Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 40 Hasil Yang Sama


__ADS_3

Jenderal Xuan masih terdiam menatap cadar hitam di tangannya. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa kaisar Luoying memerintah untuk melakukan penyelidikan namun setelah penyelidikan di lakukan, Pasukan Bayangan lah yang menyerang putrinya sendiri.


“Apa benar Kaisar Luoying yang memerintahkan untuk melenyapkan Putri Wu Shuang ?”batin Jenderal Xuan yang masih tetap tak bisa mengerti setelah berpikir ulang namun dia merasa aneh kenapa Kaisar juga memerintah dirinya untuk melakukan penyelidikan.


Jenderal Xuan kemudian mengambil barang bukti itu dan menyimpannya. Dia kemudian segera pergi dari sana dan kembali ke tempatnya semula sebelum pengawal utusannya menemukan barang bukti di sana.


beberapa saat kemudian beberapa pengawal utusannya kembali dan melaporkan apa yang sudah mereka temukan.


“Lapor Jenderal Xuan, kami tidak menemukan jasad Putri Wu Shuang di dasar jurang. Di dasar jurang ada sungai dan mungkin saja tubuhnya tenggelam dalam sungai dan sudah di mangsa binatang buas di sana.”ucap beberapa pengawal yang dia tugaskan mencari tubuh sang putri di jurang.


Beberapa pengawal lainnya yang mencari di area lain juga memberikan laporan.


“Lapor Jenderal Xuan, kami sudah mencari tubuh sang putri di semua oleh hutan ini namun kami tak menemukannya.”ucap beberapa pengawalnya yang mencari di lokasi lain.


Jenderal Xuan mendengar laporan dari semua pengawal utusannya.


“Apa kalian menemukan siapa yang mengejar Putri Wu Shuang ?”tanya Jenderal Xuan.


Para pengawal terdiam dan tak ada yang menjawab karena mereka belum menemukan siapa pembunuh sang putri. Namun tiba-tiba salah seorang pengawal maju.


“Jenderal Xuan... aku menemukan sebuah anak panah dan ini sepertinya panah milik pasukan bayangan.”ucap seorang pasukan menunjukkan panah yang dia temukan.


Jenderal Xuan menerima panah beracun itu dan langsung melempar nya kembali ke tanah.


“Jenderal... apa yang harus kita laporkan pada kaisar jika keadaannya seperti ini ?”tanya pengawal lain yang menjadi bingung.


Jenderal Xuan diam dan berpikir untuk menjawab agar tidak salah bicara dan tidak salah dalam mengambil langkah.


“Aku tidak tahu apakah kaisar sendiri yang mengirim pasukan bayangan atau pasukan bayangan sendiri yang melakukannya.”ucap Jenderal Xuan menyampaikan kemungkinan yang ada.


“Kita tidak tahu apakah pasukan bayangan berkhianat pada sang kaisar atau kaisar mencoba mencari kambing hitam ?”ucap Jenderal Xuan menambahkan.


Para pengawal menjadi takut mendengar penjelasan dari Jenderal Xuan. Mereka takut akan menjadi kambing hitam atas kematian Putri Wu Shuang.


“Jenderal lalu bagaimana apa kami akan mendapatkan hukuman ?”balas salah satu pengawal yang merasa ngeri membayangkan hukuman yang akan mereka terima.

__ADS_1


“Kalian tidak usah khawatir aku akan mengatasinya. Kalian cukup ikuti perintahku saja.”jawab Jenderal Xuan menenangkan para pengawal yang ketakutan menanggung resiko penyelidikan ini.


Setelah Jenderal Xuan memberikan pengarahan dan Memberitahukan apa yang harus mereka lakukan demi kebaikan mereka semua, ia mengajak para pengawalnya untuk segera pergi dari hutan dan kembali ke istana.


“Cepat pergi sebelum hari bertambah sore !”ucap Jenderal memberi perintah.


“clop... clop... clop...”


Para pengawal langsung melompat ke kuda mereka masing-masing. Mereka segera mengikuti sang jenderal yang sudah maju duluan di depan mereka.


Satu jam kemudian mereka keluar dari area hutan dan melewati jalanan di pusat herba Ling Yu.


Di tengah jalan seorang pasukan tak sengaja melihat sesuatu yang berkilau di jalanan. Pengawal itu kemudian berhenti sebentar untuk melihatnya.


“Ini kan tusuk konde yang biasa di pakai Putri Wu Shuang ?”gumam pengawal itu saat mengambil tusuk konde dan melihatnya motif dan bentuknya yang khas.


Pengawal itu membawanya dan melompat kembali ke kuda lalu memacu kudanya lebih cepat untuk mengejar Jenderal Xuan.


“Jenderal... tunggu !”teriak pengawal tadi setelah berada di belakang kuda sang jenderal.


Jenderal Xuan memperlambat laju kudanya setelah mendengar panggilan dari pengawalnya.


Jenderal Xuan menerima tusuk konde itu dan melihatnya.


“Ini kan mirip sekali dengan tusuk konde yang biasa dipakai oleh Putri Wu Shuang ? Kenapa bisa ada di sini ?”gumam sang jenderal tak percaya dengan apa yang dipegangnya.


Ia pun langsung menyimpan tusuk konde itu dan kembali mempercepat langkah kudanya agar segera sampai ke istana.


Satu jam berikutnya mereka tiba di pintu gerbang istana Wanzhou. penjaga pintu gerbang segera membuka saat melihat Jenderal Xuan dan pengawalnya datang.


Di dalam istana Jenderal Xuan menghadap Kaisar Luoying seorang diri setelah sebelumnya meminta para pengawalnya kembali bertugas sesuai tugas mereka masing-masing dan menutup mulut mereka rapat-rapat tentang apa yang mereka temukan tadi.


“Salam yang mulia.”ucap Jenderal Xuan memberi salam sambil membungkuk.


“Bangunlah. Ada kabar apa jenderal ?”balas Kaisar Luoying.

__ADS_1


Jenderal Xuan maju dan menyerahkan tusuk konde tadi pada sang kaisar.


Kaisar Luoying menerima tusuk konde dan memperhatikan dengan seksama.


“Ini milik Putri Wu Shuang. Jadi apa kau menemukan sang putri ?”tanya Kaisar Luoying dengan raut muka berseri.


“Maaf yang mulia kami tidak menemukan sang putri di mana pun hanya menemukan itu saja.”balas Jenderal Xuan.


Kaisar Luoying kembali menatap tusuk konde yang ada di tangannya dan raut wajahnya berubah menjadi sedih.


“Jadi Putri Wu Shuang benar-benar sudah meninggal ?”ucap sang kaisar sambil menghela nafas berat.


“Lalu apa kau juga sudah menemukan siapa pembunuhnya ?”tanya Kaisar Luoying.


Jenderal Xuan menatap raut muka sang kaisar yang berubah menjadi sedih dan membuatnya berpikir.


“Jika memang Kaisar Luoying sendiri yang mengutus pasukan bayangan untuk membinasakan sang putri, maka tak mungkin wajahnya berubah menjadi sedih seperti itu.”batin Jenderal Xuan.


“Ampun beribu ampun Yang Mulia. Pembunuh yang mulia untuk kami cari sama sekali tidak meninggalkan jejak, sehingga kami tidak bisa melacak ataupun menemukannya.”jawab Jenderal Xuan menjelaskan panjang lebar.


Kaisar Luoying terlihat sangat kecewa karena masalah itu seperti terkunci dan sama sekali tak bisa diungkap. Ia pun kemudian meminta sang jenderal kembali ke tempatnya bertugas.


Kaisar Luoying kemudian keluar istana dan menuju ke masion air biru tempat tinggal selir Wan Rou untuk menyampaikan berita yang barusan didapatnya.


Sementara Jenderal Xuan setelah keluar dari istana tidak kembali ke tempatnya namun dia mencari temannya yang merupakan pemimpin pasukan bayangan.


Kaisar Luoying tiba di masion air biru dan menuju ke kamar selir Wan Rou.


“tok... tok... tok...”


Selir Wan Rou segera membuka pintu karena dia yakin itu pasti adalah kaisar.


“Kaisar Luoying apa ada kabar tentang putri kita ?”ucap sang selir menatap kaisar.


Kaisar Luoying segeralah sebuah gambar dan menutup pintunya. Ia mengajak istrinya untuk duduk. Ia pun kemudian menjelaskan berita yang barusan dia dapat.

__ADS_1


Selir Wan Rou benar-benar tidak percaya dan masih tidak bisa menerima kenyataan setelah apa yang barusan disampaikan oleh Kaisar Luoying padanya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2