
Pangeran Shen Qiu memasuki altar istana dan menghadap Kaisar Luoying. Di sana kaisar menanti kedatangannya setelah ada pengawal yang memberitahunya.
“Salam Kaisar Luoying...”ucap pangeran mahkota memberi salam hormat pada sang kaisar.
“Berdirilah Pangeran Mahkota.”jawab kaisar Luoying sambil tersenyum.
Pangeran Shen Qiu kemudian bangkit dan tetap menjaga kesopanannya.
“Ada apa gerangan pangeran datang kemari ?”tanya Kaisar Luoying menatap pemuda di depannya.
“Maaf Yang Mulia... maksud kedatangan ku kemari adalah sebagai perwakilan dari Kaisar Chun Jun terkait dengan perihal berita duka Putri Wu Shuang.”ucap sang pangeran menyampaikan maksudnya.
“Maaf Yang Mulia kami terlambat mendapat informasi, sehingga kami terlambat datang. Kamu menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Putri Wu Shuang.”ucap Pangeran Shen Qiu melanjutkan.
Sang Pangeran kemudian maju mendekat pada Kaisar Luoying sambil membawa sepeti hantaran titipan dari Kaisar Chun Jun.
“Kaisar Luoying mohon di terima ini titipan dari ayah.”ucap Pangeran Shen Qiu lalu menyerahkan peti yang di bawanya pada Kaisar Luoying.
“Terima kasih Pangeran Mahkota tolong sampaikan salam ku untuk Kaisar Chun Jun. Oh ya bagaimana kabar Kaisar Chun Jun ?”ucap Kaisar Luoying sambil menaruh peti besar yang ia terima barusan ke kursi singgasana tanpa membukanya terlebih dulu.
“Kaisar Chun Jun baik-baik saja Kaisar Luoying dan saat ini sedang ada kesibukan istana dengan pembentukan batalyon baru.”jawab pangeran mahkota.
Kaisar Luoying tersenyum lebar mendengar kabar sahabatnya dalam kondisi baik. Ia pun kemudian meminta pangeran mahkota untuk tinggal sebentar.
“Pelayan... jamu Putra Mahkota dan layani dengan baik !”ucap Kaisar Luoying pada salah satu pelayan yang ada di sana.
“Baik Yang Mulia.”
Seorang pelayan datang dan segera mengajak Pangeran Shen Qiu menuju ke suatu ruangan dan memintanya menunggu di sana.
Pangeran Shen Qiu duduk diam di sebuah ruangan dan mengamati sekitar ruangan.
Di lain tempat pelayan Putri Shen Bailian, Yan Kui melihat dari kejauhan pelayan istana mengantar pangeran mahkota ke ruang tamu istimewa kerajaan.
“Aku akan memberitahukan hal ini pada nona. Dia pasti akan senang sekali jika bisa bertemu dengan pangeran mahkota.”batin Yan Kui tersenyum kecil.
Pelayan itu kemudian segera berjalan cepat mencari tuannya yang saat ini ada di balai tari.
“Putri Shen Bailian ada kabar bagus yang ingin ku sampaikan pada nona.”ucapnya menghampiri Sang Putri saat beristirahat sejenak dari menari.
“Kuharap gambar yang kau berikan padaku benar-benar bagus Yan Kui.”jawab Putri Shen Bailian mendekat dan menghampiri pelayannya.
__ADS_1
Yan Kui berbicara lirih agar yang hanya tidak mendengar obrolan mereka.
“Nona muda ada Pangeran mahkota Shen Qiu di ruang tamu istimewa kerajaan saat ini.”ucapnya dengan berbisik.
“Benarkah apa yang kau katakan itu ?”balas sang putri terkejut namun senyuman menghiasi bibirnya setelah mendengarnya.
“Aku harus menemuinya selagi ada kesempatan.”batin Putri Shen Bailian.
Sang putri kemudian meminta izin pada guru yang melatihnya menarik untuk mengakhiri sesi belajar lebih awal dengan dalih ada sesuatu yang lebih mendesak.
Di lain tempat seorang pelayan yang tadi diperintah oleh Kaisar Luoying kembali dengan pelayan lain membawa hidangan mewah kerajaan.
Putri Shen Bailan yang berjalan menuju ke ruang tamu istimewa kerajaan berpapasan dengan pelayan tadi.
“Tepat sekali ada pelayan yang akan ke sana mengantarkan hidangan.”batin Putri Shen Bailian tersenyum kecil setelah terlintas sebuah ide.
Ia pun menghampiri pelayan tadi dan menghentikan langkahnya.
“Pelayan tunggu sebentar !”teriak Putri Shen Bailian memanggil.
Pelayan tadi segera berhenti dan menghadap sang putri yang ada di belakangnya.
“Apa hidangan yang kalian bawa ini untuk pangeran mahkota ?”tanya sang putri.
Dua pelayan tadi mengangguk meski tidak tahu apa yang diinginkan oleh sang putri.
“Jika begitu kalian boleh istirahat biar aku saja yang mengantarkan semua hidangan ini pada Pangeran mahkota.”ucap Putri Shen Bailian mengambil alih troli yang berisikan hidangan.
“Tapi tuan putri...”jawab salah satu pelayan merasa tak enak hati karena itu adalah tugas mereka.
“Kubilang tak masalah dan aku memang ingin mengantarnya. Kalian kembali bekerja saja.”ucap sang putri bersi keras.
Pelayan tadi tak berani melawan perintah dari Putri Shen Bailian dan mereka pun memberikan troli itu pada sang putri dan segera kembali bekerja melakukan pekerjaan lainnya.
Putri Wu Shuang meminta Yan Kui mendorong troly tadi hingga ke depan ruang tamu istimewa kerajaan.
Sebelum masuk ke ruang tamu istimewa, Putri Shen Bailian segera mengambil kembali troli dari tangan Yan Kui dan membawanya masuk ke ruang tamu istimewa.
“Permisi Pangeran Mahkota silakan menikmati hidangan dari istana terlebih dulu.”ucap Putri Shen Bailian setelah tiba di depan pangeran mahkota.
Gadis itu bersikap manis dan lembut serta menebar senyum termanisnya pada Pangeran Shen Qiu.
__ADS_1
Sedangkan sang pangeran terkejut menatap sosok gadis yang tidak di kenalnya itu yang berbeda dengan pelayan yang tadi melayani nya.
“Siapa gadis ini sebenarnya ? Dari pakaian yang ia kenakan sepertinya ia bukanlah pelayan.”batinnya menatap Sang Putri.
“Terima kasih nona. Maaf kenapa nona menggantikan pelayan tadi ?”tanya Pangeran Shen Qiu yang tak bisa membendung rasa ingin tahunya.
Putri Shen Bailian kembali tersenyum dan mengira pangeran mahkota telah terpesona padanya.
“Pangeran Shen Qiu perkenalkan aku adalah Putri Shen Bailian. Pelayan kami sedang banyak urusan dan aku hanya membantunya.”jawab Putri Shen mencoba menarik simpati dari sang pangeran mahkota.
“Oh... aku merasa tersanjung sekali bisa di jamu langsung oleh Putri Shen Bailian.”jawab Pangeran Shen Qiu terkejut ternyata gadis cantik itu adalah seorang putri.
Untuk menghargai Putri Shen Bailian dan Istana Wanzhou, Pangeran mahkota pun menyantap hidangan yang di sajikan untuknya, meskipun hanya memakan beberapa hidangan.
Putri Shen Bailian pun mencoba mendekati Pangeran Mahkota dan mengajaknya mengobrol setelah lelaki itu selesai makan.
Pangeran Shen Qiu menanggapi Putri Shen Bailian dengan datar dan hanya menghormatinya sebagai seorang putri.
“Putri Shen Bailian, terima kasih sudah menjamu ku dengan baik. Senang bertemu dengan putri. Tapi sepertinya aku harus segera kembali sekarang juga.”ucapnya saat melihat hari sudah mau beranjak gelap.
“Baik Pangeran Shen Qiu, aku akan mengantar mu menemui Kaisar Luoying.”jawab Putri Shen Bailian.
Ia pun kemudian mengantar sang pangeran mahkota kembali ke istana.
“Yang Mulia terima kasih banyak atas jamuan nya dan aku ingin berpamitan pada anda sebelum hari semakin larut.”ucapnya sambil memberi hormat.
“Apa tidak sebaiknya menginap disini saja ?”tanya Kaisar Luoying.
“Terima kasih Yang Mulia, tapi maaf aku tidak ingin merepotkan anda.”jawabnya singkat.
Kaisar Luoying pun tak bisa memaksa dan memberinya izin pulang.
“Pangeran tolong bawa surat ini dan sampaikan pada Kaisar Chun Jun.”ucapnya lalu menyerahkan sebuah surat yang ia tulis beberapa saat yang lalu.
Pangeran Shen Qiu menerima surat dari Kaisar Luoying dan menyimpannya. Ia kemudian keluar dari istana dan langsung menuju ke tempat dia menitipkan kudanya tadi.
“Ayo kita berangkat sekarang !”ucap sang pangeran setelah naik ke atas kudanya.
Pangeran Shen Qiu menunggangi kudanya keluar dari istana Wanzhou menuju ke istana Changle.
BERSAMBUNG....
__ADS_1