Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 120 Mengantar Ke Istana Wanzhou


__ADS_3

Pangeran Shen Qiu diam menatap sosok gadis di sampingnya.


“Gadis ini... selain cantik dan ahli pengobatan, sepertinya dia menguasai ilmu beladiri.”batin Pangeran mahkota setelah melihat cara Tang Su melempar jalan ke arah binatang buruannya.


“Cepat.... !”ucap Tang Su lagi karena pangeran masih diam tak meresponnya sedangkan reaksi dari jarumnya hanya bertahan beberapa menit saja.


Pangeran mahkota segera berdiri dan menghampiri singa yang sedang tergeletak di atas salju.


“bog.... !”Pangeran Shen Qiu mengepakkan tangannya lalu memukul kepala singa itu.


“Aing.... !”Singa itu merintih kesakitan dan seketika matanya yang berwarna merah berubah menjadi putih.


Melihat buruan sang pangeran sudah lemah, Tang Su segera mencabut semua jarum peraknya dari tubuh binatang tadi.


Binatang tadi seketika bisa kembali bergerak secara normal namun dia terlihat takut dan bersimpuh di depan sang pangeran.


“Jalan....!”ucap pangeran mencoba memberi perintah untuk mengetes singa tadi.


Singa itu kemudian berdiri dan berjalan. Pangeran mahkota tersenyum melihatnya dan mengusap kepalanya.


“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita.”ucap pangeran mahkota mengajak Tang Su berjalan.


Tang Su berjalan di belakang sang pangeran yang berjalan bersama binatang yang di tangkapnya.


“tap... tap... tap...”mereka bertiga tiba di depan ruangan yang merupakan pintu keluar dari danau Maoshan, walaupun ruangan itu belum terlihat.


Tang Su yang tahu bagaimana cara masuknya segera maju mendahului pangeran mahkota. Dia menyentuh batu besar yang ada di sisi barat.


“Krak....”tanah yang ada depan pangeran mahkota tiba-tiba retak dan bergeser selebar tiga meter.


“Ini...”ucap pangeran mahkota terkejut saat melihat anak tangga yang terlihat tersusun dengan cepat menuju ke bawah.


“Ayo keluar dari sini.”ucap Tang Su segera berjalan menuruni anak tangga.


Pangeran mahkota segera mengikuti gadis itu berjalan di belakangnya bersama binatang suci yang dia dapatkan.


“krak... !”tanah yang terbuka seketika tertutup setelah pangeran menginjakkan kakinya di anak tangga.


Ruangan itu seketika menjadi gelap gulita dengan tertutupnya pintu.


“Aku akan menerangi jalannya.”ucap pangeran yang sudah menyiapkan obor di luar tadi, dan menyalakannya saat melihat Tang Su yang bingung mencari sesuatu.

__ADS_1


“Masalah selesai.”jawab Tang Su kembali melangkahkan kakinya setelah ruangan itu menjadi terang.


Tak lama kemudian mereka sampai di anak tangga terakhir. Tang Su berhenti di depan dinding yang terdapat pahatan Sansiviera Lotus dan menekannya.


“klak...”sebuah pintu kembali terbuka di depan mereka dan mereka segera keluar dari sana.


Sesampainya di luar karena hari gelap, pangeran tidak tahu arah kembali dan dia berhenti.


“Kita harus berjalan ke barat atau ke timur ?”tanya Pangeran menoleh ke belakang bertanya pada Tang Su.


“Lurus terus saja.”jawab Tang Su yang masih ingat jalannya.


“Kau yakin ?”ucap pangeran merasa ragu.


“Iya ikuti saja aku. Kita barusan melewati kabut Sijia.”ucap Tang Su meyakinkan pangeran jika jadinya benar-benar tahu jalan kembali.


Pangeran Shen Qiu kemudian mengikuti Tang Su yang berjalan memimpin mereka.


Dari kejauhan mereka melihat dua obor yang menyala.


“Ada orang lain selain kita di sini.”ucap Tang Su sambil menunjuk dan waspada.


“Tunggu di sini biar ku periksa.”Pangeran segera berjalan meninggalkan Tang Su dan mencoba menghampiri seseorang yang membawa obor tadi.


Beberapa menit kemudian pangeran berada dekat dengan orang pembawa obor tadi.


“Pangeran mahkota ! Untunglah kami menemukan anda. Kami sudah mencari Pangeran ke mana-mana.”ucap seorang lelaki yang ternyata memang benar merupakan anak buah sang pangeran.


“Apa yang pangeran bawa ?”ucap pengawal lainnya bertanya saat melihat ada seekor singa di samping sang pangeran.


“Ini binatang suci yang kudapatkan di dalam tadi. Baiklah kalian kembali dulu ke tenda, aku akan menyusul kalian.”ucap pasang Pangeran menjelaskan kemudian memberikan perintah pada pengawalnya.


Pangeran Shen Qiu kemudian kembali ke sisi Tang Su setelah anak buahnya berlalu pergi.


“Tabib Tang... dua orang tadi ternyata adalah anak buah ku yang sedang mencari. Ayo kita jalan lagi.”ucap Pangeran mahkota menjelaskan jika keadaan aman dan tak perlu khawatir.


Dia lalu menuntun gadis itu menuju ke tendanya berada.


“Baiklah karena pangeran sudah sampai di tenda maka aku permisi.”ucap Tang Su berpamitan.


“Nona... maksud ku tabib Tang... seorang gadis sepertimu tak aman berada di jalanan seorang diri di malam yang selarut ini. menginap lah satu malam di tendaku dan baru besok kau bisa kembali ke tempatmu.”ucap pangeran menawarkan untuk bermalam karena khawatir akan keselamatan gadis dia sudah berulang kali menyelamatkan dirinya itu.

__ADS_1


Tang Su diam sejenak untuk berpikir.


“Baik pangeran aku bersedia menginap di sini.”jawabnya setelah menimbang-nimbang.


Pangeran kemudian mengantarkan tabib Tang ke satu tenda yang seharusnya itu adalah tenda untuknya, dan dia pun mengalah tidur di tenda lainnya bersama dua pengawalnya.


Keesokan paginya Tang Su bangun lebih awal daripada yang lainnya. Gadis itu duduk dan mengingat jika jadinya sudah berapa lama di danau Maoshan di mana satu harinya di sana sama dengan lima hari di dunia nyata.


“Aku harus cepat kembali ke istana sebelum waktunya habis. Tapi aku tidak punya kuda dan tidak mungkin bisa sampai ke sana dalam satu hari.”gumam Tang Su terlihat panik dan berpikir keras bagaimana caranya agar dia bisa ke sana dengan cepat.


Pangeran Shen Qiu bangun setelah beberapa saat kemudian. Dia melewati tenda di mana tabib Tang berada.


“Kenapa gadis itu terlihat memikirkan sesuatu ?”batin panggilan saat melihat gadis itu melamun dan pikirannya melayang entah ke mana.


Pangeran kemudian berjalan lebih mendekat, namun Tang Su sepertinya tidak menyadari kehadirannya.


“Ehem...”Pangeran berdehem.


“Aah ya Pangeran, salam.”ucap Tang Su terkejut dengan kedatangan lelaki itu yang tiba-tiba.


“Apa ada masalah atau ada yang kau pikirkan mungkin aku bisa membantumu.”ucap pangeran mahkota.


“Emm ya... Sebenarnya aku buru-buru dan harus segera memberikan herba ini pada kedua orang tuaku hari ini juga, tapi aku tidak punya kuda.”jawabnya menjelaskan permasalahannya.


“Kebetulan sekali, hari ini aku juga berniat untuk kembali ke istana Changle. Bagaimana jika kau berangkat bersamaku saja ?” ucap Pangeran menawarkan bantuan pada tabib Tang.


“Tapi bukankah pangeran ada urusan di istana ?”balas Tang Su menegaskan kembali karena jalan mereka berbeda arah.


“Aku tidak ada urusan mendesak di istana. Selain itu tabib Tang sering membantuku dan mungkin saat ini waktunya aku membalas budiku.”jawab Pangeran menegaskan kembali jika dirinya sama sekali tidak keberatan.


“Terima kasih pangeran.”balas Tang Su sambil tersenyum lebar karena tak menyangka akan ada yang membantunya disaat kritis seperti ini.


Pangeran kembali lagi ke tendanya dan membangunkan dua pengawalnya lalu menyampaikan pada mereka untuk segera bersiap karena sepuluh menit lagi dia akan keluar dari sana.


Tak lama kemudian Pangeran mendatangi tabib Tang dengan menunggang sebuah kuda.


“Tabib Tang ayo kita berangkat sekarang.”ucap pangeran sambil mengulur kan tangannya pada gadis itu.


Sementara Tang Su hanya diam terpaku melihat kuda milik pangeran.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2