
Xiao Jinyu awalnya merasa cemas melihat Tang Su menangis. Namun entah kenapa dadanya terasa sesak setelah mendengar keris itu mengutarakan cintanya pada Yuxing.
“Apa... kau bilang Yuxing menolak mu ?”ucapnya tak percaya pada apa yang diceritakan oleh gadis itu.
Tang Su mengangguk dan kembali menghapus air matanya menggunakan sapu tangan milik Xiao Jinyu.
“Jadi maksudmu selama ini kau berusaha melakukan diet itu semua bukan untuk dirimu sendiri ? Dan ternyata kau melakukannya demi lelaki itu ?!”balas Xiao Jinyu kecewa karena usahanya membantu dengan tulus telah disia-siakan dan dia merasa tertipu.
“Tang Su aku sungguh kecewa padamu. Ternyata kau melakukan semuanya hanya untuk Yuxing saja.”ucap Xiao Jinyu benar-benar kecewa berat.
Ia pun seketika berdiri dan meninggalkan Tang Su begitu saja.
“Xiao Jinyu... tunggu jangan pergi. Hanya pada mu saja aku bisa menceritakan semua masalahku tanpa beban.”balas Tang Su menarik tangan lelaki itu dan rajanya untuk kembali duduk di dekatnya.
“Maaf aku harus naik ke lapangan lagi.”ucap Xiao Jinyu beralasan.
Tang Su pun melepas tangannya dan membiarkan lelaki itu pergi meninggalkan dirinya.
Xiao Jinyu berjalan cepat dari sana karena tak ingin melihat Tang Su lagi yang entah kenapa membuat hatinya perih.
“tap... tap... tap...”Xiao Jinyu ternyata tidak masuk ke lapangan dia hanya duduk di ruang ganti sambil bersandar kemeja di atas tas punggungnya.
Lelaki itu menoleh ke samping kiri dan dia menepati Yuxing selesai berganti baju dan bersiap akan naik ke lapangan.
“huft...apa baiknya dia, hanya tampang pas-pasan begitu banyak yang tertarik padanya. Semua gadis di sini matanya buta.”gumamnya mengumpat dan tak mau mengakui jika Yuxing lebih baik daripada dirinya.
Dia pun teringat pada air mata Tang Su dan ternyata hal itu juga membuat hatinya perih. Xiao Jinyu tiba-tiba berdiri dan menghampiri Yuxing yang akan keluar dari ruang ganti.
“Yuxing kau pantas menerima ini !”ucap Xiao Jinyu menarik Yuxing.
“bugh... !”tiba-tiba dia melayangkan pukulan pada wajah Yuxing.
“Hey Xiao Jinyu ! Apa-apaan ini, Kenapa kau memukul ku tanpa penjelasan ?”ucap Yuxing berbalik menghadapinya dan langsung menarik kerah baju Xiao Jinyu.
__ADS_1
“Apa yang barusan kau lakukan pada Chubby ?”ucapnya balas menarik kerah baju Yuxing.
Yuxing mengingat lagi gadis yang barusan ditemuinya di kelas.
“Apa yang kau maksud gadis gendut tadi ?”balas Yuxing menatap langsung mata Xiao Jinyu.
“Ya kau tahu... kau membuat gadis itu menangis dengan kata-kata kasar mu !”balas Xiao Jinyu dengan nada tinggi.
Mahasiswa lain yang ada di ruang ganti melihat keributan dan pertengkaran dua temannya itu segera menghampiri mereka dan melerainya.
“Xiao Jinyu ! Yuxing ! kalian berdua berhenti berkelahi di sini. kita adalah tim, jangan sampai ada perpecahan di antara kita !”ucap seorang mahasiswa menengahi Yuxing dan Xiao Jinyu.
“Huh... !”Xiao Jinyu melepaskan kerah baju Yuxing. Begitu pula dengan Yuxing, dia segera melepas baju Xiao Jinyu dan padahal pergi meninggalkannya lalu naik ke lapangan.
Sementara di tengah lapangan Siyue melihat idola Tang Su sudah naik ke lapangan.
“Tang Su ke mana, kenapa dia belum kembali ? Padahal saat ini Yuxing sedang bermain.”gumamnya menatap ke belakang mencari Tang Su yang tak kunjung datang.
“tap... tap... tap...”Siyue perjalanan keluar dari lapangan dan menuju ke kelas Tang Su.
Dia sampai di kelas Tang Su namun dia tidak menemukan gadis itu di sana.
“Di sini tidak ada... lalu kemana Tang Su pergi ?”gumam Siyue melihat kelas yang kosong dan tak ada siapapun dari luar kelas.
Siyue terus berjalan dan mencoba mencari kelas lain. Di tengah jalan dia melihat seorang gadis duduk di depan sebuah kelas dengan tertunduk.
“Gadis itu terlihat mirip dengan Tang Su. Apa benar itu dia ?”gumamnya menatap ke kursi tempat Tang Su duduk.
Siyue berjalan menuju ke sana untuk memastikannya sendiri secara langsung.
“Tang Su.... ?!... Kenapa kau di sini ?”ucap Siyue setelah melihat gadis yang duduk di kursi itu memanglah temannya.
Siyue kemudian duduk di samping Tang Su sambil memegang bahu temannya itu.
__ADS_1
Tang Su mencoba menenangkan dirinya dan menghapus sisa air matanya agar temannya itu tidak melihat apa yang terjadi pada dirinya.
“Siyue... kenapa kau mencari ku kemari ?”ucap Tang Su dengan suara pelan dan sedikit bergetar.
“Saat ini Yuxing sedang main dan kau belum juga kembali makanya aku mencari mu. Ayo sekarang kita kembali ke lapangan dan melihat permainan Yuxing.”balas Siyue dengan bersemangat karena ingin melihat temannya yang satu ini senang.
Ternyata Tang Sumenunjukkan reaksi berbeda yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
“Yuxing ya.... kau lihat saja dia sendiri. Aku... aku merasa gerah di sana. Selain itu aku perasa tidak enak badan. Perut ku rasanya sedikit bermasalah.”jawab Tang Su panjang lebar dan alasan untuk menolaknya pergi kembali ke lapangan dan melihat aksi Yuxing.
“Siyue maaf... perut ku beneran tidak enak rasanya. Aku permisi ke toilet dulu.”ucap Tang Su lagi mencoba menghindar dengan berbohong pada temannya.
Ia pun segera berdiri dan berjalan menuju ke toilet sambil memegang perutnya yang sama sekali tidak terasa sakit.
“Tapi Tang Su apa kau yakin tidak ingin melihat permainan Yuxing ?”jawab Siyue ikut berjalan mengikuti temannya.
“Tidak Siyue... kau lihat saja sendiri. Aku akan pulang setelah ini.”jawab Tang Su kembali menolak ajakan Siyue
Siyue nampak kecewa dan tidak tahu kenapa tiba-tiba sahabatnya itu tak ingin pergi ke lapangan bersamanya dan menonton aksi Yuxing.
Ia pun kembali seorang diri ke lapangan dengan lesu karena tak ada yang menemaninya untuk melihat kembali aksi Xiao Jinyu nanti setelah beberapa sesi pertandingan lainnya.
“Kenapa ya tiba-tiba Tang Su bersikap aneh seperti itu padahal tadi sebelumnya terlihat mencari dan menanti Yuxing.”batin gadis itu tidak mengerti kenapa tiba-tiba temannya bisa berubah dengan cepat sikapnya.
Di toilet Tang Su berada di depan sebuah wastafel. Dia menatap wajahnya di cermin yang terlihat masih sedikit tembem pipinya. Ia melepas kacamatanya.
“hiks... hiks... kau jahat sekali Yuxing. Aku sudah berusaha keras dan mati-matian untukmu namun kau sama sekali tak berpaling padaku.”ucap Tang Su kembali sedih mengingat dan menyebut nama lelaki yang disukainya.
Gadis itu kembali menitikkan air matanya. Namun kali ini dia segera menenangkan dirinya agar tidak terus menitikkan air mata yang menurutnya tidak berguna.
“Baiklah lihat saja aku akan benar-benar menjadi cantik dan membuatmu berpaling padaku. Tapi maaf saja, aku akan menutup hatiku untukmu selamanya.”ucap Tang Su menatap ke arah cermin. Ia pun menghapus sisa air matanya dengan sapu tangan Xiao Jinyu lalu memasang kacamatanya kembali. Dia berusaha tegar dan melupakan apa yang terjadi barusan.
BERSAMBUNG....
__ADS_1