Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 128 Rasa Yang Tumbuh


__ADS_3

Satu bulan sudah Tang Su menjalin hubungan dengan Yuxing, namun semakin ke sini hanya hambar yang dirasakannya.


Suatu ketika Xiao Jinyu yang lama tidak pernah ngobrol dengan Tang Su mencarinya. Dia sengaja berjalan menuju ke kelas Tang Su.


Tepat di saat Tang Su keluar kelas dari belakangnya ada Yuxing yang berjalan mendahuluinya.


“Tang Su... !”panggil Yuxing menghampiri Tang Su.


Tang Su melihat Xiao Jinyu berdiri mematung di depan kelasnya.


“Xiao Ji-... !”ucap Tang Su tertahan karena Yuxing mengajaknya bicara.


“Bagaimana.... apa kau mau menemaniku ke lapangan bola ?”ucap Yuxing mengulangi pertanyaannya karena sebelumnya Tang Su tak merespon pertanyaannya.


Xiao Jinyu menatap Tang Su berpegangan tangan dengan Yuxing, membuatnya seketika berbalik dan berjalan dengan cepat pergi dari sana.


“Tang Su... harusnya aku senang dan bahagia untukmu tapi kenapa hati ku masih terasa sakit sampai saat ini sejak kau jalan dengan Yuxing. Satu bulan tak bicara ataupun bertemu dengan rasanya hati ku hampa. Apa yang sebenarnya terjadi padaku ? Adakah yang bisa menjelaskannya padaku ?”batin lelaki itu berjalan dengan kepala tertunduk dan langkah kaki yang lemah.


Xiao Jinyu berjalan tanpa arah hingga akhirnya dia berhenti di sebuah tanah kosong. Tak ada siapa-siapa di sana selain dirinya.


Dia duduk bersandar di bawah pohon dan kembali tertunduk menatap rerumputan yang dia duduki.


“Baru kali ini aku merasa sakit hati seperti ini. Haah... apakah aku benar-benar telah jatuh cinta pada gadis itu ? Kenapa baru sekarang aku menyadarinya ?”gumam Xiao Jinyu yang terlambat menyadari perasaannya di saat gadis yang ternyata telah mengisi hatinya sudah bersama dengan lelaki lain.


Di lain tempat terlihat Tang Su berjalan bersama Yuxing menuju ke lapangan sepak bola. Dia duduk di kursi melihat Yuxing sedang merumput di lapangan bersama bolanya.


Di mata Tang Su internet sedang bermain bola saat itu bukanlah sosok Yuxing, melainkan Xiao Jinyu.


“Kenapa aku terus memikirkannya ? Kenapa aku masih merasa kesepian meskipun aku sudah jalan dengan Yuxing ?”batin Tang Su tersenyum kecut dengan gejolak rasa yang muncul.


Beberapa hari berlalu. Suatu ketika Xiao Jinyu berjalan melewati perpustakaan. Dia berhenti dan menatap dari luar. beberapa saat setelahnya beberapa junior berhenti dan menghampirinya.

__ADS_1


“Hai kakak Xiao.... hari ini kakak ada jadwal latihan sepak bola tidak ?”ucap seorang gadis yang merupakan mahasiswa tingkat satu.


“Iya kak... jika ada jadwal latihan kami akan melihat latihan kakak sekarang.”ucap seorang gadis lainnya yang tersenyum manis sambil menarik-narik tangannya.


Dari kejauhan Tang Su berjalan seorang diri menuju ke perpustakaan. Dia berhenti saat melihat sosok Xiao Jinyu yang dikerubungi lima orang gadis.


“Sekarang kau populer dan banyak fans. Mungkin saja salah satu dari mereka ada yang kau suka.”batin Tang Su terlihat sedih dan merasa hatinya teriris melihat para gadis itu mendapatkan balasan senyuman dari Xiao Jinyu dan membuatnya membatalkan pergi ke perpustakaan.


Xiao Jinyu berbalik ke belakang tanpa sengaja dan dia melihat sosok Tang Su berjalan dengan gontai.


“Tang Su... !”panggil Xiao Jinyu dengan mantan Namun sayang Tang Su sudah berlalu jauh dan tak mendengar panggilannya.


Xiao Jinyu pun tak bisa menolak saat dikeroyok lima orang gadis tadi yang menyeretnya berjalan menuju ke lapangan setelah dia memberitahu jadwalnya latihan.


Di saat Xiao Jinyu berjalan pergi dari perpustakaan, Tang Su terbalik dan menatapnya lagi.


“Ouh... sepertinya kau sudah. melupakan diriku. Kenapa kita sekarang menjadi jauh... ?”gumam Tang Su tak kuasa menatapnya dan kembali berbalik menapakkan kakinya menuju ke tempat lain untuk menenangkan dirinya.


“Apa yang sebenarnya terjadi padaku ? Kenapa aku merasa kurang bahagia meskipun aku sudah bersama lelaki yang aku impikan... tapi aku malah merindukan sosok Xiao Jinyu ?”gumam Tang Su sedih sambil menatap ke atas ke langit-langit.


Dia berpikir dan memejamkan matanya kembali mengingat semua hal yang pernah ia lakukan bersama Xiao Jinyu.


“Oh Tuhan... apakah hatiku telah tertambat pada Xiao Jinyu ? Apakah aku sudah lama suka padanya ? Dan aku baru menyadarinya sekarang saat aku sudah bersama lelaki lain ?”gumam Tang Su tersenyum kecut pada hidup yang dia jalani.


Tang Su kembali diam dan berpikir dirinya sebelumnya adalah seorang pengecut yang selalu bersembunyi di balik ketakutan dan kecemasannya.


“Ya... aku tidak boleh pasrah, diam terbawa oleh arus hidup. Bukankah takdir seseorang masih bisa dirubah asalkan ada kemauan ?”gumam Tang Su yang tiba-tiba tercerahkan dan dia tak mau hidup dalam bayangan kesedihan mulai saat ini.


Keesokan harinya di kampus, usai pelajaran berakhir, Tang Su berjalan menuju ke kelas Yuxing dan menunggunya di depan kelas.


“klak... !”suara pintu terbuka dan mahasiswa satu persatu keluar dari sana. Setelah beberapa mahasiswa terlihat keluar, barulah Yuxing berjalan keluar dari gelas dengan temannya.

__ADS_1


“Hey ada yang mencari mu... itu di sana, jadi kita batalkan saja acara makan siang kita bersama.”ucap Mo Lan, teman Yuxing sambil menunjuk ke arah Tang Su.


Yuxing menatap ke arah yang ditunjuk oleh Mo Lan dan segera menghampiri Tang Su.


“Hey... tumben kau mencari ku, ada apa ?”ucap Yuxing memegang tangan Tang Su.


“Ada yang ingin ku bicarakan denganmu.”bisik Tang Su lirih di telinga Yuxing.


Yuxing tersenyum kecil lalu menarik tangan Tang Su dan mengajaknya pergi dari sana. Mereka kemudian berhenti di sebuah tanah kosong yang hanya ada beberapa orang di sana dan mereka terlihat sibuk sendiri dengan urusan mereka masing-masing.


Tang Su menarik nafas dalam-dalam. Dia menatap lelaki di depannya dengan tatapan mendalam.


“Yuxing... mungkin kau akan benci padaku atau menilai ku buruk. Tapi aku tak ingin membohongi hatiku sendiri dan melukaimu lebih jauh lagi. Aku ingin hidup dengan mengikuti hati nurani ku tanpa paksaan dari siapapun.”ucap Tang Su menyentuh pipi Yuxing.


Sementara Yuxing masih diam dan terus mendengarkan ucapan Tang Su yang membaca penasaran.


“Yuxing... sebelumnya aku memang tertarik padamu tapi setelah aku jalan denganmu barulah aku menyadari jika aku Salah mengartikan rasa suka padamu. Aku minta maaf pada mu tapi aku sudah tak bisa melanjutkan hubungan kita. Sebaiknya kita putus saja.”ucap Tang Su Akhirnya bisa mengutarakan semua isi hatinya dan membuatnya lega.


Perkataan Tang Su bagaikan petir yang menyambar hati Yuxing di siang hari dan membuatnya sangat terkejut.


“Tang Su katakan apa alasannya kau minta putus dariku ?”ucap Yuxing berat hati melepaskan gadis itu. Namun Tang Su tidak menjawab ataupun menjelaskannya.


“Apakah ada orang lain yang kau sukai ?”tanya Yuxing.


Seketika Tang Su langsung menarik tangannya dari pipi Yuxing. Gadis itu pergi berlari meninggalkan Yuxing tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirnya.


“Oh Tuhan... apakah ini karma untukku ? Kau mau kamu tahu karena aku sering mempermainkan gadis, dan sekarang di saat aku benar-benar mencintai seseorang dari situ pergi berpaling begitu saja dariku.”gumam Yuxing menatap Tang Su dari kejauhan tanpa bisa melakukan apapun.


Dia hanya menarik nafas dalam-dalam lalu berjalan dengan gontai karena Ini baru pertama kalinya dia diputuskan oleh seorang gadis.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2