
Pangeran mahkota terus berusaha memperlambat laju kudanya agar tidak menabrak Tang Su.
“Hiat... Chenhu berhenti ! Chenhu berhenti !”teriak Pangeran Shen Qiu menarik tali kokang kuda dengan kencang.
“Kiiik.... kiiik... kiiik !”Tang Su menoleh ke samping kiri saat mendengar suara kuda yang meringkik.
Beberapa pejalan kaki lainnya segera menyingkir agar tidak tertabrak oleh kuda sang pangeran mahkota.
“Nona cepat minggir dari sana !”teriak pejalan kaki lainnya memperingatkan Tang Su.
Tang Su ketika terkejut melihat seekor kuda melaju dengan cepat ke arahnya yang berjarak hanya satu meter dari tempatnya berada.
“Kenapa aku tidak mengetahui jika ada kuda melintas di dekatku ? Semoga saja aku bisa menghindarinya.”gumam Tang Su mencoba untuk tenang.
Kuda terus melaju tepat ke tubuh Tang Su.
“Nona cepat minggir !”teriak Pangeran Shen Qiu memperingatkan kembali.
Tang Su berpikir dengan cepat. Ia pun melakukan gerakan refleks mundur ke belakang dengan cepat.
“bugh.... !”Namun sayang sekali kuda sang pangeran mahkota menyenggol rambut Tang Su dan membuat cadarnya lepas serta tumpukan buku yang dia bawa jatuh berserakan di tanah.
Kuda sang pangeran mahkota baru berhenti tiga meter di arah depan Tang Su berada.
“Huff.... huff... bagus Chenhu kau akhirnya berhenti.”ucap Pangeran Shen Qiu mengelus kepala kudanya.
Setelah kuda itu tenang Pangeran Shen Qiu mengikat kudanya sementara di sebuah pohon yang ada di sekitar jalan. Ia kemudian menoleh ke belakang menatap ke arah Tang Su.
Dia melihat Tang Su yang sama sekali tidak terluka namun semua barang yang di bawahnya jatuh berceceran.
“tap... tap... tap...”Pangeran Shen Qiu segera berlari menuju ke tempat Tang Su berada.
“Nona maaf aku menabrak mu dengan kudaku. aku sudah memperingatkan mu dari kejauhan tapi sepertinya kau tidak mendengarnya. Apa kau tidak apa-apa ?”ucap Pangeran Shen Qiu saat sudah berada di depan Tang Su.
“Ya aku baik-baik saja tuan. Memang aku yang salah karena tidak mendengar peringatan mu.”jawab Tang Su.
__ADS_1
Dia pun baru sadar jika cadarnya terlepas.
“Gawat cadar lepas !”pekik Tang Su dalam hati. Ia merasa khawatir ada seseorang yang melihat parasnya.
Dia pun segera mencari cadarnya terlebih dulu dan mendapati cadar itu ada di dekat tangan pangeran yang berjongkok mengambil bukunya.
“Permisi...”ucap Tang Su mengambil cadarnya dan segera mengenakannya.
“Siapa gadis ini ? Parasnya cantik dan kulitnya mulus.”batin sang pangeran saat melihat wajah Tang Su sebelum mengenakan cadar.
Tang Su mengambil buku-bukunya berserakan di tanah bersama sang pangeran mahkota yang membantunya.
“Nona aku minta maaf sekali karena aku beberapa buku mu rusak.”ucap Pangeran Shen Qiu menyerahkan beberapa buku yang diambilnya dan ada banyak bagian yang sobek serta kotor.
“Ah... ya...”jawab Tang Su singkat dan sebenarnya dia sangat menyayangkan sekali hal itu karena dia sama sekali belum membacanya dan bukunya sudah rusak namun harus merelakannya.
Pangeran Shen Qiu merasa tak enak hati meskipun itu bukan sepenuhnya salahnya tetap saja dia akan tampak salah.
“Nona dimana kau membeli semua buku ini ?”tanya sang pangeran ingin mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Di toko sana.”ucap Tang Su menunjuk toko tempatnya membeli semua bukunya tadi.
“Nona tolong tunggu sebentar di sini.”ucapnya lalu segera pergi menuju ke toko buku yang ditunjuk oleh Tang Su.
Di dalam toko buku sang pangeran menunjukkan buku-bukunya pada pemilik toko dan memintanya untuk mencarikan buku yang serupa.
“Buku tentang meracik obat ?”batin sang pangeran saat melihat buku yang diterimanya.
Ia pun meminta pada pemilik toko untuk mencarikan beberapa buku sejenis sebagai tambahan dan sebagai ganti permintaan maafnya.
Tak lama kemudian Pangeran Shen Qiu keluar dari toko buku dengan membawa setumpuk buku dan kembali menuju Tang Su yang masih menunggunya.
“Nona maaf sudah lama menunggu. Ini buku yang tadi rusak dan aku sudah menggantinya.”ucap Pangeran mahkota menyerahkan buku yang di bawanya pada Tang Su.
Tang Su merasa simpatik pada sikap lelaki itu karena tanpa dia minta dia sudah mengganti bukunya dan malahan menambahkan beberapa buku untuknya.
“Tuan terima kasih sebenarnya tak perlu mengganti dan menambah buku ku.”ucap Tang Su setelah menerima dan memeriksa bukunya.
__ADS_1
Pangeran mahkota teringat dengan misinya.
“Aku akan sampai malam hari jika tidak segera berangkat.”batinnya melihat sekitar.
“Tak apa nona anggap saja ini permintaan maaf dariku. Maaf aku tidak bisa lama di sini, masih pada suatu hal yang harus segera aku kerjakan.”ucap Pangeran Shen Qiu bermaksud untuk segera pergi.
Setelah berpamitan ia pun segera berjalan dengan cepat menuju ke tempat dia mengikat kudanya.
Pangeran Shen Qiu segera melepas tali yang ia ikat ke sebuah pohon dan melompat duduk di atas kudanya.
“Chenhu ayo kita lanjutkan perjalanan.”ucap sang pangeran mahkota memberi perintah pada kudanya.
“hiiatt... !”kuda itu segera berlari dan merasa dengan cepat menuju ke istana Wanzhou.
Sedangkan Tang Su hanya menatap lelaki tadi yang saat ini sudah menghilang di jalanan.
“Siapa sebenarnya lelaki itu ? Kenapa dia terlihat tergesa-gesa sekali ?”gumam Tang Su masih melihat ke jalanan tempat pangeran tadi berada meskipun saat ini sudah kosong.
“Sudahlah bukan urusanku. Tapi sepertinya dia bukan orang sini, yang terpenting dia sudah mengganti buku ku.”batin Tang Su yang entah kenapa masih terpesona pada sikap sang pangeran.
Tang Su berjalan kembali dengan membawa setumpuk buku menuju ke penginapan. Kali ini dia berjalan dengan lebih hati-hati sambil sering melihat ke belakang jalan agar tidak terulang kembali kejadian barusan.
Setelah empat puluh menit berjalan akhirnya ia pun tiba di penginapan.
“Fyuh....lelah sekali.”gumam Tang Su setelah berada di kamar dan menaruh setumpuk bukunya ke meja. Dia pun segera melupakan dirinya di tempat tidur untuk meluruskan dan merilekskan semua otot tubuhnya yang terasa tegang.
Tiga puluh menit kemudian Tang Su turun dari tempat tidur dan berpindah ke kursi.
“Aku mulai baca yang ini saja.”gumamnya mengambil satu buku dan membacanya.
Di lain tempat Pangeran Shen tiba di istana Wanzhou setelah menempuh satu jam perjalanan.
Di depan pintu gerbang istana dia menjelaskan pada penjaga yang ada di sana jika dirinya merupakan utusan dari istana Changle dan merupakan utusan dari Kaisar Chun Jun.
“Baik silakan masuk Pangeran Shen Qiu.” ucap penjaga pintu gerbang setelah melaporkan kedatangannya pada Kaisar Luoying.
Pangeran mahkota kemudian masuk ke istana Wanzhou dan dikawal oleh pengawal istana kerajaan yang mengantarnya menemui Kaisar Luoying.
__ADS_1
BERSAMBUNG...