Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 42 Berlari Bersama


__ADS_3

Di istana Wanzhou saat ini kabar kematian Putri Wu Shuang resmi di umumkan setelah di lakukan investigasi ulang.


Selir Wan Rou tetap saja tak bisa menerima kabar tersebut dan mengurung dirinya di kamar selama berhari-hari.


“Selir Wan Rou ini sup tulang iga untuk selir.” ucap Bai Yu mengantarkan sarapan pagi untuk sang selir.


“Taruh saja di meja.”jawabnya tak bersemangat menatap Bai Yu.


Pelayan itu kemudian menaruh sup di meja. Setelah itu ia segera keluar karena tahu majikannya itu sedang tak ingin di ganggu atau bicara dengan siapa pun.


Di tempat lain para penghuni istana tampak berkabung dengan di keluarkan kabar resmi meninggalnya Putri Wu Shuang.


“Malang sekali nasib mu, Putri Wu Shuang. Kau masih muda, cantik dan cerdas.”ucap seorang kasim keluar dari balai pengadilan pagi pada temannya.


“Iya sayang sekali... Putri berhati lembut seperti mu harus pergi meninggalkan kita semua.”balas kasim lain dengan tertunduk karena selama ini Putri Wu Shuang banyak membantu kaisar dalam menghandle masalah yang terjadi di istana.


Di lain tempat Putri Shen Bailian tampak duduk di kamarnya di depan cermin. Seorang pelayan membantunya memasang beberapa aksesoris rambutnya.


“Yan Kui... sepertinya hari-hari di istana sekarang terasa damai dengan tiadanya Putri Wu Shuang.”ucapnya sambil tersenyum lebar.


“Ya Putri Shen Bailian mungkin sebentar lagi semua perhatian yang mulia akan tercurahkan untuk anda seorang.”jawab Yan Kui lalu menata rambut sang putri.


Beberapa jam sebelumnya Kaisar Luoying meminta semua penghuni istana berkumpul di aula.


Kaisar sendiri langsung turun tangan setelah seluruh penghuni istana istana berkumpul.


“Baiklah karena kalian semua sudah berkumpul disini, maka aku akan mengumumkan nya sekarang juga.” ucap Kaisar Luoying pada seluruh penghuni istana.


“Dengan resminya turun berita kematian Putri Wu Shuang maka nanti siang akan di adakan upacara pemakaman sang putri. Dan acara ini boleh juga di ikuti oleh seluruh warga.”lanjut sang kaisar menyampaikan pengumuman.


Setelah pengumuman selesai maka semua penghuni istana bubar dan bersiap-siap untuk mengikuti acara pemakan Putri Wu Shuang.


“Benar-benar Kaisar Luoying ini. Meski pun Putri Wu Shuang sudah mati tetap saja dia memberikan perhatian yang besar padanya.”batin Permaisuri Shen Shanyu yang juga ikut berkumpul di sana.


Putri Shen Bailian melihat raut muka ibunya yang kesal dan dia tahu apa yang ada dalam pikirannya.


“Sudahlah ibu tak usah ibu pikirkan tindakan ayah. Anggap saja ini adalah perhatiannya yang terakhir kali.”ucap Putri Shen Bailian menarik tangan ibunya agar segera pergi dari sana dan kembali ke tempat mereka ke maison bulan sabit.

__ADS_1


Di lain tempat Tang Su duduk sendiri di kamarnya. Pikirannya tiba-tiba melayang pada dunia nyata.


“Sudah lama aku belum kembali. Kira-kira apa yang terjadi di sana saat ini ?”gumam Tang Su merasa rindu ingin kembali ke tempat nya setelah sudah satu mingguan berada di rumah kakek Jiu.


“Apa aku sebaiknya kembali sekarang karena aku juga waktunya kuliah.”gumam Tang Su lagi karena tak ingin ketinggalan pelajaran.


Ia pun mengambil jarum peraknya dan mengambil beberapa untuk ia bawa pulang. Tang Su mengambil lagi satu jarum perak dan menusukkan di area sekitar tangan setelah berbaring di atas tempat tidur.


“Hiss...”dalam hitungan detik Tang Su langsung tak sadarkan diri.


“Swoot.... !”


Setelah tak sadarkan diri gadis itu kembali ke dunia nyata. Tang Su membuka mata dan mendapati dirinya sudah kembali berada di kamarnya.


“Aku sudah kembali ke kamar ku sendiri... !”gumam Tang Su sambil tersenyum lebar merasa lega.


Ia pun kemudian melihat jam dinding.


“Ha sudah jam 03.00 ?Tapi aku ngantuk sekali. Lebih baik aku tidur sebentar saja, dua jam sudah cukup bagi ku.”gumamnya lalu menuju ke tempat tidur dan berbaring.


Pagi hari Tang Su membuka mata dan merentangkan tubuhnya. Ia mengira ini masih pukul 05.00 pagi namun ternyata dia terkejut sekali saat melihat waktu menunjukkan pukul 06.50 pagi.


Ia pun segera berganti baju dan berangkat ke kampus tanpa sarapan pagi lebih dulu.


Untuk mengejar waktu agar tidak terlambat Ia pun berlari dengan mengerahkan segenap kekuatannya.


“Haah... haah...haah...” Tang Su tiba di pintu gerbang kampus dengan terengah-engah.


Ia berhenti sejenak karena merasa tak kuat berlari lagi.


“phaak... !” dari arah belakang ada yang memukul bahunya dengan keras.


“Auuwh... !”Tang Su menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memukul bahunya.


“Xiao Jinyu kau... sakit tahu ?!”ucap Tang Su protes tak terima.


“Kau kenapa tengah-tengah seperti itu kau bangun kesiangan ya ?”tanya Xiao Jinyu melihat penampilan gadis itu yang acak-acakan.

__ADS_1


Tang Su yang kesal segera menyingkirkan tangan lelaki itu dari tubuhnya.


“Bukan urusan mu aku mau bangun jam berapa. Sana cepat pergi !”balas Tang Su malah mengusirnya.


Xiao Jinyu tidak beranjak dari tempatnya. Dia melihat jam tangannya yang hanya kurang dua menit lagi jam kuliah akan di mulai.


“Chubby... cepat masuk !!”ucap Xiao Jinyu menarik tangan Tang Su lalu mengajaknya berlari bersama.


“Apa yang kau lakukan ? Lepaskan tangan ku !”balas Tang Su menarik tangannya namun Xiao Jinyu memegangnya dengan kuat.


Mereka berdua terus berlari masuk ke kampus. Tang Su semakin terengah-engah.


“Lepaskan... aku tak kuat berlari lagi. Kelas kita juga beda.”ucap Tang Su.


Xiao Jinyu kemudian melepaskan tangan Tang Su karena melihat gadis itu kehabisan nafas dan menunggunya.


“Ini sudah mau masuk kurang satu menit lagi. Pergilah ke kelas mu.”ucap Tang Su sembari mengatur nafasnya.


“Lalu kau bagaimana ?”jawab Xiao Jinyu.


“Aku bisa lari sendiri ke kelas ku.”jawab Tang Su.


Karena Xiao Jinyu masih tak mau pergi maka dia pun mendorong tubuhnya dari belakang.


“Aku ini ingin membantumu tapi kau tak mau, ya sudahlah.”jawab Xiao Jinyu berhenti sebentar kemudian kembali berlari menuju ke kelasnya.


Sedangkan Tang Su yang masih belum genap nafasnya hanya berjalan menuju ke kelas. Sesampainya di kelas dia melihat pintu kelas sudah ditutup.


“tok... tok...”Tang Su mengetuk pintu.


Dosen membuka pintu dan keluar. Ia terdiam saat melihat mahasiswinya terlambat.


“Tang Su kau terlambat sepuluh detik. Kali ini kau tidak usah mengikuti kelas bapak.”jawab lelaki itu kemudian langsung menutup pintu.


“Tapi pak... pelajaran belum dimulai dan aku hanya terlambat beberapa detik saja.”balas Tang Su protes, namun dosen tetap tidak membuka pintunya.


Tang Su pun berjalan dengan gontai setelah merasa kakinya pegal tapi tetap saja terlambat tidak boleh mengikuti pelajaran.

__ADS_1


Ia pun memutuskan untuk mencari tempat sementara sampai jam mata kuliah saat ini berakhir dan menunggu jam kedua dimulai.


BERSAMBUNG...


__ADS_2