangan berpola yang membuat perutnya terasa perih merintih.
“kring... kring... kring...” suara ponsel berdering.
Gadis itu hanya menatap ponselnya dan mengangkat alisnya karena selama ini tak ada yang pernah meneleponnya selain keluarga.
“Siapa yang menelepon...”ucap Tang Su lagi karena ponselnya terus berdering dan belum berhenti.
Tang Su mengulurkan tangannya untuk meraih ponsel yang ada di ujung meja. Ia pun kemudian duduk dengan tegap di lantai dan menatap ponselnya.
“Telepon dari Siyue... ?!”pekik gadis itu girang karena baru pertama kali ini mendapatkan panggilan selain dari orang tuanya.
“Halo Siyue... ada apa ?”ucapnya sambil tersenyum lebar.
“Tang Su... aku merasa suntuk di tempat kost ku. Boleh aku main ke tempatmu ?”ucap Siyue yang merasa bosan tak pernah keluar dari tempat kost selain pergi untuk membeli makanan.
“Ya boleh... aku tunggu di sini.”balas Tang Su. Ia pun memberitahu lokasi tempat kostnya pada Siyue.
__ADS_1
Setelah telepon berakhir, Tang Su menaruh kembali ponselnya ke meja. Dia pun menata bukunya yang berserakan di atas meja.
“Tugas ini nanti saja aku lanjutkan....”gumam Tang Su juga merapikan tugasnya.
Gadis itu kemudian membersihkan kamarnya dan menyemprotkan beberapa parfum ke udara agar ruangan itu terasa segar.
Dua puluh menit kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu.
“kriek...”Tang Su membuka pintu dan terlihat Siyue berdiri di sana.
“Kau bisa menemukan tempat ini ?”ucap Tang Su.
“Tentu saja tempat ini tak jauh dari tempat kost ku berada. Lain kali mainlah ke tempat ku.”balas Siyue.
Tang Su kemudian mengajak temannya itu masuk ke dalam dan mempersilahkan duduk. Dia juga sudah menyiapkan teh melati untuk temannya itu.
“Jadi... kau juga merasa penat ? Bagaimana jika kita keluar bersama ?”tanya Tang Su di tengah percakapan mereka.
“Ayo... bagaimana jika kita beli hot pop saja ?”balas Siyue memberi usul.
Tang Su mengangguk dan mereka berhak pun segera keluar dari tempat kost Tang Su menuju ke sebuah cafe yang berada tak jauh dari tempat kost.
“Hmm... hot pop disini ternyata lebih enak daripada di dekat tempat kost ku.”celetuk Siyue saat menyantap hot pop pesanan mereka.
“Kalau begitu kita sering-sering saja makan di sini berdua.”balas Tang Su sambil menyantap hot pop favorit nya itu.
Keesokan harinya di kampus. Di saat jam istirahat mereka berdua kembali bertemu di kantin. Dua gadis yang sebelumnya sama-sama dikucilkan oleh teman-temannya menjadi percaya diri saat mereka berdua bersama.
“Ayo segera makan mie ayamnya sebelum dingin.”ucap Tang Su yang sudah tak bisa menahan laparnya lagi dan mulai memegang sumpitnya menikmati mie ayam yang masih hangat.
Siyue segera menyantap mie ayam di depannya. “nyam...”
Beberapa mahasiswa lainnya masuk ke kantin dan melihat dua gadis itu makan bersama.
“Hey lihat dua gadis itu. Yang satunya gendut dan yang satunya kurus. Kontras sekali dan lucu...”ucap seorang mahasiswa pada temannya.
Siyue mendengar apa yang mereka ucapkan dan menatap dua gadis tadi.
“Sudah biarkan saja mereka mau bilang apa terserah. Tak usah kau hiraukan.” ucap Tang Su pada temannya agar tidak memasukkan dalam hati perkataan seorang mahasiswi barusan.
__ADS_1
Mereka berdua meneruskan makannya Meskipun banyak para mahasiswa yang masuk ke kantin dan melihat ke arah mereka.
BERSAMBUNG....