
Setelah tiga hari kemudian Tang Su merasakan memar di tubuhnya sudah jauh berkurang serta luka di lengannya hampir sembuh, namun dia belum melepas perban di lengan kanannya.
Suatu pagi dia berangkat ke kampus seorang diri dan bertemu dengan Siyue di pintu gerbang kampus.
“Siyue.... !”panggil Tang Su saat melihat punggung temannya dari kejauhan.
Siyue memutar badan dan melihat dari kejauhan ada Tang Su. Ia pun kemudian berjalan menghampirinya.
“Hey Tang Su...”ucap Siyue menyapa temannya.
“Apa tugas mu sudah selesai ?”ucap Tang Su sambil tersenyum kecil.
“Sudah... dan kita bisa pulang bersama lagi nanti.”balas Siyue senang sambil tersenyum.
“Ayo kita masuk.”ajak Tang Su karena kelas sebentar lagi akan dimulai.
Mereka berdua kemudian masuk ke pintu gerbang kampus bersama.
“Nanti siang kita bertemu di perpustakaan ya ?”ucap Siyue pada Tang Su di ujung jalan.
Tang Su setuju saja dan mereka pun berpisah di tengah jalan menuju ke kelas masing-masing.
Siang harinya Tang Su dan Siyue bertemu kembali di perpustakaan. Di depan pintu perpustakaan Siyue berhenti sebentar dan mengeluarkan novel dan buku lainnya dia pinjam sebelumnya.
“Aku mau pinjam buku lagi nanti.”ucap Siyue menutup kembali tasnya dan berjalan masuk ke perpustakaan.
Dia pun segera mengembalikan buku yang sudah selesai dia baca.
“Tang Su kau tidak pinjam buku lagi ?”tanya Siyue melihat Tang Su diam menunggunya.
“Ya... aku belum selesai membacanya.”balas Tang Su singkat.
Siyue merasa heran karena biasanya Tang Su tidak butuh waktu lama untuk membaca apalagi hanya sebuah komik, namun dia tak menanyakan pada temannya apa sebabnya.
Tang Su dan Siyue berjalan menuju ke rak buku. Mereka kemudian melihat beberapa buku yang mereka sukai dan mengambilnya lalu duduk di kursi.
Tang Su masih berada di rak buku dan memilih-milih buku. Dia melihat deretan buku komik.
“Ah... tidak... sebaiknya Aku tidak membaca komik dulu.”batin Tang Su yang trauma membaca komik dan takut terulang kejadian yang sama seperti sebelumnya.
Dia pun menuju ke rak buku sebelah dan mau milih daratan buku fotografi.
“Aku baca ini saja.”gumamnya mengambil beberapa buku tentang fotografi lalu duduk di depan Siyue.
__ADS_1
Tang Su yang memang suka dengan segala hal yang berkaitan dengan fotografi segera membaca buku itu.
Siyue selesai membaca sebuah buku dan mengembalikannya ke rak buku. Ia pun mencari satu buku lagi untuk dia pinjam.
Gadis itu kembali dari rak buku setelah menemukan buku yang ingin dipinjamnya. Melihat Tang Su diam tak bicara membuatnya penasaran.
Siyue berdiri di belakang Tang Su untuk melihat apa yang saat ini sedang dia baca. Secara tak sengaja dia menyenggol lengan kanan Tang Su saat ada mahasiswa lain yang lewat di belakangnya.
“Auuwh....”pekik Tang Su yang merasa kesakitan dan segera menaruh buku yang dibacanya lalu memegang lengan kanannya.
“Ah... maaf aku tidak sengaja Tang Su.”ucap Siyue.
“Ya tak apa..”jawab Tang Su singkat masih memegang lengan kanannya.
Siyue kembali duduk dan masih melihat lengan Tang Su yang dia senggol tadi. Gadis itu melihat lengan tangan kanan Tang Su terlihat lebih tebal daripada lengan kiri.
“Tang Su apa tangan kananmu terluka ?”tanya Siyue tiba-tiba.
“Bagaimana kau bisa tahu ?”balas Tang Su terkejut.
Siyue tidak menjelaskan dan kembali bertanya.
“Bagaimana kau bisa terluka ?”tanya Siyue prihatin.
“Terkena panah...”jawab Tang Su yang tak sadar berkata jujur.
“Ahh apa yang ku ucapkan barusan ?”batin Tang Su gugup dan segera berpikir keras untuk mengoreksi ucapannya.
“Ya maksud ku... aku terkena ranting pohon yang ujungnya runcing seperti anak panah.”balas Tang Su kembali menjelaskan.
Siyue baru mengerti penjelasan dari Tang Su dan malah membuatnya semakin penasaran.
“Bagaimana kau bisa terkena ranting pohon ?”tanya Siyue karena setahunya temannya itu jarang bermain di luar.
Tang Su nampak cukup lagi karena bingung tak bisa menjelaskan.
“Ini tak apa hanya luka kecil saja. Sudah tak apa sekarang. Oh ya kau sudah selesai membaca atau belum ?”ucap Tang Su mengalihkan topik pembicaraan.
“Ku rasa lebih baik aku meminjamnya saja dan menyelesaikannya di rumah.”jawab Siyue lalu segera menutup buku yang dibacanya.
Melihat jam istirahat yang masih tiga puluh menit lagi baru berakhir. Siyue mengajak Tang Su untuk ke kantin.
“Baiklah kita ke kantin saja sekarang sebelum jam istirahat habis.”ucap Tang Su segera berdiri dan membawa buku yang dia baca lalu mengembalikan ke tempatnya.
__ADS_1
Sedangkan Siyue segera menyerahkan buku yang akan dipinjamnya pada pustakawan.
“Ini buku yang dipinjam.”ucap pesta kawan sambil menyerahkan dua buah buku pada Siyue.
“Terima kasih.”jawab Siyue sambil menerima buku yang dia pinjam.
Tang Su segera menyusul Siyue setelah mengembalikan buku ke tempatnya. Mereka berdua keluar dari perpustakaan dan menuju ke kantin.
Di tengah jalan mereka melewati lapangan sepak bola dan di sana ramai sekali. Banyak gadis yang bersorak riuh di sana.
“Apa Yuxing sedang bermain saat ini ?”batin Tang Su penasaran dan berhenti sejenak untuk melihatnya.
Dari kejauhan terlihat Yuxing sedang berlari menggiring bola dan membuat Tang Su seolah enggan pergi dari sana.
Siyue melihat Tang Su yang terpana menatap seorang lelaki di tengah lapangan, ikut berhenti dan ikut melihatnya.
“Tang Su siapa lelaki yang menggiring bola itu ?”tanya Siyue.
“Dia Yuxing... !”jawabnya sambil tersenyum menatap Siyue.
“Apa kau menyukai lelaki itu ?”tanya Siyue lagi saat melihat Tang yang tersipu menatap Yuxing.
“Enm... itu... aku hanya... mengaguminya saja.”balas Tang Su sambil malu-malu.
Siyue hanya tersenyum saja mendengar jawaban temannya dan dia jadi mengetahui lelaki yang disukai oleh Tang Su.
Ternyata di lapangan sepak bola tak hanya ada Yu Xing saja di sana, namun juga ada Xiao Jinyu.
Xiao Jinyu yang melihat para gadis berteriak histeris melihat aksi Yuxing, tak mau kalah dan menunjukkan aksinya yang tak kalah memukaunya dengan aksi Yuxing.
“Siapa lelaki itu Tang Su ?”tanya Siyue menunjuk ke arah Xiao Jinyu karena terpukau dengan aksinya.
“Dia Reaper... maksud ku Xiao Jinyu.”balas Tang Su.
Terlihat Siyue terus menatap Xiao Jinyu karena merasa terpukau dengan aksinya di lapangan.
“Oh Siyue... bukankah kita akan ke kantin ?”ucap Tang Su yang teringat pada tujuan awal mereka.
“Oh ya benar... ayo kita pergi sekarang sebelum waktunya habis.”jawab Siyue yang baru sadar dan terlalu menikmati menonton aksi Xiao Jinyu di lapangan.
Mereka berdua kembali berjalan menuju ke kantin. Dan Siyue kembali menoleh ke belakang sebentar untuk melihat Xiao Jinyu sebelum mereka benar-benar pergi dari lapangan sepak bola.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
*note*
Dear readers... jangan boom like atau comment Setelah selesai baca karya ini... 😆