Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 112 Hilang Di Tengah Padang


__ADS_3

Pengawal putusan Kaisar Feng Lin Segera menaiki kuda menuju ke istana Changle.


“clop-clop-clop....”setelah menunggang kuda selama tiga jam perjalanan pengawal itu akhirnya tiba di istana Changle.


“Berhenti ! Kau dari mana dan mau bertemu dengan siapa ?”ucap seorang pengawal yang menjaga pintu gerbang masuk istana Changle saat melihat pengawal lain datang ke sana.


“Aku utusan dari istana Pingxuo. Kaisar Feng Lin cara pribadi ingin menyampaikan sebuah undangan untuk pangeran mahkota.”jawab pengawal tadi menjelaskan.


“Baik, tunggu sebentar di sini.”jawab pengawal penjaga gerbang pintu masuk.


Seorang pengawal kemudian segera masuk ke istana dan menyampaikan perihal kedatangan tamu tadi.


dalam kemudian pengawal tadi keluar dari istana dan menghampiri pengawal penjaga gerbang.


“Ya baiklah.”jawab pengawal penjaga gerbang setelah mendengar jawaban dari Kaisar.


“Utusan dari istana Pingxuo Kaisar memberikan izin padamu untuk menemuinya. Silahkan masuk.” ucapkan Jaga pintu gerbang masuk membuka dan memberikan jalan.


“Terimakasih.”jawab pengawal yang merupakan utusan dari kerajaan Pingxuo.


Utusan dari kerajaan Pingxuo kemudian masuk ke istana dengan didampingi dan dikawal oleh salah satu pengawal lainnya yang berjaga.


“Salam yang mulia Kaisar Chun Jun... kami utusan dari Istana Pingxuo bermaksud meneruskan perintah dari Kaisar Feng Lin pada anda.”ucap pengawal tadi memberi salam dan membungkuk pada Kaisar Chun Jun.


“Ya berdirilah aku terima salam hormat dari kaisar mu. Lalu apa pesan dari Kaisar Feng Lin ?”ucap Kaisar Chun Jun langsung pada inti permasalahan.


Utusan tadi kemudian menjelaskan pada sang Kaisar jika Kaisar Feng Lin memberikan undangan khusus pada Pangeran mahkota setelah beberapa waktu yang lalu membantu Putri Meilin.


“Baik... aku terima undangan dari Kaisar Feng Lin untuk Putraku tapi Sayang saat ini Pangeran mahkota sedang tidak ada di tempat. Dia sedang berada di luar dan belum bisa dipastikan kapan akan kembali. Undangan ini Akan ku simpan dan akan ku berikan padanya nanti setelah dia pulang.”jawab Kaisar Chun Jun panjang lebar menjelaskan yang sebenarnya agar Kaisar Feng Lin tidak tersinggung karena hal itu.


Di lain tempat beberapa waktu yang lalu setelah kejadian Pangeran makuta menyelamatkan putri Meilin dari tangan mucikari di suatu rumah bordil, lelaki itu berkuda bersama dua pengawalnya menuju ke utara.

__ADS_1


Mereka bertiga menuju ke suatu tempat yang jauh di Kota Ming untuk berburu. Karena disebutkan binatang perburuan di sana merupakan binatang yang jarang ditemui di lain tempat dan beberapa yang lain menyebutkan jika binatang yang ada di sana merupakan pelayan dewa.


“clop-clop-clop....” setelah perjalanan yang cukup panjang dan jauh yang mereka tempuh selama tiga hari tiga malam akhirnya mereka tiba di sebuah padang rumput yang luas sekali.


“Berhenti !”ucap Pangeran mahkota memberi perintah pada dua pengawal yang mengikutinya untuk beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan panjang.


Karena suasana gelap di saat malam hari mereka pun memutuskan untuk membangun tenda agar mereka bisa beristirahat sebentar sebelum esok paginya melanjutkan perburuan mereka.


“Akhirnya selesai juga kita membangun tenda sederhana ini.”ucap Pangeran mahkota menghampiri dua pengawalnya yang barusan selesai mengaitkan tali tenda.


Malam hari Pangeran mahkota berjalan keluar tenda menuju ke tengah padang rumput karena mendengar suara gemerisik di sana.


Dia mengira ada binatang buruan datang dan mengejarnya. Namun sayang dia hilang di tengah kabut tebal yang barusan dia lewati.


Karena lama tak kembali, dua pengawal yang tadi mengikuti Pangeran mahkota keluar dari tenda untuk mencarinya.


“Baiklah kita cari di sana dulu !”ucap seorang pengawal menunjuk ke suatu tempat sambil membawa obor yang barusan dia nyalakan.


“Ini kan busur panah Pangeran mahkota. Kenapa ada di sini ?”ucap seorang pengawal yang berhenti saat melihat busur panah yang dia kenali dan mengambilnya.


“Berarti pangeran ada di sini ! Ayo kita lanjutkan pencarian !”jawab seorang pengawal meneruskan pencarian mereka.


Baru dua meter mereka berjalan terdapat kabut tebal di depan mereka.


“Auuwh.... panas sekali kabut ini !”teriak seorang pengawal yang tak sengaja ujung kakinya menyentuh kabut di depannya.


“Cepat mundur !”ucap pengawal lain sambil menarik temannya itu mundur menjauh dari kapal tebal di depannya.


“Tempat ini bukan sembarang tempat dan merupakan tempat yang misterius. Jadi apa saja yang ada di sini bisa jadi berbahaya.”ucap pengawal tadi menjelaskan pada temannya.


Dia melihat dan mengamati sekitar hanya tempat itu saja yang tertutup oleh kabut tebal setinggi langit.

__ADS_1


“Apa Mungkin tempat ini adalah kabut Sijia ?”ucap seorang pengawal menebak kepiting ada di depan mereka yang semakin lama semakin tebal dan meluas.


“Kau bilang ini adalah kabut Sijia ? Jadi...jika masuk ke sana sudah dipastikan takkan bisa kembali ? Gawat jika Pangeran mahkota sampai masuk ke sana !”jawab pengawal lain menimpali.


“Tapi Kita harus mencari Pangeran mahkota. mungkin saja Pangeran ada di sana dan kita harus segera membawanya keluar !”ucap pengawal tadi bersikeras ingin masuk untuk mencari Pangeran Mahkota kembali.


“Kau ini bodoh atau gimana ? Jika kau masuk ke sana kau akan mati. Jadi apa kau bisa menyelamatkan pangeran ?”balas pengawal lain menolak ajakan temannya itu dan teguh pada pendiriannya.


“Kita cari di tempat lain saja semoga Pangeran mahkota tidak masuk ke kabut sijia ini.”ucap pengawal segera mengajak temannya pergi dari sana.


Dua pengawal itu kembali melakukan pencarian di seluruh area yang berada di luar kabut tebal Sijia. Hingga tengah malam mereka melakukan pencarian mereka kembali dengan tangan kosong.


“Kita kembali ke tenda dulu dan kita lanjutkan pencarian esok hari.”ucap salah satu pengawal yang merasa mulai kelelahan dan terserang kantuk.


“Baiklah.”dua pengawal tadi kemudian kembali ke tenda yang mereka buat dan beristirahat di sana.


Sementara di balik kabut tebal. Terlihat Pangeran mahkota yang tak sadarkan diri setelah melewati kabut sijia yang mengandung sulfur kuat juga hallucinogen.


Pangeran Shen Qiu tergeletak di sebuah pohon besar dalam keadaan tak sadarkan diri. Karena sebelumnya menghirup hallucinogen, lelaki itu tiba-tiba berteriak.


Dia melihat banyak lipan berdatangan ke arahnya dan mengepung nya.


“Sial... dari mana datangnya semua lipan ini ? Dan Kenapa tiba-tiba mereka mengepung ku ?”gumam Pangeran mahkota mundur untuk siaga sambil menghunus pedangnya.


“whoosh.... !” Pangeran mahkota menebaskan pedangnya dan memotong tubuh lipan yang mengepung nya menjadi beberapa bagian.


Ternyata meskipun beberapa lipan sudah mati, namun jumlah lipan yang berdatangan semakin banyak.


Pangeran mahkota terus menebaskan pedangnya pada lipan yang mengepungnya Namun sayang jumlah lilitan semakin banyak dan membuatnya kewalahan hingga menyebabkan lelaki itu terjebak dan tak bisa bergerak dan tak bisa berkutik sekumpulan lipan itu membawa tubuhnya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2