
Kereta kuda meluncur di jalanan menuju ke kota Xinghua. Selama di jalan Selir Wanrou diam namun terlihat tak sabar ingin segera sampai di sana.
“Sebenarnya siapa yang ingin ditemui oleh Selir Wanrou ? Apa mungkin selir punya kekasih di kota Xinghua ?”batin Bai Yu Jadi curiga dengan gelagat aneh sang selir yang tidak seperti biasanya.
“Tapi menurutku Selir Wanrou tidak mungkin mengkhianati kaisar. Lalu siapa sebenarnya seseorang yang ingin ditemui sang selir ?”batin Bai Yu lagi.
Tak berapa lama kemudian kereta kuda berhenti di sebuah rumah yang ada di distrik D. Selir Wan Rou turun bersama Bai Yu menuju ke rumah Tang Su.
“tok... tok... tok...”Tang Su di dalam rumah selesai berbenah, menata semua perabotnya yang sudah dikirim dan saat ini gadis itu sedang duduk makan.
“Siapa yang datang kemari mencari ku ?”batin Tang Su merasa tak punya janji dengan seseorang karena dia tidak mengenal siapapun di kota yang baru dia tempati sekarang ini.
Tang Su menghentikan aktivitas makannya dan berdiri. Ia pun waspada dan mengambil tongkat yang ada di ruangan yang bisa di gunakan sebagai senjata.
“Mungkin saja itu pencuri yang berpura-pura sebagai tamu. Sepertinya aku perlu membeli sebuah pedang, karena pedang ku hilang saat kejadian terakhir pasukan bayangan mengejar ku.”gumam Tang Su.
Tang Su memakai cadar nya lalu berjalan menuju ke pintu dengan membawa sebuah tongkat. Dia diam sejenak di depan pintu dan bersiap memukul.
“klik... !”Tang Su membuka pintu.
“Whoosh... !”Tang Su mengayunkan tongkatnya.
Bai Yu tersentak kaget dengan sambutan yang luar biasa dari pemilik rumah dan scara refleks menarik mundur Selir Wan Rou agar tidak terkena pukulan.
“Aargh... !”teriak Selir Wan Rou kaget sekaligus takut.
Tang Su menaruh tongkatnya setelah melihat tamu yang datang adalah Selir Wan Rou.
“Oops... maaf.... bukan maksudku bersikap seperti ini.”ucap Tang Su merasa bersalah.
“Haah... haah... kau membuatku kaget saja.”jawab Selir Wan Rou kembali maju dan mengatur nafasnya.
“Maafkan aku... silahkan masuk Selir Wan Rou.”ucap Tang Su mempersilahkan tamunya untuk masuk ke dalam.
Bai Yu menjadi enggan masuk setelah mendapatkan sambutan yang kurang menyenangkan barusan diam di depan pintu.
“Bai Yu cepat masuk di luar tidak aman.”ucap Selir Wan Rou menarik pelayannya masuk sebelum ada yang melihat mereka.
__ADS_1
Di dalam rumah Selir Wan Rou dan Bai Yu duduk di kursi sementara Tang Su pergi ke belakang untuk membuatkan minuman.
“Silahkan....”Tang Su kembali dari belakang dengan membawa teko berisi teh beserta cangkir dan menyajikannya di meja.
“Tabib Tang... ini kue kesukaan mu.”ucap Selir Wan Rou menyerahkan kue osmanthus pada Tang Su.
Tang Su menerima kue itu meskipun dia sebenarnya tidak begitu menyukai kue itu.
“Oh... jadi nona ini adalah tabib Tang. Tapi bagaimana bisa Selir Wan Rou mengetahui makanan favorit tabib ini hanya dalam satu pertemuan saja ?”batin Bai Yu merasa ada yang aneh.
Selir Wan Rou tidak merasa lega jika belum melihat putrinya memakan sendiri kue yang di bawanya.
“Makanlah satu atau dua buah.”ucap Selir Wan Rou pada Tang Su.
“Maaf Apa ada yang ikut ke sini selain anda berdua ?”tanya Tang Su sebelum memakan kue pemberian ibunya.
“Tidak ada nak... tenang saja.”jawab Selir Wan Rou meyakinkan Tang Su.
“Kenapa Selir Wan Rou memanggilnya seperti itu seperti memanggil putrinya saja ?”batin Bai Yu kembali merasa heran dengan sikap majikannya.
“Lebih baik kue ini kita makan bersama.”ucap Tang Su tersenyum kecil dan menggeser satu keranjang penuh berisi kue ke tengah meja.
Bai Yu tak percaya dengan apa yang dilihatnya dan menunjukkan reaksi berlebihan.
“Pu-pu-putri Wu Shuang... ? Ha-ha-hantu.... !!!”ucap Bai Yu berubah menjadi ketakutan melihat sosok di depannya dan jantungnya rasanya mau meledak saja.
Melihat wajah pelayannya yang pucat basi selir Wan Rou tertawa lebar.
“Bai Yu tenanglah...yang kau lihat itu bukanlah hantu tapi memang benar Putri Wu Shuang.”ucap Selir Wan Rou menjelaskan dan menenangkan pelayannya itu.
“Ta-ta-tapi... semuanya bilang jika Putri Wu Shuang sudah meninggal dan kaisar sudah mengadakan upacara kematian.”jawab Bai Yu mencoba membantah karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Apakah aku memang terlihat seperti sosok hantu ? Jika begitu aku harus merubah riasan ku.”balas Tang Su sambil tersenyum bercanda.
Selir Wan Rou Kemudian menceritakan apa yang terjadi pada pelayannya.
“Ibu... Bai Yu tolong rahasiakan ini jika kita bertemu dan jangan sampai ada yang mengetahui jika aku masih hidup.”ucap Tang Su mengingatkan kembali sang selir dan pelayannya.
__ADS_1
Bai Yu seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia pun terus menatap sosok sang putri yang duduk di depannya.
“Putri Wu Shuang apa ini benar-benar anda ?”ucap Bai Yu kembali bertanya untuk menegaskan hal itu.
Tang Su menanggapi pertanyaan pelayan ibunya.
“Tapi nona bagaimana bisa hal ini terjadi ?” ucap pelayan tadi dan muncul banyak pertanyaan susulan setelahnya.
Tang Su menjelaskan poin-poin pentingnya saja pada pelayan ibunya. Mereka bertiga akhirnya memakan kue itu bersama.
Setelah puas berada di sana dan mengobrol panjang lebar, Selir Wan Rou akhirnya berpamitan pulang.
“Putri ku... lain waktu ibu akan kembali berkunjung ke sini.”ucap Selir Wan Rou di depan pintu sebelum kembali pulang ke istana.
“Ya ibu...”balas Tang Su singkat.
Ia pun kemudian beralih menatap pelayan yang berdiri di samping ibunya.
“Bai Yu tolong jangan beritahu hal ini pada siapapun.”ucap Tang Su memohon padanya.
“Baik nona.”jawab pelayan itu singkat.
Selir Wan Rou dan Bai Yu kemudian masuk ke kereta kuda yang sudah menunggunya.
“clop... clop... clop...” kereta kuda yang membawa souvenir meluncur Kembali menuju ke istana Wanzhou.
Di istana Wanzhou, di maison bulan sabit terlihat Putri Shen Bailian sudah berada di rumah setelah selesai makan seporsi bebek peking.
“Oh apa yang terjadi padaku ?Kenapa tanganku terasa sakit sekali ?”gumamnya sambil memegang perutnya yang terasa mulas.
Sang putri segera berlari menuju ke toilet. Beberapa saat kemudian dia keluar dari sana namun baru saja dia duduk tiga menit di depan ibunya dia kembali merasakan perutnya perih melilit.
“Sial... ! Ada apa dengan perutku ini ?!”ucap sang Putri mengeluh sambil memegang perutnya.
Ia pun kembali berlari menuju ke toilet karena merasa sudah tidak tahan lagi dan berapa lama di sana. Setelah dua jam bolak-balik keluar toilet, Putri Shen Bailian nampak pucat dan lemas.
BERSAMBUNG....
__ADS_1